Arsip Tag: hiburan

9 Film dan Serial MCU dengan Adegan Pembuka Terbaik

Momen Pembuka yang Mengesankan di Film dan Serial MCU

Sejak rilisnya Iron Man pada tahun 2008, film-film Marvel Cinematic Universe (MCU) selalu menjadi sorotan bagi penggemar genre action-superhero. Hingga saat ini, sudah ada 44 film dan serial yang diproduksi oleh Marvel Studios. Selain adegan post-credit yang selalu dinantikan, beberapa film dan serial MCU juga memiliki adegan pembuka yang sangat menarik dan tak terlupakan.

Adegan pembuka tidak hanya berfungsi sebagai perkenalan karakter, tetapi juga membangun suasana awal dari cerita yang akan disajikan. Berikut adalah beberapa contoh adegan pembuka yang sangat memorable dalam sejarah MCU:

1. Iron Man (2008)

Film pertama MCU ini dibuka dengan pemandangan konvoi mobil tentara di tengah padang pasir. Di salah satu mobil tersebut, Tony Stark sedang berbincang santai dengan beberapa tentara sebelum tiba-tiba terjadi ledakan. Adegan ini sangat cocok untuk menggambarkan sifat Tony Stark yang cuek dan arogan. Selain itu, kita juga melihat ironi saat Tony Stark melihat label “Stark Industries” terpampang jelas di senjata yang hampir membunuhnya.

2. The Avengers (2012)

Film ini merupakan pertama kalinya karakter-karakter seperti Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, Black Widow, dan Hawkeye berkumpul dalam satu cerita. Film dimulai dengan ketegangan saat Tesseract yang diteliti oleh Dr. Erik Selvig secara tak sengaja membuka portal yang memungkinkan Loki tiba di Bumi. Dari sinilah kisah Avengers, Loki, dan Thanos bermula.

3. Guardians of The Galaxy (2014)

Film ini dirancang sebagai film MCU yang ringan dan bernuansa komedi. Adegan pembuka menampilkan Peter Quill yang menyetel lagu Come and Get Your Love sambil menari santai. Lagu ini tidak hanya memperkenalkan karakter kocak Peter Quill, tetapi juga menjadi soundtrack utama franchise Guardians of The Galaxy.

4. Avengers: Age of Ultron (2015)

Setelah menghadapi Loki dan serangan Chitauri, Avengers kembali bersatu untuk melawan sisa-sisa pasukan HYDRA di Sokovia. Adegan pembuka langsung menunjukkan kerja sama antar anggota Avengers saat bertarung melawan HYDRA. Intensitas pertarungan di awal film menjadi petanda bahwa banyak ketegangan akan muncul setelahnya.

5. Black Panther (2018)

Film ini menjadi sekuel dari kemunculan T’Challa di Captain America: Civil War (2016). Adegan pembuka menyajikan animasi menarik yang menjelaskan sejarah Wakanda dan asal-usul Black Panther. Hal ini memberikan latar belakang penting bagi kisah T’Challa sebagai Raja Wakanda.

6. Avengers: Infinity War (2018)

Adegan pembuka film ini menampilkan hancurnya Statesmen setelah diserang oleh Thanos. Hanya Heimdall, Loki, Thor, dan Hulk yang selamat. Dalam usaha mendapatkan Tesseract, Thanos membunuh Heimdall dan Loki serta melumpuhkan Thor. Hulk akhirnya tiba di Bumi melalui portal Bifrost Bridge dan memberi kabar tentang kedatangan Thanos kepada para Avengers.

7. Wandavision (2021)

Series ini menjadi pembuka fase 4 MCU. Adegan pembuka menampilkan sitcom bertema pernikahan antara Wanda Maximoff dan Vision. Kebahagiaan yang terlihat di adegan ini campur dengan rasa bingung dan janggal, menjadi petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Wanda.

8. Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021)

Kemunculan Shang-Chi membawa nuansa baru ke dalam MCU. Adegan pembuka film ini mirip dengan film-film laga dari China. Kita diajak melihat perjalanan Xu Wenwu dalam memimpin organisasi Ten Rings dan bagaimana pengaruh organisasi tersebut.

9. Black Panther: Wakanda Forever (2022)

Setelah kematian Chadwick Boseman, para penonton MCU penasaran bagaimana kelanjutan kisah Black Panther. Adegan pembuka film ini menampilkan rangkaian upacara kematian T’Challa yang diikuti rakyat Wakanda. Momen ini menjadi penghormatan terakhir MCU bagi karakter T’Challa dan aktor Chadwick Boseman.

MCU selalu memiliki cara unik untuk memulai film maupun serial sesuai dengan nuansa keseluruhan kisah. Dari adegan pembuka di atas, mana yang paling memorable menurutmu?

Drakor Jung Il Woo Capai Rating 2 Digit, Terbaru Our Golden Days

Drakor Terbaru Jung Il Woo: Our Golden Days Mencuri Perhatian

Drama Korea terbaru yang dibintangi oleh aktor ternama, Jung Il Woo, yaitu Our Golden Days, telah menayangkan episode pertamanya pada 9 Agustus 2025 lalu. Drama ini langsung mencuri perhatian para penonton dengan meraih rating dua digit sebesar 13,9 persen. Ini menunjukkan bahwa Jung Il Woo kembali memperlihatkan kemampuan aktingnya yang mumpuni dalam membawakan berbagai genre drama.

Jung Il Woo tidak asing lagi bagi penggemar drama Korea. Banyak drama yang ia bintangi selama ini berhasil mendapatkan respons positif dari para penonton. Berikut empat drakor yang sukses meraih rating dua digit dan menjadi bukti ketangguhan Jung Il Woo sebagai aktor.

