Arsip Tag: Indonesia

Telkomsel Rayakan HUT ke-80 RI dengan Semangat Bersama

Memperingati HUT ke-80 Tahun Republik Indonesia

Telkomsel, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, memperingati HUT ke-80 tahun Republik Indonesia dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Dalam rangkaian perayaan ini, Telkomsel menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan bangsa melalui inovasi dan solusi teknologi yang berkelanjutan.

Melalui kampanye “Nyalakan Semangat Indonesia”, Telkomsel menunjukkan kontribusinya dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Melalui inovasi dan solusi teknologi terdepan, perusahaan ini terus berupaya menyatukan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan menjadi inspirasi bagi Telkomsel untuk terus berkontribusi memajukan bangsa. Kampanye “Nyalakan Semangat Indonesia” merupakan wujud nyata komitmen perusahaan sebagai digital enabler yang mewujudkan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi.

Digital Enabler Indonesia Selama 30 Tahun

Selama 30 tahun, Telkomsel konsisten menghubungkan masyarakat Indonesia melalui jaringan lebih dari 280.000 BTS yang menjangkau 97 persen populasi. Perusahaan ini melayani 158,4 juta pelanggan mobile dan 10 juta pelanggan IndiHome-B2C. Inovasi produk seperti SIMPATI, Telkomsel Halo, IndiHome, dan Telkomsel One juga telah hadir untuk memberikan manfaat digital kepada pelanggan.

Komitmen terhadap konektivitas terdepan juga terlihat dari perluasan jaringan 5G secara contiguous yang diperkuat dengan pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara end-to-end di 56 kota/kabupaten sepanjang akhir 2024 hingga 2025. Wilayah strategis seperti Bandung, Batam, Makassar, Surabaya, Jabodetabek, Bali, hingga Ibu Kota Nusantara pun mendapat dukungan dari lebih dari 3.000 BTS 5G. Upaya-upaya ini membawa Telkomsel meraih enam penghargaan internasional dari Ookla® Speedtest Awards™ di Q1-Q2 2025.

Sebagai digital enabler, Telkomsel juga mendorong inovasi melalui beberapa program:

  • Pengembangan platform digital nasional: Layanan seperti MAXStream, Langit Musik, Dunia Games, dan LinkAja telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital masyarakat.
  • Penyediaan solusi korporasi (Enterprise): Pemanfaatan layanan Mobility Insight (MSIGHT), Digital Advertising (DigiAds), Internet of Things (IoT), dan layanan berbasis data lainnya untuk meningkatkan efisiensi operasional mitra bisnis.
  • Pengelolaan ekosistem inovasi: Melalui anak perusahaan INDICO yang mengelola bisnis vertikal Telkomsel di sektor digital, serta Telkomsel Ventures yang mendukung pertumbuhan startup digital Indonesia.
  • Tata kelola digital: Inisiatif Telkomsel Jaga Data yang merupakan perwujudan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk meningkatkan keamanan digital nasional.
  • Pelopor optimasi AI: Merupakan satu-satunya perusahaan telekomunikasi Indonesia yang menjadi salah satu pendiri Autonomous Networks di dunia yang diluncurkan pada ajang Digital Transformation World 2023, serta menjadi yang pertama yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia melalui penggunaan Autonomous Network dan virtual assistant seperti Veronika dan TED untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan.
  • Pelopor 5G: Pertama yang mengomersilkan layanan 5G di Indonesia bagi pelanggan individu dan sektor industri seperti smart mining dan telesurgery.

Inisiatif Sosial dan Lingkungan untuk Pembangunan Masyarakat yang Berkelanjutan

Telkomsel tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada pembangunan sosial yang berkelanjutan melalui berbagai program dan inisiatif berdampak, antara lain:

  • Pendidikan: Program seperti IndonesiaNEXT, Internet BAIK, dan Telkomsel Jaga Cita bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital dan mendukung pendidikan yang adaptif, inklusif, dan merata.
  • Digital Citizenship: NextDev adalah inkubator startup digital tahap awal yang mendorong inovasi inklusif dan berkelanjutan.
  • Pemberdayaan Komunitas: Digital Creative Entrepreneur (DCE) membina UKM melalui pelatihan, mentoring, dan akses ke market, sedangkan Baktiku Negeriku fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.
  • Filantropi: TERRA adalah unit siaga bencana Telkomsel yang fokus pada pemulihan jaringan dan bantuan kemanusiaan, sementara Telkomsel Sambungkan Senyuman memberikan dukungan kepada ragam komunitas lokal.
  • Kepedulian Lingkungan: Inisiatif Telkomsel Jaga Bumi mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, program carbon offset, dan penanaman mangrove.

