Arsip Kategori: film

Nasionalis, 5 Film Sejarah Korea Lampaui 10 Juta Penonton

Film Sejarah Korea yang Sukses Meraih Jutaan Penonton

Sejarah menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan suatu bangsa. Di Korea Selatan, banyak film-film sejarah yang diangkat dari peristiwa penting untuk mengedukasi masyarakat dan memperkuat rasa nasionalisme. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih jumlah penonton yang sangat besar, mencapai lebih dari 10 juta orang. Berikut ini adalah lima film sejarah Korea yang sukses menarik perhatian masyarakat.

1. The Admiral: Roaring Currents (2014)

Film pertama yang layak disebut adalah The Admiral: Roaring Currents yang dirilis pada tahun 2014. Film ini masih memegang rekor sebagai film terlaris Korea Selatan sepanjang masa dengan jumlah penonton lebih dari 17,6 juta. Cerita ini diangkat dari kisah nyata seorang pahlawan nasional Korea Selatan, Laksamana Yi Sun Shin. Film ini berlatar belakang perang Myeongryang yang terjadi pada 26 Oktober 1597.

Pada saat itu, Korea sedang menghadapi invasi Jepang. Dengan hanya 12 kapal perang, Laksamana Yi Sun Shin harus melawan armada Jepang yang jumlahnya mencapai 300 kapal. Dengan strategi yang matang dan penggunaan formasi Iljajin, ia berhasil mengalahkan musuh dan memporak-porandakan armada Jepang. Kemenangan ini membuatnya semakin disegani oleh para tentara Jepang.

2. Ode to My Father (2014)

Di tahun yang sama, Ode to My Father juga sukses menarik perhatian penonton. Film ini mencapai lebih dari 14,2 juta penonton. Film ini bercerita tentang keluarga Yoon Deok Soo yang terpisah akibat Evakuasi Hungnam pada tahun 1950. Ayahnya, Yoon Deok Soo, berjanji akan bertemu kembali di toko milik bibinya. Namun, janji tersebut tidak terpenuhi selama bertahun-tahun.

Film ini juga menyoroti sejarah modern Korea Selatan mulai dari Perang Korea hingga Perang Vietnam. Pemain utama, Hwang Jung Min, membawakan karakter yang penuh perjuangan dan ketekunan. Film ini menunjukkan bagaimana keluarga-keluarga kecil berjuang untuk tetap bersatu meskipun hidup dipenuhi tantangan.

3. 12.12: The Day (2023)

Tahun 2023 menjadi tahun penting bagi film sejarah Korea. Salah satunya adalah 12.12: The Day, yang dibintangi oleh Hwang Jung Min. Film ini berlatar belakang Korea Selatan pada akhir tahun 1970-an setelah pembunuhan Presiden Park Chung Hee. Pada tanggal 12 Desember 1979, Chun Doo Kwang memimpin kudeta militer yang dikenal sebagai “Pemberontakan Militer 12.12”.

Film ini menggambarkan konflik antara Chun Doo Kwang dan Lee Tae Shin, seorang komandan yang menentang tindakan politik militer. Dengan durasi 9 jam, film ini menggambarkan perjuangan untuk mencegah kudeta dan menjaga stabilitas negara. Film ini berhasil meraih 13 juta penonton dan menjadi salah satu film terlaris tahun 2023.

4. Assassination (2015)

Assassination adalah film sejarah yang menarik perhatian banyak penonton. Film ini dirilis pada tahun 2015 dan berhasil meraih lebih dari 12,7 juta penonton. Ceritanya berlatar tahun 1933, saat Korea masih dijajah Jepang. Yem Sek Jin, seorang agen pemerintah sementara Korea, bekerja untuk membebaskan tiga orang dari penjara.

Mereka adalah Chu Sang Ok, Hwang Deok Sam, dan Ahn Okyun. Mereka memiliki misi untuk membunuh seorang komandan Jepang dan seorang pengusaha Korea yang berkhianat. Film ini menampilkan adegan aksi yang intens dan konflik yang rumit. Meski begitu, film ini tetap menjadi salah satu favorit karena alur cerita yang menarik dan karakter yang kuat.

5. A Taxi Driver (2017)

Film terakhir yang layak disebut adalah A Taxi Driver. Film ini mengangkat kisah nyata antara seorang reporter Jerman dan seorang sopir taksi Korea saat meliput Pemberontakan Gwangju pada tahun 1980-an. Peter, seorang reporter Jerman, memutuskan untuk pergi ke Gwangju setelah mendengar kabar aneh yang terjadi di sana.

Sementara itu, Kim Man Seob, seorang sopir taksi, memutuskan untuk mengantarkan Peter ke Gwangju. Di sana, mereka menemukan rombongan mahasiswa yang sedang melakukan aksi protes. Akibatnya, Peter dan Man Seob menjadi buronan pemerintah. Dengan bantuan warga setempat, mereka berhasil melarikan diri dan memberikan laporan lengkap ke dunia internasional.

Film-film sejarah seperti ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Dengan alur cerita yang menarik dan fakta sejarah yang akurat, film-film ini mampu membangkitkan rasa cinta tanah air dan memperkaya pemahaman tentang sejarah bangsa.

Film Merah Putih: One for All Difilmkan, Ini Pernyataan Ifan Seventeen

Film Animasi Merah Putih: One for All Menghadapi Kritik Publik

Film animasi yang berjudul Merah Putih: One for All kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Sejak tayang di bioskop, film ini mendapat banyak tanggapan dari publik, terutama mengenai kualitas grafis dan animasinya yang dinilai kurang memadai. Banyak netizen dan pengamat perfilman menyampaikan kritik terhadap hasil visual yang dianggap tidak sejalan dengan standar produksi film layar lebar saat ini.

Beberapa aspek yang menjadi sorotan antara lain detail karakter, latar belakang animasi, serta efek gerak yang dinilai kurang halus. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah anggaran produksi yang mencapai sekitar Rp6,7 miliar dapat mencerminkan kualitas yang ditampilkan. Dalam beberapa media sosial, banyak pengguna internet menyebut bahwa film ini jauh dari harapan, bahkan kalah jauh dibandingkan animasi Indonesia terbaru seperti Jumbo atau karya-karya studio besar dunia.

Fakta-Fakta Mengenai Film Merah Putih: One for All

Berikut beberapa fakta penting terkait film animasi ini:

  • Visual Dinilai Kurang Memadai: Sejak trailer dirilis, banyak warganet mengkritik hasil animasi yang dianggap tidak sesuai ekspektasi. Film ini dianggap tidak bisa memenuhi standar visual penonton yang telah terbiasa dengan animasi berkualitas tinggi.

  • Anggaran Produksi Mendapat Sorotan: Biaya produksi sebesar Rp6,7 miliar kini menjadi perhatian publik. Mereka mempertanyakan apakah dana tersebut benar-benar digunakan secara optimal dalam proses produksi.

  • Perbandingan dengan Film Jumbo: Media juga menyoroti perbandingan antara Merah Putih: One for All dan film animasi Jumbo, yang telah mencapai 10 juta penonton dan dianggap memiliki kualitas lebih baik.

  • Kritik dari Sutradara Terkenal dan DPR RI: Sutradara Hanung Bramantyo mempertanyakan alasan film ini bisa tayang meskipun masih banyak judul film Indonesia lainnya yang belum diputar. Di sisi lain, Komisi X DPR RI dan anggota DPR seperti Lalu Hadrian Irfani juga menyampaikan kelemahan film ini, khususnya soal kualitas visual dan urgensi penayangannya.

