Kontraksi Pajak Jadi Tanda Ekonomi Melemah, Pertumbuhan Kuartal Depan Terancam

Indikasi Perlambatan Ekonomi dari Kontraksi Penerimaan Pajak

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menyampaikan bahwa kontraksi tajam dalam penerimaan pajak menjadi indikasi langsung dari perlambatan ekonomi nasional. Menurutnya, pelemahan ini disebabkan oleh penurunan kinerja tiga sumber utama penerimaan negara, yaitu Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Pajak turun karena ekonomi kita melambat. Ada data BPS yang menunjukkan hal tersebut. Penjelasan BPS mungkin masuk akal secara teknis statistik, terutama mengenai PMTB, pembentukan modal tetap bruto, yang sebagian besar digunakan untuk investasi peralatan, mesin, dan alutsista,” jelas Eko.

Ia menjelaskan bahwa PPh, khususnya PPh badan, terpukul akibat penurunan keuntungan industri dan perusahaan. “Banyak perusahaan mengalami penurunan keuntungan dibandingkan tahun lalu. PHK meningkat berarti keuntungan turun juga,” ujarnya.

Untuk PPN, penurunan dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat. “PPN sangat bergantung pada kemampuan orang untuk membeli. Karena banyak orang kesulitan daya belinya, penjualan rata-rata turun, konsumsi juga turun. Akibatnya penerimaan pajak juga turun,” tambah Eko.

Sementara itu, PNBP yang berasal dari ekspor komoditas juga mengalami tekanan akibat penurunan harga komoditas global. “Tiga komponen ini turun bersamaan. Meski PMTB naik, pajak tetap tidak bisa meningkat,” ujarnya.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2024

INDEF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024 tidak akan mencapai 5 persen. “Triwulan III ini akan di bawah 5 persen. Hanya di Triwulan IV ada momentum, tapi harus dimanfaatkan secara strategis. Stimulus sebaiknya dimulai sekarang, bukan nanti menjelang Natal,” kata Eko.

Ia menilai bahwa momentum akhir tahun seperti Natal dan libur tahun baru dapat menjadi pendorong konsumsi jika pemerintah menyiapkan kebijakan sejak dini. “Masyarakat tidak hanya pulang, tapi juga belanja, terutama di daerah, untuk menghidupkan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Eko mengkritik strategi stimulus pemerintah yang terlalu menyebar. “Masalahnya stimulus kita banyak jenisnya, kurang duitnya. Jadi ya Rp20 triliun, ini bukan angka kecil, tapi disebar ke terlalu banyak aspek. Harusnya hanya tiga: perbaiki daya beli, ciptakan lapangan kerja, dan jaga stabilitas harga. Yang lain biarkan mekanisme pasar bekerja,” katanya.

Ia menilai sebagian stimulus diarahkan ke sektor yang tidak berdampak berkelanjutan. “Liburan dikasih stimulus memang bisa meningkatkan ekonomi, tapi enggak sustain. Kalau industri yang dikasih stimulus, beda rasanya. Ekonomi akan beda,” ujarnya.

Stabilitas Harga Pangan dan Cadangan Beras

Eko juga menyoroti lemahnya stabilitas harga pangan, khususnya beras, meski pemerintah mengklaim cadangan besar. “Katanya cadangan beras kita 4 juta ton, tapi kok harga beras naik? Orang yang punya duit aja nyari harga beras premium di minimarket susah sekarang,” katanya.

Menurutnya, harga pangan yang stabil lebih penting daripada sekadar besarnya cadangan. “Buat apa cadangan besar kalau harganya terus-terusan naik? Yang dimakan rakyat itu beras di pasar, bukan yang di cadangan. Jadi harus pastikan harganya stabil,” ujarnya.

Proyeksi Penerimaan Pajak dan PNBP

Penerimaan perpajakan tahun ini diproyeksi bakal terkoreksi dari target awal, yakni menjadi Rp2.387,3 triliun dari Rp2.490,9 triliun. Realisasi penerimaan perpajakan tercatat senilai Rp978,3 triliun pada semester I, turun dari Rp1.028 triliun pada semester I 2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal mengejar penerimaan perpajakan sebesar Rp1.409 triliun pada semester II 2025.

DPR mencatat outlook penerimaan perpajakan pada akhir tahun diproyeksi 95,8 persen terhadap APBN akibat sejumlah faktor, seperti proyeksi ekonomi nasional, fluktuasi harga komoditas utama, implementasi reformasi perpajakan, kebijakan perbaikan administratif, serta upaya pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak.

Sementara itu, outlook penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga mengalami koreksi dari target awal, yakni menjadi Rp477,2 triliun dari Rp513,6 triliun. Dengan realisasi Rp222,9 triliun pada semester I, Kementerian Keuangan perlu mengejar sisa target PNBP sebesar Rp254,4 triliun pada semester II.

Pertumbuhan Penerimaan Pajak

Meski demikian, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan rata-rata penerimaan pajak meningkat menjadi Rp181,3 triliun per bulan pada semester I 2025, dengan total penerimaan pajak bruto mencapai Rp1.087,8 triliun, atau tumbuh 2,3 persen year-on-year (yoy).

“Di 2025 ini sendiri, kami Alhamdulillah bisa mencatat Rp181,3 triliun rata-rata penerimaan per bulan di semester pertama,” lanjutnya.

Kontribusi penerimaan pajak terhadap total penerimaan negara pada semester I tahun ini mencapai 69,23 persen, atau tumbuh sekitar hampir 1,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan penerimaan pajak neto yang hingga Juni 2025 mencapai Rp837,79 triliun.

Perjuangan Suku di Hutan Menuju Dunia Global

Perhelatan Bersejarah di Brazzaville dan Peran Masyarakat Adat dalam Menjaga Bumi

Di balik sorotan media, sebuah perhelatan penting berlangsung di Brazzaville, Republik Kongo. Kongres yang diberi judul First Global Congress of Indigenous Peoples and Local Communities for the Forest Basins menjadi momen bersejarah yang memperkuat kerja sama antar negara-negara di kawasan selatan dalam menghadapi krisis planet yang kita hadapi saat ini. Krisis-krisis tersebut mencakup perubahan iklim, kerusakan keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan.

Bagi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), hasil dari forum ini bukan sekadar simbol solidaritas global, tetapi juga memberikan dorongan tambahan untuk memperkuat desakan agar pengakuan penuh atas hak dan wilayah masyarakat adat segera direalisasikan, khususnya di Indonesia.

Spirit dari Brazzaville sangat relevan untuk digaungkan kembali, terlebih saat masyarakat adat dunia memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat (HIMAS) setiap 9 Agustus. Tahun ini, AMAN mengangkat tema “Memperkuat Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan” dengan tagar #TheAnswerIsUs, sebagai penegasan bahwa masyarakat adat adalah penjaga ekosistem terbaik dunia. Dalam konteks aksi iklim, kami bukan hanya korban—tetapi juga penjaga, pelaku, dan pemimpin.

Kongres yang diselenggarakan selama empat hari pada Mei lalu, diorganisir oleh Global Alliance of Territorial Communities dan Rights and Resources Initiative, mempertemukan para penjaga hutan dari empat bentang alam besar: Amazon, Kongo, Borneo-Mekong-Asia Tenggara, dan Mesoamerika. Semua peserta membawa satu pesan yang sama: “Masa depan bumi tidak bisa diselamatkan tanpa pengakuan dan partisipasi nyata masyarakat adat dan komunitas lokal.”

