Pulau Kelor: Surga Tersembunyi dengan Pesona Alam dan Spot Instagram yang Menakjubkan

Pulau Kelor: Destinasi Wisata yang Menawarkan Keindahan Alami

Di tengah banyaknya destinasi wisata pantai di Indonesia, Pulau Kelor muncul sebagai salah satu permata tersembunyi yang masih terjaga keasriannya. Keindahan alam yang memikat, suasana yang sunyi, dan pemandangan yang Instagrammable membuat pulau ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan. Lokasinya yang jauh dari keramaian justru menjadi daya tarik utama bagi para petualang sejati.

Pulau Kelor berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pulau ini memiliki pantai berpasir putih yang berpadu sempurna dengan air laut jernih berwarna biru toska. Keindahan bawah lautnya yang kaya dengan terumbu karang dan biota laut beragam menjadi surga bagi para pecinta diving maupun snorkeling. Tak heran, pulau ini sering disebut sebagai destinasi wisata tropis yang belum banyak tersentuh tangan manusia.

Pesona Alam yang Memesona dan Fotogenik

Pulau Kelor menawarkan lanskap yang memanjakan mata. Dari kejauhan, wisatawan akan disambut dengan garis pantai melengkung yang dihiasi pasir putih bersih. Air lautnya yang jernih memungkinkan pengunjung melihat kehidupan bawah laut bahkan tanpa harus menyelam. Pepohonan kelor yang tumbuh di beberapa sudut pulau memberikan sentuhan alami sekaligus menjadi latar foto yang cantik.

Bagi penggemar fotografi, Pulau Kelor adalah surga spot foto. Cahaya matahari pagi hingga senja memberikan pencahayaan alami yang indah, membuat setiap bidikan kamera terasa istimewa. Banyak wisatawan yang memanfaatkan keindahan ini untuk mengabadikan momen liburan mereka dan membagikannya di media sosial.

Surga Bawah Laut yang Memikat

Keunggulan lain dari Pulau Kelor terletak pada kekayaan bawah lautnya. Terumbu karang yang berwarna-warni dan ikan-ikan tropis yang berenang bebas menciptakan panorama bawah laut yang luar biasa. Aktivitas diving dan snorkeling di sekitar pulau menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Bagi penyelam berpengalaman, kawasan ini juga terhubung dengan spot diving Pulau Bulu Polo’e yang terkenal di Luwu Timur. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, wisatawan bisa menjelajahi dua lokasi sekaligus dan menikmati variasi ekosistem laut yang berbeda.

Lokasi dan Akses Menuju Pulau Kelor

Untuk mencapai Pulau Kelor, perjalanan dimulai dari Desa Harapan di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Dari desa ini, pengunjung harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu motor. Lama perjalanan biasanya sekitar 30–45 menit tergantung kondisi cuaca.

Akses menuju Desa Harapan sendiri dapat ditempuh dari pusat Kota Malili atau dari daerah lain di Luwu Timur menggunakan kendaraan darat. Meski rutenya tidak sepopuler destinasi wisata besar, perjalanan menuju Pulau Kelor justru menjadi pengalaman tersendiri karena melewati pemandangan alam yang indah.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Pulau Kelor

Selain menikmati pemandangan, Pulau Kelor menawarkan beragam aktivitas seru, seperti:

  • Berenang dan Bermain Air – Air lautnya yang tenang dan bersih aman untuk aktivitas berenang, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.
  • Snorkeling – Nikmati pemandangan bawah laut yang menakjubkan tanpa harus menyelam terlalu dalam.
  • Camping – Suasana malam di Pulau Kelor begitu tenang dan jauh dari polusi cahaya, cocok untuk menikmati bintang-bintang.
  • Memancing – Perairan di sekitar pulau memiliki banyak jenis ikan yang bisa menjadi hasil tangkapan.
  • Fotografi Alam – Setiap sudut pulau ini adalah spot foto alami yang sangat Instagrammable.

Daya Tarik Unik Pulau Kelor

Selain pantai dan lautnya, Pulau Kelor memiliki sumber air tawar alami yang jarang ditemukan di pulau-pulau kecil lainnya. Keberadaan sumber air ini menjadi daya tarik tambahan karena memberikan nuansa eksotis yang berbeda.

Tidak hanya itu, vegetasi alami di pulau ini membuat suasana terasa rindang dan sejuk. Perpaduan antara hutan kecil, pantai, dan laut biru menciptakan pemandangan yang sangat harmonis.

Tips Berkunjung ke Pulau Kelor

Agar liburan Anda semakin menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Bawa perlengkapan pribadi seperti alat snorkeling, tenda, dan makanan, karena fasilitas di pulau masih minim.
  • Gunakan pakaian nyaman yang sesuai untuk aktivitas pantai dan laut.
  • Pilih waktu terbaik berkunjung antara April hingga September saat cuaca cenderung cerah.
  • Jaga kebersihan dan hindari merusak ekosistem, terutama terumbu karang.

Potensi Wisata dan Konservasi

Pulau Kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Pemerintah daerah bersama komunitas lokal diharapkan dapat mengelola dan mempromosikan pulau ini secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, Pulau Kelor bisa menjadi ikon wisata bahari Luwu Timur yang mendunia, tanpa mengorbankan kelestarian alamnya.

Upaya pelestarian seperti pembatasan jumlah pengunjung, pengaturan zona snorkeling, serta kampanye kebersihan lingkungan sudah mulai dilakukan oleh beberapa kelompok pecinta alam setempat. Hal ini diharapkan dapat menjaga keindahan Pulau Kelor untuk dinikmati oleh generasi mendatang.

Pulau Kelor adalah representasi sempurna dari keindahan alam Indonesia yang belum banyak dijamah wisatawan. Pesonanya terletak pada perpaduan pantai berpasir putih, laut biru yang jernih, kekayaan bawah laut, serta suasana tenang yang menenangkan jiwa.

Bagi Anda yang mendambakan liburan berbeda, jauh dari hiruk pikuk kota, Pulau Kelor di Luwu Timur siap menyambut dengan pesonanya yang memikat. Jangan lupa membawa kamera terbaik Anda, karena setiap momen di pulau ini layak untuk diabadikan.

Lihat Upacara Pemakaman Mpok Alpa, Kiky Saputri Menangis, Billy Syahputra Turun ke Liang Lahat

Prosesi Pemakaman yang Penuh Haru

Suasana haru mengisi prosesi pemakaman komedian Nina Carolina, yang lebih dikenal dengan nama Mpok Alpa, di Kompleks Pemakaman Wakaf Kujaran, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/8/2025). Acara tersebut berlangsung dengan penuh kehormatan dan disaksikan oleh keluarga, sahabat, serta para penggemar almarhumah.

Banyak rekan sesama artis hadir dalam acara tersebut, termasuk Billy Syahputra yang terlihat berada di barisan depan saat memikul keranda jenazah. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal dengan logat Betawi dan selalu membawa tawa bagi banyak orang.

Beberapa artis lain seperti Anwar BAB, Rina Nose, Kiky Saputri, Marshel Widianto, Bedu, Irma Darmawangsa, Elly Sugigi, Jirayut, Jhon LBF, hingga Celine Evangelista juga turut hadir. Tangisan mereka pecah saat melepas kepergian Mpok Alpa yang meninggal dunia di usia 38 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara.

Rina Nose memberikan dukungan untuk suami Mpok Alpa yang masih terisak saat mengumandangkan adzan. Sementara itu, Kiky Saputri dan Anwar menangis terseduh-seduh saling menguatkan satu sama lain atas kepergian rekan seprofesinya. Billy Syahputra juga turun ke liang lahat, membantu proses pemakaman.

Doa-doa pun mengalir, menyelimuti kepergian Mpok Alpa yang dikenal penuh tawa semasa hidupnya. Penyebab meninggal dunianya diketahui dari Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, yang menyampaikannya secara live di program FYP Trans 7.

Perjuangan Mpok Alpa Melawan Kanker

Kanker yang diderita Mpok Alpa berhasil disembunyikan selama tiga tahun terakhir dari dirinya maupun sahabatnya. Menurut Raffi Ahmad, almarhumah tidak ingin merepotkan orang lain sehingga memilih untuk menyembunyikan kondisinya. Beberapa orang sempat curiga karena Mpok Alpa sering tampil dengan wig atau rambut palsu. Namun, ia menjelaskan bahwa rambutnya rontok setelah melahirkan anak kembar pada 7 Oktober 2024 silam.