  • Publik Curiga Proses Terburu-Buru: Beberapa pihak merasa film ini diproduksi dalam waktu singkat dan kurang transparan mengenai latar belakang studio pembuatnya, Perfiki Kreasindo. Meski demikian, produser eksekutif membantah kabar tersebut dan menyatakan proyek ini sudah digagas sejak tahun lalu.

  • Pemerintah Tidak Menyuntik Dana Langsung: Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan dana produksi maupun fasilitas promosi langsung kepada film ini. Audiensi hanya dilakukan untuk memberikan masukan, bukan dukungan finansial.

  • Sinopsis Singkat: Film ini bercerita tentang sekelompok anak dengan latar budaya Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa dalam Tim Merah Putih yang bertugas menjaga bendera pusaka jelang 17 Agustus. Namun, bendera itu tiba-tiba hilang tiga hari sebelum upacara, dan mereka berpetualang melewati sungai, hutan, dan badai untuk menemukannya sambil meredam ego masing-masing.

Meskipun film ini dimaksudkan sebagai kado HUT RI ke-80, eksekusi yang dinilai terburu-buru serta penggunaan anggaran besar membuatnya sulit diterima oleh sebagian publik dan penggiat perfilman. Kritik datang tidak hanya dari warganet, tetapi juga dari kalangan profesional, yang menyoroti kualitas visual, alur cerita, dan transparansi proses produksi.

Dengan adanya kritik ini, diharapkan menjadi pelajaran penting bagi para pembuat film untuk lebih memperhatikan kualitas dan perencanaan di setiap tahap produksi. Dengan begitu, karya yang dihasilkan di masa mendatang dapat menjadi kebanggaan bersama dan meninggalkan jejak positif bagi generasi berikutnya.

Tiket Nonton Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle 2025 di Bioskop dan TIX ID

Informasi Terkini Tentang Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle

Bagi penggemar serial anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, kini saatnya untuk menantikan tayangan film terbaru yang berjudul Kimetsu no Yaiba Infinity Castle. Film ini akan segera dirilis di bioskop-bioskop ternama di Indonesia, termasuk CGV, Cinepolis, dan XXI. Bagi kamu yang ingin menyaksikan film ini, berikut informasi lengkap mengenai sinopsis, detail produksi, hingga cara memesan tiket nonton.

Sinopsis Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle merupakan film animasi lanjutan yang diadaptasi dari manga Jepang karya Koyoharu Gotouge. Film ini menjadi bagian dari trilogi yang menjadi puncak dari serial anime Demon Slayer yang pertama kali dirilis pada tahun 2019. Cerita dalam film ini berfokus pada perjuangan Tanjiro Kamado dan teman-temannya dari Korps Pembunuh Iblis dalam menghadapi musuh-musuh yang sangat kuat.

Bagian pertama dari film ini menceritakan serbuan Korps Pembunuh Iblis ke Benteng Dimensi Tanpa Batas (Dimensional Infinity Fortless) untuk melawan Upper Moons yang masih tersisa dan Muzan Kibutsuji, iblis terkuat. Sementara itu, Infinity Castle adalah arc klimaks dari cerita, di mana pertarungan utama akan berlangsung antara Korps Pembunuh Iblis dan Muzan.

Detail Produksi dan Karakter Utama

Film ini diproduksi oleh studio animasi Ufotable dan disutradarai oleh Haruo Sotozaki, yang juga bertanggung jawab atas serial anime Demon Slayer. Selain itu, mangaka Koyoharu Gotouge turut serta dalam penulisan naskah. Beberapa pengisi suara terkenal seperti Natsuki Hanae, Reina Ueda, Saori Hayami, Yoshitsugu Matsuoka, Akari Kito, dan Hiro Shimono juga hadir dalam film ini.

Dalam film ini, para pemburu iblis seperti Tanjiro, Zenitsu Agatsuma, dan Inosuke Hashibira akan menghadapi tantangan besar. Mereka harus melawan para Upper Moon dan akhirnya menghadapi Muzan, sang iblis terkuat. Pertarungan epik antara mereka akan menjadi fokus utama dalam film ini.

Lagu Tema dan Pengisi Suara

Salah satu hal menarik dalam film ini adalah adanya dua penyanyi Jepang terkenal yang menyumbangkan lagu tema. Lagu “Shine in the Cruel Night” dinyanyikan oleh LiSA, sedangkan “A World Where the Sun Never Rises” dinyanyikan oleh Aimer. Kedua lagu ini akan memperkaya pengalaman menonton film ini.

Cara Mendapatkan Tiket Nonton

Untuk mendapatkan tiket nonton film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle, kamu dapat memesannya melalui situs resmi bioskop-bioskop ternama di Indonesia. Berikut beberapa link yang bisa kamu gunakan:

  • Tiket nonton via TIX ID
  • Tiket Nonton via cgv.id
  • Tiket Nonton via cinepolis
  • Tiket Nonton via m.21cineplex.com

Pastikan kamu memesan tiket secepat mungkin karena film ini akan segera tayang dan pasti akan ramai diminati oleh para penggemar.

Kesimpulan

Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle tidak hanya menjadi momen emosional bagi penggemar, tetapi juga menjadi ajang pertarungan terakhir antara Korps Pembunuh Iblis dan Muzan. Dengan alur cerita yang menegangkan dan visual yang luar biasa, film ini layak ditonton sebagai penghiburan atau untuk menemani waktu senggang bersama keluarga dan teman. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Cerdas dan Penuh Makna: Guru Gembul Bicara Film Merah Putih

Dari Kritik Publik ke Teori Konspirasi

Banyak orang yang melihat sesuatu yang tampak tidak biasa, bahkan aneh, hingga merasa bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Itulah yang terjadi pada Agustus 2025 ketika sebuah trailer film animasi berjudul “Merah Putih One For All” dirilis. Film ini langsung mendapat kritik keras dari publik. Kualitas grafisnya dianggap ketinggalan zaman, suaranya terdengar aneh, dan karakternya terlihat kaku. Netizen dan kreator konten saling mengecamnya sebagai “pengkhianatan” terhadap industri animasi Indonesia yang sedang berkembang.

Namun, tawa dan kritik publik berubah menjadi keheningan yang menggemparkan ketika seorang intelektual publik, Guru Gembul, merilis video yang mengajukan hipotesis yang sangat mengejutkan. Dalam videonya, ia tidak ikut mencaci film tersebut. Justru, ia memperkenalkan gagasan bahwa film ini bukanlah karya yang gagal, tetapi sebuah karya propaganda komunis (PKI) yang sangat cerdas.

Mengapa Film Ini Dianggap Sebagai Konspirasi?

Bagaimana bisa sebuah film anak-anak yang tampak jelek menyimpan pesan seberbahaya itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat dari sudut pandang yang berbeda. Guru Gembul mengajak kita untuk menggunakan pikiran detektif dan mengikuti jejak-jejak kecil yang ditemukan dalam film tersebut. Ini adalah perjalanan ke dalam dunia “cocoklogi”, bagaimana fakta bisa digunakan untuk menciptakan narasi yang sangat meyakinkan.

Guru Gembul menggambarkan film “Merah Putih” sebagai konspirasi PKI. Tujuannya bukan untuk membuat orang percaya, tetapi sebagai latihan nalar kritis agar mampu menghadapi hoaks dan teori konspirasi.

Permainan Angka dan Simbol

Di sini, teori ini mulai terasa seperti novel Dan Brown. Guru Gembul memulai dengan matematika sederhana yang berujung pada kesimpulan yang rumit.

Bendera yang Miring ke Kiri

Pada adegan awal, bendera Merah Putih terlihat miring ke arah kiri dengan sudut 75 derajat. Dalam simbolisme politik, “kiri” sering dikaitkan dengan komunisme. Apakah ini kebetulan? Mungkin. Tapi ini hanya petunjuk pertama.