Pesan Utama dari Kongres Global

Pesan yang diharapkan dapat disebarkan melalui penyelenggaraan forum itu adalah tentang tiga pilar pembangunan berkelanjutan: perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi, dan partisipasi masyarakat adat serta komunitas lokal di negara-negara berkembang. Tujuan bersama adalah memastikan bahwa hak, kehidupan, dan sistem pengetahuan masyarakat adat dan komunitas lokal mendapat tempat sentral dalam pengelolaan lingkungan global, pendanaan iklim, dan solusi konservasi.

Ironisnya, ketika dunia mulai mengakui peran masyarakat adat, ancaman terhadap hak dan wilayah adat di Indonesia justru semakin besar. Pemerintah, dalam mengejar target pembangunan ekonomi, masih terlalu bergantung pada pendekatan ekstraktif—mulai dari ekspansi lumbung pangan, produksi biofuel, hingga proyek perdagangan karbon—yang sering kali dibungkus dalam narasi transisi energi atau ekonomi hijau.

Dampaknya nyata: pembalakan hutan ilegal meningkat, eksploitasi mineral kritis makin masif, dan wilayah adat terus terancam digerus investasi. Menurut laporan Tempo (Juni 2025), hingga tahun lalu sudah ada 152 perusahaan yang mengantre konsesi baru di kawasan hutan seluas 4,8 juta hektare. Proses perizinannya tertutup, dan wilayah adat kembali menjadi objek rebutan.

Ironi itu makin telanjang bila dibandingkan dengan janji Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai pidatonya—yakni menolak dominasi kekayaan negara oleh segelintir orang. Namun kenyataan di lapangan justru memperlihatkan sebaliknya.

Rancangan Undang-Undang yang Masih Tertunda

Sementara itu, Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat yang diusulkan sejak 2009 masih belum kunjung disahkan. Justru yang lebih cepat bergerak adalah antrean perizinan baru yang berpotensi merampas hak 37 komunitas masyarakat adat di atas 310 ribu hektare wilayah adat.

Di Brazzaville, para delegasi kongres menyepakati satu hal penting: masyarakat adat dan komunitas lokal bukan sekadar pihak yang terkena dampak perubahan iklim, melainkan pemilik solusi. Kami adalah pemegang hak dan harus diakui sebagai pemimpin dalam pelindungan lingkungan, pendanaan iklim, dan konservasi.

Pesan kuat juga disampaikan kepada pemerintah, donor, dan lembaga global: wujudkan kemitraan sejati—berbasis pada rasa hormat, kesetaraan, dan tanggung jawab bersama untuk meregenerasi planet ini bagi generasi sekarang dan mendatang.

Langkah yang Harus Dilakukan

Kesepakatan yang dihasilkan di Brazzaville akan dibawa ke Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) di Belem, Brasil, November mendatang. Pesan-pesan yang akan dibawa ke COP30 memiliki makna yang jauh lebih besar: ini adalah peta jalan bagi perjuangan ke depan—baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Apa yang bisa dilakukan? Banyak. Dari dokumentasi dan riset, narasi publik dan advokasi, hingga desakan kebijakan. Semua itu telah dilakukan, namun butuh didorong lebih jauh. Strategi yang disepakati di Brazzaville menekankan pentingnya: Pertama, Kolaborasi global yang lebih luas dengan aktor-aktor yang aktif mendukung masyarakat adat. Kedua, Pemanfaatan forum internasional seperti COP sebagai panggung untuk menegaskan posisi masyarakat adat dalam agenda iklim. Ketiga, Mekanisme pendanaan iklim yang adil, tidak berbasis pasar, dan langsung menjangkau masyarakat adat serta komunitas lokal.

Indonesia memiliki potensi besar. Hingga Mei 2025, data menunjukkan bahwa total wilayah ICCAs yang telah terdaftar seluas 647,4 ribu hektar secara nasional. Masih ada potensi hingga 33,6 juta hektare wilayah adat yang sudah dipetakan dan belum sepenuhnya diakui negara.

Namun potensi ini hanya akan menjadi angka di atas kertas jika tidak segera diakui dan dilindungi. Perjuangan ini masih panjang, tetapi dengan tambahan daya dari Brazzaville, arah langkah kita menjadi lebih terang—ibarat terowongan gelap yang mulai menerima cahaya dari ujungnya.

Selamat Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia Tahun 2025!

Tiket Nonton Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle 2025 di Bioskop dan TIX ID

Informasi Terkini Tentang Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle

Bagi penggemar serial anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, kini saatnya untuk menantikan tayangan film terbaru yang berjudul Kimetsu no Yaiba Infinity Castle. Film ini akan segera dirilis di bioskop-bioskop ternama di Indonesia, termasuk CGV, Cinepolis, dan XXI. Bagi kamu yang ingin menyaksikan film ini, berikut informasi lengkap mengenai sinopsis, detail produksi, hingga cara memesan tiket nonton.

Sinopsis Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle merupakan film animasi lanjutan yang diadaptasi dari manga Jepang karya Koyoharu Gotouge. Film ini menjadi bagian dari trilogi yang menjadi puncak dari serial anime Demon Slayer yang pertama kali dirilis pada tahun 2019. Cerita dalam film ini berfokus pada perjuangan Tanjiro Kamado dan teman-temannya dari Korps Pembunuh Iblis dalam menghadapi musuh-musuh yang sangat kuat.

Bagian pertama dari film ini menceritakan serbuan Korps Pembunuh Iblis ke Benteng Dimensi Tanpa Batas (Dimensional Infinity Fortless) untuk melawan Upper Moons yang masih tersisa dan Muzan Kibutsuji, iblis terkuat. Sementara itu, Infinity Castle adalah arc klimaks dari cerita, di mana pertarungan utama akan berlangsung antara Korps Pembunuh Iblis dan Muzan.

Detail Produksi dan Karakter Utama

Film ini diproduksi oleh studio animasi Ufotable dan disutradarai oleh Haruo Sotozaki, yang juga bertanggung jawab atas serial anime Demon Slayer. Selain itu, mangaka Koyoharu Gotouge turut serta dalam penulisan naskah. Beberapa pengisi suara terkenal seperti Natsuki Hanae, Reina Ueda, Saori Hayami, Yoshitsugu Matsuoka, Akari Kito, dan Hiro Shimono juga hadir dalam film ini.

Dalam film ini, para pemburu iblis seperti Tanjiro, Zenitsu Agatsuma, dan Inosuke Hashibira akan menghadapi tantangan besar. Mereka harus melawan para Upper Moon dan akhirnya menghadapi Muzan, sang iblis terkuat. Pertarungan epik antara mereka akan menjadi fokus utama dalam film ini.

Lagu Tema dan Pengisi Suara

Salah satu hal menarik dalam film ini adalah adanya dua penyanyi Jepang terkenal yang menyumbangkan lagu tema. Lagu “Shine in the Cruel Night” dinyanyikan oleh LiSA, sedangkan “A World Where the Sun Never Rises” dinyanyikan oleh Aimer. Kedua lagu ini akan memperkaya pengalaman menonton film ini.