1. 49 Days (2011)

49 Days adalah drama pertama yang dibintangi oleh Jung Il Woo dan berhasil meraih rating tinggi. Drama ini mengusung genre fantasi melodrama dan mencapai puncak rating hingga 17,1 persen pada episode terakhirnya. Cerita ini mengisahkan Shin Ji Hyun (diperankan oleh Nam Gyu Ri), seorang wanita kaya yang akan menikah dengan Kang Min Ho (Bae Soo Bin). Namun, kecelakaan tragis membuatnya koma. Di sana, ia bertemu dengan Scheduler (Jung Il Woo), malaikat maut yang memberinya kesempatan kedua untuk hidup dengan syarat harus mengumpulkan tiga tetes air mata tulus dari orang yang benar-benar menyayanginya dalam waktu 49 hari.

2. The Moon Embracing The Sun (2012)

Di tahun berikutnya, drama yang dibintangi Jung Il Woo kembali sukses meraih rating tinggi. The Moon Embracing The Sun merupakan drama sageuk yang mencatatkan rating tertinggi hingga 47 persen pada episode ke-18. Cerita ini mengisahkan kisah cinta antara Raja Lee Hwon (Kim Soo Hyun) dan Wol (Han Ga In). Jung Il Woo berperan sebagai Pangeran Yang Myung, yang juga terlibat dalam cinta segitiga bersama Wol.

3. Diary Of A Night Watchman (2014)

Drama Diary Of A Night Watchman juga berhasil meraih rating dua digit. Drama ini mengikuti kisah Pangeran Lee Rin (Jung Il Woo), yang memiliki kemampuan melihat hantu. Ia membentuk tim penjaga malam untuk melawan roh jahat dan mengungkap kebenaran di balik kematian ayahnya. Drama ini menggabungkan unsur supranatural dan drama keluarga.

4. Our Golden Days (2025)

Terbaru, Our Golden Days menjadi drama terbaru Jung Il Woo yang sukses meraih rating tinggi. Drama ini mengambil tema keluarga dan slice of life. Cerita ini mengikuti kisah Lee Ji Hyeok (Jung Il Woo), seorang pemuda yang sukses di tempat kerja dan sedang jatuh cinta. Meski tampak dingin, ia memiliki selera humor yang tinggi. Drama ini menampilkan karakter-karakter yang kompleks dan saling terhubung satu sama lain.

Genre yang Beragam dan Kemampuan Akting Jung Il Woo

Dari 49 Days hingga Our Golden Days, drama-drama yang dibintangi oleh Jung Il Woo selalu menampilkan genre yang beragam. Mulai dari fantasi, melodrama, sageuk, hingga slice of life, semuanya bisa ia bawakan dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa Jung Il Woo adalah aktor yang sangat versatile dan mampu memenuhi ekspektasi penonton.

Jika Anda belum menonton Our Golden Days, ini adalah kesempatan untuk menikmati karya terbaru dari salah satu aktor terbaik Korea Selatan. Dengan cerita yang menarik dan karakter yang kuat, drama ini pasti akan membuat Anda betah menonton hingga akhir.

Sinopsis Film Sitaare Zameen Par, Kemanusiaan di Lapangan Basket

Film Sitaare Zameen Par: Kembalinya Aamir Khan dengan Pesan Kemanusiaan yang Menginspirasi

Film terbaru Sitaare Zameen Par menandai kembalinya Aamir Khan ke layar lebar setelah tiga tahun vakum. Film ini membawa kisah yang memadukan semangat olahraga dan kehangatan kemanusiaan, menghadirkan pesan yang dalam dan menyentuh hati penonton.

Disutradarai oleh R.S. Prasanna, film ini menyoroti perjalanan seorang pelatih basket yang awalnya enggan melatih tim beranggotakan pemain berkebutuhan khusus. Alur cerita mengikuti transformasi sang pelatih dari sikap sinis menjadi penuh empati, menemukan arti kemenangan yang sesungguhnya.

Pemain yang Membawa Warna di Sitaare Zameen Par

Film ini menghadirkan 10 aktor berkebutuhan khusus yang memerankan anggota tim basket. Mereka adalah Aroush Datta, Gopi Krishna Varma, Samvit Desai, Vedant Sharma, Ayush Bhansali, Ashish Pendse, Rishi Shahani, Rishabh Jain, Naman Mishra, dan Simran Mangeshkar. Berbeda dari banyak film yang menjadikan karakter disabilitas sebagai figuran atau latar belakang, di sini mereka menjadi inti cerita. Setiap tokoh memiliki latar belakang, kepribadian, dan konflik pribadi yang menambah kedalaman narasi.

Selain itu, Genelia D’Souza juga hadir sebagai Suneeta, mantan istri Gulshan, yang terlibat dalam salah satu perubahan penting di hidup sang pelatih.

Kisah Utama Film Sitaare Zameen Par

Kisah Sitaare Zameen Par berpusat pada Gulshan Arora (Aamir Khan), asisten pelatih basket di Delhi Sports Association. Karakternya digambarkan arogan, temperamental, dan kurang menghargai orang lain. Kehidupannya berubah drastis ketika, dalam sebuah pertandingan National Basketball League, ia berselisih dan memukul pelatih kepala, Paswan. Akibatnya, Gulshan diskors. Masalahnya semakin runyam ketika di hari yang sama, dalam keadaan mabuk, ia menabrak mobil polisi.

Di pengadilan, hakim memutuskan hukuman pengabdian masyarakat. Tugasnya: melatih sebuah tim basket yang anggotanya adalah orang-orang neurodivergen, termasuk penyandang autisme dan down syndrome. Awalnya, Gulshan memandang tim ini dengan sinis. Baginya, mengajar mereka bukan hanya sulit, tapi sia-sia. Namun, seiring waktu, interaksi yang terjadi mulai mengubah pandangannya. Dari hubungan yang canggung menjadi keakraban yang tulus, ia belajar bahwa kekuatan sejati tak selalu datang dari keterampilan, tapi dari hati yang mau memahami.