Kode dalam Judul

Judul filmnya adalah “Merah Putih” (10 huruf) dan “One For All” (9 huruf). Jumlah totalnya adalah 19. Dalam deret bilangan prima, 19 adalah bilangan prima ke-8. Sementara jumlah karakter utama dalam film ini ada 8 anak.

Jumlah Karakter

Dari 8 anak tersebut, komposisinya adalah 5 laki-laki dan 3 perempuan. Jika digabungkan, menjadi angka 53. Angka 53 adalah bilangan prima ke-16.

Kemudian, Guru Gembul melakukan operasi matematika: 1975 – 16 = 1959. Tahun 1959 adalah tahun dikeluarkannya Dekrit Presiden yang memulai era Demokrasi Terpimpin. Ini adalah “zaman keemasan” bagi Partai Komunis Indonesia (PKI), di mana konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis) digelorakan dan PKI menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia.

Wajah-Wajah yang Tak Asing dan Latar yang Janggal

Teori ini semakin dalam ketika Guru Gembul menganalisis desain karakternya.

Si Pak Lurah dan Syam Kamaruzaman

Karakter Pak Lurah di film ini, dengan kacamata dan perawakannya, dianggap sangat mirip dengan Syam Kamaruzaman, tokoh kunci Biro Khusus PKI yang menjadi otak G30S.

Si Anak Berbaju Merah dan Letkol Untung

Salah satu karakter utama, anak berkulit gelap dengan tubuh gempal yang memakai baju merah, disebut sebagai representasi Letkol Untung Sutopo, komandan operasi G30S. Bahkan penggambaran karakternya yang seolah “bertikai” dengan anak berbaju hijau (warna identik dengan NU/militer) dianggap sebagai simbol konflik historis.

Senjata Buatan Soviet

Di sebuah adegan di dalam gudang, terlihat ada dua senapan serbu. Modelnya diidentifikasi sebagai varian AK-12, senjata buatan Rusia (penerus Uni Soviet), negara kiblat komunisme.

Latar desa dalam film ini pun dianggap janggal. Desa di Indonesia biasanya homogen (satu suku, satu agama mayoritas). Namun, desa di film ini digambarkan sangat heterogen, dengan berbagai macam ras dan penampilan. Ini, menurutnya, lebih mirip penggambaran sebuah desa komunal yang diidealkan oleh komunisme, di mana semua perbedaan dilebur menjadi satu identitas kaum proletar.

Puncak Propaganda, Burung Merah yang Dilepaskan

Klimaks dari analisis konspirasi ini adalah adegan di mana anak-anak melepaskan seekor burung berwarna merah dari sangkarnya.

Burung Merah

Burung Merah Dianggap sebagai simbol komunisme yang selama ini “terpenjara”. Dilepaskan Melambangkan keinginan untuk membangkitkan kembali ideologi tersebut.

Suara Monyet

Uniknya, suara burung ini adalah suara monyet. Monyet, dalam banyak budaya, adalah simbol kemunafikan dan oportunisme. Ini dianggap sebagai sindiran terhadap PKI di masa lalu yang dianggap munafik (misalnya, ikut pemilu padahal ideologinya revolusioner).

Plot Twist: Ini Bukan Tentang Filmnya, Ini Tentang Kita

Sekarang, tarik napas. Apakah teori ini benar? Bisa jadi. Tapi kemungkinan besar, tidak. Dan di sinilah letak kejeniusan video Guru Gembul yang sesungguhnya.

Di awal videonya, ia memasang sebuah kartu peringatan, “Fakta yang disampaikan video ini bisa diuji, tapi cara merangkainya adalah konspirasi. Cara melatih nalar dan mental agar terbiasa skeptis dalam menerima informasi.”

Guru Gembul tidak sedang mencoba meyakinkan kita bahwa film ini adalah propaganda PKI. Ia sedang menunjukkan kepada kita bagaimana sebuah teori konspirasi dibangun. Ia mengambil fakta-fakta yang bisa diverifikasi (jumlah huruf, bentuk bendera, model senjata, sejarah tahun 1959), lalu merangkainya dengan interpretasi dan “cocoklogi” yang tidak bisa dibantah secara mutlak.

Otak kita secara alami suka mencari pola. Ketika disajikan rangkaian “kebetulan” yang begitu banyak, otak kita cenderung menyimpulkan adanya sebuah desain atau rencana besar. Inilah yang membuat teori konspirasi begitu memikat.

Video ini adalah sebuah vaksin nalar. Sebuah simulasi bagi kita untuk merasakan betapa mudahnya terbawa oleh sebuah narasi yang koheren, meskipun dibangun di atas fondasi yang spekulatif. Pelajaran utamanya bukanlah tentang bahaya film “Merah Putih One For All”, melainkan tentang bahaya laten dari cara kita mengonsumsi informasi di era digital.

Jadi, lain kali Anda menemukan sebuah cerita yang terlalu rapi, terlalu banyak “kebetulan”, dan terasa sangat pas, ingatlah pelajaran dari film animasi “jelek” ini. Mungkin Anda tidak sedang menemukan kebenaran tersembunyi, melainkan sedang terjebak dalam sebuah mahakarya “cocoklogi”.

6 Karakter MCU yang Berubah Total di Tahun 2025, Siapa Mereka?

Perubahan Besar yang Mengubah Dunia MCU pada Tahun 2025

Marvel Cinematic Universe (MCU) terus berkembang pesat, dan tahun 2025 menjadi momen penting bagi banyak karakter. Banyak dari mereka mengalami transformasi besar yang tidak terduga, baik itu perubahan positif maupun negatif. Dari tokoh sampingan hingga tokoh utama, semua memiliki peran masing-masing dalam dinamika dunia MCU.

Thunderbolt Ross: Dari Pejabat Menjadi Red Hulk

Dulunya, Thunderbolt Ross hanya seorang pejabat pemerintah yang keras kepala dan sering dianggap sebagai penghalang bagi para superhero. Namun, pada tahun 2025, ia mengalami perubahan drastis. Ross kini menjadi Presiden Amerika Serikat dan juga bertransformasi menjadi Red Hulk. Transformasi ini telah lama dirumorkan, dan akhirnya terwujud dalam film-film MCU terbaru.

Sayangnya, kekuatan Red Hulk justru membuat Ross kehilangan kendali. Amukannya menyebabkan kerusakan besar, sehingga ia ditangkap dan dipenjara. Meski demikian, Ross selamat dari semua itu, yang berarti kemungkinan besar ia akan kembali suatu saat nanti.

Bucky Barnes: Dari Mantan Pembunuh Menjadi Pemimpin Tim

Bucky Barnes, dulu dikenal sebagai mantan pembunuh yang dihantui trauma masa lalu, kini menemukan tujuan hidupnya. Pada tahun 2025, ia resmi bergabung dengan tim superhero aktif Thunderbolts. Proses pemulihannya sudah terlihat sejak serial The Falcon and the Winter Soldier, tetapi kini Bucky benar-benar kembali ke lapangan.

Ia bukan lagi sosok penyendiri atau mantan pembunuh yang tidak stabil. Kini, Bucky memimpin misi, berperan dalam dinamika tim, bahkan menjabat sebagai anggota Kongres AS. Perubahan ini membuktikan bahwa ia telah berkembang menjadi salah satu karakter MCU yang paling matang dan bisa diandalkan.

Valentina Allegra de Fontaine: Keberhasilan di Balik Layar

Valentina Allegra de Fontaine dulu hanya muncul sesekali, tetapi kini ia menjadi sosok penting di balik layar. Ia seperti versi baru dari Nick Fury, tapi dengan gaya yang lebih kelam dan manipulatif. Pada tahun 2025, Val menjadi dalang di balik pembentukan Thunderbolts dan menyebut mereka sebagai New Avengers.