Cara Mendapatkan Tiket Nonton

Untuk mendapatkan tiket nonton film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle, kamu dapat memesannya melalui situs resmi bioskop-bioskop ternama di Indonesia. Berikut beberapa link yang bisa kamu gunakan:

  • Tiket nonton via TIX ID
  • Tiket Nonton via cgv.id
  • Tiket Nonton via cinepolis
  • Tiket Nonton via m.21cineplex.com

Pastikan kamu memesan tiket secepat mungkin karena film ini akan segera tayang dan pasti akan ramai diminati oleh para penggemar.

Kesimpulan

Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle tidak hanya menjadi momen emosional bagi penggemar, tetapi juga menjadi ajang pertarungan terakhir antara Korps Pembunuh Iblis dan Muzan. Dengan alur cerita yang menegangkan dan visual yang luar biasa, film ini layak ditonton sebagai penghiburan atau untuk menemani waktu senggang bersama keluarga dan teman. Jangan lewatkan kesempatan ini!

12 Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan. Ini Kandungan Pentingnya?

Kayu Manis: Rempah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

Kayu manis atau cinnamon adalah salah satu rempah yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Tidak hanya karena rasanya yang unik, tetapi juga karena berbagai manfaatnya bagi kesehatan. Sejarah menunjukkan bahwa kayu manis pernah menjadi barang dagangan bernilai tinggi, bahkan oleh masyarakat Mesir Kuno.

Rempah ini mengandung senyawa-senyawa aktif yang bermanfaat untuk tubuh manusia. Berikut adalah beberapa manfaat kayu manis yang telah terbukti melalui penelitian ilmiah:

1. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Namun, konsumsi kayu manis dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Pada penderita diabetes tipe 2, penggunaan sekitar satu gram (setengah sendok teh) kayu manis per hari bisa menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol LDL (kolesterol jahat), sementara menjaga kolesterol HDL (kolesterol baik) tetap stabil. Hal ini sangat penting dalam mencegah penyakit jantung.

2. Memperbaiki Sensitivitas Insulin

Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah. Penderita diabetes sering mengalami resistensi insulin, sehingga sulit mengangkut glukosa ke dalam sel. Kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, yang pada akhirnya membantu menurunkan kadar gula darah.

3. Kaya akan Antioksidan yang Melindungi Tubuh

Kayu manis memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan melawan radikal bebas yang bisa merusak sel dan jaringan tubuh. Senyawa seperti polifenol dalam kayu manis lebih efektif dalam melindungi tubuh dari stres oksidatif dibandingkan bawang putih dan oregano.

4. Sifat Anti-Peradangan yang Menjaga Kesehatan Jantung

Kayu manis juga memiliki sifat anti-peradangan yang bermanfaat dalam melawan infeksi dan memperbaiki kerusakan jaringan. Senyawa dalam kayu manis dapat mengurangi peradangan, yang penting dalam mengatasi penyakit inflamasi seperti arthritis dan penyakit jantung.

5. Mengatur Kadar Gula Darah dan Efek Anti-Diabetes

Kayu manis mampu menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan memperlambat proses pemecahan karbohidrat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah puasa antara 10 hingga 29 persen.

6. Membantu Menjaga Kesehatan Otak

Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kayu manis dapat melindungi otak dari kerusakan akibat penumpukan protein yang terkait dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Kayu manis juga meningkatkan kemampuan ingatan dan fungsi motorik pada tikus.

7. Potensi dalam Mengatasi Kanker

Kayu manis diketahui memiliki potensi dalam melawan kanker dengan mengaktifkan enzim detoksifikasi. Studi pada tikus menunjukkan bahwa kayu manis dapat mencegah perkembangan sel kanker usus besar. Di laboratorium, kayu manis juga mampu merangsang respons antioksidan dalam sel usus manusia.

8. Melawan Infeksi Bakteri dan Jamur

Kayu manis mengandung cinnamaldehyde, senyawa aktif yang efektif melawan infeksi jamur dan bakteri. Minyak kayu manis dapat membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jamur serta menghambat pertumbuhan bakteri seperti Listeria dan Salmonella.

9. Melawan Virus HIV

Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak kayu manis Cassia dapat membantu melawan virus HIV-1. Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia, efek antivirus ini menunjukkan potensi kayu manis dalam pengobatan HIV.

10. Menjaga Kesehatan Kulit

Kayu manis Ceylon efektif dalam melawan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kayu manis juga merangsang produksi kolagen, yang membantu menjaga kulit tetap elastis dan tampak lebih muda.

11. Membantu Arthritis

Cinnamomum cassia, salah satu jenis kayu manis, diketahui memiliki sifat anti-arthritis. Senyawa seperti aldehida sinamat dan kumarin dalam kayu manis dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit akibat radang sendi.

12. Mencegah Infeksi Saluran Pernapasan

Kayu manis memiliki aktivitas antimikroba yang membantu mencegah infeksi saluran pernapasan seperti pilek dan flu. Cinamaldehida dalam kayu manis juga dapat mengurangi iritasi paru-paru akibat rokok.

Dengan berbagai manfaatnya, kayu manis tidak hanya menjadi bahan masakan favorit, tetapi juga bisa menjadi alternatif pengobatan alami untuk berbagai kondisi kesehatan.

Kepala BPS Pastikan Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen dari Data Lengkap

Penjelasan BPS Mengenai Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memberikan respons terhadap keraguan publik dan sejumlah ekonom terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 yang mencapai 5,12 persen. Ia menegaskan bahwa data yang digunakan oleh BPS lebih lengkap dan akurat dibandingkan pendekatan yang digunakan oleh analis pasar.

“Data 5,12 persen yang kami umumkan telah melalui proses yang sangat ketat. Kami memiliki data yang jauh lebih lengkap dan terperinci,” ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Injourney Grup di Gedung Sarinah, Jakarta, pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi, BPS menggunakan sebanyak 1.508 variabel. Sementara itu, menurut Amalia, analis pasar hanya mengandalkan sekitar 20 variabel. “Kami telah memverifikasi bahwa analis biasanya hanya menggunakan 20 variabel,” katanya.

Dengan jumlah variabel yang lebih banyak, ia menilai masyarakat dapat membandingkan tingkat akurasi antara pendekatan BPS dan analisis pasar. “Perbedaan antara 20 variabel dan 1.508 variabel yang kami miliki tentu akan membantu menentukan mana yang lebih akurat,” ujarnya.

Sebelumnya, Center of Economic and Law Studies (Celios) meminta lembaga statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan audit terhadap data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 yang dilaporkan oleh BPS. Celios telah mengirimkan surat permohonan penyelidikan kepada United Nations Statistics Division (UNSD) dan United Nations Statistical Commission.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menjaga kredibilitas data BPS. Menurutnya, data tersebut digunakan untuk berbagai penelitian oleh lembaga akademik, analis perbankan, dunia usaha termasuk UMKM, dan masyarakat secara umum.

“Surat yang dikirimkan ke PBB berisi permintaan untuk meninjau ulang data pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2025 yang sebesar 5,12 persen year-on-year,” kata Bhima dalam keterangan resmi.

Bhima menyatakan bahwa Celios telah memeriksa kembali seluruh indikator yang disampaikan oleh BPS, seperti data industri manufaktur. BPS melaporkan bahwa lapangan usaha industri pengolahan tumbuh 5,68 persen pada kuartal II 2025. Namun, menurut Bhima, aktivitas manufaktur yang diukur melalui Purchasing Manager’s Index (PMI) justru mengalami kontraksi pada periode yang sama.