Perbedaan dengan Taare Zameen Par

Banyak yang mengira Sitaare Zameen Par adalah kelanjutan dari Taare Zameen Par (2007), film Aamir Khan yang ikonik. Namun, hubungan keduanya hanya sebatas semangat tematik: sama-sama mengangkat isu kemanusiaan dan inklusivitas. Jika Taare Zameen Par cenderung emosional dengan nada sedih, Sitaare Zameen Par membawa pesan yang lebih ringan dan optimis. Film ini mengajak penonton tertawa bersama para tokohnya, sekaligus merenung tanpa harus larut dalam kesedihan.

Tantangan Produksi dan Sensor

Menjelang perilisan, film ini sempat terhambat oleh permintaan CBFC (Badan Sensor Film India) untuk memotong dua adegan. Tim produksi, termasuk Aamir Khan dan R.S. Prasanna, menilai adegan tersebut penting untuk menjaga keutuhan pesan. Meski sempat berencana berdialog ulang dengan pihak sensor, pada akhirnya film ini tetap mendapatkan lampu hijau untuk tayang, mempertahankan jadwal rilis 20 Juni 2025.

Nilai Sosial yang Dibawa Film Ini

Daya tarik Sitaare Zameen Par tidak hanya pada cerita atau akting para pemainnya, tapi juga pada pesan sosial yang dibawanya. Film ini menunjukkan bahwa kesempatan yang setara bisa membuka ruang bagi setiap orang untuk bersinar, tanpa memandang keterbatasan fisik atau mental. Pendekatan produksi yang inklusif memberikan peran utama pada aktor berkebutuhan khusus, menjadi langkah penting dalam representasi di layar lebar. Penonton diajak melihat mereka bukan sebagai “penderita”, melainkan individu dengan bakat, tekad, dan mimpi.

Respons Penonton terhadap Trailer dan Filmnya

Trailer resmi yang dirilis sebelum penayangan mendapat sambutan luar biasa. Dalam hitungan hari, jumlah penonton di YouTube menembus 70 juta. Antusiasme ini berlanjut saat filmnya dirilis, terutama karena ini adalah comeback Aamir Khan setelah tiga tahun vakum pasca Laal Singh Chaddha (2022). Banyak penonton mengaku terkesan dengan chemistry para pemain, alur yang menyentuh, serta pesan positif yang dihadirkan.

Pelajaran Hidup dari Sitaare Zameen Par

Lebih dari sekadar drama olahraga, film ini adalah kisah tentang transformasi diri. Gulshan Arora yang awalnya sinis belajar arti empati, kesabaran, dan penerimaan. Ia menemukan bahwa kebahagiaan sejati sering kali datang dari memberi, bukan hanya menerima. Hubungannya dengan para pemain juga memengaruhi kehidupan pribadinya, termasuk memperbaiki komunikasi dengan mantan istrinya.

Sitaare Zameen Par adalah potret kehangatan yang lahir dari pertemuan manusia dengan latar belakang berbeda. Dengan perpaduan humor, drama, dan pesan moral yang kuat, film ini menjadi ajakan untuk melihat bahwa bintang di bumi itu nyata, mereka ada di sekitar kita, menunggu untuk bersinar.

9 Episode Running Man di Rumah Anggota, Seru Sekali!

Keunikan dan Kenangan Episode Running Man yang Berlatar Rumah Anggota

Variety show Running Man dikenal dengan konsep acaranya yang selalu segar dan kreatif. Mulai dari misi seru hingga perlombaan penuh strategi di lokasi-lokasi tak terduga, setiap episode selalu membawa kejutan yang menarik perhatian penonton. Di antara semua formatnya, episode yang berlokasi di rumah para anggota menjadi salah satu favorit penggemar. Momen seperti ini menghadirkan nuansa intim dan personal yang jarang terlihat, serta menampilkan sisi kehidupan sehari-hari para anggota di balik layar.

Dari rumah Kim Jong-kook yang dipenuhi alat olahraga hingga kunjungan tiba-tiba ke rumah Lee Kwang Soo yang penuh kejutan, tiap episode semacam ini selalu membawa tawa sekaligus rasa keakraban yang hangat. Tak jarang pula para member diminta untuk membantu bersih-bersih, menjalankan misi rahasia, atau sekadar menggoda pemilik rumah dengan gaya hidupnya. Berikut adalah sembilan episode Running Man paling berkesan yang mengambil latar di rumah para anggotanya.

1. Episode 247 (Rumah Lee Kwang Soo)

Episode 247 Running Man dibuka dengan aksi para anggota yang menyelinap ke apartemen baru Lee Kwang-soo tanpa sepengetahuannya. Di sana, mereka melakukan berbagai misi tersembunyi dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Mulai dari mencari rambut sepanjang 30 cm, menemukan makanan kadaluarsa di kulkas, sampai menemukan celana dalam legendaris yang sering dikenakan Lee Kwang Soo.

Di episode ini, Lee Kwang Soo akan menjadi bintang utama, di mana anggota lain harus berusaha memenangkan hatinya untuk menghindari hukuman. Namun, ternyata misi utama para member adalah membuat Lee Kwang Soo percaya bahwa dia adalah “bintang” utama dan pemilik kekuatan penuh dalam episode tersebut, padahal justru dialah target utama dari misi rahasia.

2. Episode 256 (Rumah Ji Seok Jin)

Pada episode 256, boy group 2PM datang dengan anggota lengkap di Running Man. Mereka kemudian bergabung dengan Song Ji Hyo dan membentuk sebuah tim. Sementara itu, anggota Running Man lain bersama dengan Baek Jin Hee akan menjadi tim lawan.