Berbeda dengan Fury yang setia pada aturan SHIELD, Val lebih suka bermain di wilayah abu-abu. Ia terlibat dalam berbagai intrik politik dan strategi global, serta muncul dalam banyak film dan serial. Kini, Val menjadi kekuatan besar di balik banyak peristiwa, yang menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam MCU.

Yelena Belova: Pemimpin Baru untuk Generasi Avengers

Yelena Belova dulunya dikenal sebagai pembunuh bayaran yang penuh luka emosional. Namun, pada tahun 2025, ia mengalami perubahan besar yang tidak terduga. Ia kini memimpin generasi baru Avengers, yang dikenal sebagai New Avengers.

Setelah terbentuknya New Avengers dalam Thunderbolts, Yelena tampil sebagai pemimpin utama. Ia bukan lagi sosok penyendiri, melainkan perempuan tangguh yang memahami makna pengorbanan dan pentingnya diplomasi. Kepemimpinan Yelena membawa angin segar ke dalam dunia Avengers, dan ia menjadi sosok yang berani, tegas, serta tanpa basa-basi.

Joaquin Torres: Dari Teknisi Militer Menjadi Pahlawan Utama

Joaquin Torres pertama kali muncul sebagai teknisi militer yang membantu Sam Wilson dalam serial The Falcon and the Winter Soldier. Kini, ia resmi mengambil alih peran Falcon pada tahun 2025. Perubahan besar ini terjadi dalam film Captain America: Brave New World.

Torres tidak hanya memakai sayap, tetapi juga identitas sebagai superhero. Perjalanan dari sekadar pendukung menjadi pahlawan utama mencerminkan langkah MCU untuk memberi panggung lebih luas bagi karakter baru. Dengan kepribadiannya yang ceria dan lincah, Torres memberikan warna baru pada sosok Falcon.

Taskmaster: Akhir Tragis Seorang Prajurit

Taskmaster, yang bernama asli Antonia Dreykov, akhirnya mencapai titik akhir dalam perjalanannya di MCU pada tahun 2025. Dulu, ia adalah prajurit dingin yang dikendalikan pikirannya. Setelah dibebaskan oleh Natasha Romanoff, ia mulai membangun hidup baru, meski masa lalunya masih membekas.

Setelah bergabung dengan kelompok Thunderbolts atas rekrutmen Valentina, Taskmaster akhirnya dibunuh oleh Ava Starr dalam pertempuran yang terjadi sebelum tim resmi terbentuk. Kematian ini cepat, brutal, dan tak terduga, menjadikannya salah satu momen paling menyedihkan dalam perjalanan MCU beberapa tahun terakhir.

Perubahan yang dialami para karakter MCU pada tahun 2025 menunjukkan betapa dinamisnya dunia Marvel. Semua perjalanan, baik penuh kemenangan maupun kehilangan, memperkaya narasi keseluruhan dan membuka jalan untuk era baru para superhero. MCU yang terus bergerak maju dan bertransformasi ini hanyalah awal dari cerita-cerita besar yang akan datang.

20 Film Anak Lucu yang Wajib Ditonton

Rekomendasi Film Anak yang Lucu dan Menyenangkan untuk Dikoleksi

Menemani waktu senggang si kecil dengan tontonan yang tepat bukan hanya memberikan hiburan, tapi juga bisa menjadi momen berharga untuk belajar dan tertawa bersama. Film anak-anak yang lucu tidak hanya mengundang gelak tawa, tetapi sering menyelipkan pesan moral, nilai persahabatan, hingga pentingnya saling menghargai.

Dari animasi penuh warna hingga kisah petualangan kocak yang menghangatkan hati, pilihan film anak-anak saat ini sangat beragam dan bisa dinikmati semua umur. Berikut adalah beberapa rekomendasi film anak yang lucu untuk ditonton:

  • Back to the Outback (2021)

    Film animasi keluarga ini mengisahkan sekelompok hewan berbahaya di kebun binatang Australia yang ingin kembali ke habitat asli mereka. Meskipun terlihat menakutkan, para tokohnya justru punya hati yang baik dan sering memicu tawa dengan tingkah konyol mereka. Perjalanan mereka dipenuhi aksi kocak, momen menyentuh, dan pesan bahwa kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari penampilan.

  • Despicable Me (2010)

    Despicable Me bercerita tentang Gru, seorang penjahat super yang hidupnya berubah setelah mengadopsi tiga anak yatim. Walaupun rencananya adalah mencuri bulan, tingkah konyol para Minion dan kehangatan hubungan Gru dengan Margo, Edith, dan Agnes membuat film ini penuh tawa sekaligus menyentuh hati. Ceritanya sederhana, lucu, dan aman untuk anak kecil, terutama karena visualnya yang cerah dan karakter-karakternya yang menggemaskan.

  • Finding Nemo (2003)

    Finding Nemo menceritakan petualangan Marlin, seekor ikan badut, yang melakukan perjalanan jauh untuk mencari anaknya, Nemo, yang hilang di laut lepas. Dalam perjalanannya, ia bertemu Dory, ikan biru yang lucu namun pelupa, yang membuat perjalanan penuh kejadian konyol dan menghibur. Film ini tidak hanya menyuguhkan visual laut yang memukau, tetapi juga mengajarkan tentang keberanian, kepercayaan, dan cinta orangtua.

  • Moana (2016)

    Moana mengisahkan seorang gadis pemberani dari pulau kecil yang nekat berlayar menembus samudra demi menyelamatkan desanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu Maui, seorang demigod penuh tingkah yang menambah keseruan petualangan mereka. Film ini dipenuhi lagu-lagu ceria, visual lautan yang memukau, dan pesan kuat tentang keberanian, kemandirian, serta menemukan jati diri.

  • The Lion King (1994)

    The Lion King bercerita tentang Simba, anak singa yang harus belajar menghadapi kehilangan dan memikul tanggung jawab sebagai raja hutan. Perjalanan hidupnya dipenuhi momen lucu bersama Timon dan Pumbaa, serta adegan-adegan yang penuh makna. Di dalam film ini juga ada lagu-lagu ikonik dan pesan tentang keberanian, persahabatan, dan keluarga, film ini tetap menjadi tontonan klasik yang disukai segala usia.

  • Monsters, Inc. (2001)

    Monsters, Inc. bercerita tentang Sulley dan Mike, dua monster sahabat yang bekerja di pabrik penghasil energi dari teriakan anak-anak. Hidup mereka berubah ketika secara nggak sengaja seorang bocah perempuan manusia bernama Boo masuk ke dunia monster melalui sebuah pintu. Dengan humor yang ringan, karakter menggemaskan, dan pesan tentang persahabatan serta keberanian, film ini menjadi tontonan keluarga yang hangat dan menghibur.

  • Pinkfong & Baby Shark’s Space Adventure (2019)

    Film ini mengikuti petualangan Baby Shark dan Pinkfong yang melakukan perjalanan ke luar angkasa untuk mencari bintang-bintang yang hilang. Dalam perjalanannya, mereka bertemu berbagai makhluk luar angkasa yang unik, sambil menyanyikan lagu-lagu ceria khas Baby Shark. Durasi yang singkat, warna-warni cerah, dan musik yang mudah diikuti membuat film ini sangat cocok untuk anak-anak.

  • Mighty Express: Train Trouble (2022)

    Mighty Express: Train Trouble bercerita tentang tim kereta pintar yang harus bekerja sama untuk mengatasi masalah besar di jalur rel. Dengan karakter kereta yang lucu dan penuh warna, cerita sederhana, serta pesan tentang kerja sama tim, film ini sangat mudah dipahami anak kecil. Film ini memiliki animasi cerah dan durasi singkatnya membuatnya pas untuk tontonan anak-anak.