Porsi manufaktur terhadap PDB juga menurun, dari 19,25 persen pada triwulan I 2025 menjadi 18,67 persen pada triwulan II 2025. “Artinya, deindustrialisasi prematur terus terjadi. Data PHK massal terus meningkat, dan industri padat karya terpukul oleh naiknya biaya produksi. Jadi, apa dasarnya industri manufaktur bisa tumbuh 5,68 persen year-on-year?” tanyanya.

Direktur Kebijakan Fiskal Celios Media Wahyudi Askar menambahkan bahwa jika ada tekanan institusional atau intervensi dalam penyusunan data oleh BPS, hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar statistik resmi yang diadopsi oleh Komisi Statistik PBB. Ia menekankan bahwa data BPS tidak hanya soal teknis, tetapi juga berdampak langsung terhadap kredibilitas internasional Indonesia dan kesejahteraan rakyat.

“Data ekonomi yang tidak akurat, khususnya jika pertumbuhan dilebih-lebihkan, dapat menyesatkan pengambilan kebijakan. Bayangkan, dengan data yang tidak akurat, pemerintah bisa keliru menunda stimulus, subsidi, atau perlindungan sosial karena menganggap ekonomi baik-baik saja,” ujarnya.

Celios berharap badan statistik PBB segera melakukan investigasi teknis atas metode penghitungan PDB Indonesia di Triwulan II 2025. Lembaga penelitian ekonomi itu juga berharap UNSD dan UN Statistical Commission mendorong pembentukan mekanisme peer-review yang melibatkan pakar independen, serta dukungan reformasi transparansi di tubuh BPS.

BPS sebelumnya mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia kuartal II 2025 tumbuh 5,12 persen secara tahunan, naik dari 4,04 persen pada kuartal I 2025. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto telah membantah dugaan permainan data dari laporan tersebut. “Mana ada (permainan data),” ucap Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Pihak Istana turut buka suara mengenai angka pertumbuhan ekonomi yang diragukan para ekonom. Kepala Kantor Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menyebut ekonom yang meragukan data pertumbuhan ekonomi yang dirilis pemerintah sebesar 5,12 persen dikarenakan anggapan negatif.

Hasan mengatakan keresahan kemungkinan disebabkan framing atau pembingkaian. Ia menilai ada beberapa ekonom yang mungkin tidak terlalu positif melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif. “Jadi pertumbuhan ekonomi kita positif, tapi ada yang melihatnya dengan cara yang tidak positif,” kata Hasan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Agustus 2025.

Hasan memastikan pemerintah jujur dalam mengeluarkan data ekonomi. Menurut dia, tentu pemerintah akan mengatakan pertumbuhan ekonomi turun apabila memang demikian. Ia mencontohkan Presiden Prabowo Subianto sudah menjabat presiden saat memasuki kuartal IV 2024. Saat itu, BPS di bawah Presiden Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,02 persen.

Kemudian, pada kuartal I 2025 BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi turun menjadi 4,87 persen. “Turun, kan? Penurunan itu dikeluarkan oleh pemerintahan yang sama oleh BPS di bawah pemerintahan yang sama. (Kalau) turun, kita bilang turun,” ujarnya.

Menurut Hasan, banyak orang yang sekarang terpaku dengan konsumsi dan belanja pemerintah tanpa menerima data investasi. Misalnya, katanya, data yang dikeluarkan oleh Menteri Investasi bahwa investasi yang sudah terealisasi nilainya Rp 942,9 triliun atau hampir 50 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 1.900 triliun.

Kemudian, serapan lapangan kerja dari realisasi sampai Agustus ini berjumlah 1,25 juta tenaga kerja. “Jadi ada konsumsi, ada investasi, ada government. Di sektor lapangan usaha misalnya, sektor industri manufaktur kita tumbuh 5,6 persen. Investasi yang tadi ini tumbuh 6,99 persen,” ujarnya.

Nyanyi, Antara Perselisihan Royalti dan Manfaat Kesehatan yang Terabaikan

Perdebatan Royalti Musik dan Pengaruhnya pada Kehidupan Sehari-hari

Beberapa waktu terakhir, dunia musik Indonesia diwarnai dengan perdebatan sengit terkait royalti. Perseteruan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari para musisi hingga pelaku usaha seperti pemilik kafe dan restoran. Bagi sebagian musisi, royalti adalah bentuk penghargaan terhadap karya mereka. Namun bagi sebagian pemilik usaha, aturan pemungutannya masih membingungkan dan terasa membebani. Akibatnya, terjadi tarik ulur kepentingan yang sulit diakhiri dalam waktu singkat.

Fenomena yang muncul sebagai dampak dari kisruh ini cukup menarik. Banyak kafe dan restoran yang memilih berhati-hati dalam memutar musik di ruang publik. Ada yang mengganti playlist lagu populer dengan suara alam seperti kicauan burung, gemericik air, atau musik instrumental bebas lisensi. Ada pula yang memutuskan untuk membiarkan suasana tetap sunyi, hanya diisi dengan suara obrolan pengunjung dan dentingan sendok di cangkir. Semua dilakukan demi menghindari potensi kewajiban membayar royalti. Situasi ini, mau tidak mau, mengubah cara kita mengonsumsi musik di ruang publik.

Namun di tengah suasana ini, ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Jika musik di ruang publik mulai dibatasi, mengapa tidak menciptakan konser sendiri di ruang privat? Menyanyi di rumah, di kamar, atau bahkan di mobil ternyata bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi tubuh dan pikiran.

Menyanyi Sebagai Aktivitas Universal

Menyanyi adalah salah satu bentuk ekspresi manusia yang paling tua. Dari nyanyian pengantar tidur ibu kepada bayinya, lagu rakyat di desa, hingga konser megah di stadion, aktivitas ini menyentuh berbagai lapisan usia dan budaya. Menariknya, menyanyi tidak memerlukan peralatan canggih atau tempat khusus. Semua orang bisa melakukannya kapan saja, di mana saja.

Meski sering dianggap hanya sebagai hiburan, menyanyi sesungguhnya memiliki banyak dampak positif. Secara fisik, menyanyi membantu melatih kontrol pernapasan. Saat seseorang bernyanyi, ia secara alami mengatur napas untuk menyesuaikan tempo dan nada. Hal ini melibatkan kerja paru-paru yang lebih teratur, melatih otot pernapasan seperti diafragma, serta menguatkan otot tenggorokan yang juga berperan dalam proses berbicara dan menelan.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa aktivitas ini mampu meningkatkan kadar saturasi oksigen dalam darah, yang berarti tubuh mendapatkan suplai oksigen lebih baik. Selain itu, menyanyi dapat membantu mengendalikan rasa nyeri dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Tidak mengherankan jika terapi bernyanyi kini mulai diperkenalkan dalam beberapa metode pemulihan kesehatan.

Efek Psikologis yang Tidak Bisa Diabaikan

Manfaat menyanyi tidak berhenti pada aspek fisik. Secara psikologis, aktivitas ini memiliki efek yang kuat dalam memengaruhi emosi. Saat bernyanyi, tubuh memproduksi hormon endorfin—yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan—serta oksitosin, yang berperan dalam mengurangi stres dan rasa cemas. Efek ini membuat banyak orang merasa lebih lega, bersemangat, dan optimis setelah bernyanyi, bahkan jika mereka merasa suara mereka tidak begitu merdu.