Misi yang dilakukan pada episode ini adalah menemukan rumah seorang penggemar. Kedua tim pun bersaing untuk mengumpulkan berbagai petunjuk lewat beberapa misi seru. Semua petunjuk ternyata mengarah ke apartemen milik Ji Seok Jin, dan ternyata penggemar yang turut berpartisipasi di sepanjang misi adalah Ji Hyun Woo, putra semata wayang dari Ji Seok Jin.

3. Episode 274 (Rumah Kang Gary)

Pada episode 274, setiap anggota Running Man akan dipasangkan dengan para bintang tamu. Di antaranya ada Niel (Teen Top), Kim Kwang Kyu, Min Kyung Hoon, Jo Jung Chi, dan Park Soo Hong. Namun, berbeda dengan anggota lain, Kang Gary dan HaHa yang sama-sama anggota tetap dan dikenal sebagai rival abadi malah berpasangan dalam episode ini.

Permainan dimulai dengan mereka saling menjemput di rumah tamu masing-masing, termasuk HaHa yang mengunjungi rumah Kang Gary. Di sinilah terungkap rumah baru dari Kang Gary yang cukup mewah dengan jendela menghadap Sungai Han. Penonton juga bisa melihat interior rumahnya yang tertata rapi, lengkap dengan rak yang penuh dengan koleksi sneakers, serta studio rekaman pribadi tempat Kang Gary menciptakan karya-karyanya.

4. Episode 349 (Rumah Yang Se Chan)

Kini giliran Yang Se Chan yang kedatangan para anggota di rumahnya secara tiba-tiba. Sebelumnya, para anggota telah diberi misi untuk membeli sebuah kado berupa barang yang diyakini tidak dimiliki oleh Yang Se Chan. Sayangnya, banyak anggota yang harus kehilangan poin karena ternyata Yang Se Chan telah memiliki barang tersebut.

Karena merupakan salah satu bagian dari rangkaian Global Project, pada episode 349 ini, mereka berusaha memenangkan misi agar terhindar dari hukuman ekstrem. Masih bertempat di rumah Yang Se Chan, berbagai misi sederhana dilakukan. Di misi akhir, mereka melakukan pemungutan suara rahasia untuk memilih siapa yang harus menerima penalti.

5. Episode 504 (Rumah Jeon So Min)

Rumah Jeon So Min muncul di segmen akhir Running Man episode 504. Kala itu, Lee Kwang Soo dan Yang Se Chan pergi mengunjungi Jeon So Min yang tengah absen selama beberapa episode karena sakit. Bukan tanpa alasan, kunjungan dari dua anggota Running Man ini didasari dari hadiah yang diterima Yang Se Chan, yakni kesempatan untuk mengunjungi rumah Jeon So Min, meskipun sebenarnya bukan hadiah seperti itu yang ia harapkan.

Sementara itu, Lee Kwang Soo hadir untuk menemani Yang Se Chan karena dirinya merasa akan canggung jika hanya datang sendirian. Lucunya, Lee Kwang Soo malah terlihat terabaikan seakan menjadi “nyamuk” bagi kedua rekannya yang memang terlibat love line di acara ini.

6. Episode 610 (Rumah Kim Jong Kook)

Di episode 610, Kim Jong Kook mengadakan pesta rumah baru. Rumah Kim Jong Kook sendiri sebelumnya sudah terekspos di acaranya yang lain, yakni Mom’s Diary. Namun, ini pertama kalinya ia mengizinkan para anggota Running Man untuk syuting di kediamannya itu.

Mereka kemudian diberi lima misi, di mana setiap misi bernilai 500 dolar jika sukses dijalankan. Salah satu misi yang mereka lakukan adalah menebak kata-kata awal dari sebuah peribahasa, di mana setiap anggota mendapatkan tiga kesempatan. Di akhir episode, tingkat stres setiap anggota diukur. Anggota yang menunjukkan peningkatan stres paling tinggi akan mendapat hukuman.

7. Episode 741 (Rumah Kim Jong Kook)

Running Man kembali mengunjungi rumah Kim Jong Kook untuk menjalankan misi. Tepatnya pada episode 741 mereka melakukan pertandingan bertajuk “Lomba Zona Pembersihan Berat S.O.S”. Sebelumnya, kru produksi menerima informasi dari para anggota mengenai kondisi rumah Jong Kook yang penuh dengan barang-barang, termasuk kantong plastik dan barang bermerek yang tidak terpakai.

Sesuai judulnya, mereka akan membantu membersihkan rumah Kim Jong Kook. Mereka juga diberi kesempatan untuk memilih barang yang diinginkan, untuk mendapatkannya mereka harus memenangkan sebuah misi terlebih dahulu.

8. Episode 747 (Rumah Choi Daniel)

Running Man menyambut aktor Choi Daniel sebagai anggota sementara dalam episode 747 yang berjudul “Let There Be a New Family Race”. Bahkan, Yoo Jae Suk, HaHa, dan Yang Se Chan pergi ke rumah Daniel dan ditugaskan untuk membawanya ke lokasi syuting lebih awal tanpa memberitahunya secara langsung. Uang yang didapatkan dari misi ini akan digunakan selama syuting. Namun, jika Daniel mengetahui misi rahasia tersebut, anggaran yang diterima akan semakin berkurang.

Perlombaan berlangsung seru dengan Daniel yang memperlihatkan keunikannya di antara para anggota. Semakin sedikit uang yang mereka miliki, maka semakin banyak anggota yang harus menerima hukuman.

9. Episode 762 (Rumah Ji Ye Eun)

Terakhir adalah episode 762, di mana mereka mengunjungi rumah anggota baru Running Man, yakni Ji Ye Eun. Untuk menyambut para anggota, Ji Ye Eun sempat mengajak mereka untuk melakukan tur di rumah barunya tersebut. Ia menunjukkan sisi-sisi rumahnya yang terlihat sangat estetik.