Rayakan Kemerdekaan dengan Ragam Program Spesial

Dalam rangka merayakan HUT ke-80 RI, Telkomsel menyiapkan berbagai program spesial:

  • Jejak Semangat Indonesia: Menghidupkan kembali jejak perjuangan dengan sentuhan digital melalui kegiatan tur jalan kaki di Jakarta dan D.I. Yogyakarta bersama komunitas pemandu lokal.
  • Penawaran produk spesial HUT RI untuk berbagai segmen pelanggan, termasuk paket kuota, diskon, dan bonus.
  • Program Digital Lifestyle seperti Telkomsel Short Movie, promo game online, dan aktivitas interaktif di MyTelkomsel.
  • Hadiah Pol-Polan Kemerdekaan di MyTelkomsel dengan berbagai benefit, termasuk Cashback Nampol dan Lari Spesial Kemerdekaan.

“Kami meyakini penyediaan konektivitas yang merata dan inovasi teknologi merupakan kunci untuk membentuk masyarakat berdaya saing tinggi. Dengan semangat ini, kami optimis untuk terus memperkuat bangsa dalam menyongsong Indonesia yang maju, dengan rakyat sejahtera, bersatu berdaulat,” pungkas Nugroho.

Pulau Kelor: Surga Tersembunyi dengan Pesona Alam dan Spot Instagram yang Menakjubkan

Pulau Kelor: Destinasi Wisata yang Menawarkan Keindahan Alami

Di tengah banyaknya destinasi wisata pantai di Indonesia, Pulau Kelor muncul sebagai salah satu permata tersembunyi yang masih terjaga keasriannya. Keindahan alam yang memikat, suasana yang sunyi, dan pemandangan yang Instagrammable membuat pulau ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan. Lokasinya yang jauh dari keramaian justru menjadi daya tarik utama bagi para petualang sejati.

Pulau Kelor berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pulau ini memiliki pantai berpasir putih yang berpadu sempurna dengan air laut jernih berwarna biru toska. Keindahan bawah lautnya yang kaya dengan terumbu karang dan biota laut beragam menjadi surga bagi para pecinta diving maupun snorkeling. Tak heran, pulau ini sering disebut sebagai destinasi wisata tropis yang belum banyak tersentuh tangan manusia.

Pesona Alam yang Memesona dan Fotogenik

Pulau Kelor menawarkan lanskap yang memanjakan mata. Dari kejauhan, wisatawan akan disambut dengan garis pantai melengkung yang dihiasi pasir putih bersih. Air lautnya yang jernih memungkinkan pengunjung melihat kehidupan bawah laut bahkan tanpa harus menyelam. Pepohonan kelor yang tumbuh di beberapa sudut pulau memberikan sentuhan alami sekaligus menjadi latar foto yang cantik.

Bagi penggemar fotografi, Pulau Kelor adalah surga spot foto. Cahaya matahari pagi hingga senja memberikan pencahayaan alami yang indah, membuat setiap bidikan kamera terasa istimewa. Banyak wisatawan yang memanfaatkan keindahan ini untuk mengabadikan momen liburan mereka dan membagikannya di media sosial.

Surga Bawah Laut yang Memikat

Keunggulan lain dari Pulau Kelor terletak pada kekayaan bawah lautnya. Terumbu karang yang berwarna-warni dan ikan-ikan tropis yang berenang bebas menciptakan panorama bawah laut yang luar biasa. Aktivitas diving dan snorkeling di sekitar pulau menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Bagi penyelam berpengalaman, kawasan ini juga terhubung dengan spot diving Pulau Bulu Polo’e yang terkenal di Luwu Timur. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, wisatawan bisa menjelajahi dua lokasi sekaligus dan menikmati variasi ekosistem laut yang berbeda.