Menurut Irfan Hakim, Mpok Alpa sudah melakukan pengobatan rutin ke Malaysia semenjak ia hamil anak kembar. Setelah melahirkan, ia mulai menjalani pengobatan dengan dosis yang cukup keras untuk penyakit ini. Irfan juga menceritakan salah satu momen ketika mereka syuting di luar ruangan dengan tema pantai. Saat itu, Mpok Alpa mengatakan “aw A sakit banget” namun tetap tidak mau terlihat sakit di depan kamera.

Mpok Alpa juga diketahui sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Raffi Ahmad dan Irfan Hakim bersama Mpok Alpa memandu For Your Pagi (FYP), salah satu program televisi di Trans7. Namun, belakangan ini Mpok Alpa mulai jarang memandu FYP bersama Raffi dan Irfan.

Kehilangan yang Mendalam

Kepergian Mpok Alpa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Salah satu yang paling merasakan kehilangan adalah Ajie Darmaji, suami Mpok Alpa. Narji, seorang komedian, mengungkapkan bahwa kehilangan istri secara tiba-tiba membuat Ajie mengalami syok. Ia harus menghadapi masalah anak-anaknya sendiri sambil mencoba tegar.

Narji juga mendoakan agar Mpok Alpa mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia berharap anak-anak Mpok Alpa dapat meneruskan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan oleh ibunya.

Mpok Alpa meninggalkan empat anak dari pernikahannya dengan Ajie Darmaji. Anak pertamanya Sherly sudah beranjak remaja, sedangkan anak keduanya Alfatih berusia 9 tahun. Mpok Alpa juga baru melahirkan anak kembar bernama Raffi Ahmad Darmadina dan Raffa Ahmad Darmadina pada 7 Oktober 2024.

Kepergian yang Tidak Terduga

Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) pukul 09.30 WIB setelah berjuang melawan penyakit kanker. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti jenis kanker yang dideritanya. Rekan-rekan artis datang melayat ke rumah duka, termasuk Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.

Mereka terlihat sangat sedih dan kehilangan. Mata mereka sembab saat ditemui di rumah duka kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Sebagai sahabat, Raffi dan Irfan selama ini menjaga amanah menyimpan rahasia penyakit ibu empat anak itu selama dua tahun terakhir. Meskipun begitu, akhirnya Mpok Alpa harus mengakhiri perjuangannya melawan kanker dan mengembuskan napas terakhir saat usia 38 tahun.

“Almarhumah semasa hidupnya sudah kira-kira dua atau tiga tahun melawan kanker,” ujar Raffi. “Kita selama dua tahun ini menyimpan rahasia ini,” tambahnya. Irfan juga mengungkapkan perjuangan Mpok Alpa untuk sembuh dari sakit. “Kita support Mpok Alpa sudah melakukan perawatan bolak-balik di Malaysia serta Jakarta juga,” kata Irfan.

Gaya Klasik yang Modern di Koleksi Uniqlo Fall/Winter 2025

Gaya Klasik yang Tak Pernah Pudar dalam Dunia Fashion

Dunia fashion selalu bergerak cepat. Setiap musim, tren baru terus muncul dan mencuri perhatian. Mulai dari potongan baju unik, warna-warna berani, hingga aksesori yang tak biasa. Namun, di balik gemerlap tren yang datang dan pergi, ada satu hal yang tetap bertahan, yaitu gaya klasik. Bagi para pecinta fashion sejati, gaya klasik bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah investasi jangka panjang dalam penampilan.

UNIQLO, dengan prinsip LifeWear—pakaian yang dirancang untuk tetap relevan di setiap momen, lintas musim, dan lintas generasi—memperkenalkan koleksi Fall/Winter 2025 dengan tema “Revisiting Classic”. Tema ini memadukan desain klasik yang timeless dengan inovasi modern, menghadirkan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Kunci dari gaya klasik terletak pada desain, kualitas bahan, dan fleksibilitas dalam padu padan, menjadikannya investasi gaya yang bernilai tinggi, bukan hanya untuk hari ini tapi juga untuk tahun-tahun mendatang.

Perkenalan dengan Para Pembicara

Pada acara Collection Preview yang diselenggarakan di Ganara Art Space, Plaza Indonesia pada 14 Agustus 2025, UNIQLO menghadirkan empat pembicara dari latar belakang yang berbeda: Maudy Ayunda (Brand Advocate UNIQLO Indonesia), Bimo Permadi (Fashion Stylist), Fellexandro Ruby (Penulis dan Penyiar Podcast Inspiratif), serta Evy Christina Setiawan (Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia). Melalui obrolan santai, mereka berbagi perspektif tentang bagaimana cara memilih item fashion yang tepat, berinvestasi pada kualitas, dan memadupadankan gaya secara cerdas.

Evy Christina Setiawan menjelaskan bahwa filosofi LifeWear selalu menjadi fondasi setiap koleksi UNIQLO. “Kami berkomitmen untuk selalu menghadirkan pakaian yang relevan dan fungsional, berkualitas dan terus diperbarui dengan inovasi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Pada tema Revisiting Classic yang diusung di koleksi Fall/Winter 2025, UNIQLO terus menghadirkan basic item berkualitas, yang dapat menjadi fondasi dari setiap tampilan, juga menjadi item yang mudah dipadupadankan. Tak hanya itu, dengan kualitas yang relevan serta mengutamakan sisi fungsionalitas, koleksi ini merupakan perwujudan dari item fashion yang memiliki usia panjang.”

Gaya Timeless Ala Maudy Ayunda

Sebagai sosok yang berorientasi pada prinsip mindful buying, Maudy Ayunda menyukai item klasik sebagai gaya andalannya. Baginya, desain yang timeless adalah investasi yang menguntungkan karena akan lebih sering dipakai, sementara kualitas material yang baik menjadi kunci agar pakaian selalu awet. “Buat aku pribadi, klasik itu timeless dan versatile. Mengapa faktor timeless menjadi hal penting dalam memilih item fashion, karena bagiku sisi durable dan kualitas material yang baik, ditunjang desain yang bagus bisa menjadi baju favorit untuk waktu yang lama,” jelasnya.

Salah satu pakaian yang paling disukai Maudy dari koleksi UNIQLO adalah pakaian rajut. Ia bercerita bahwa sejak masa kuliah hingga kini, knitwear UNIQLO mampu memberinya tampilan yang effortless untuk berbagai kesempatan. Ia pun memahami bahwa inovasi teknologi yang menyertai akan terus dikembangkan dalam menciptakan pakaian yang akan membuat penggunanya lebih mudah dan nyaman.

Trik Gaya Klasik Anti Kuno Ala Bimo Permadi

Bimo Permadi, seorang fashion stylist yang telah bekerja dengan beberapa figur kenamaan, menjelaskan trik dalam memadupadankan gaya klasik. “Perputaran siklus fashion akan terus terjadi. Tidak persis sama, namun membawa sentuhan baru agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.” Ia menyebutkan item outer atau luaran, jeans, dan knitwear dalam koleksi UNIQLO Fall/Winter 2025 bisa mengubah impresi dari penggunanya secara signifikan tentunya dengan styling yang tepat.

Beberapa tips untuk meningkatkan tampilan:
– Jika biasanya kita memakai ukuran sesuai tubuh, jangan takut untuk mencoba ukuran yang lebih besar atau lebih kecil untuk menghasilkan tampilan yang berbeda.
– Gunakan styling hacks untuk menciptakan tampilan berbeda dengan menggunakan item yang sama.
– Pilih item fashion yang multifungsi, apalagi ketika sedang traveling dengan agenda yang cukup padat.

Fashion sebagai Investasi Ala Fellexandro Ruby

Fellexandro Ruby, seorang creativepreneur serta penyiar podcast inspiratif, menyampaikan sudut pandangnya yang menilai fashion dalam perspektif investasi. “Buy nice or buy twice,” ujarnya, menegaskan bahwa membeli produk berkualitas sejak awal akan menghemat biaya dalam jangka panjang. Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi saat ini, konsumen semakin selektif dalam membelanjakan uang, dan prinsip mindful buying menjadi kunci: membeli sesuai kebutuhan dan pilih yang kualitasnya terpercaya untuk dapat digunakan dalam waktu yang lebih panjang.

Ruby menjelaskan konsep cost per wear, yaitu cara menilai nilai sebuah pakaian dengan membagi harga pembelian dengan jumlah pemakaian. Semakin sering digunakan, semakin rendah biaya yang “dikeluarkan” per pemakaian. Dengan cara ini, barang yang tampak mahal di awal justru bisa menjadi lebih hemat karena tahan lama, memiliki model yang timeless sehingga akan sering dipakai.