Musik dan nyanyian juga berperan dalam meningkatkan suasana hati. Mendengarkan musik saja sudah mampu memicu pelepasan hormon dopamin, apalagi jika kita ikut bernyanyi. Pada tingkat yang lebih sosial, bernyanyi bersama orang lain—misalnya dalam paduan suara atau karaoke—dapat mempererat hubungan interpersonal. Aktivitas ini menciptakan rasa kebersamaan, meningkatkan komunikasi, dan mengurangi rasa kesepian.

Banyak penelitian yang mengaitkan kegiatan bernyanyi dengan tiga elemen penting dalam kesejahteraan manusia: pengelolaan identitas diri, peningkatan suasana hati, dan penguatan hubungan antarindividu. Lagu-lagu tertentu sering kali menjadi bagian dari identitas pribadi, mewakili pengalaman, ingatan, atau nilai-nilai yang dianut seseorang.

Lagu-lagu di Ruang Privat Tanpa Batasan

Di tengah polemik royalti musik, ada kabar baik untuk para penggemar nyanyi. Menyanyi di ruang privat—entah itu di rumah, mobil, atau bahkan di kamar mandi—tidak dikenakan biaya royalti. Aktivitas ini sepenuhnya bebas dilakukan tanpa khawatir melanggar aturan. Bagi banyak orang, momen bernyanyi sendirian bisa menjadi pelarian dari tekanan sehari-hari.

Bernyanyi saat menyetir di tengah kemacetan, bersenandung kecil sambil memasak, atau mengalunkan lagu favorit sebelum tidur, semuanya mampu memberikan efek relaksasi yang signifikan. Tidak perlu panggung megah atau perlengkapan audio mahal; yang dibutuhkan hanya suara, melodi, dan keberanian untuk menikmatinya.

Fenomena “konser pribadi” ini bahkan bisa menjadi tren baru. Jika di ruang publik kita mulai kehilangan kebebasan untuk mendengar lagu favorit, maka di ruang pribadi kita bisa memutarnya sepuas hati sambil bernyanyi tanpa batas.

Manfaat Menyanyi untuk Produktivitas

Manfaat menyanyi ternyata juga bisa merembet ke ranah produktivitas. Musik dan nyanyian dapat membantu sebagian orang untuk lebih fokus saat bekerja atau belajar. Irama lagu dapat menjadi pemicu konsentrasi, sementara proses bernyanyi itu sendiri membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang terlalu penuh atau stres yang menumpuk.

Polanya mirip dengan latihan pernapasan dalam yoga. Saat bernyanyi, kita menarik dan menghembuskan napas secara teratur, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah, memperlambat detak jantung, dan menciptakan efek menenangkan. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa pikirannya lebih jernih dan tubuh lebih rileks setelah bernyanyi.

Dari Kafe Sunyi ke Kebebasan di Rumah

Kisruh royalti musik telah mengubah lanskap hiburan di ruang publik. Kafe dan restoran yang dulu akrab dengan dentingan lagu populer kini lebih sering sunyi atau diisi suara alam. Perubahan ini tentu memengaruhi pengalaman pengunjung, tetapi juga memicu lahirnya kebiasaan baru di ruang pribadi.

Menyanyi di rumah menjadi bentuk perlawanan kecil yang menyenangkan. Ia mengembalikan musik ke pangkuan setiap individu, bukan sekadar sebagai hiburan yang harus dibayar, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang bebas dan alami. Dalam konteks ini, menyanyi tidak lagi hanya soal nada dan lirik, tetapi juga tentang kebebasan, kesehatan, dan kebahagiaan.

Kesimpulan: Saatnya Menghidupkan Konser Pribadi

Di tengah perdebatan panjang tentang royalti musik, kita bisa memilih untuk tetap memelihara hubungan personal dengan musik melalui nyanyian. Manfaat fisik dan mentalnya terlalu besar untuk diabaikan. Dari peningkatan fungsi paru-paru hingga pelepasan hormon bahagia, menyanyi adalah aktivitas yang sederhana namun berdampak besar.

Tidak perlu panggung, tidak perlu penonton, dan tentu saja tidak perlu membayar royalti. Cukup nyalakan lagu favorit, atur napas, dan biarkan suara mengalir. Siapa pun bisa menjadi bintang di konser pribadinya sendiri, di mana pun dan kapan pun. Dan mungkin, di tengah heningnya kafe-kafe yang dulu ramai musik, justru di rumah kitalah musik menemukan bentuk kebebasannya yang sejati.

Khutbah Jumat: Bolehkah Mengqadha Shalat Orang yang Sudah Meninggal?

Khutbah Jumat: Pengertian dan Tujuan

Khutbah Jumat merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan shalat Jumat. Berbeda dengan shalat fardhu lainnya, khutbah Jumat memiliki peran khusus sebagai media penyampaian pesan-pesan keagamaan, nasihat, dan bimbingan bagi umat Muslim. Dalam khutbah ini, khatib menyampaikan berbagai ajaran Islam yang bertujuan untuk memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, serta mengingatkan umat tentang kebaikan dan kesalahan.

Khutbah Jumat juga menjadi sarana dakwah yang sangat efektif, karena di sini khatib tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memberikan motivasi agar umat dapat menjalankan ajaran agama dengan lebih baik. Selain itu, khutbah juga bertujuan untuk meluruskan pemahaman yang salah dan membantu umat dalam memahami makna dari perintah-perintah Allah SWT.

Struktur Khutbah Jumat

Penyampaian khutbah Jumat terdiri dari dua bagian utama, yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua. Kedua bagian ini dipisahkan oleh duduk, dan diakhiri dengan doa. Berikut adalah teks khutbah Jumat:

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ

أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وأشهدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَانَبِيّ بعدَهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدابن عبد الله وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى، وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَاب . وَقَالَ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُون

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Syukur alhamdulillah mari kita tanamkan dalam hati dan kita ucapkan dengan lisan, sebagai kata kunci pertama atas segala nikmat dan karunia yang Allah swt berikan kepada kita semua, khususnya nikmat iman dan sehat.

Sehingga kita bisa terus istiqamah dalam mengerjakan ibadah wajib satu pekan satu kali ini, yaitu shalat Jumat. Semoga ibadah yang kita lakukan menjadi ibadah yang diterima oleh-Nya.

Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbih, yang telah sukses menjalankan visi misi dakwahnya dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang.

Selanjutnya, sebagai awal dalam memulai khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan sholat Jumat ini, untuk terus berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Alah swt dengan hakikat takwa yang sesungguhnya, dengan menjalankan semua yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Mari kita kuatkan iman, kita tingkatkan takwa, kita teguhkan akidah, dan kita upayakan istiqamah dalam diri kita untuk mengerjakan ibadah kepada Allah swt, sebab hanya dengan cara inilah kita semua akan menjadi hamba yang selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ

Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).

Masalah Mengqadha Shalat Orang yang Sudah Meninggal

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Sebagai seorang muslim kita dituntut untuk menjalankan semua perintah dan aturan syariat. Aturan ini bersifat mengikat sejak berusia baligh sampai ajal ada di kerongkongan. Aturan yang mengikat tersebut terkait dalam masalah ibadah seperti shalat, haji, zakat, dan sebagainya.