  • Robocar POLI Special: The Story of the Desert Rescue (2023)

    Robocar POLI Special: The Story of the Desert Rescue memiliki kisah tentang tim penyelamat Robocar POLI yang beraksi di tengah gurun untuk membantu teman-teman yang sedang kesulitan. Film ini memiliki karakter kendaraan yang ramah, penuh warna, dan cerita yang sarat pesan keselamatan, film ini cocok untuk anak-anak. Aksi penyelamatannya dikemas ringan, tanpa adegan menegangkan, sehingga tetap aman dan menyenangkan untuk ditonton bersama keluarga.

  • Arthur Christmas (2011)

    Arthur Christmas bercerita tentang Arthur, anak bungsu Santa Claus, yang melakukan misi darurat untuk mengantarkan hadiah yang terlupa kepada seorang anak sebelum pagi Natal. Dengan bantuan kakeknya yang kocak dan teknologi canggih di markas Santa, Arthur memulai perjalanan penuh kejadian lucu dan hangat. Film ini memadukan humor, aksi ringan, dan pesan tentang kepedulian, menjadikannya tontonan seru untuk anak-anak dan keluarga.

  • Bolt (2008)

    Bolt mengisahkan seekor anjing populer yang percaya bahwa ia benar-benar memiliki kekuatan super seperti di acara yang ia bintangi. Saat secara nggak sengaja terpisah dari pemiliknya, Penny atau yang dikenal sebagai Bolt memulai perjalanan panjang untuk pulang, ditemani kucing bernama Mittens dan hamster penggemar beratnya, Rhino. Film ini cocok untuk anak karena penuh humor, aksi seru, dan pesan menyentuh tentang persahabatan serta menemukan jati diri.

  • PAW Patrol: The Movie (2021)

    PAW Patrol: The Movie berkisah tentang petualangan Ryder dan tim anjing penyelamat yang harus menyelamatkan Kota Adventure dari rencana jahat Walikota Humdinger. Dengan aksi penyelamatan seru, humor ringan, dan karakter-karakter yang sudah akrab di hati anak-anak, film ini menghadirkan cerita yang penuh warna dan pesan tentang keberanian serta kerja sama tim.

  • Migration (2023)

    Migration menceritakan tentang keluarga bebek yang memutuskan untuk meninggalkan kehidupan tenang di kolam dan melakukan perjalanan migrasi ke selatan. Sepanjang perjalanan, mereka menghadapi berbagai tantangan, bertemu karakter-karakter unik, dan belajar arti keberanian serta kebersamaan. Memiliki animasi yang menarik, humor segar, dan cerita hangat, film ini menjadi tontonan yang menghibur sekaligus menyentuh untuk anak.

  • The Boss Baby (2017)

    The Boss Baby merupakan film yang bercerita tentang persaingan dan kerja sama yang nggak terduga antara seorang anak bernama Tim dengan adik bayinya yang ternyata agen rahasia, dalam petualangan penuh humor untuk menyelamatkan kebahagiaan keluarga di seluruh dunia.

  • The Secret Life of Pets (2016)

    The Secret Life of Pets merupakan film animasi komedi yang bercerita tentang kehidupan rahasia para hewan peliharaan ketika pemilik mereka tidak berada di rumah. Kisah film ini berfokus pada Max, seekor anjing peliharaan yang hidup nyaman hingga kedatangan anjing baru bernama Duke. Persaingan mereka berubah menjadi petualangan seru di jalanan kota, lengkap dengan aksi lucu dan pesan tentang persahabatan.

  • Frozen (2013)

    Frozen merupakan film animasi musikal yang bercerita tentang dua saudara yang tinggal di kerajaan Arendelle, bernama Elsa dan Anna. Elsa memiliki kekuatan ajaib untuk mengendalikan es dan salju, namun takut kemampuannya membahayakan orang lain. Ketika kekuatannya nggak sengaja membuat kerajaan membeku, Anna memulai perjalanan bersama teman-teman barunya untuk membawa Elsa pulang dan mengakhiri musim dingin abadi. Film ini cocok ditonton oleh anak karena dipenuhi lagu-lagu ikonik, visual memukau, dan pesan hangat tentang cinta serta ikatan keluarga.

  • Nussa the Movie (2021)

    Nussa the Movie merupakan film animasi Indonesia yang bercerita tentang seorang anak bernama Nussa yang ingin memenangkan lomba sains di sekolah. Dalam prosesnya, Nussa belajar tentang arti persaingan sehat, persahabatan, dan menerima kekurangan diri. Film ini cocok ditonton oleh anak-anak karena mengandung pesan moral yang positif dan mendidik.

  • Koki-Koki Cilik (2018)

    Koki-Koki Cilik merupakan film keluarga Indonesia yang bercerita tentang Bima, seorang anak yang bercita-cita menjadi koki profesional. Bima mengikuti sebuah kamp memasak bergengsi dan harus bersaing sekaligus bekerja sama dengan peserta lain untuk menyelesaikan berbagai tantangan kuliner. Film ini menyuguhkan cerita hangat, humor ringan, dan pesan tentang kerja keras, persahabatan, serta mengejar impian, dan cocok ditonton oleh anak.

  • Storks (2016)

    Storks merupakan film animasi komedi yang bercerita tentang burung bangau yang dulu mengirimkan bayi, namun kini beralih menjadi pengantar paket. Situasi berubah kacau ketika sebuah bayi secara nggak sengaja kembali diproduksi oleh mesin pembuatan bayi, dan Junior si bangau bersama Tulip, satu-satunya manusia di markas, harus melakukan perjalanan untuk mengantarkan bayi itu ke keluarganya. Film ini cocok ditonton bersama anak karena penuh aksi kocak, momen menggemaskan, dan pesan tentang arti keluarga.

  • My Little Pony: A New Generation

    My Little Pony: A New Generation merupakan film animasi yang bercerita tentang negeri Equestria setelah para poni bumi, unicorn, dan pegasus kehilangan rasa percaya dan memutuskan untuk hidup terpisah. Kisah film ini mengikuti sudut pandang Sunny, poni bumi yang bertekad mengembalikan persahabatan di antara ketiga ras. Sunny bersama Izzy, seekor unicorn ceria memulai perjalanan penuh warna, lagu ceria, dan pesan tentang toleransi, keberanian, serta pentingnya kebersamaan.

[WANSUS] Timo Tjahjanto: Debut Hollywood yang Menyentak dalam Nobody 2

Pengalaman Membuat Film Nobody 2 dengan Timo Tjahjanto

Timo Tjahjanto, sutradara Indonesia yang kini berada di tengah-tengah proyek film Hollywood, Nobody 2, mengungkapkan pengalamannya dalam membuat film tersebut. Dalam wawancara virtual, ia menjelaskan bagaimana proses kreatif dan produksi film ini berlangsung, serta peran penting dari para aktor seperti Bob Odenkirk dan Sharon Stone.

Awal Keterlibatan dalam Proyek Nobody 2

Timo menceritakan bahwa ia pertama kali ditawari untuk bergabung dalam proyek Nobody 2 saat sedang menyelesaikan film Shadow Strays. Agent-nya memberi tahu bahwa Universal Pictures sedang mempersiapkan sekuel dari film Nobody dan ingin menawarkan skrip kepada dirinya. Ia langsung tertarik karena merupakan penggemar film pertama yang dibuat oleh Ilya Naishuller. Meski awalnya terkejut dengan gaya skrip yang lebih berwarna dan positif, ia merasa tantangan itu cocok dengan keinginannya untuk menciptakan sesuatu yang lebih optimis dan berkaitan dengan keluarga.