Perpaduan Tradisi dan Modernitas dalam Instalasi Tematik UNIQLO Fall/Winter 2025

Memasuki area instalasi, pengunjung seakan dibawa memasuki dua zona berbeda yang mewakili sub-tema dari seluruh rangkaian koleksi UNIQLO Fall/Winter 2025. Di area pertama yaitu East Coast – Ivy League, mengambil inspirasi dari gaya East Coast Amerika yang kental dengan akar budaya Inggris, menggambarkan harmonisasi antara tradisi dan modernitas. Siluet dan proporsi klasik diberi twist modern lewat permainan proporsi, layering, dan palet warna terkini menghadirkan gaya preppy yang fresh dan relevan.

Di zona berikutnya, yaitu Upstate – Weekend, menghadirkan latar musim dingin di area Upstate (New York), gaya santai untuk berlibur di kabin yang hangat menggambarkan inspirasi untuk styling subtema ini. Koleksi ini memperlihatkan inspirasi gaya musim dingin UNIQLO yang dapat dipakai untuk indoor dan outdoor, lewat koleksi PUFFTECH, Down, HEATTECH.

Tak hanya itu, memasuki area berikutnya, inovasi teknologi terbaru dari UNIQLO dihadirkan dalam instalasi yang memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk bisa menyentuh dan merasakan langsung tekstur dan kelembutan dari material untuk koleksi HEATTECH dan PUFFTECH. Koleksi HEATTECH hadir dengan lebih banyak variasi model pada musim ini, mulai dari PUFFTECH Jacket, Parka, hingga Vest, semua menawarkan kehangatan namun tetap ringan, tak hanya fungsional tetapi juga stylish.

Wisata Alam Subang: 6 Tempat Seru untuk Keluarga!

Destinasi Wisata Alam yang Cocok untuk Keluarga di Subang

Liburan bersama keluarga besar seringkali menjadi momen berharga yang penuh tawa dan kebersamaan. Apalagi jika destinasi yang dipilih menawarkan suasana alam yang segar, udara sejuk, dan fasilitas ramah anak. Subang, Jawa Barat, punya segudang pilihan wisata alam yang cocok untuk semua usia, mulai dari area camping, kebun teh, hingga taman bunga dan air terjun yang memukau. Berikut ini enam destinasi wisata alam di Subang yang tidak hanya menawarkan keindahan panorama, tapi juga fasilitas lengkap dan aktivitas seru untuk anak-anak maupun orang dewasa.

1. Wisata Alam Capolaga

Wisata Alam Capolaga berada di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lokasinya strategis, hanya sekitar 3 km dari Pemandian Air Panas Sari Ater dan sekitar 35 menit dari pusat Kecamatan Subang. Dari Bandung berjarak 45 km, sedangkan dari Jakarta sekitar 190 km melalui tol Sadang.

Tempat ini memiliki 11 spot camping ground yang unik, mulai dari di tengah hutan pinus, pinggir sungai, hingga dekat curug. Keamanan 24 jam membuatnya aman untuk keluarga, termasuk anak-anak. Untuk yang ingin kegiatan seru, tersedia outbound, flying fox, dan team building.

Penginapan juga tersedia, salah satunya Villa Kembar. Tiga air terjun utama—Curug Karembong, Curug Sawer, dan Curug Goa Badak—siap memanjakan mata pengunjung. Harga tiket camping sekitar Rp 40.000 per orang per malam, sedangkan tiket masuk area wisata berkisar Rp 15.000–17.000.

Selain berkemah, trekking di sekitar sungai dan bermain air di bawah curug menjadi aktivitas favorit. Udara segar pegunungan dan suasana tenang membuatnya cocok untuk mengisi liburan panjang.

2. Kebun Teh Ciater

Kebun Teh Ciater terletak di Kecamatan Ciater, Subang, tepat di lereng Gunung Tangkuban Perahu. Beberapa lokasi kebun teh yang terkenal antara lain Ciater Cagak, Kebun Teh Ciater-Subang, dan Kebun Teh Jalan Raya Cicadas.

Tempat ini punya spot foto Instagramable, termasuk jembatan gantung di tengah kebun teh. Ada juga warung dan restoran yang menyajikan hidangan khas lokal. Fasilitas lain meliputi area camping dan glamping, serta jalur trekking yang memanjakan pencinta alam.

Buka 24 jam, harga tiketnya sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000–7.000 per orang. Kebun teh ini bukan hanya tempat foto-foto, tapi juga lokasi yang pas untuk piknik keluarga sambil menikmati udara segar.

Bagi anak-anak, berjalan di jalur kebun teh atau bermain di area camping bisa menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Sementara orang dewasa bisa menikmati suasana tenang sambil menyeruput teh hangat.

3. Florawisata D Castello

Florawisata D Castello berlokasi di Desa Ciater, Subang, di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Tempat ini dikenal dengan konsep taman bunga ala negeri dongeng dan kastil bergaya Eropa.

Tersedia lebih dari 100 spot foto, mulai dari taman bunga warna-warni hingga bangunan unik yang Instagramable. Wahana permainan anak seperti trampolin, istana balon, playground, dan kereta mini juga tersedia.

Dengan area seluas 10 hektar, pengunjung bisa menikmati pemandangan kebun teh dan perbukitan. Jam operasional hari biasa 08.00–17.00 WIB, akhir pekan 08.00–18.00 WIB. Harga tiket masuk Rp 30.000 di hari biasa dan Rp 40.000 saat akhir pekan.

Tempat ini cocok untuk semua usia, terutama keluarga yang ingin kombinasi wisata alam, foto estetik, dan wahana bermain anak. Sambil berkeliling, pengunjung bisa mampir ke restoran atau pusat oleh-oleh.

4. Bukit Pamoyanan

Bukit Pamoyanan terletak di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Subang. Dengan ketinggian sekitar 600 mdpl, tempat ini terkenal akan panorama sunrise dan lautan awan.

Area camping ground di puncaknya menawarkan pemandangan indah kota Subang di malam hari. Ada gardu pandang, dermaga kayu, gazebo, hingga spot foto perahu di ketinggian.

Untuk mencapai puncak, pengunjung melewati sekitar 700 anak tangga. Tiket masuknya Rp 20.000 per orang, dan tersedia penyewaan tenda mulai Rp 100.000. Fasilitas seperti mushola, toilet, dan warung makan tersedia di lokasi.

Bukit ini populer untuk kegiatan camping bersama keluarga besar. Anak-anak bisa belajar mencintai alam, sementara orang tua menikmati suasana damai pegunungan.

5. The Ranch Ciater

The Ranch Ciater berada di Desa Ciater, Subang, dikelilingi kebun teh dan perbukitan. Nuansanya ala peternakan koboi, lengkap dengan area berkuda dan spot foto khas.

Bagi anak-anak, Kiddy Farm menjadi daya tarik utama. Mereka bisa memberi makan kelinci, domba, dan hewan jinak lainnya. Wahana lain seperti ATV, flying fox, dan playground menambah keseruan.

Harga tiket masuk berkisar Rp 20.000–25.000, dengan jam operasional 09.00–20.00 WIB di hari kerja dan 08.00–20.00 WIB di akhir pekan. Restoran dengan pemandangan perbukitan menambah kenyamanan kunjungan.

Tempat ini cocok untuk wisata edukasi anak sekaligus hiburan keluarga. Sambil bermain, mereka juga bisa belajar tentang hewan dan kehidupan peternakan.

6. Curug Cijalu

Curug Cijalu berada di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Subang, di kawasan cagar alam Gunung Burangrang. Air terjunnya setinggi 70 meter dengan panorama alam yang masih asri.

Untuk mencapainya, pengunjung menempuh trekking 300 meter dari area parkir. Jalurnya berbatu dan rindang, cocok untuk anak-anak dengan pengawasan orang tua. Tersedia area camping, gazebo, toilet, dan warung makan.

Menariknya, di lokasi ini juga ada Curug Putri yang lebih kecil tapi tidak kalah indah. Tiket masuk sekitar Rp 17.500 per orang, buka setiap hari dari pagi hingga sore.

Bermain air di bawah air terjun menjadi aktivitas favorit pengunjung. Anak-anak bisa bermain di tepian sungai yang dangkal, sementara orang dewasa menikmati keindahan alam.

Subang menawarkan banyak pilihan wisata alam yang ramah anak, mulai dari camping, kebun teh, taman bunga, bukit dengan sunrise indah, peternakan edukasi, hingga air terjun alami. Keenam destinasi di atas tidak hanya menyajikan keindahan alam, tapi juga pengalaman yang mempererat hubungan keluarga. Jadi, sudah siap mengatur agenda liburan keluarga besar Anda ke Subang?