Setelah itu, mereka berkumpul untuk membuka setiap hadiah yang dibawa anggota lain untuk Ji Ye Eun. Namun, suasana menjadi tegang ketika Ji Ye Eun menunjukkan sisi perfeksionis dan memberikan penilaian ketat terhadap setiap hadiah yang diterimanya. Para anggota pun berusaha keras agar hadiah yang mereka bawa lolos seleksi.

Episode-episode berlatarkan rumah seperti ini bukan hanya memperlihatkan keunikan karakter tiap anggota, tapi juga menunjukkan kedekatan mereka satu sama lain yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Lewat interaksi spontan dan suasana non-formal, penonton dapat merasa seolah ikut menjadi bagian dari keluarga besar Running Man.

5 Rekomendasi Drakor 2025: Pesan Parenting dan Cinta yang Menyentuh

Rekomendasi Drama Korea 2025 dengan Pesan Parenting yang Mendalam

Di tahun 2025, banyak drama Korea yang menawarkan beragam genre dan tema yang sangat menghibur. Salah satu tema yang tetap diminati adalah keluarga. Dengan memasuki paruh kedua tahun ini, drama bertema keluarga masih menjadi favorit di kalangan penggemar drakor. Drama-drama ini sering kali menyampaikan pesan-pesan positif yang bisa menjadi pelajaran penting bagi siapa pun.

Berikut lima rekomendasi judul drakor dengan pesan parenting yang dalam di tahun 2025 ini:

  1. When Life Gives You Tangerines

    Drama ini menceritakan kisah Ae Sun dan Gwan Sik yang tumbuh bersama dari Jeju pada tahun 1960-an hingga dewasa. Mereka menghadapi berbagai tantangan hidup seperti kemiskinan, tumbal keluarga, dan perubahan zaman. Cerita ini terdiri dari 16 episode yang mengalir secara alami. Dengan narasi slice-of-life yang menyentuh dan visual yang memikat, drama ini menyuguhkan cinta, perjuangan, dan harapan antar generasi dalam konteks sejarah Korea modern. Selain menyajikan kisah cinta romantis, drama ini juga menyoroti hubungan antar keluarga, mengejar mimpi, serta pengasuhan. Pesan-pesan yang diberikan masih sering dibicarakan di media sosial bahkan setelah tayang beberapa bulan.

  2. Mother and Mom

    Drama ini mengisahkan Lee Jung Eun (Jeon Hye Jin), seorang ibu pekerja yang berjuang membagi waktu antara karier dan persiapan anaknya mengikuti ujian masuk institut bahasa elit di lingkungan kompetitif Daechi-dong. Konflik batin muncul saat ia mempercayakan sang ibu (Jo Min Su) yang selama ini kurang dekat untuk membantu mendidik cucunya. Kisah ini menghadirkan empati mendalam antara generasi ibu yang saling memahami peran dan luka lama. Drama ini layak ditonton karena menggambarkan realitas single mom modern di Korea, serta proses healing emosional lewat hubungan ibu-anak. Banyak orang di Indonesia juga merasa terhubung dengan situasi serupa.

  3. For Eagle Brothers

    Drama ini mengisahkan Ma Gwang Sook (Uhm Ji Won) yang mendadak menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal sepuluh hari setelah pernikahan tragis. Ia berjuang membesarkan empat adik iparnya sambil menjaga warisan keluarga dan menjalin hubungan kompleks dengan ketua hotel aristokrat, Han Dong Seok (Ahn Jae Wook). Alurnya menyuguhkan keseimbangan antara humor, keluarga, dan rekonstruksi hidup pasca trauma. Cara Ma Gwang Sook membesarkan empat adik iparnya menjadikan drama ini sarat pesan parenting. Jika kamu penggemar drama bertema keluarga, kamu wajib menonton drama ini.

  4. Love, Take Two

    Drama ini menyuguhkan kisah seorang ibu tunggal bernama Lee Ji An (Yum Jung Ah) dan putrinya Lee Hyori (Choi Yoon Ji). Keduanya memiliki hubungan yang rumit dan sering berdebat, meskipun sebenarnya saling menyayangi. Drama ini sudah sarat dengan pesan parenting sejak awal penayangannya. Setelah divonis menderita kanker otak, Lee Hyori mengalami masa rebel hingga mengambil banyak keputusan besar tanpa melibatkan sang ibu. Puncaknya, ia kabur dari rumah dan tinggal di sebuah pedesaan. Di sana ia bertemu dengan ayah-anak, Ryu Jeong Seok (Park Hae Joon) dan Ryu Bo Hyeon (Kim Min Kyu). Pertemuan ini menjadi awal pengalaman tak terlupakan bagi Lee Hyori dan Lee Ji An.

  5. Our Golden Days

    Drama ini mengisahkan Lee Ji Hyeok (Jung Il Woo) yang mengalami keterpurukan mendadak saat keluarganya jatuh miskin. Ia rela menjalani pekerjaan kasar demi bertanggung jawab pada keluarga. Dalam prosesnya, ia mulai menyadari nilai kehidupan sederhana dan arti cinta sejati, dibantu oleh sosok Ji Eun Oh (Jung In Sun) yang hangat, serta sahabat yang juga menyimpan luka batin. Drama ini menyuguhkan cerita emosional lintas generasi dengan nuansa keluarga yang menyentuh. Sangat menarik untuk ditonton karena mengajak penonton memahami kebahagiaan sejati di luar materi, dan memperlihatkan transformasi karakter melalui koneksi yang tulus dan mendalam. Drama ini akan memberikan pelajaran kehidupan yang luar biasa bagi siapa pun yang menontonnya.