Proses Membuat Film yang Berbeda

Dalam wawancara ini, Timo menyebutkan bahwa ia tidak hanya menyetujui proyek ini, tetapi juga harus melakukan pitching ide dan visi ke Universal Studios dan Bob Odenkirk. Diskusi tentang menjadi seorang ayah dengan dua anak membantu mereka saling memahami dan akhirnya Timo mendapatkan pekerjaan sebagai sutradara.

Menyeimbangkan Adegan Aksi yang Brutal dan Menyenangkan

Timo menjelaskan bahwa meskipun film-filmnya sebelumnya memiliki adegan aksi yang brutal, ia ingin Nobody 2 memiliki keseimbangan antara kekerasan dan kesenangan. Ia ingin penonton tidak merasa bersedih atau marah setelah menonton film ini. Proses pembuatan adegan aksi ini melibatkan banyak diskusi dengan tim dan aktor, termasuk Connie Nielsen, yang berperan sebagai istri Hutch Mansell.

Pengaruh Budaya Lokal dalam Pembuatan Film

Meskipun Nobody 2 adalah film Hollywood, Timo menyatakan bahwa ia membawa identitasnya sebagai filmmaker Asia. Ia tidak secara sengaja memasukkan elemen lokal, tetapi hal itu terjadi secara alami karena pengalamannya sebagai sutradara di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman dan menghargai pendapat orang lain dalam proses kreatif.

Adegan Aksi yang Ikonomik

Salah satu adegan yang paling dikenang oleh Timo adalah adegan akhir yang menggabungkan strategi aksi seperti Home Alone dengan nuansa dewasa. Ia bersama tim aksi, Greg Rementer, mencoba memikirkan cara-cara unik untuk membuat adegan tersebut menarik. Misalnya, menggunakan kolam bola dan slide air yang dipenuhi bahaya. Proses ini sangat dinikmati oleh Timo, meskipun ia sendiri tidak terlalu suka naik wahana seperti itu.

Hubungan dengan Aktor Senior

Timo mengakui bahwa bekerja sama dengan Sharon Stone adalah pengalaman luar biasa. Ia mengagumi sikap Sharon yang tegas namun ramah. Selain itu, ia juga menghargai latar belakang kerja kelas bawah Sharon, yang membuatnya merasa dekat dengannya. Pengalaman syuting yang paling menarik bagi Timo adalah ketika Sharon membantunya meregangkan ototnya saat sedang sakit punggung.

Pelajaran untuk Industri Film Indonesia

Setelah menyelesaikan film besar seperti Nobody 2, Timo berharap bisa membawa pelajaran ke industri film Indonesia. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki banyak talenta, tetapi masih perlu meningkatkan profesionalisme dan pengeditan hasil. Ia juga mengkritik sistem kerja yang terlalu ekstrem, yang sering menyebabkan kelelahan dan bahaya bagi kru. Timo berharap sistem kerja yang lebih realistis dapat diterapkan di masa depan.

Kesimpulan

Film Nobody 2 telah dirilis di bioskop sejak 13 Agustus 2025. Dengan campuran aksi, humor, dan pesan tentang keluarga, film ini menjadi bukti bahwa Timo Tjahjanto mampu menciptakan karya yang menarik di kancah internasional. Bagi pecinta film aksi, Nobody 2 layak ditonton sebagai sekuel yang lebih seru dari film pertamanya.

Selain Merah Putih: 13 Film Animasi Indonesia yang Harus Ditonton

Film Animasi Indonesia yang Layak Diketahui

Film animasi Merah Putih: One for All yang akan dirilis pada Kamis (14/8/2025) mendapat perhatian publik, terutama karena kualitas animasinya yang dinilai masih kurang matang. Film yang diproduksi oleh Perfiki Kreasindo ini disebut memiliki gaya animasi yang terlalu kaku dan tertinggal jauh dari film animasi lainnya di Indonesia. Biaya produksi yang mencapai Rp 6,7 miliar juga menjadi sorotan. Namun, sutradara sekaligus produser eksekutif film, Endiarto, membantah angka tersebut dengan menyatakan bahwa dana produksi berasal dari donasi atau suka rela.

Animasi yang dibuat dalam waktu sekitar dua bulan ini mengisahkan tentang sekelompok anak yang terpilih menjadi tim penjaga bendera pusaka untuk Upacara 17 Agustus. Namun, bendera tersebut hilang tiga hari sebelum upacara. Kedelapan anak dari berbagai daerah itu lalu melakukan petualangan untuk mencari bendera tersebut.

Film Merah Putih: One for All menambah daftar panjang film animasi karya anak bangsa. Berikut beberapa contoh film animasi Indonesia lainnya:

13 Film Animasi Karya Anak Bangsa

  1. Meraih Mimpi

    Film ini merupakan versi lokal dari film Singapura Sing to the Dawn yang tayang pada 2009. Sebagai film 3D pertama Indonesia, Meraih Mimpi mengisahkan remaja perempuan bernama Dana yang tinggal bersama ayah, adik, dan neneknya. Mereka tinggal di daerah yang dikuasai pengusaha kejam yang membebankan pajak tanah dengan nominal tinggi. Dana dan adiknya berusaha melindungi desanya dari perubahan menjadi kawasan perhotelan.

  2. Petualangan Si Adi

    Film ini digarap oleh 50 siswi terpilih dari 10 SMK di Indonesia. Durasi filmnya 90 menit dan menceritakan seorang siswa SMK yang berusaha menyadarkan bapaknya yang berubah menjadi jahat setelah merantau.

  3. Uwa dan Rimba Indonesia

    Film bertema edukasi ini mengisahkan tiga satwa khas Indonesia yang terancam punah, yaitu badak bercula satu, harimau sumatra, dan orang utan. Film ini memberikan edukasi tentang flora dan fauna Indonesia serta pesan moral yang penting.

  4. Kuku Rock You

    Film ringan bergenre komedi ini mengisahkan seekor ayam yang menyukai musik rock. Ayam ini sering kali membangunkan ayam-ayam lainnya dengan suara khasnya seperti seorang rocker.

  5. Binekon

    Film karya Haryadhi dan Oktodia Mardoko ini bertujuan menyatukan kembali masyarakat Indonesia berdasarkan Bhinekka Tunggal Ika. Selain itu, film ini juga berupaya mengenalkan keragaman budaya Indonesia kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

  6. Candy Monster

    Film ini mengisahkan petualangan anak berusia 6 tahun bernama Chloe yang berhadapan dengan monster. Film ini diproduksi oleh UMN Pictures dan ditayangkan dalam Festival ke-60 Ceko serta Chaniartoon International Comic and Animation Festival 2020.

  7. Battle of Surabaya

    Film produksi tahun 2015 ini memiliki kualitas grafis memukau dan pesan moral mengenai perdamaian serta cinta tanah air. Film ini mengisahkan pemuda bernama Musa yang bekerja sebagai tukang semir sepatu dan ditugaskan menjadi kurir bagi para pejuang di Surabaya saat peristiwa 10 November 1945.

  8. Knight Kris

    Film karya Viva Fantasia Animation ini diproduseri oleh Deddy Corbuzier. Mengisahkan tentang anak berusia 8 tahun bernama Bayu yang menemukan keris di dalam candi kuno. Setelah berhasil mencabut keris tersebut, ia mendapatkan kesaktian dan membuatnya berurusan dengan musuh yang ingin meneror umat manusia.

  9. Hebring

    Film animasi bertema superhero ini dibuat oleh Main Motions Studio. Film ini mengisahkan keseharian superhero yang kocak dan penuh aksi dalam beberapa episode pendek.