Pentas Teater “Bunga Penutup Abad” Kembali Menggugah Rasa

Pementasan Bunga Penutup Abad Kembali Hadir di Jakarta

Setelah sukses diselenggarakan pada 2016, 2017, dan 2018, pementasan teater Bunga Penutup Abad kembali hadir untuk menyapa para penggemar sastra dan teater di tanah air. Dalam pementasan kali ini, yang merupakan produksi ke-88 dari Titimangsa, karya sastra klasik karya Pramoedya Ananta Toer kembali dibawakan dengan nuansa baru.

Pementasan ini akan digelar selama tiga hari, yaitu tanggal 29, 30, dan 31 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Ini menjadi bentuk komitmen dan dedikasi seluruh pemain serta tim pendukung dalam menghidupkan kisah-kisah yang terinspirasi dari novel-novel klasik Indonesia.

“Bunga Penutup Abad kembali hadir karena kerinduan para penikmat teater dan penggemar Pramoedya Ananta Toer. Kisah Nyai Ontosoroh, Minke, dan Annelies sangat berkesan di hati,” ujar Happy Salma, yang juga bertindak sebagai produser dalam pementasan ini.

Ia menambahkan bahwa karya-karya Pram memiliki nilai-nilai yang masih relevan hingga saat ini. “Mengangkatnya kembali ke panggung adalah cara kami merayakan dan mengingatkan kita semua untuk semakin mencintai bangsa ini,” tambahnya.

Pementasan Bunga Penutup Abad ini berasal dari dua buku pertama Tetralogi Buru, yaitu Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Tahun 2025 juga menjadi momen penting karena menandai 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer. Oleh karena itu, pementasan ini menjadi bagian dari rangkaian acara perayaan Seabad Pram.

“Kami bangga dapat kembali menjadi bagian dari pementasan Bunga Penutup Abad ini sejak awal hingga saat ini. Kami melihat bagaimana karya sastra Pram memiliki cerita dan karakter yang kuat dan sangat berkesan di hati penonton,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Cerita yang Menginspirasi

Bunga Penutup Abad menceritakan kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh khawatir dan mengirimkan pegawainya, Robert Jan Dapperste atau Panji Darman, untuk menjaga Annelies. Surat-surat yang dikirim oleh Panji Darman membuka kembali kenangan antara ketiganya.

Surat demi surat mengungkap kisah cinta, konflik, dan kehilangan yang terjadi antara Minke, Nyai Ontosoroh, dan Annelies. Di akhir cerita, Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. Meski sedih, ia tetap melanjutkan studinya sebagai dokter sambil membawa lukisan potret Annelies yang diberi nama ‘Bunga Penutup Abad’.

Pemain dan Perbedaan dalam Pementasan

Karakter-karakter utama dalam pementasan ini akan diperankan oleh tokoh-tokoh ternama Indonesia. Happy Salma memainkan peran Nyai Ontosoroh, Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, dan Sajani Arifin sebagai May Marais. Wawan Sofwan kembali menjadi sutradara sekaligus penulis naskah.

Dalam versi terbaru ini, naskah mengalami sedikit penyesuaian agar lebih segar dan mudah dipahami oleh penonton. Selain itu, skenografi panggung juga mengalami perkembangan teknis yang lebih modern.

“Ada kebaruan pada naskah kita. Ketika kembali menerima tugas sebagai sutradara, saya punya satu tawaran kepada produser, yaitu saya mau otak-atik lagi naskah untuk memperkuat struktur dramatiknya,” ujar Wawan Sofwan.

Perubahan juga terjadi dalam komposisi pemeranan. Misalnya, Nyai Ontosoroh yang sebelumnya diperankan oleh Marsha Timothy, kini diperankan oleh Happy Salma. Sementara itu, Jean Marais yang sebelumnya dimainkan oleh Lukman Sardi, kini digantikan oleh Andrew Trigg.

Harapan untuk Generasi Muda

Happy Salma berharap pementasan ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus mengapresiasi karya sastra Indonesia. “Dengan menonton Bunga Penutup Abad, kita semakin menghargai dan berempati kepada sesama manusia, serta semakin mencintai tanah air ini,” tutupnya.

Pementasan ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Pertamina (Persero), Ciputra Artpreneur, BCA, Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta, Jeeves Indonesia, dan The Dharmawangsa. Selain itu, banyak media partner yang turut berkontribusi dalam menyebarkan informasi tentang pementasan ini.

Itinerary Surabaya 3 Hari 2 Malam dari Bandung: Budget Rp1,3 Juta Termasuk Penginapan dan Kereta PP

Rencana Liburan Solo Traveling ke Surabaya Selama 3 Hari 2 Malam

Jika kamu sedang merencanakan liburan solo traveling di akhir pekan, kota Surabaya bisa menjadi pilihan yang menarik. Berada di Jawa Timur, Surabaya menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari sejarah, kuliner legendaris hingga spot foto yang Instagramable. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa melakukan perjalanan dari Bandung pada Jumat sore, tiba di Surabaya malam hari, dan memanfaatkan dua hari penuh untuk menjelajahi kota ini.

Berikut adalah panduan lengkap untuk liburan selama 3 hari 2 malam di Surabaya, termasuk estimasi bujetnya.

Hari Pertama: Kedatangan dan Makan Malam

Pada hari pertama, kamu akan tiba di Surabaya setelah perjalanan dari Bandung. Kamu bisa menggunakan Kereta Harina dengan lama perjalanan sekitar 10 jam 35 menit. Harga tiket kereta sekitar Rp 340.000. Setibanya di Stasiun Surabaya Pasar Turi, kamu bisa langsung menuju My Studio Hotel City Center untuk check-in. Hotel ini strategis karena dekat pusat kota dan sudah termasuk sarapan.

Setelah check-in, kamu bisa langsung makan malam di Depot Sederhana Gubeng Pojok. Restoran ini menawarkan menu khas Padang dengan harga terjangkau. Estimasi bujet untuk makan malam sekitar Rp 25.000.

Setelah makan malam, kamu kembali ke hotel untuk istirahat agar siap menjelajah Surabaya keesokan harinya.

Hari Kedua: Wisata Sejarah dan Kuliner Khas

Pagi hari, kamu akan mengisi tenaga dengan sarapan di hotel. Setelah itu, kamu bisa menyewa motor di Gorent dengan biaya sekitar Rp 75.000 per hari. Motor akan memudahkan kamu menjelajahi kota dengan lebih fleksibel.

Kamu bisa mulai dengan mengunjungi Museum Gedung Siola yang menampilkan sejarah perdagangan Surabaya di era kolonial. Selanjutnya, kamu bisa mengunjungi Tunjungan Plaza dan sekitarnya untuk melihat arsitektur kolonial yang ikonik.

Setelah itu, kamu bisa makan siang di Sentra Wisata Kuliner Bratang Binangun dan menikmati berbagai menu khas Surabaya seperti nasi campur atau soto. Setelah itu, kamu bisa bersantai di Historica sambil menikmati kopi nikmat dalam suasana yang cozy.

Pada sore hari, kamu bisa mengunjungi Surabaya North Quay untuk menikmati pemandangan laut lepas dan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah itu, kamu bisa menjelajah Kota Lama Surabaya yang memiliki bangunan kolonial Belanda yang terawat.

Untuk makan malam, kamu bisa mencoba Sego Sambel Mak Yeye yang terkenal dengan sambal pedasnya. Setelah itu, kamu kembali ke hotel untuk istirahat.

Hari Ketiga: Belanja Oleh-oleh dan Pulang

Pada hari ketiga, kamu akan kembali sarapan di hotel sebelum check-out. Setelah itu, kamu bisa menyewa motor lagi dan bersantai di VISMA | Coffee, Art & Co – Working Space. Setelah itu, kamu bisa belanja oleh-oleh di Pasar Atom yang merupakan tempat terbaik untuk membeli souvenir, camilan, dan baju khas Surabaya.

Setelah itu, kamu bisa makan siang terakhir di sekitar Pasar Atom. Setelah itu, kamu kembali ke hotel untuk persiapan pulang. Pada sore hari, kamu akan kembali ke Stasiun Surabaya Pasar Turi dan naik Kereta Harina kembali ke Bandung.

Estimasi Bujet Solo Traveling ke Surabaya Selama 3 Hari

Berikut adalah estimasi bujet untuk liburan solo traveling ke Surabaya selama 3 hari:

  • Kereta: Rp 340.000
  • Ojek Online: Rp 25.000
  • Penginapan: Rp 82.840
  • Sewa Motor: Rp 75.000
  • Makan: Rp 25.000 (hari pertama), Rp 120.000 (hari kedua), Rp 65.000 (hari ketiga)
  • Wisata: Rp 10.000
  • Oleh-oleh: Rp 75.000

Total estimasi bujet keseluruhan adalah sekitar Rp 1.315.680. Catatan: Estimasi di atas belum termasuk pengeluaran pribadi, bahan bakar, parkir, dan tambahan biaya lain seperti oleh-oleh lebih banyak atau wisata tambahan.