  6. Our Unwritten Seoul

    Drama ini menyuguhkan jalan cerita yang cukup kompleks, mulai dari percintaan, trauma, hingga hubungan orangtua-anak yang sarat akan makna. Drama ini wajib masuk dalam watching-list kamu, apalagi jika kamu sedang menghadapi trauma masa lalu yang sulit diatasi. Di drama ini kita akan mengikuti lika-liku saudari kembar identik Yoo Mi Ji dan Yoo Mi Rae (Park Boyoung) yang memiliki kepribadian dan gaya hidup sangat berbeda. Mi Ji adalah mantan atlet yang bebas dan tanpa arah, sedangkan Mi Rae adalah pegawai perfeksionis sebuah perusahaan di Seoul. Karena depresi Mi Rae, Mi Ji mengusulkan pertukaran hidup sementara, yang membuka perjalanan penemuan jati diri kembali. Sepanjang cerita, mereka dipertemukan kembali dengan masa lalu mereka, termasuk sosok Lee Ho Su (Park Jinyoung) yang menjadi bagian penting dalam pemulihan emosional mereka. Tidak hanya fokus pada itu saja, hubungan orangtua-anak di drama ini juga cukup rumit tapi memberikan pelajaran luar biasa khususnya dalam hal pengasuhan.

Drama dengan tema keluarga memang seringkali menyampaikan pesan bermakna khususnya tentang pengasuhan. Di zaman ini banyak kita jumpai isu-isu serupa di kehidupan nyata, sehingga kemunculan drama yang mengangkat tema hubungan orangtua-anak jelas menjadi daya tarik tersendiri. Gak heran jika drama dengan tema ini banyak digemari oleh para pencinta drakor tanah air.

Pembicaraan dengan Tim Film Merah Putih One For All, Wamen Ekraf Negatifkan Bantuan Dana

Tim Produksi Film Merah Putih: One For All Bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif

Tim produksi film animasi Merah Putih: One For All pernah melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irine Umar. Dalam pertemuan tersebut, Wamen Irine memberikan masukan terkait kualitas dan konsep film yang sedang dikembangkan. Meski demikian, pihak Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa tidak ada dukungan finansial atau fasilitasi dari pemerintah terhadap film ini.

PLT. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kiagoos Irvan Faisal menjelaskan bahwa film Merah Putih: One For All menjadi topik yang ramai dibicarakan oleh masyarakat. Menurutnya, setiap pegiat ekonomi kreatif memiliki hak untuk berkarya dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi sektor ekraf.

Pertemuan antara tim produksi film dan Wamen Irine berlangsung pada 7 Juli 2025. Dalam pertemuan itu, Wamen Irine menyampaikan beberapa masukan teknis terkait cerita, karakter, tampilan visual, dan trailer film. Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan dukungan dana maupun fasilitas promosi terhadap film ini.

Kiagoos menambahkan bahwa proses kurasi dan seleksi penayangan film menjadi tanggung jawab pihak distributor, seperti pemilik bioskop. Kementerian Ekonomi Kreatif tetap berkomitmen untuk mendukung ekosistem kreatif mulai dari kreasi hingga distribusi agar bisa memperkuat pasar nasional dan global.

Tanggapan Produser tentang Biaya Produksi Film

Produser eksekutif film Merah Putih: One For All, Sonny Pudjisasono, mengungkapkan bahwa biaya produksi film ini mencapai Rp6,7 miliar. Meskipun angka ini terlihat besar, Sonny menilainya kecil jika dibandingkan dengan biaya pembuatan film animasi lainnya. Ia menjelaskan bahwa total biaya produksi sebenarnya lebih dari jumlah tersebut, karena belum termasuk biaya gala premiere.

Sonny mengatakan bahwa pembuatan film dilakukan secara gotong royong dengan niat untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara. Ia ingin film ini menjadi bentuk sumbangan pada peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Baginya, tujuan utama adalah memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat, bukan hanya fokus pada balik modal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warganet yang telah membantu meramaikan film ini hingga viral. Selain itu, Sonny membantah bahwa film ini hanya digarap dalam waktu singkat. Ia menjelaskan bahwa proses penggarapan sudah dimulai sejak setahun lalu, sesuai standar pembuatan film yang biasanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

Alasan Memilih Genre Film Anak

Sonny menjelaskan alasan memilih genre film anak karena saat ini dunia perfilman Indonesia didominasi oleh film dewasa dan horor. Ia ingin menyajikan film alternatif yang bisa dinikmati oleh anak-anak, khususnya dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI. Oleh karena itu, ia tidak terlalu khawatir dengan potensi balik modal, karena niat awal film ini adalah bentuk kontribusi untuk bangsa.

Film Merah Putih: One For All akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80. Film ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo di bawah Yayasan Pusat Perfilman H Usmar Ismail, dengan Toto Soegriwo sebagai produser utama dan Endiarto serta Bintang Takari sebagai sutradara dan penulis naskah.

Cerita Film yang Menginspirasi

Film ini bercerita tentang sekelompok anak yang terpilih menjadi Tim Merdeka oleh pemimpin desa menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. Tim tersebut terdiri dari delapan anak dengan latar belakang budaya yang berbeda, seperti Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa. Mereka dipilih untuk menjaga Bendera Pusaka yang akan dikibarkan pada Upacara 17 Agustus. Namun, tiga hari sebelum upacara, Bendera Merah Putih hilang. Mereka kemudian bersatu untuk mencari Bendera Pusaka yang hilang secara misterius.

Film Merah Putih: One For All tersedia dalam spesifikasi dua dimensi dengan durasi 1 jam 10 menit.