Lokasi dan Akses Menuju Pulau Kelor

Untuk mencapai Pulau Kelor, perjalanan dimulai dari Desa Harapan di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Dari desa ini, pengunjung harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu motor. Lama perjalanan biasanya sekitar 30–45 menit tergantung kondisi cuaca.

Akses menuju Desa Harapan sendiri dapat ditempuh dari pusat Kota Malili atau dari daerah lain di Luwu Timur menggunakan kendaraan darat. Meski rutenya tidak sepopuler destinasi wisata besar, perjalanan menuju Pulau Kelor justru menjadi pengalaman tersendiri karena melewati pemandangan alam yang indah.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Pulau Kelor

Selain menikmati pemandangan, Pulau Kelor menawarkan beragam aktivitas seru, seperti:

  • Berenang dan Bermain Air – Air lautnya yang tenang dan bersih aman untuk aktivitas berenang, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.
  • Snorkeling – Nikmati pemandangan bawah laut yang menakjubkan tanpa harus menyelam terlalu dalam.
  • Camping – Suasana malam di Pulau Kelor begitu tenang dan jauh dari polusi cahaya, cocok untuk menikmati bintang-bintang.
  • Memancing – Perairan di sekitar pulau memiliki banyak jenis ikan yang bisa menjadi hasil tangkapan.
  • Fotografi Alam – Setiap sudut pulau ini adalah spot foto alami yang sangat Instagrammable.

Daya Tarik Unik Pulau Kelor

Selain pantai dan lautnya, Pulau Kelor memiliki sumber air tawar alami yang jarang ditemukan di pulau-pulau kecil lainnya. Keberadaan sumber air ini menjadi daya tarik tambahan karena memberikan nuansa eksotis yang berbeda.

Tidak hanya itu, vegetasi alami di pulau ini membuat suasana terasa rindang dan sejuk. Perpaduan antara hutan kecil, pantai, dan laut biru menciptakan pemandangan yang sangat harmonis.

Tips Berkunjung ke Pulau Kelor

Agar liburan Anda semakin menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Bawa perlengkapan pribadi seperti alat snorkeling, tenda, dan makanan, karena fasilitas di pulau masih minim.
  • Gunakan pakaian nyaman yang sesuai untuk aktivitas pantai dan laut.
  • Pilih waktu terbaik berkunjung antara April hingga September saat cuaca cenderung cerah.
  • Jaga kebersihan dan hindari merusak ekosistem, terutama terumbu karang.

Potensi Wisata dan Konservasi

Pulau Kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Pemerintah daerah bersama komunitas lokal diharapkan dapat mengelola dan mempromosikan pulau ini secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, Pulau Kelor bisa menjadi ikon wisata bahari Luwu Timur yang mendunia, tanpa mengorbankan kelestarian alamnya.

Upaya pelestarian seperti pembatasan jumlah pengunjung, pengaturan zona snorkeling, serta kampanye kebersihan lingkungan sudah mulai dilakukan oleh beberapa kelompok pecinta alam setempat. Hal ini diharapkan dapat menjaga keindahan Pulau Kelor untuk dinikmati oleh generasi mendatang.

Pulau Kelor adalah representasi sempurna dari keindahan alam Indonesia yang belum banyak dijamah wisatawan. Pesonanya terletak pada perpaduan pantai berpasir putih, laut biru yang jernih, kekayaan bawah laut, serta suasana tenang yang menenangkan jiwa.

Bagi Anda yang mendambakan liburan berbeda, jauh dari hiruk pikuk kota, Pulau Kelor di Luwu Timur siap menyambut dengan pesonanya yang memikat. Jangan lupa membawa kamera terbaik Anda, karena setiap momen di pulau ini layak untuk diabadikan.