Pesona Kota Kinabalu: Eksplor Budaya & Belanja Seru

Kota Kinabalu, ibukota Sabah yang dinamis di Pulau Borneo, Malaysia, adalah destinasi yang memadukan sejarah dengan modernitas serta kaya akan warisan budaya. Tersembunyi di antara hutan tropis yang rimbun dan perairan biru yang berkilauan, kota ini menawarkan beragam aktivitas menarik bahkan bagi para pelancong paling berpengalaman sekalipun.

Dari kekayaan budaya adatnya hingga pasar-pasar lokal yang ramai, Kota Kinabalu menawarkan kesempatan unik untuk menyelami perpaduan masa lalu dan masa kini dalam harmoni warna yang memesona. Saat menyusuri jalanan bergaya lama dan pasar-pasar yang semarak, pesona khas dan kedalaman sejarah kota ini akan terasa begitu kuat, mengundang setiap langkah untuk terus menjelajah dan menemukan hal baru di setiap sudutnya.

Pengalaman Budaya yang Tak Terlupakan: Mari-Mari Cultural Village

Ingin merasakan sensasi kembali ke masa lalu dan menyelami kekayaan budaya Borneo? Mari-Mari Cultural Village adalah jawabannya. Berlokasi di dekat Kota Kinabalu, museum hidup ini bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan sebuah petualangan interaktif yang melestarikan warisan berharga dari lima suku asli Sabah.

Saat melangkah masuk ke desa budaya ini, Anda akan diajak menyelami kehidupan sehari-hari lima kelompok etnis utama Borneo yaitu:

  • Kadazan-Dusun: Dikenal sebagai petani padi ulung, Anda bisa belajar bagaimana mereka menumbuk padi secara tradisional.
  • Rungus: Rasakan pengalaman unik di rumah panjang (longhouse) mereka yang ikonik dan pelajari cara hidup komunal mereka.
  • Lundayeh: Ikut serta dalam tradisi berburu dan menangkap ikan yang menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.
  • Bajau: Terkenal sebagai “koboi” dan “gipsi laut” Borneo, Anda akan menyaksikan bagaimana mereka berinteraksi dengan alam dan laut.
  • Murut: Suku pemburu kepala yang kini telah meninggalkan tradisi tersebut, mereka akan menunjukkan keahlian membuat tato tradisional dan seni bela diri.

Di setiap desa, pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga berpartisipasi langsung. Anda bisa mencoba menyalakan api tanpa korek, membuat kerajinan tangan, atau bahkan mencicipi makanan dan minuman tradisional yang disiapkan langsung oleh para pemandu.

Mari-Mari Cultural Village menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, memastikan tradisi unik Borneo tetap hidup dan dihargai. Ini adalah kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan penjaga budaya dan membawa pulang tidak hanya foto, tetapi juga pengalaman yang tak terlupakan.

Panduan Menuju Lokasi

Jika ingin berkunjung ke Mari-Mari Cultural Village, berikut beberapa cara yang dapat dipilih:

  • Mobil Pribadi atau Taksi: Rute langsung tersedia dari pusat Kota Kinabalu. Perjalanan memakan waktu sekitar 35 menit (17,1 km). Cukup ikuti petunjuk arah ke Inanam, lalu lanjutkan menuju Kionsom. Tersedia area parkir yang luas.
  • Paket Tur: Banyak operator tur menawarkan paket perjalanan yang sudah termasuk transportasi, menjadikannya pilihan praktis tanpa perlu repot.

Informasi Penting:
Alamat: Jalan Kionsom, Inanam, 88450 Kota Kinabalu, Sabah.
Jam Operasional: Buka setiap hari dalam dua sesi, yaitu pukul 10.00–13.00 dan 14.00–17.00.
Biaya Masuk: Warga Negara Malaysia: Dewasa RM 110, Anak-anak RM 100, Warga Negara Asing: Dewasa RM 130, Anak-anak RM 110.
Kontak: +6013 8814 921 atau +6019 8824 921.
Email: Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi: Mari Mari Cultural Village – Home

Mari-Mari Cultural Village bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat belajar dan memahami bagaimana keberagaman budaya masih hidup dan terjaga di tengah arus modernisasi. Sebuah pengalaman yang membuka mata dan hati terhadap kekayaan warisan Borneo yang luar biasa.

Museum Negeri Sabah: Mengenal Lebih Dekat Sejarah Sabah

Ingin menyelami kekayaan budaya dan sejarah Sabah? Kunjungi Museum Negeri Sabah, sebuah destinasi wajib bagi para pencinta sejarah dan kebudayaan. Bangunan museum ini sendiri adalah sebuah karya seni, dirancang dengan gaya tradisional rumah panjang suku Rungus yang memukau. Arsitektur ini tidak hanya indah, tetapi juga memadukan kenyamanan modern dengan kearifan lokal, menciptakan suasana yang unik dan otentik.

Museum ini didirikan dengan satu tujuan mulia: melestarikan dan memamerkan warisan budaya, sejarah alam, dan kekayaan arkeologi Sabah. Di dalamnya, Anda akan menemukan berbagai koleksi yang menceritakan perjalanan panjang Sabah, mulai dari peradaban kuno hingga kehidupan modern.

Apa yang Akan Anda Temukan?
Gedung Museum Utama: Di sinilah Anda bisa menyelami pameran mendalam tentang sejarah, etnografi, dan sejarah alam Sabah.
Galeri Lokomotif: Pecinta kereta api akan dimanjakan dengan koleksi kereta-kereta vintage yang memukau.
Desa Warisan (Heritage Village): Sebuah desa yang menampilkan rumah-rumah tradisional dari beragam kelompok suku asli Sabah, memberikan gambaran nyata tentang kehidupan masa lalu.
Pusat Sains dan Teknologi: Tempat yang sempurna untuk belajar dengan cara interaktif dan menyenangkan.
Museum Peradaban Islam: Memamerkan peninggalan dan sejarah Islam yang kaya di wilayah ini.

Salah satu daya tarik paling spektakuler adalah kerangka tulang belulang paus Bryde sepanjang 15 meter yang dipajang di dalam museum, sebuah pemandangan yang benar-benar tak terlupakan.

Panduan Praktis Menuju Museum Negeri Sabah:
Mobil atau Taksi: Hanya 10 menit berkendara dari pusat Kota Kinabalu. Anda bisa menggunakan taksi atau layanan transportasi online seperti Grab.
Bus: Naik bus lokal yang menuju Queen Elizabeth Hospital. Museum ini berjarak sangat dekat dari halte bus.
Jalan Kaki: Jika Anda suka berjalan, museum ini bisa dicapai dalam 30 menit dari pusat kota.

Informasi Penting:
Alamat: Jalan Muzium, 88300 Kota Kinabalu, Sabah.
Jam Buka: Setiap hari, pukul 09.00 – 17.00.
Tiket Masuk:
– Warga Negara Malaysia: RM 2
– Warga Negara Asing: RM 15
Masuk gratis untuk pelajar berseragam, penyandang disabilitas, lansia, dan pengemudi taksi (khusus warga negara Malaysia).
Kontak: 088-225 033/199.
Media Sosial: Temukan informasi terbaru di Instagram dan Facebook mereka, atau kunjungi situs web resmi: Museum Negeri Sabah

Museum Negeri Sabah adalah destinasi edukatif yang ideal untuk siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang kekayaan budaya dan alam Borneo. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen di sini.

Masjid Terapung Kota Kinabalu: Keindahan Arsitektur yang Menyentuh Hati

Masjid Kota Kinabalu, yang juga dikenal sebagai Masjid Terapung, terinspirasi oleh keindahan arsitektur Masjid Al-Nabawi di Madinah. Masjid ini menjadi simbol megah kedamaian dan keanggunan arsitektur. Sebagai masjid terapung terbesar di Kota Kinabalu dan mungkin yang terindah di Malaysia, keunikannya terletak pada desainnya yang seolah mengapung di atas laguna buatan, menciptakan pemandangan menakjubkan, terutama saat bulan purnama menyinari.

Masjid ini mampu menampung antara 9.000 hingga 12.000 jamaah dan terbuka untuk umum dengan pendaftaran terlebih dahulu melalui Manajemen Pariwisata Masjid Kota Kinabalu. Para pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan sesuai aturan masjid, menghormati tempat suci dengan tidak makan atau minum di area masjid, serta menghindari perilaku yang tidak pantas atau meniru aktivitas keagamaan.