  10. Tendangan Halilintar

    Film garapan MD Animation ini bercerita tentang kakak beradik yang sering bermain bola di atas papan permainan. Mereka tidak bermain menggunakan bola sesungguhnya, melainkan hanya dalam imajinasi.

  11. Kiko and Friends

    Film ini menceritakan petualangan udara ikan mas koki yang bermutasi bersama teman-temannya. Film ini diproduksi oleh MNC Animation pada 2016 dan mendapatkan penghargaan Asian Academy Creative Award 2019.

  12. Si Juki The Movie

    Film ini diadaptasi dari komik dengan judul yang sama dan tayang di layar bioskop pada 2017. Animasi produksi Kumata Studio ini bercerita mengenai keseharian tokoh Juki yang tiba-tiba berubah sejak meteor menyerang Indonesia.

  13. Jumbo

    Film garapan Visinema Studio yang dirilis pada 31 Maret 2025 ini belakangan menjadi perbincangan publik. Film yang disutradari oleh Ryan Adriandhy berhasil menjadi film terlaris di Indonesia sepanjang sejarah. Film Jumbo menceritakan tentang anak yatim piatu bernama Don yang hendak mementaskan kisah dari buku dongeng kesukaannya. Namun, ia diremehkan dan buku dongengnya dicuri. Dia pun berpetualang dengan seorang peri yang membantunya mewujudkan impiannya.

15 Film Korea yang Wajib Dihindari Anak-anak, Ibu Harus Tahu!

Beberapa Film Korea yang Tidak Cocok untuk Anak-Anak

Demam film Korea memang merambah ke berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Namun, tidak semua film Korea cocok untuk ditonton oleh si kecil. Beberapa di antaranya mengandung adegan kekerasan, bahasa kasar, konten dewasa, dan tema psikologis yang berat, sehingga bisa berdampak negatif pada perkembangan anak. Sebagai orang tua, penting untuk bijak dalam memilih tontonan agar hiburan tetap aman, positif, dan bisa mendidik anak.

Berikut ini beberapa film Korea yang sebaiknya tidak ditonton oleh anak kecil:

  1. Train to Busan (2016)

    Film zombie ini mengisahkan perjalanan kereta dari Seoul menuju Busan di tengah wabah virus mematikan. Penumpang harus berjuang melawan serangan zombie yang cepat, ganas, dan menakutkan. Meski ceritanya seru dan penuh ketegangan, film ini mengandung banyak adegan kekerasan, darah, dan momen menegangkan yang bisa membuat anak-anak trauma.

  2. Parasite (2019)

    Film drama-thriller pemenang Oscar ini menceritakan dua keluarga dengan latar belakang ekonomi berbeda yang terhubung lewat intrik dan tipu daya. Ceritanya penuh satire sosial, konflik emosional, dan beberapa adegan kekerasan serta bahasa kasar. Meskipun secara artistik sangat keren, film ini tidak cocok untuk anak kecil karena ada adegan dewasa dan intensitas konflik yang tinggi.

  3. The Call (2021)

    Film thriller misteri ini mengisahkan tentang dua perempuan yang terhubung lewat telepon rumah tua, tapi mereka hidup di tahun yang berbeda. Awalnya terlihat seru dan bikin penasaran, tapi suasananya berubah jadi mencekam ketika salah satunya menunjukkan sisi gelapnya. Film ini punya banyak adegan kekerasan dan ketegangan yang intens, sehingga bisa memicu mimpi buruk dan rasa takut berlebihan.

  4. Alive (2020)

    Film zombie modern ini bercerita tentang seorang gamer yang terjebak di apartemen sendirian saat wabah zombie menyerang kotanya. Meskipun tidak sebrutal film zombie lainnya, Alive tetap menampilkan banyak adegan serangan zombie, darah, dan ketegangan yang bisa membuat anak-anak ketakutan.

  5. Ballerina (2023)

    Film aksi thriller ini mengisahkan tentang seorang mantan bodyguard yang mencari keadilan untuk sahabatnya yang meninggal secara tragis. Pencariannya membawanya pada dunia gelap yang penuh aksi brutal dan pertarungan tangan kosong. Meskipun visualnya keren, adegan kekerasannya sangat intens dan penuh darah, sehingga tidak cocok untuk anak kecil.

  6. The 8th Night (2021)

    Film horor mistis ini mengisahkan tentang seorang biksu yang berusaha menghentikan roh jahat kuno yang terkurung selama ribuan tahun. Film ini memiliki suasana gelap, jumpscare, dan tema spiritual yang berat yang tidak cocok ditonton anak-anak.

  7. Love and Leashes (2022)

    Film komedi romantis dewasa ini mengisahkan hubungan unik antara dua rekan kerja. Meski dikemas dengan sentuhan humor, film ini sarat dengan tema dan adegan dewasa yang jelas tidak cocok untuk anak-anak.

  8. My Daughter is Zombie (2025)

    Film komedi horor ini mengisahkan tentang seorang ayah yang berusaha melindungi putrinya, satu-satunya zombie yang tersisa di dunia. Meski penuh momen hangat dan lucu, tetap ada unsur menegangkan yang membuatnya kurang cocok untuk ditonton anak kecil.

  9. Ghost Train (2024)

    Film horor misteri ini mengisahkan tentang Da-kyung, seorang YouTuber yang menyelidiki stasiun kereta bawah tanah angker. Film ini dipenuhi adegan jumpscare dan suasana mencekam yang bisa memicu rasa takut berlebihan pada anak-anak.

  10. Exhuma (2024)

    Film horor-thriller ini mengisahkan tentang sekelompok dukun yang membongkar makam leluhur dan tanpa sengaja membebaskan roh jahat. Film ini dipenuhi ritual mistis, adegan menyeramkan, dan suasana mencekam yang bisa memicu rasa takut berlebihan.

  11. Hello Ghost (2010)

    Film komedi-drama ini bercerita tentang seorang pria yang setelah gagal bunuh diri, mulai melihat empat hantu dengan kepribadian unik. Meski banyak momen lucu dan mengharukan, film ini mengangkat tema kematian, bunuh diri, dan kehilangan yang cukup berat untuk anak-anak.

  12. Hope (2013)

    Film drama ini mengisahkan seorang gadis kecil yang menjadi korban kekerasan seksual. Ceritanya diangkat dari kasus nyata yang menyayat hati dan penuh emosi. Meskipun tidak menampilkan adegan eksplisit, film ini mengandung tema yang sangat sensitif dan sangat emosional.

  13. Belle Ville (2023)

    Film drama-thriller pendek ini mengisahkan Sun-haw, perempuan Tionghoa-Korea yang bekerja ilegal di sebuah hostel di Paris. Film ini penuh dengan ketegangan dan unsur dewasa seperti identitas dan imigrasi ilegal, sehingga kurang cocok ditonton oleh anak kecil.

  14. Real (2017)

    Film aksi psikologis ini mengisahkan Jang Tae-young, bos kriminal pemilik kasino mewah yang harus menghadapi ancaman dari jaringan kriminal lain. Film ini dipenuhi adegan kekerasan, penggunaan narkoba, dan konflik moral yang eksplisit, sehingga sama sekali tidak cocok untuk ditonton anak kecil.

Nah, itulah beberapa film Korea yang sebaiknya tidak ditonton oleh anak kecil. Semoga Mama bisa lebih bijak dalam memilih tontonan bersama anak, ya!