5 Drama Thailand Misteri dan Thriller Aye Sarunchana, Ada Rahasia Tersembunyi

Profil Aye Sarunchana: Aktris Thailand yang Aktif dalam Drama Misteri dan Thriller

Aye Sarunchana, seorang aktris Thailand yang berada di bawah naungan GMMTV, telah menunjukkan kiprahnya secara aktif dalam dunia perfilman sejak tahun 2015. Selama periode ini, ia telah memainkan peran dalam belasan judul drama. Genre yang dibawakannya sangat beragam, namun salah satu yang paling sering ia tampilkan adalah drama misteri dan thriller. Jika kamu penggemar cerita penuh teka-teki, intrik, dan ketegangan, maka rekomendasi berikut ini layak untuk kamu coba.

Drama Misteri dan Thriller yang Dibintangi Aye Sarunchana

1. A Gift to The People You Hate (2019)

Drama ini mengisahkan tentang Chut, seorang polisi muda dari bagian investigasi yang menangani kasus kematian seorang guru di sebuah sekolah. Awalnya kasus ini tampak biasa, namun Chut menemukan petunjuk mencurigakan berupa logo aneh pada barang milik guru tersebut. Logo tersebut sama dengan yang ada pada pistol di kasus kematian ayahnya, membuat Chut yakin bahwa guru itu dibunuh dengan cara yang sama seperti ayahnya.

Selama penyelidikan, Chut bertemu dengan Prang (Aye Sarunchana) dan Ploy. Mereka ternyata memiliki hubungan dengan logo aneh tersebut. Setelah kejadian kematian guru, berbagai kejadian misterius mulai terjadi di sekitar orang-orang di sekolah. Terungkap bahwa logo tersebut berasal dari toko misterius yang mengubah kebencian manusia menjadi hadiah untuk melukai orang yang dibenci. Namun, setiap hadiah harus dibayar dengan usia hidup pembelinya.

2. The Comment (2021)

Mengambil tema cyberbullying, drama ini mengisahkan tentang Papang, ketua OSIS yang sempurna dalam segala hal. Ia memutuskan bunuh diri secara live streaming dengan cara yang sama seperti idolanya, Gina. Peristiwa ini membuat kakaknya, Khan, bertekad mencari tahu penyebab adiknya mengambil keputusan tersebut.

Khan dibantu oleh Phat, teman Khan sekaligus guru magang di sekolah Papang. Mereka menyelidiki teman-teman Papang, termasuk Nan dan Toon, serta ibunya, Pimpa. Semakin mereka menyelidiki, semakin kompleks masalah yang terungkap. Mereka menemukan bahwa di balik kehidupan Papang yang terlihat sempurna, sebenarnya terdapat perundungan dan pelecehan yang meninggalkan luka mendalam bagi para korban.

3. P.S. I Hate You (2022)

Drama ini bercerita tentang persahabatan lima perempuan yang telah berteman sejak kuliah. Mereka berkumpul di hari pernikahan Prae, salah satu sahabat mereka. Namun, pesta pernikahan berubah menjadi petaka saat video skandal seks Prae tersebar. Prae memutuskan bunuh diri di hari pernikahannya.

Meen, sahabat lainnya, bertekad mencari pelaku yang menyebarkan video tersebut. Semakin dalam penyelidikan Meen, semakin banyak rahasia yang terungkap. Wanwan, May, dan Saras, teman-temannya, ternyata menyimpan rahasia yang menyebabkan konflik dalam persahabatan mereka.

4. The Jungle (2023)

The Jungle mengikuti kisah enam pria dan enam wanita di tempat rahasia di tengah kota besar. Di balik bar klub misterius tersebut, berdirilah Hunter, bartender tampan yang menjadi penjaga aturan. Keenam anggota The Jungle memiliki latar belakang yang berbeda, dan rahasia mereka mulai terungkap.

Rahasia Nathee, salah satu anggota The Jungle, tanpa sengaja diketahui oleh Florence (Aye Sarunchana), teman masa SMA-nya. Hal ini membuka jalan bagi penyelidikan lebih lanjut mengenai kehidupan misterius di klub tersebut.

5. Hide & Sis (2025)

Drama terbaru Aye Sarunchana, Hide & Sis, menggabungkan investigasi, romansa, dan perseteruan keluarga. Cerita dimulai saat Chatfah, bungsu keluarga Bupphachinda, jatuh dari lantai atas rumah keluarganya dan menghilang secara misterius. Tiga kakaknya menjadi tersangka utama atas hilangnya Chatfah.

Bua, Chomphu, dan Picha masing-masing memiliki alasan kuat untuk dicurigai. Penyelidikan atas peristiwa tersebut semakin mengungkap rahasia kelam yang selama ini ditutupi dengan kalimat “keluarga.”

Perkembangan Karier Aye Sarunchana

Drama-drama misteri dan thriller yang dibintangi Aye Sarunchana menjadi potret perkembangan karier sang aktris. Dari awalnya berperan sebagai anak sekolah, kini ia menjelma menjadi wanita dewasa yang telah berkarier dan menghadapi permasalahan keluarga. Dari semua drama di atas, kamu akan melihat bagaimana profesionalnya Aye Sarunchana dalam memainkan peran.

5 Film Thailand yang Menarik Dibintangi Kao Supassara

Kao Supassara Thanachart, Aktris yang Membawa Pesona dalam Berbagai Peran

Kao Supassara Thanachart telah lama menjadi sorotan publik berkat pesonanya dan kemampuan aktingnya yang luar biasa. Sejak awal kiprahnya di industri hiburan Thailand, ia berhasil membangun reputasi sebagai salah satu aktris paling menjanjikan. Kemampuannya dalam memerankan berbagai karakter membuatnya mudah disukai oleh penonton dari berbagai kalangan.

Tidak hanya aktif dalam drama televisi, Kao juga tampil memukau dalam beberapa film layar lebar. Jika kamu sedang mencari referensi tontonan untuk mengisi waktu luang, berikut ini adalah lima rekomendasi film Thailand yang dibintangi oleh Kao Supassara.