Cara Menuju Masjid Kota Kinabalu:
Dengan taksi: Tarif sekitar RM 15 sekali jalan.
Dengan bus: Naik Bus No. 5A dari depan Hotel Shangri-La dengan biaya RM 1,50 per orang, sekali jalan.

Informasi Tambahan:
Alamat: Jalan Pasir, Jalan Teluk Likas, Kampung Likas, 88400 Kota Kinabalu, Sabah
Kontak: 088-205 418
Jam Kunjungan: Senin sampai Minggu (kecuali Jumat), Pagi: 08.00 – 12.00, Siang: 14.00 – 15.30, Sore: 16.00 – 17.00. (Jam kunjungan dapat berubah sesuai kebijakan).
Biaya Masuk:
– Warga Malaysia dan Wisatawan Internasional: RM 5
– Penyewaan pakaian sopan tersedia dengan harga RM 5 hingga RM 10
Masjid Kota Kinabalu bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata yang memukau dengan keindahan dan ketenangannya. Silakan kunjungi situs resmi masjid untuk informasi selengkapnya: mbrkotakinabalu.com

Gaya Street Sunday Market: Jantung Kota Kinabalu yang Penuh Warna

Setiap Minggu pagi, Jalan Gaya di pusat Kota Kinabalu berubah menjadi pusat kegiatan yang ramai. Dikenal dengan nama Gaya Street Sunday Market, pasar ini bukan hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga cerminan hidup dari budaya dan warisan Sabah. Dulunya bernama Bond Street pada awal 1900-an, pasar ini kini menjadi destinasi favorit baik bagi penduduk lokal maupun turis.

Begitu Anda melangkah masuk, beragam barang akan langsung menarik perhatian. Mulai dari kerajinan tangan unik, sarung batik, hingga alas kaki yang menarik. Anda juga bisa menemukan berbagai produk segar seperti buah-buahan, bunga-bunga, makanan khas lokal, barang antik, oleh-oleh, bahkan hewan peliharaan dan tanaman herbal. Keramaian dan keberagaman barang yang ditawarkan membuat pasar ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Cara Menuju Gaya Street Sunday Market:
Dengan taksi: Taksi mudah ditemukan dan sangat direkomendasikan karena keterbatasan tempat parkir.
Berjalan kaki: Pasar ini dapat dicapai dengan berjalan kaki dari berbagai titik di pusat kota.

Informasi Tambahan:
Alamat: Gaya Street, Kota Kinabalu, 88000 Kota Kinabalu, Sabah
Jam Operasional: Setiap Minggu pukul 06.00 hingga 12.00

Gaya Street Sunday Market adalah tempat yang sempurna untuk menikmati atmosfer lokal sekaligus menemukan berbagai barang unik dan khas Sabah. Jangan lewatkan pengalaman berbelanja sekaligus menyelami budaya di jantung Kota Kinabalu ini!

Menjelajahi Sejarah Sabah dengan Kereta Uap Nostalgia

Ingin merasakan sensasi kembali ke masa lalu sambil menikmati keindahan alam Borneo yang memukau? North Borneo Heritage Train adalah jawabannya. Kereta uap bersejarah ini mengajak para penumpang dalam perjalanan melintasi masa lalu kolonial Sabah, dimulai dari akhir abad ke-19.

Kereta api pertama di Borneo ini didirikan pada tahun 1896 oleh William Clarke Cowie, Managing Director British North Borneo Chartered Company. Kini, layanan kereta yang telah direstorasi dengan teliti ini memungkinkan pengunjung merasakan nostalgia masa kolonial Sabah sambil menikmati pemandangan alam Borneo yang memukau.

Perjalanan Wisata Kereta Api ini menawarkan sejumlah titik menarik, mulai dari Stasiun Kereta Tanjung Aru yang antik, Kota Kinarut dengan Kuil Tien Shi-nya yang kuno, hingga keindahan sawah di Kota Papar serta Bamboo Hut, tempat tradisi memasak dengan bambu dipertontonkan. Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati panorama sungai, hutan, dan terasering padi yang memesona, sekaligus meresapi pesona kehidupan pedesaan Sabah.

Perjalanan ini bukan hanya sekadar wisata, tetapi juga pengalaman yang mendalam untuk menikmati pesona pedesaan Sabah.

Cara Menuju Stasiun
Mobil: Stasiun Tanjung Aru sangat dekat dari Bandara Internasional Kota Kinabalu.
Taksi: Dari pusat kota atau bandara, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Detail Perjalanan
Harga Tiket: Dewasa: RM 345, Anak-anak: RM 200 (Harga sudah termasuk sarapan kontinental, makan siang bergaya Tiffin tradisional, dan kudapan).
Jadwal Tur: Tur Siang Hari: Setiap Rabu (berkumpul pukul 08.30 pagi), Tur Matahari Terbenam: Setiap Sabtu (berkumpul pukul 15.15 sore).

Pemesanan: Tur ini terbatas setiap minggunya. Sangat disarankan untuk memesan melalui operator tur lokal untuk mengamankan tempat Anda.

Jangan lewatkan kesempatan unik untuk merasakan nostalgia dan keindahan alam Sabah dari dalam gerbong kereta uap yang penuh sejarah ini. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web resmi: North Borneo Train Tour

Agnez Mo Santai Usai Menang Kasasi, Tidak Bayar Royalti Rp 1,5 Miliar

Putusan Mahkamah Agung Mengabulkan Kasasi Agnez Mo dalam Kasus Hak Cipta Lagu “Bilang Saja”

Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh penyanyi ternama Agnez Mo terkait dugaan pelanggaran hak cipta atas lagu “Bilang Saja.” Keputusan ini menandai akhir dari perseteruan hukum antara Agnez Mo dan pencipta lagu, Ari Bias.

Sebelumnya, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan bahwa Agnez Mo bersalah karena membawakan lagu tersebut tanpa izin resmi. Dalam putusan itu, ia dijatuhi denda sebesar Rp 1,5 miliar atas tiga penampilannya yang dianggap melanggar hak cipta. Namun, setelah MA mengabulkan kasasi Agnez Mo, putusan pengadilan tingkat pertama dianulir dan ia tidak lagi diwajibkan membayar denda.

Respons Agnez Mo

Agnez Mo merespons keputusan MA dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Ia mengunggah unggahan dari penyanyi Sammy Simorangkir yang memberikan ucapan selamat atas putusan tersebut, disertai tangkapan layar portal berita. Di Instagram Story-nya, Agnez menyampaikan rasa terima kasih kepada Sammy. “Thanks Sammy,” tulisnya.

Selain itu, Agnez juga membagikan foto selfie-nya di Instagram Story, menunjukkan sikap tenang dan percaya diri meski sedang menjalani proses hukum yang panjang.

Tanggapan Ari Bias

Di sisi lain, Ari Bias, pencipta lagu “Bilang Saja,” turut memberikan respons atas dikabulkannya kasasi Agnez Mo. Ia menyatakan menghormati putusan Mahkamah Agung. “Saya menghormati sepenuhnya putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan kasasi,” tulis Ari Bias di media sosialnya.

Ia juga bersyukur bahwa masalah ini sampai pada tahap kasasi dan berharap semua pihak dapat belajar dari perjalanan panjang perkara ini. “Saya bersyukur proses hukum ini akhirnya berakhir di tingkat kasasi, dan saya berharap semua pihak dapat mengambil hikmah dari perjalanan panjang perkara ini.”

Ari Bias juga memastikan bahwa ia tidak akan memperpanjang kasus ini dengan Agnez Mo. Ia bahkan berjanji tidak akan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan MA. “Seperti janji saya, tidak akan ada PK,” tulisnya.

Masalah Royalti Ari Lasso

Di luar kasus Agnez Mo, isu lain yang menarik perhatian adalah keluhan Ari Lasso terkait royalti yang diterimanya dari LMK WAMI. Menurutnya, royalti sebesar Rp 765 ribu yang diterimanya dikirim ke rekening yang salah. Ia menyebut rekening tersebut milik Mutholah Rizal, bukan dirinya sendiri.

“Kekonyolan yang paling hebat adalah Anda transfer ke rekening ‘Mutholah Rizal’. Terus hitungan di laporan Ari Lasso itu punya saya atau punya Pak Mutholah Rizal? Atau hitungan itu memang punya saya tapi WAMI salah transfer ke Mutholah Rizal?” tulis Ari Lasso dalam unggahannya.