Jadwal Bioskop Bali Hari Ini: Film Nobody 2 dan Dua Film Lokal Terbaru yang Harus Ditonton

Jadwal Film di Bioskop Kota Denpasar, Kamis 14 Agustus

Bagi warga Kota Denpasar, Bali, setelah menjalani berbagai aktivitas sehari-hari, penting untuk mengambil waktu sejenak untuk melakukan kegiatan yang bisa memberikan relaksasi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menonton film di bioskop-bioskop yang tersedia di kota ini. Berbagai pilihan genre film bisa ditemukan hari ini, mulai dari horor, drama hingga aksi.

Bioskop-bioskop di Denpasar tersebar merata di seluruh penjuru kota, sehingga memudahkan masyarakat untuk memilih tempat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Beberapa bioskop populer yang bisa dikunjungi antara lain Level 21, TSM XXI, Living World, ICON Bali XXI, dan Denpasar Cineplex. Berikut adalah jadwal film yang tayang di beberapa bioskop tersebut pada Kamis, 14 Agustus.

Denpasar Cineplex

Berlokasi di Jalan M.H. Thamrin No.69, Pemecutan, Denpasar, bioskop ini menawarkan berbagai pilihan film:

  1. Panggilan dari Kubur (Deluxe) – Tayang pukul 13.15, 15.15, 17.15, 19.15, dan 21.15 WITA. Harga Rp 35.000.
  2. Nobody 2 (Executive) – Tayang pukul 12.30 dan 17.10 WITA. Harga Rp 50.000.
  3. Panggil Aku Ayah (Deluxe) – Tayang pukul 12.30 dan 19.05 WITA. Harga Rp 35.000.
  4. Sihir Pelakor (Deluxe) – Tayang pukul 15.00, 17.05, dan 21.35 WITA. Harga Rp 35.000.
  5. Weapon (Executive) – Tayang pukul 14.30, 19.10, dan 21.50 WITA. Harga Rp 50.000.
  6. La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka (Deluxe) – Tayang pukul 13.00, 15.50, 18.40, dan 21.30 WITA. Harga Rp 35.000.
  7. Tinggal Meninggal (Deluxe) – Tayang pukul 14.00, 16.30, 19.00, dan 21.30 WITA. Harga Rp 35.000.

Level 21 XXI Mall

Lokasi bioskop ini berada di Level 21 Lantai 4, Jalan Teuku Umar No. 1, Denpasar. Beberapa film yang tayang antara lain:

  1. Panggil Aku Ayah (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.30, 16.30, 18.45, dan 21.00 WITA. Harga Rp 50.000.
  2. Sihir Pelakor (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.00 dan 16.40 WITA. Harga Rp 50.000.
  3. Weapons (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.30, 17.40, dan 20.05 WITA. Harga Rp 50.000.
  4. La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.55, 15.35, 18.15, dan 20.55 WITA. Harga Rp 50.000.
  5. Lyora: Penantian Buah Hati (Reguler 2D) – Tayang pukul 14.50, 18.30, dan 20.20 WITA. Harga Rp 50.000.
  6. Tinggal Meninggal (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.00, 14.20, 16.40, 19.00, dan 21.20 WITA. Harga Rp 50.000.
  7. Nobody 2 (Reguler 2D) – Tayang pukul 14.45 dan 15.55 WITA. Harga Rp 50.000.
  8. Nobody 2 (Premiere) – Tayang pukul 13.30, 15.15, 17.00, 18.45, dan 20.30 WITA. Harga Rp 100.000.

Cinepolis Plaza Renon

Di Jalan Raya Puputan, Niti Mandala, Renon, Denpasar, bioskop ini menampilkan film-film seperti:

  1. Weapons (Reguler 2D) – Tayang pukul 14.40, 17.20, dan 20.00 WITA. Harga Rp 40.000.
  2. Rego Nyowo (Reguler 2D) – Tayang pukul 20.35 WITA. Harga Rp 40.000.
  3. La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka (Reguler 2D) – Tayang pukul 11.50, 14.35, 17.25, dan 20.15 WITA. Harga Rp 40.000.
  4. Sore: Istri dari Masa Depan (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.35, 16.10, 18.45, dan 21.20 WITA. Harga Rp 40.000.
  5. Pamali: Tumbal (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.15, 14.20, 16.25, dan 18.30 WITA. Harga Rp 40.000.

TSM XXI

Bioskop ini berada di Trans Studio Mall Bali Lt. 1, Jln. Imam Bonjol No. 440, Denpasar. Beberapa film yang ditayangkan antara lain:

  1. Superman (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.55 WITA. Harga Rp 45.000.
  2. Nobody 2 (Reguler 2D) – Tayang pukul 17.30, 19.15, dan 21.00 WITA. Harga Rp 45.000.
  3. Nobody 2 (Premiere) – Tayang pukul 13.30, 15.15, 17.00, 18.45, dan 20.30 WITA. Harga Rp 100.000.
  4. My Daughter is A Zombie (Reguler 2D) – Tayang pukul 15.20 WITA. Harga Rp 45.000.
  5. Panggilan dari Kubur (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.15, 15.00, 16.45, 18.30, dan 20.15 WITA. Harga Rp 45.000.
  6. Believe: Takdir Mimpi Keberanian (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.10, 14.20, 16.30, 18.40, dan 20.20 WITA. Harga Rp 45.000.
  7. Sihir Pelakor (Reguler 2D) – Tayang pukul 15.15 dan 19.00 WITA. Harga Rp 45.000.
  8. Weapons (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.15, 15.40, 18.05, dan 20.30 WITA. Harga Rp 45.000.
  9. The Naked Gun (Reguler 2D) – Tayang pukul 20.50 WITA. Harga Rp 45.000.
  10. La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.55, 15.35, 18.15, dan 20.55 WITA. Harga Rp 45.000.
  11. Pamali: Tumbal (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.20 dan 17.05 WITA. Harga Rp 45.000.

Living World Denpasar

Berlokasi di Mall Living World Lantai 2 Jalan Gatot Subroto Timur, Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, bioskop ini memiliki jadwal sebagai berikut:

  1. My Daughter is A Zombie (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.35, 16.30, dan 20.25 WITA. Harga Rp 55.000.
  2. Weapons (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.30, 15.55, 18.20, dan 20.45 WITA. Harga Rp 55.000.
  3. Weapons (Premiere) – Tayang pukul 13.15, 15.40, 18.05, dan 20.30 WITA. Harga Rp 100.000.
  4. La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.55, 15.35, 18.15, dan 20.55 WITA. Harga Rp 55.000.
  5. Sore: Istri dari Masa Depan (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.00, 15.20, 17.40, dan 20.00 WITA. Harga Rp 55.000.
  6. Nobody 2 (Reguler 2D) – Tayang pukul 14.45 dan 18.40 WITA. Harga Rp 55.000.

ICON Bali XXI

Bioskop ini berada di Jalan Danau Tamblingan No.27, Sanur, Denpasar. Beberapa film yang ditayangkan antara lain:

  1. My Daughter is A Zombie (Reguler 2D) – Tayang pukul 15.35 dan 20.05 WITA. Harga Rp 40.000.
  2. Weapons (Premiere) – Tayang pukul 13.15, 15.40, 18.05, dan 20.30 WITA. Harga Rp 100.000.
  3. Weapons (IMAX 2D) – Tayang pukul 13.05, 18.20, dan 20.45 WITA. Harga Rp 45.000.
  4. La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka (Reguler 2D) – Tayang pukul 12.55, 15.35, 18.15, dan 20.55 WITA. Harga Rp 40.000.
  5. Sore: Istri dari Masa Depan (Reguler 2D) – Tayang pukul 13.15 dan 17.45 WITA. Harga Rp 40.000.
  6. F1 The Movie (IMAX 2D) – Tayang pukul 15.30 WITA. Harga Rp 45.000.

Silakan menonton!