Bahkan kalau kita tidak bisa menjalankan aturan syariat tersebut tepat pada waktu yang telah ditentukan, kita masih dikenai kewajiban untuk mengqadha (menganti) ibadah tersebut di luar waktunya. Mengenai hal ini, muncul pertanyaan bolehkah mengqadha shalatnya orang yang sudah meninggal?

Kewajiban mengqadha shalat ini merupakan ketentuan yang mengikat dan harus segera dilakukan jika seseorang meninggalkan shalat. Bahkan ditemukan pendapat dari Imam Ibnu Hajar Al-Haitami yang menekankan bahwa seseorang tidak boleh melakukan kesunahan jikalau shalat wajib yang dia tinggalkan belum diqadha.

Pendapat ini terdapat dalam kitab Fathul Mu’in halaman 9 tentang bab shalat:

قال شيخنا أحمد بن حجر رحمه الله تعالى: والذي يظهر أنه يلزمه صرف جميع زمنه للقضاء ما عدا ما يحتاج لصرفه فيما لا بد منه وأنه يحرم عليه التطوع

“Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami berkata: sudah jelas menjadi kewajiban bagi orang yang meninggalkan shalat agar menggunakan seluruh waktunya untuk mengqadha shalat selain waktu yang urgen untuk aktivitas lain. Dan haram bagi orang yang belum mengqadha (shalat wajib) untuk melakukan kesunahan”

Pendapat Syekh Ibnu Hajar tersebut mewajibkan untuk mengqadha shalat selama masa hidup. Namun bagaimana jika ada kerabat keluarga yang mempunyai tanggungan shalat qadha yang belum sempat ditunaikan selama masa hidupnya? Apakah bisa kewajiban qadha tersebut digantikan oleh ahli warisnya?

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari menjawab di dalam kitab Fathul Mu’in halaman 12:

تنبيه : من مات وعليه صلاة فرض لم تقض ولم تفد عنه، وفي قول أنها تفعل عنه – أوصى بها أم لا ما حكاه العبادي عن الشافعي لخبر فيه، وفعل به السبكي عن بعض أقاربه

“Sebuah peringatan: barang siapa yang meninggal dan mempunyai tanggungan shalat, maka tak perlu diqadha dan tak perlu diganti dengan fidyah atas nama mayit. Dan pada suatu pendapat membolehkan untuk diqadha, baik si mayit berwasiat atau tidak. Itu pendapat riwayat Imam ‘Ubadiy dari Imam Syafi’i karena ada hadits tentang hal tersebut. Dan Imam As-Subki mengqadha terhadap sebagian kerabatnya”

Dari pendapat tersebut, shalat yang belum diqadha oleh mayit tidak perlu diganti oleh orang lain. Namun jika ingin mengganti, maka tidak menjadi masalah seperti yang dilakukan oleh Imam As-Subki.

Sebagai seorang muslim yang taat, hubungan kita bukan hanya dengan manusia, tapi juga dengan Sang Pencipta. Jadi hendaklah kita membayar hutang kita (ibadah yang kita tinggalkan baik karena uzur atau tidak) semampu dan sesanggup kita. Tujuannya tidak lain dan tak bukan adalah hanya mengharap ridho dan ampunan sang khaliq. Wallahu a‘lam.

Demikian khutbah Jumat singkat ini. Semoga kita bisa menjadi hambanya yang selalu taat. Amin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُلِلّهِ حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ

اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Komitmen takwa kepada Allah SWT hanyalah diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman.

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa perilaku takwa akan mudah kita raih kalau kita memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT.

Ketakwaan kepada Allah SWT merupakan bagian dari konsekuensi dari keimanan kita kepada-Nya. Iman tanpa diiringi perilaku takwa, yaitu berupa ihsan, maka sesungguhnya keimanan tersebut tidak sempurna adanya.

Oleh karena itu, marilah terus kita pelihara dan perkuat iman kita, dan selanjutnya diwujudkan dengan ketakwaan kita yang semaksimal mungkin, sesuai batas kemampuan yang kita miliki.

Akhirnya, marilah kita berdo’a kepada Allah SWT, dengan penuh ketundukkan dan kekhusyu’an hati, agar kita senantiasa mendapatkan ampunan, hidayah dan bimbingan-Nya.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله محمد كما صليت وسلمت على إبراهيم وعلى آله إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يذكركم وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ

5 Fakta Menarik Lekewe Gunung, Antelop dengan Sebaran Unik

Penjelasan Mengenai Lekewe Gunung

Afrika dikenal sebagai rumah bagi berbagai spesies antelop yang hidup di berbagai wilayah benua ini. Dari utara hingga selatan, barat hingga timur, pasti ada satu jenis antelop yang tinggal di habitat tertentu. Salah satu spesies yang akan dibahas kali ini adalah lekewe gunung (Redunca fulvorufula). Hewan ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil hingga sedang dengan panjang tubuh sekitar 100—136 cm, tinggi 65—89 cm, dan bobot 35—65 kg. Terdapat dimorfisme seksual pada spesies ini, di mana hanya jantan yang memiliki tanduk sepanjang 13—35 cm dan ukuran tubuh yang lebih besar dari betina. Lekewe gunung memiliki rambut halus dan lembut dengan warna abu-abu kekuningan, serta sedikit warna putih di bagian bawah dan sekitar mulut.

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang lekewe gunung:

Peta Persebaran, Habitat, dan Makanan Favorit

Lekewe gunung terdapat di tiga wilayah utama Afrika, yaitu Afrika Selatan dan Botswana, Afrika Timur (Tanzania, Kenya, Uganda, Sudan, dan Ethiopia), serta Afrika Barat (hanya di Kamerun). Ketiga populasi ini membagi spesies menjadi tiga subspesies. Habitat lekewe gunung cukup beragam, termasuk daerah bukit setinggi 1.400—5.000 meter di atas permukaan laut, area datar, kawasan dengan pepohonan, atau dekat sumber air. Mereka sangat fleksibel dalam menjalani aktivitasnya, baik siang maupun malam hari.

Sebagai herbivora, makanan utama lekewe gunung adalah rumput berkualitas tinggi. Mereka sering mencari area dengan vegetasi lebat dan dekat sumber air. Hal ini membuat mereka tergantung pada air tawar setiap harinya.

Kehidupan Sosial Lekewe Gunung

Lekewe gunung hidup dalam kelompok, meskipun struktur kelompoknya unik. Betina biasanya membentuk kelompok yang terdiri dari 3—12 individu, termasuk anak-anak mereka. Jantan cenderung hidup sendiri dan memiliki wilayah teritorial. Sementara itu, lekewe gunung muda, terutama jantan muda, membentuk kelompok kecil.

Jantan dewasa umumnya toleran terhadap kehadiran kelompok betina atau lekewe gunung muda, kecuali saat jantan lain masuk ke wilayahnya. Mereka bisa bersikap agresif dengan mengeluarkan suara khusus dan melakukan kontak fisik menggunakan tanduk jika diperlukan. Kelompok betina saling menjaga satu sama lain, terutama ketika berada di area datar untuk mengamati ancaman predator. Saat cuaca panas, mereka mencari tempat teduh untuk beristirahat.