Ia menilai manajemen LMK WAMI sangat buruk dan berpotensi merugikan para musisi. “Sebuah Lembaga dengan manajemen yang (maaf) sangat buruk yang sangat berpotensi merugikan,” katanya.

Ari Lasso juga menyarankan agar lembaga seperti BPK, KPK, atau Bareskrim melakukan pemeriksaan terhadap LMK WAMI. Ia menegaskan bahwa ia hanya ingin memperoleh haknya sebagai musisi, bukan untuk serakah.

Ucapan Terima Kasih dan Komunikasi dengan WAMI

Setelah menyebarluaskan keluhannya, Ari Lasso mendapat respons langsung dari pihak LMK WAMI. Meski begitu, ia meminta agar mereka merilis pernyataan terbuka. Namun, hingga saat ini, pihak WAMI belum membuat postingan klarifikasi.

Dalam unggahan Instagram, Ari Lasso juga membeberkan isi chat antara dirinya dan pihak WAMI. Awalnya, tim WAMI meminta izin untuk menghubungi Ari Lasso untuk membicarakan kesalahpahaman. Namun, Ari Lasso menolak secara langsung dan meminta klarifikasi terbuka.

Raiders yang Sederhana

Beberapa waktu lalu, Ari Lasso juga membagikan foto tentang raidersnya, yang jauh lebih sederhana dibandingkan para musisi lain. Dalam foto tersebut, terlihat meja berisi makanan ringan, buah-buahan, dan air mineral. Ia menegaskan bahwa simplisitas ini merupakan bagian dari prinsip hidupnya sebagai musisi.

“Simplicity is the KEY! Dan kita adalah Musisi, bukan Pemanfaat Situasi,” tulisnya dalam keterangan foto.

Ari Lasso juga mengingatkan adik-adik band atau musisi baru bahwa raiders yang berlebihan tidak sepenting dibandingkan manajemen diri yang ketat dan tim yang komunikatif. “Ada yang jauh lebih penting dari itu semua, yaitu manajemen diri yang ketat, tim produksi yang solid, manajemen yang komunikatif dan adaptif dengan situasi dan kondisi,” tambahnya.

Libur Akhir Pekan Agustus 2025: Masih Ada? Ini Jadwalnya

Jadwal Libur Nasional di Bulan Agustus 2025

Setengah bulan Agustus 2025 telah tiba, namun hingga pertengahan bulan ini, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal libur terbaru. Hanya hari Sabtu dan Minggu yang menjadi hari libur rutin. Seperti biasa, bulan Agustus juga memiliki jadwal libur nasional selain weekend.

Salah satu hari libur nasional yang akan dirayakan adalah Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) pada tanggal 17 Agustus 2025. Sayangnya, hari kemerdekaan tersebut jatuh pada hari Minggu, yang sudah termasuk dalam jadwal libur regional. Namun, pemerintah langsung merespons dengan menetapkan tambahan hari libur untuk memperkuat perayaan kemerdekaan.

Pengumuman ini memberikan kabar baik bagi masyarakat, karena mereka akan memiliki waktu tambahan untuk bersantai dan merayakan kemerdekaan. Berikut detail jadwal libur tambahan untuk Agustus 2025:

Jadwal Libur Tambahan Agustus 2025

Bulan Agustus tahun ini akan memiliki kesan tersendiri, terutama bagi warga negara Indonesia. Pemerintah baru saja mengumumkan kebijakan libur nasional tambahan untuk memperingati HUT RI ke-80.

Jika 17 Agustus 2025 jatuh pada hari Minggu, maka keesokan harinya, yaitu Senin, 18 Agustus 2025, akan menjadi hari libur nasional. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, yang menyampaikannya melalui jaringan Sekretariat Presiden di Jakarta, pada Jumat (1/8/2025).

Menurut Juri, penetapan hari libur ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan, seperti perlombaan, karnaval, dan acara rakyat lainnya di berbagai daerah. Presiden Prabowo Subianto juga mengimbau agar semarak peringatan kemerdekaan dapat dirasakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia.

Daftar Libur Sisa Agustus 2025

Setelah 18 Agustus ditetapkan sebagai hari libur nasional, bulan Agustus 2025 memiliki dua hari libur nasional, yaitu:

  • Minggu, 17 Agustus 2025: Peringatan HUT ke-80 RI.
  • Senin, 18 Agustus 2025: Hari libur tambahan setelah upacara peringatan kemerdekaan.

Selama bulan Agustus, tidak ada cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, tidak akan ada long weekend selama bulan ini.

Berikut rincian tanggal merah di bulan Agustus 2025:

  • Minggu, 17 Agustus 2025
  • Minggu, 24 Agustus 2025
  • Minggu, 31 Agustus 2025

Sementara itu, berikut daftar hari libur nasional dan cuti bersama sampai akhir tahun 2025:

  • Minggu, 17 Agustus 2025: HUT ke-80 RI
  • Senin, 18 Agustus 2025: Libur nasional HUT ke-80 RI
  • Jumat, 5 September 2025: Maulid Nabi Muhammad Saw
  • Kamis, 25 Desember 2025: Hari Raya Natal
  • Jumat, 26 Desember 2025: Cuti Bersama Hari Raya Natal

Kalender Agustus 2025

Berikut kalender lengkap Agustus 2025 beserta tanggal merah dan cuti bersama:

  • 1 Agustus 2025 = 7 Sapar 1959 Ja = 7 Safar 1447 H = Hari Jumat Kliwon
  • 2 Agustus 2025 = 8 Sapar 1959 Ja = 8 Safar 1447 H = Hari Sabtu Legi
  • 3 Agustus 2025 = 9 Sapar 1959 Ja = 9 Safar 1447 H = Hari Minggu Pahing
  • 4 Agustus 2025 = 10 Sapar 1959 Ja = 10 Safar 1447 H = Hari Senin Pon
  • 5 Agustus 2025 = 11 Sapar 1959 Ja = 11 Safar 1447 H = Hari Selasa Wage
  • 6 Agustus 2025 = 12 Sapar 1959 Ja = 12 Safar 1447 H = Hari Rabu Kliwon
  • 7 Agustus 2025 = 13 Sapar 1959 Ja = 13 Safar 1447 H = Hari Kamis Legi
  • 8 Agustus 2025 = 14 Sapar 1959 Ja = 14 Safar 1447 H = Hari Jumat Pahing
  • 9 Agustus 2025 = 15 Sapar 1959 Ja = 15 Safar 1447 H = Hari Sabtu Pon
  • 10 Agustus 2025 = 16 Sapar 1959 Ja = 16 Safar 1447 H = Hari Minggu Wage
  • 11 Agustus 2025 = 17 Sapar 1959 Ja = 17 Safar 1447 H = Hari Senin Kliwon
  • 12 Agustus 2025 = 18 Sapar 1959 Ja = 18 Safar 1447 H = Hari Selasa Legi
  • 13 Agustus 2025 = 19 Sapar 1959 Ja = 19 Safar 1447 H = Hari Rabu Pahing
  • 14 Agustus 2025 = 20 Sapar 1959 Ja = 20 Safar 1447 H = Hari Kamis Pon
  • 15 Agustus 2025 = 21 Sapar 1959 Ja = 21 Safar 1447 H = Hari Jumat Wage
  • 16 Agustus 2025 = 22 Sapar 1959 Ja = 22 Safar 1447 H = Hari Sabtu Kliwon
  • 17 Agustus 2025 = 23 Sapar 1959 Ja = 23 Safar 1447 H = Hari Minggu Legi (Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia)
  • 18 Agustus 2025 = 24 Sapar 1959 Ja = 24 Safar 1447 H = Hari Senin Pahing
  • 19 Agustus 2025 = 25 Sapar 1959 Ja = 25 Safar 1447 H = Hari Selasa Pon
  • 20 Agustus 2025 = 26 Sapar 1959 Ja = 26 Safar 1447 H = Hari Rabu Wage
  • 21 Agustus 2025 = 27 Sapar 1959 Ja = 27 Safar 1447 H = Hari Kamis Kliwon
  • 22 Agustus 2025 = 28 Sapar 1959 Ja = 28 Safar 1447 H = Hari Jumat Legi
  • 23 Agustus 2025 = 29 Sapar 1959 Ja = 29 Safar 1447 H = Hari Sabtu Pahing
  • 24 Agustus 2025 = 1 Mulud 1959 Ja = 30 Safar 1447 H = Hari Minggu Pon
  • 25 Agustus 2025 = 2 Mulud 1959 Ja = 1 Rabiul Awal 1447 H = Hari Senin Wage
  • 26 Agustus 2025 = 3 Mulud 1959 Ja = 2 Rabiul Awal 1447 H = Hari Selasa Kliwon
  • 27 Agustus 2025 = 4 Mulud 1959 Ja = 3 Rabiul Awal 1447 H = Hari Rabu Legi
  • 28 Agustus 2025 = 5 Mulud 1959 Ja = 4 Rabiul Awal 1447 H = Hari Kamis Pahing
  • 29 Agustus 2025 = 6 Mulud 1959 Ja = 5 Rabiul Awal 1447 H = Hari Jumat Pon
  • 30 Agustus 2025 = 7 Mulud 1959 Ja = 6 Rabiul Awal 1447 H = Hari Sabtu Wage
  • 31 Agustus 2025 = 8 Mulud 1959 Ja = 7 Rabiul Awal 1447 H = Hari Minggu Kliwon