Itinerary Surabaya 3 Hari 2 Malam dari Bandung: Budget Rp1,3 Juta Termasuk Penginapan dan Kereta PP

Rencana Liburan Solo Traveling ke Surabaya Selama 3 Hari 2 Malam

Jika kamu sedang merencanakan liburan solo traveling di akhir pekan, kota Surabaya bisa menjadi pilihan yang menarik. Berada di Jawa Timur, Surabaya menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari sejarah, kuliner legendaris hingga spot foto yang Instagramable. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa melakukan perjalanan dari Bandung pada Jumat sore, tiba di Surabaya malam hari, dan memanfaatkan dua hari penuh untuk menjelajahi kota ini.

Berikut adalah panduan lengkap untuk liburan selama 3 hari 2 malam di Surabaya, termasuk estimasi bujetnya.

Hari Pertama: Kedatangan dan Makan Malam

Pada hari pertama, kamu akan tiba di Surabaya setelah perjalanan dari Bandung. Kamu bisa menggunakan Kereta Harina dengan lama perjalanan sekitar 10 jam 35 menit. Harga tiket kereta sekitar Rp 340.000. Setibanya di Stasiun Surabaya Pasar Turi, kamu bisa langsung menuju My Studio Hotel City Center untuk check-in. Hotel ini strategis karena dekat pusat kota dan sudah termasuk sarapan.

Setelah check-in, kamu bisa langsung makan malam di Depot Sederhana Gubeng Pojok. Restoran ini menawarkan menu khas Padang dengan harga terjangkau. Estimasi bujet untuk makan malam sekitar Rp 25.000.

Setelah makan malam, kamu kembali ke hotel untuk istirahat agar siap menjelajah Surabaya keesokan harinya.

Hari Kedua: Wisata Sejarah dan Kuliner Khas

Pagi hari, kamu akan mengisi tenaga dengan sarapan di hotel. Setelah itu, kamu bisa menyewa motor di Gorent dengan biaya sekitar Rp 75.000 per hari. Motor akan memudahkan kamu menjelajahi kota dengan lebih fleksibel.

Kamu bisa mulai dengan mengunjungi Museum Gedung Siola yang menampilkan sejarah perdagangan Surabaya di era kolonial. Selanjutnya, kamu bisa mengunjungi Tunjungan Plaza dan sekitarnya untuk melihat arsitektur kolonial yang ikonik.

Setelah itu, kamu bisa makan siang di Sentra Wisata Kuliner Bratang Binangun dan menikmati berbagai menu khas Surabaya seperti nasi campur atau soto. Setelah itu, kamu bisa bersantai di Historica sambil menikmati kopi nikmat dalam suasana yang cozy.

Pada sore hari, kamu bisa mengunjungi Surabaya North Quay untuk menikmati pemandangan laut lepas dan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah itu, kamu bisa menjelajah Kota Lama Surabaya yang memiliki bangunan kolonial Belanda yang terawat.

Untuk makan malam, kamu bisa mencoba Sego Sambel Mak Yeye yang terkenal dengan sambal pedasnya. Setelah itu, kamu kembali ke hotel untuk istirahat.

Hari Ketiga: Belanja Oleh-oleh dan Pulang

Pada hari ketiga, kamu akan kembali sarapan di hotel sebelum check-out. Setelah itu, kamu bisa menyewa motor lagi dan bersantai di VISMA | Coffee, Art & Co – Working Space. Setelah itu, kamu bisa belanja oleh-oleh di Pasar Atom yang merupakan tempat terbaik untuk membeli souvenir, camilan, dan baju khas Surabaya.

Setelah itu, kamu bisa makan siang terakhir di sekitar Pasar Atom. Setelah itu, kamu kembali ke hotel untuk persiapan pulang. Pada sore hari, kamu akan kembali ke Stasiun Surabaya Pasar Turi dan naik Kereta Harina kembali ke Bandung.