Cara untuk Bebas dari Serangan Predator

Di Afrika, lekewe gunung menghadapi ancaman dari berbagai predator seperti singa, anjing liar, macan tutul, kucing karakal, dan jakal. Untuk bertahan hidup, mereka memiliki strategi efektif. Salah satunya adalah kemampuan berlari cepat hingga kecepatan 90 km per jam. Kecepatan ini didukung oleh lingkungan alaminya yang berupa kawasan bukit dan gunung yang curam.

Ketika mendeteksi predator, lekewe gunung akan mengeluarkan suara seperti peluit yang melengking sebagai tanda bahaya. Suara ini juga berfungsi sebagai alarm bagi hewan lain di sekitarnya. Hal ini meningkatkan kesempatan mereka untuk selamat dari ancaman predator.

Sistem Reproduksi

Lekewe gunung termasuk hewan poligini, di mana jantan dapat kawin dengan beberapa betina di sekitar wilayahnya. Musim kawin bisa terjadi kapan saja, terutama saat musim kemarau. Betina mengandung selama sekitar 8 bulan dan hanya melahirkan satu anak per periode reproduksi. Anak lekewe gunung akan disembunyikan di area dengan vegetasi lebat selama sebulan pertama. Setelah itu, mereka diperkenalkan ke kelompok induk. Lekewe gunung jantan dianggap dewasa saat berusia 27 bulan, sedangkan betina sekitar 9—24 bulan. Di alam liar, usia maksimum lekewe gunung mencapai 18 tahun.

Status Konservasi

Menurut IUCN Red List, lekewe gunung termasuk dalam kategori “terancam punah” karena penurunan populasi yang signifikan setiap tahun. Alasan utamanya adalah perburuan ilegal, konflik dengan manusia akibat masuknya lekewe gunung ke lahan pertanian, serta ekspansi lahan manusia yang mengurangi habitat alami mereka. Populasi lekewe gunung diperkirakan sekitar 36.000 individu, dengan subspesies di Afrika Selatan memiliki jumlah terbesar, sementara subspesies di Afrika Barat hanya tersisa sekitar 450 individu.

Upaya konservasi sangat penting untuk memastikan kelestarian spesies ini. Dengan perlindungan yang optimal, harapan untuk melestarikan lekewe gunung tetap terbuka.

Jadwal Bus AKAP Bali ke Jawa Jumat (15/8), Harga Tiketnya Menggiurkan!

Pilihan Transportasi Darat untuk Perjalanan dari Bali ke Pulau Jawa

Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan keluar masuk Bali pada hari Jumat (15/8), tidak perlu khawatir. Ada banyak pilihan transportasi yang bisa dipilih, baik melalui udara, laut maupun jalur darat. Salah satu opsi terbaik untuk perjalanan jarak jauh adalah menggunakan bus. Banyak perusahaan otobus (PO) menyediakan layanan antar kota dengan berbagai kelas dan harga yang bervariasi.

Berikut ini adalah rincian jadwal dan harga tiket bus AKAP dari Terminal Mengwi ke sejumlah terminal besar di Pulau Jawa:

1. Rute Bali – Jakarta

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 13.15 WITA

    Harga: Rp 550.000

  • Bus Debe Trans

    Keberangkatan: 11.00 dan 14.20 WITA

    Harga: Rp 551.000

  • Bus Lorena

    Keberangkatan: 07.00 WITA

    Harga: Rp 565.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 07.00 dan 09.00 WITA

    Harga: Rp 600.000 – 620.000

  • Bus Kramat Djati

    Keberangkatan: 07.00 dan 13.00 WITA

    Harga: Rp 585.000

  • Bus Cahaya Kembar Gemilang (CKG)

    Keberangkatan: 12.30 dan 15.00 WITA

    Harga: Rp 550.000 – 700.000

  • Bus Sinar Jaya

    Keberangkatan: 13.40 dan 13.55 WITA

    Harga: Rp 890.000

  • Bus Wafaa Holiday

    Keberangkatan: 20.00 WITA

    Harga: Rp 580.000

2. Rute Bali – Bandung, Jawa Barat

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 dan 13.05 WITA

    Harga: Rp 550.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 06.00 WITA

    Harga: Rp 580.000 – 600.000

  • Bus Kramat Djati

    Keberangkatan: 13.00 WITA

    Harga: Rp 475.000 – 555.000

  • Bus Debe Trans

    Keberangkatan: 11.00 WITA

    Harga: Rp 551.000 – 570.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 08.00 WITA

    Harga: Rp 580.000

3. Rute Bali – DI Yogyakarta

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 14.00 WITA

    Harga: Rp 330.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 380.000

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 385.000

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 12.30 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Mansion

    Keberangkatan: 11.30 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Tami Jaya

    Keberangkatan: 12.45 & 14.45 WITA

    Harga: Rp 450.000 – 600.000

  • Bus Damri

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 435.000

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

4. Rute Bali – Semarang, Jawa Tengah

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 13.05 dan 13.15 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 500.000

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 390.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 09.00 dan 11.00 WITA

    Harga: Rp 380.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bus Mayora – Surya Trans

    Keberangkatan: 13.15 WITA

    Harga: Rp 438.750 – 675.000

  • Bus Sinar Jaya

    Keberangkatan: 13.40 dan 13.55 WITA

    Harga: Rp 630.000

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.15 dan 16.45 WITA

    Harga: Rp 438.750 – 675.000 – 787.500

5. Denpasar – Jepara

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 12.40 dan 13.30 WITA

    Harga: Rp 380.000 – 400.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 09.00 WITA

    Harga: Rp 350.000

6. Rute Bali – Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 415.600

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 WITA

    Harga: Rp 430.000 – 450.000

  • Bus Mansion

    Keberangkatan: 11.00 WITA

    Harga: Rp 600.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 08.00 WITA

    Harga: Rp 530.000

  • Bus Amin Jaya

    Keberangkatan: 10.30 WITA

    Harga: Rp 480.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 06.00 dan 11.20 WITA

    Harga: Rp 470.000

7. Rute Bali – Solo, Jawa Tengah

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 dan 13.10 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 11.30 dan 12.00 WITA

    Harga: Rp 350.000 – 550.000

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 14.00 WITA

    Harga: Rp 360.000

  • Bus Kramat Djati

    Keberangkatan: 07.00 dan 13.00 WITA

    Harga: Rp 315.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 385.000 – 392.000

  • Bus Tami Jaya

    Keberangkatan: 12.40 WITA

    Harga: Rp 450.000

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.15, 13.55 dan 14.15 WITA

    Harga: Rp 438.750 – 675.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 325.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 500.000

  • Bus Mansion

    Keberangkatan: 11.00 dan 11.30 WITA

    Harga: Rp 390.000

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 13.00 WITA

    Harga: Rp 350.000

  • Bus Damri

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 391.000

  • Bus Sinar Jaya

    Keberangkatan: 13.55 WITA

    Harga: Rp 365.000 – 630.000

8. Rute Bali – Surabaya, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 17.55 dan 19.00 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 483.750