Mpok Alpa Berjuang Lawan Kanker Sambil Hamil, Diam-diam Bertarung Selama 3 Tahun

Perjuangan Mpok Alpa dalam Menghadapi Kanker

Mpok Alpa, seorang komedian dan presenter ternama di Indonesia, telah menjalani perjuangan berat melawan kanker selama tiga tahun terakhir. Meskipun menghadapi penyakit serius, ia tetap aktif bekerja dan menjaga penampilannya agar tetap ceria. Bahkan, saat sedang hamil, ia disebut masih menjalani pengobatan kemoterapi tanpa mengungkapkan kondisinya kepada publik.

Raffi Ahmad dan Irfan Hakim diminta untuk tidak mempublikasikan kondisi kesehatan Mpok Alpa yang sudah lama mengidap penyakit sejak masa kehamilannya. Raffi Ahmad menyatakan bahwa mereka tidak ingin menyebarkan informasi tersebut. “Memang nggak bisa kita sebarluaskan. Memang nggak pengin kita bilang,” ujarnya.

Belakangan, Mpok Alpa sering tampil menggunakan wig, yang ia jelaskan karena rambutnya rontok setelah melahirkan anak kembar pada 7 Oktober 2024. Namun, sebenarnya rambutnya rontok akibat efek kemoterapi yang dijalaninya secara diam-diam. “Memang sebenarnya rambut sudah rontok,” tambah Irfan Hakim.

Di Instagram, Raffi Ahmad mengunggah foto hitam putih yang menunjukkan dirinya dan Irfan menemani Mpok Alpa yang terbaring di rumah sakit. Rambut ibu empat anak itu tampak sangat pendek, mencerminkan perjuangannya melawan penyakit.

Perjalanan Karier Mpok Alpa

Nama asli Mpok Alpa adalah Nina Carolina. Dikenal dengan nama panggung Mpok Alpa, ia merupakan seorang komedian, presenter, dan penyanyi dangdut. Awal kepopulerannya bermula dari video viral pada 2018, di mana ia menampilkan logat Betawi khasnya saat mengucapkan kata “Alfamart.”

Karier Mpok Alpa meroket cukup cepat di industri hiburan Indonesia karena dianggap lucu. Semua dimulai secara tidak sengaja pada tahun 2018. Saat itu, sebuah video curhatan hatinya di media sosial tiba-tiba menjadi viral. Video tersebut menunjukkan sisi emosionalnya yang autentik, dicampur dengan humor khas Betawi yang membuat penonton tertawa sekaligus terharu.

Dari situlah, nama Mpok Alpa mulai dikenal luas. Meskipun pernah mencoba menjadi penyanyi dangdut, ia kurang berhasil. Ia sering manggung di acara kecil dengan honor yang sangat sederhana, bahkan hanya Rp5.000 untuk penampilan pertamanya. Namun, bakatnya yang serba bisa membuatnya beralih ke dunia komedi.

Ia bergabung dengan berbagai program televisi, seperti acara komedi dan talk show, di mana gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan ekspresi wajahnya yang kocak menjadi daya tarik utama. Popularitasnya membuatnya sering tampil di berbagai program hiburan seperti Opera Van Java, Pagi-Pagi Pasti Happy, Buka Ae, Oh Gitu, Sahur Segerr, dan Comedy On Delivery.

Sebelum terkenal sebagai pelawak, Mpok Alpa sudah lama berkecimpung di dunia hiburan sebagai penyanyi dangdut sejak duduk di bangku kelas 6 SD dan pernah berduet dengan Elvi Sukaesih. Ia juga merilis dua single berjudul Ke Emol (2018) dan Mati Rasa (2020).

Kehidupan Pribadi dan Kematian Mpok Alpa

Mpok Alpa menikah dengan Ajie Darmaji pada 2009 dan dikaruniai tiga anak, termasuk bayi kembar yang lahir pada Oktober 2024. Ia meninggal pada Agustus 2025 setelah berjuang melawan penyakit serius.

Kabar duka datang langsung dari Raffi Ahmad dan Irfan Hakim saat mereka memandu acara For Your Pagi secara live. Mpok Alpa menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.30 WIB di rumah sakit. Bagi publik, berita ini terasa mengejutkan. Selama ini, Mpok Alpa tak pernah diberitakan mengidap penyakit serius.

Namun, Raffi Ahmad ternyata sudah merasakan firasat sejak malam sebelumnya. “Sebenarnya aku sudah ada feeling dari semalam,” ujar Raffi Ahmad di sela memandu acara FYP, Jumat (15/8/2025). Raffi sempat terdiam, mengingat momen ketika ia menghubungi suami Mpok Alpa, Ajie Darmaji, pada Kamis (14/8/2025) malam.

Menjelang tengah malam, kondisi sang komedian tiba-tiba memburuk drastis. “Jam setengah sebelas malam itu aku nanya, Dung (panggilan suami Mpok Alpa) gimana keadaannya?” ujar Raffi Ahmad kepada Ajie Darmaji. “Napas sudah berat, sudah pakai alat bantu napas Aa,” balas suami Mpok Alpa kepada Raffi Ahmad.

Rupanya sejak semalam Mpok Alpa sudah masuk ke ruang ICU untuk perawatan intensif. Oleh suaminya Mpok Alpa disebut sudah mengalami kesulitan bernapas dan harus disokong alat bantu pernapasan yang hanya ada di ruang ICU. “Jadi tadi malam itu sudah masuk ruang ICU, karena alatnya memang ada di sana,” kata Raffi Ahmad.

Tanpa banyak diketahui, Mpok Alpa ternyata mengidap sakit kanker. Penyakit itu hanya diketahui oleh orang-orang terdekatnya, termasuk Irfan Hakim dan Raffi Ahmad. Bahkan, Mpok Alpa rutin menjalani kemoterapi untuk pengobatan. “Sebenarnya kita sempat jenguk Mpok Alpa di rumah sakit, tapi kita gak pernah bilang apa-apa,” kata Irfan Hakim.

“Waktu kita datang itu, Mpok juga sudah setengah sadar, tapi pas dengar suara kita, ketawa-ketawa lagi,” kata Irfan Hakim sambil menangis. Sayangnya, ketika dalam proses pengobatan itu, kondisi Mpok Alpa sudah amat menurun. Raffi Ahmad juga sempat bertanya soal status pengobatan kemoterapi yang dijalani Mpok Alpa dalam kondisi menurun seperti ini.

“Lanjut kemo gak?” tanya Raffi Ahmad kepada suami Mpok Alpa. “Ini masih ngawang A, masih tunggu kemonya, katanya mau ke Malaysia terus,” kata Raffi Ahmad mengutip ucapan Ajie.

Mpok Alpa memang sosok jenaka yang baru hadir di panggung hiburan beberapa tahun terakhir. Sosoknya mendadak viral lantaran video singkat tentang istri yang kelewat senang karena diajak suaminya berjalan-jalan ke mini market. Sejak saat itu, imej lucu dan polos melekat di diri Mpok Alpa, sampai akhirnya ia didapuk menjadi host FYP bersama Raffi Ahmad dan Irfan Hakim. Mereka melabeli diri mereka sebagai trio RIA.

“Mpok itu gak ingin kelihatan sakit. Pas syuting FYP di pantai itu sebenarnya pas injek pasir itu dia kesakitan ‘Aw Aa sakit banget’ gitu, tapi pas udah di depan kamera ketawa-ketawa lagi,” kata Irfan Hakim membocorkan efek kemoterapi di tubuh sahabatnya.

Raffi Ahmad dan Irfan Hakim akhirnya meminta maaf kepada suami dan keluarga Mpok Alpa karena akhirnya membocorkan penyakit dan diidap sang sahabat. Kini, Mpok Alpa yang jenaka sudah berpulang. “Akhirnya kita umumkan, mohon maaf kepada keluarga,” kata Irfan Hakim.