1. The Swimmers (2014)

Film pertama Kao Supassara yang terkenal adalah The Swimmers. Film yang dirilis pada tahun 2014 ini dibintangi oleh Tor Thanapob, March Chutavuth, Violette Wautier, dan lainnya. Sutradara film ini adalah Jim Sophon Sakdaphisit.

Cerita film ini mengisahkan Perth (March Chutavuth) dan Tan (Tor Thanapob), dua sahabat dekat sekaligus perenang profesional yang selalu bersaing. Meski tampak kompak, Perth merasa iri dengan kemampuan atletik Tan yang lebih unggul. Ia juga cemburu karena Tan berpacaran dengan Ice (Kao Supassara). Persaingan antara mereka berubah menjadi tragedi setelah Ice meninggal dunia. Hal ini membuat Tan terpuruk dalam kesedihan dan memutuskan untuk mundur dari dunia renang karena depresi.

Setelah kehilangan Ice, Tan terobsesi untuk mengungkap misteri di balik kematian Ice dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab. Di sisi lain, Perth mulai meraih kemenangan demi kemenangan di berbagai kompetisi. Popularitasnya melonjak drastis. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Perth mulai dihantui oleh arwah Ice. Bayangan Ice yang terus muncul perlahan mengganggu ketenangan hidup Perth, membuka kebenaran yang tak bisa ia hindari lagi.

2. About Us (2014)

Film pendek berjudul About Us dirilis pada tahun yang sama dengan The Swimmers. Dalam film ini, Kao Supassara beradu akting dengan JJ Krissanapoom dan Jack Kittisak. Faktanya, film ini merupakan proyek ke-22 dari 33 karya Bang Channel Thailand yang sedang mengembangkan industri film pendek.

Ceritanya tentang Teh (JJ Krissanapoom) yang harus berhadapan dengan perasaan terlarang. Ia menyukai Rin (Kao Supassara), pacar dari Boom (Jack Kittisak), sahabatnya sendiri. Teh terjebak di antara hubungan persahabatan dan cinta yang telah ia pendam selama bertahun-tahun. Lalu, apa yang akan Teh pilih?

3. Buppha Ratree: A Haunting in Japan (2016)

Satu lagi film dengan cerita horor yang dibintangi Kao Supassara adalah Buppha Ratree: A Haunting in Japan. Film ini juga dibintangi oleh Nack Charlie dan Jack Chaleumpol. Film bergenre horor komedi ini sempat booming saat tayang pada 2016 lalu.

Ceritanya mengisahkan sebuah rock band Thailand yang melakukan perjalanan ke Jepang untuk syuting video musik berlatar salju. Mereka menginap di sebuah pondok sewaan resor ski Jepang yang indah. Tanpa mereka sadari, pondok tersebut ternyata berhantu dan dihuni oleh sejumlah arwah. Ada arwah seorang gadis Thailand bernama Ros (Kao Supassara) yang datang ke resor tersebut untuk menyembuhkan patah hatinya. Arwah Ros kemudian jatuh hati kepada vokalis band yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya. Apakah arwah Ros akan membiarkan para anggota band tenang atau justru mengganggu mereka?

4. The Moment (2017)

Jika kamu penikmat film romantis seperti Love Actually (2003), cobalah menonton The Moment. Film yang booming pada 2017 ini dibintangi oleh Kao Supassara, Tony Rakkaen, Toey Jarinporn, Yoo Teo, Kan Kantathavorn, Peach Pachara, dan lainnya. Film romantis nan hangat ini diarahkan oleh sutradara Peed Panchapong Kongkanoi.

Film ini berisi kisah cinta dari tiga pasangan di tiga negara berbeda. Praew (Toey Jarinporn) baru saja pindah ke New York untuk melanjutkan studinya. Di sana, ia bertemu dengan Jim (Toni Rakkaen), cowok Thailand yang mencuri hati Praew. Ada juga cerita Ton (Peach Pachara) yang rela terbang ke London demi mencari kekasihnya. Siapa sangka ia bertemu orang baru, seperti Jeab (Kao Supassara) yang membantunya menikmati hidup setelah putus cinta.

Kisah terakhir datang dari kota Seoul. Karn (Kan Kantathavorn) kesulitan dengan dunia korporat di Korea. Sebagai orang asing, ia merasa sulit beradaptasi di negeri orang. Untungnya, ia bertemu Kim (Yoo Teo) yang menghadirkan kehangatan hidup Karn di tengah dinginnya perlakukan orang Korea terhadapnya.

5. Love and Run (2019)

Terakhir, ada film Love and Run yang rilis pada 2019 lalu. Dalam film ini, Kao Supassara beradu akting dengan Chanon Santinatornkul, Joke Gornpop, Blue Pongtiwat, dan masih banyak lagi. Drama komedi romantis ini diarahkan oleh K Chainarong Tampong.

Love and Run bercerita tentang Lin (Kao Supassara), seorang perawat yang kesulitan mencari pacar. Ternyata, Lin susah mendapatkan pacar karena ponakannya, Due (Chanon Santinatornkul), yang sangat protektif dan tak ingin Lin dekat dengan cowok lain. Setiap ada cowok yang mendekati Lin, mereka akan berhadapan dengan Due sehingga berpikir dua kali untuk berhubungan dengan Lin.

Dari kisah cinta yang manis hingga cerita horor, deretan film yang dibintangi Kao Supassara menunjukkan betapa tingginya kemampuan aktingnya. Setiap peran yang ia mainkan membawa warna tersendiri. Ini membuat penonton betah mengikuti alur cerita sekaligus jatuh hati pada karakternya. Jika kamu ingin menyelami dunia perfilman Thailand, film-film Kao ini bisa jadi pilihan tepat untuk ditonton!