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bus Bali Trans

    Keberangkatan: 17.30 dan 18.30 WITA

    Harga: Rp 230.000

  • Bus Sarwonadhi

    Keberangkatan: 09.00, 16.00 dan 18.00 WITA

    Harga: Rp 269.100

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 WITA

    Harga: Rp 430.000

  • Bus Angkasa Trans Jaya

    Keberangkatan: 13.30, 13.35 dan 15.00 WITA

    Harga: Rp 234.000 – 245.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bali Purnama 99

    Keberangkatan: 18.30 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 350.000

  • Harlin Travel

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 300.0000

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 15.30 WITA

    Harga: Rp 275.000

  • Bus Mayora – Surya Trans

    Keberangkatan: 14.15 dan 15.30 WITA

    Harga: Rp 255.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Ladju Transport

    Keberangkatan: 16.00 WITA

    Harga: Rp 285.000

  • Bus Damri

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Penjor Travel

    Keberangkatan: 16.05 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 400.000

  • Bus Juragan 99

    Keberangkatan: 08.30 dan 17.15 WITA

    Harga: Rp 420.000 – 440.000

  • Bus Titian Mas

    Keberangkatan: 21.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Wafaa Holiday

    Keberangkatan: 20.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

9. Rute Bali – Malang, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 09.15, 14.15, 15.05, 15.30, 17.00, 17.30 dan 20.00 WITA

    Harga: Rp 315.000 – 410.625 – 455.625

  • Bus Mayora Surya Trans

    Keberangkatan: 15.30 WITA

    Harga: Rp 250.000 – 255.000

  • Bus Santoso

    Keberangkatan: 17.30 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Malang Indah

    Keberangkatan: 17.30 dan 18.30 WITA

    Harga: Rp 200.000 – 250.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 275.000 – 302.000

  • Bus Purnayasa

    Keberangkatan: 15.30 WITA

    Harga: Rp 260.000 – 280.000

  • Bus Juragan 99

    Keberangkatan: 08.10 dan 17.55 WITA

    Harga: Rp 400.000 – 420.000

  • Ladju Transport

    Keberangkatan: 16.00 WITA

    Harga: Rp 285.000

  • Bus 27 Trans

    Keberangkatan: 18.30, 19.00, 20.30 dan 21.00 WITA

    Harga: Rp 225.000 – 275.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 13.30 dan 17.50 WITA

    Harga: Rp 280.000 – 300.000

  • Bus Bali Purnama 99

    Keberangkatan: 19.40 WITA

    Harga: Rp 295.688

  • Bus Ranajaya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 257.700

  • Penjor Travel

    Keberangkatan: 16.00 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 400.000

10. Rute Bali – Madiun, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.45 dan 16.00 WITA

    Harga: Rp 393.750 – 540.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 11.00 dan 13.00 WITA

    Harga: Rp 350.000 – 380.000

  • Bus Mayora Surya Trans

    Keberangkatan: 14.15 dan 15.30 WITA

    Harga: Rp 336.600

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 330.000

11. Rute Bali – Ponorogo, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.45 WITA

    Harga: Rp 393.750 – 540.000

  • Bus Surya Trans

    Keberangkatan: 14.15 dan 15.30 WITA

    Harga: Rp 346.800

12. Rute Bali – Kediri, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 15.05, 15.20 dan 17.15 WITA

    Harga: Rp 337.500 – 450.000 – 517.500

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

13. Rute Bali – Bojonegoro, Jawa Timur

  • Bus Angkasa Trans Jaya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 13.00 WITA

    Harga: Rp 325.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 11.00 WITA

    Harga: Rp 350.000

14. Rute Bali – Madura, Jawa Timur

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 302.000

Semoga perjalanan Anda lancar dan selamat sampai tujuan!

IHSG Mendekati 8.000, Rekomendasi Saham Pilihan Jelang HUT RI ke-80

Penguatan IHSG Menuju Level 8.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan penguatan yang signifikan, khususnya menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Sejumlah analis memprediksi bahwa indeks ini bisa mencapai level 8.000 pada hari terakhir perdagangan sebelum perayaan tersebut.

Pada akhir perdagangan Kamis (14/8), IHSG menguat sebesar 0,49% menjadi 7.931, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH). Sebelumnya, level ATH berada di 7.910,86 pada 19 September 2024. Dalam seminggu terakhir, IHSG berhasil naik sebesar 5,89%, sementara kenaikan tahun ini (year to date) mencapai 12,02%.

Aliran dana asing juga terus mengalir masuk ke pasar modal Indonesia. Pada hari ini saja, dana asing masuk sebesar Rp 864,25 miliar di pasar reguler. Dalam seminggu terakhir, aliran dana asing mencapai Rp 4,36 triliun, sedangkan dalam sebulan terakhir sebesar Rp 3,28 triliun.

Faktor Pendorong Kenaikan IHSG

Menurut pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, kenaikan IHSG saat ini didorong oleh saham-saham emiten konglomerasi dan komoditas, terutama emiten sawit (CPO). Ia melihat kemungkinan besar IHSG akan menyentuh level 8.000 menjelang perayaan Hari Jadi RI.

Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, menambahkan bahwa kenaikan IHSG dipengaruhi oleh saham blue chips dan konglomerasi yang memiliki valuasi murah. Contohnya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Selain itu, saham konglomerasi memiliki momentum positif setelah beberapa emiten seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) masuk ke dalam indeks MSCI. Kesuksesan ini memberi harapan bagi saham konglomerasi lainnya untuk ikut masuk indeks global.

Prediksi dan Rekomendasi Saham

Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, menyatakan bahwa kenaikan IHSG didorong oleh aliran dana asing ke big caps di sektor perbankan dan telekomunikasi. Meskipun secara simbolis, pencapaian level 8.000 menjelang HUT ke-80 RI bisa dianggap sebagai representasi dari “wajah ekonomi” pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, faktor fundamental yang lebih dominan adalah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, stabilnya rupiah, serta kinerja emiten yang solid.

Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai bahwa penguatan IHSG saat ini didorong oleh tiga faktor utama: dampak tarif Trump yang diperkirakan mengecil pasca kesepakatan gencatan antara AS dan China, pelonggaran kebijakan moneter, serta valuasi saham yang relatif murah.

Meski demikian, arus masuk dana asing masih bersifat taktikal dan belum sepenuhnya struktural. Outflow asing sejak awal tahun mencapai sekitar Rp 60 triliun, sehingga diperlukan konfirmasi net inflow bulanan berturut-turut dan stabilitas rupiah.

Prospek dan Rekomendasi Investasi

Budi melihat kemungkinan IHSG akan stagnan atau turun setelah mencapai level 8.000, karena tidak ada sentimen positif yang mendorong kenaikan lebih lanjut. Pekan depan, IHSG diperkirakan bergerak di rentang 7.800–7.900, sedangkan di akhir tahun nanti diperkirakan berada di kisaran 7.800–8.000.

Felix menyarankan investor tetap selektif dalam memilih saham berfundamental kuat yang menjadi target asing, seperti BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, TLKM, dan ASII. Audi merekomendasikan beli untuk BMRI, BBRI, TLKM, ICBP, dan KLBF dengan target harga masing-masing Rp 6.300, Rp 4.360, Rp 3.240, Rp 11.500, dan Rp 1.720 per saham.

Di tengah penguatan IHSG, investor dapat mulai masuk untuk jangka menengah hingga panjang di saham consumer cyclical yang masih memiliki valuasi menarik, terutama setelah tekanan di semester pertama tahun ini.