Estimasi Bujet Solo Traveling ke Surabaya Selama 3 Hari

Berikut adalah estimasi bujet untuk liburan solo traveling ke Surabaya selama 3 hari:

  • Kereta: Rp 340.000
  • Ojek Online: Rp 25.000
  • Penginapan: Rp 82.840
  • Sewa Motor: Rp 75.000
  • Makan: Rp 25.000 (hari pertama), Rp 120.000 (hari kedua), Rp 65.000 (hari ketiga)
  • Wisata: Rp 10.000
  • Oleh-oleh: Rp 75.000

Total estimasi bujet keseluruhan adalah sekitar Rp 1.315.680. Catatan: Estimasi di atas belum termasuk pengeluaran pribadi, bahan bakar, parkir, dan tambahan biaya lain seperti oleh-oleh lebih banyak atau wisata tambahan.

Libur Akhir Pekan Agustus 2025: Masih Ada? Ini Jadwalnya

Jadwal Libur Nasional di Bulan Agustus 2025

Setengah bulan Agustus 2025 telah tiba, namun hingga pertengahan bulan ini, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal libur terbaru. Hanya hari Sabtu dan Minggu yang menjadi hari libur rutin. Seperti biasa, bulan Agustus juga memiliki jadwal libur nasional selain weekend.

Salah satu hari libur nasional yang akan dirayakan adalah Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) pada tanggal 17 Agustus 2025. Sayangnya, hari kemerdekaan tersebut jatuh pada hari Minggu, yang sudah termasuk dalam jadwal libur regional. Namun, pemerintah langsung merespons dengan menetapkan tambahan hari libur untuk memperkuat perayaan kemerdekaan.

Pengumuman ini memberikan kabar baik bagi masyarakat, karena mereka akan memiliki waktu tambahan untuk bersantai dan merayakan kemerdekaan. Berikut detail jadwal libur tambahan untuk Agustus 2025:

Jadwal Libur Tambahan Agustus 2025

Bulan Agustus tahun ini akan memiliki kesan tersendiri, terutama bagi warga negara Indonesia. Pemerintah baru saja mengumumkan kebijakan libur nasional tambahan untuk memperingati HUT RI ke-80.

Jika 17 Agustus 2025 jatuh pada hari Minggu, maka keesokan harinya, yaitu Senin, 18 Agustus 2025, akan menjadi hari libur nasional. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, yang menyampaikannya melalui jaringan Sekretariat Presiden di Jakarta, pada Jumat (1/8/2025).

Menurut Juri, penetapan hari libur ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan, seperti perlombaan, karnaval, dan acara rakyat lainnya di berbagai daerah. Presiden Prabowo Subianto juga mengimbau agar semarak peringatan kemerdekaan dapat dirasakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia.

Daftar Libur Sisa Agustus 2025

Setelah 18 Agustus ditetapkan sebagai hari libur nasional, bulan Agustus 2025 memiliki dua hari libur nasional, yaitu:

  • Minggu, 17 Agustus 2025: Peringatan HUT ke-80 RI.
  • Senin, 18 Agustus 2025: Hari libur tambahan setelah upacara peringatan kemerdekaan.

Selama bulan Agustus, tidak ada cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, tidak akan ada long weekend selama bulan ini.

Berikut rincian tanggal merah di bulan Agustus 2025:

  • Minggu, 17 Agustus 2025
  • Minggu, 24 Agustus 2025
  • Minggu, 31 Agustus 2025

Sementara itu, berikut daftar hari libur nasional dan cuti bersama sampai akhir tahun 2025:

  • Minggu, 17 Agustus 2025: HUT ke-80 RI
  • Senin, 18 Agustus 2025: Libur nasional HUT ke-80 RI
  • Jumat, 5 September 2025: Maulid Nabi Muhammad Saw
  • Kamis, 25 Desember 2025: Hari Raya Natal
  • Jumat, 26 Desember 2025: Cuti Bersama Hari Raya Natal

Kalender Agustus 2025

Berikut kalender lengkap Agustus 2025 beserta tanggal merah dan cuti bersama:

  • 1 Agustus 2025 = 7 Sapar 1959 Ja = 7 Safar 1447 H = Hari Jumat Kliwon
  • 2 Agustus 2025 = 8 Sapar 1959 Ja = 8 Safar 1447 H = Hari Sabtu Legi
  • 3 Agustus 2025 = 9 Sapar 1959 Ja = 9 Safar 1447 H = Hari Minggu Pahing
  • 4 Agustus 2025 = 10 Sapar 1959 Ja = 10 Safar 1447 H = Hari Senin Pon
  • 5 Agustus 2025 = 11 Sapar 1959 Ja = 11 Safar 1447 H = Hari Selasa Wage
  • 6 Agustus 2025 = 12 Sapar 1959 Ja = 12 Safar 1447 H = Hari Rabu Kliwon
  • 7 Agustus 2025 = 13 Sapar 1959 Ja = 13 Safar 1447 H = Hari Kamis Legi
  • 8 Agustus 2025 = 14 Sapar 1959 Ja = 14 Safar 1447 H = Hari Jumat Pahing
  • 9 Agustus 2025 = 15 Sapar 1959 Ja = 15 Safar 1447 H = Hari Sabtu Pon
  • 10 Agustus 2025 = 16 Sapar 1959 Ja = 16 Safar 1447 H = Hari Minggu Wage
  • 11 Agustus 2025 = 17 Sapar 1959 Ja = 17 Safar 1447 H = Hari Senin Kliwon
  • 12 Agustus 2025 = 18 Sapar 1959 Ja = 18 Safar 1447 H = Hari Selasa Legi
  • 13 Agustus 2025 = 19 Sapar 1959 Ja = 19 Safar 1447 H = Hari Rabu Pahing
  • 14 Agustus 2025 = 20 Sapar 1959 Ja = 20 Safar 1447 H = Hari Kamis Pon
  • 15 Agustus 2025 = 21 Sapar 1959 Ja = 21 Safar 1447 H = Hari Jumat Wage
  • 16 Agustus 2025 = 22 Sapar 1959 Ja = 22 Safar 1447 H = Hari Sabtu Kliwon
  • 17 Agustus 2025 = 23 Sapar 1959 Ja = 23 Safar 1447 H = Hari Minggu Legi (Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia)
  • 18 Agustus 2025 = 24 Sapar 1959 Ja = 24 Safar 1447 H = Hari Senin Pahing
  • 19 Agustus 2025 = 25 Sapar 1959 Ja = 25 Safar 1447 H = Hari Selasa Pon
  • 20 Agustus 2025 = 26 Sapar 1959 Ja = 26 Safar 1447 H = Hari Rabu Wage
  • 21 Agustus 2025 = 27 Sapar 1959 Ja = 27 Safar 1447 H = Hari Kamis Kliwon
  • 22 Agustus 2025 = 28 Sapar 1959 Ja = 28 Safar 1447 H = Hari Jumat Legi
  • 23 Agustus 2025 = 29 Sapar 1959 Ja = 29 Safar 1447 H = Hari Sabtu Pahing
  • 24 Agustus 2025 = 1 Mulud 1959 Ja = 30 Safar 1447 H = Hari Minggu Pon
  • 25 Agustus 2025 = 2 Mulud 1959 Ja = 1 Rabiul Awal 1447 H = Hari Senin Wage
  • 26 Agustus 2025 = 3 Mulud 1959 Ja = 2 Rabiul Awal 1447 H = Hari Selasa Kliwon
  • 27 Agustus 2025 = 4 Mulud 1959 Ja = 3 Rabiul Awal 1447 H = Hari Rabu Legi
  • 28 Agustus 2025 = 5 Mulud 1959 Ja = 4 Rabiul Awal 1447 H = Hari Kamis Pahing
  • 29 Agustus 2025 = 6 Mulud 1959 Ja = 5 Rabiul Awal 1447 H = Hari Jumat Pon
  • 30 Agustus 2025 = 7 Mulud 1959 Ja = 6 Rabiul Awal 1447 H = Hari Sabtu Wage
  • 31 Agustus 2025 = 8 Mulud 1959 Ja = 7 Rabiul Awal 1447 H = Hari Minggu Kliwon

25 Lagu Meriahkan Lomba 17 Agustus

Rekomendasi Lagu yang Cocok Diputar Saat Lomba 17 Agustus

Masuknya bulan Agustus menjadi tanda bahwa berbagai lomba dan acara perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mulai diselenggarakan. Salah satu hal yang sering dianggap penting dalam memeriahkan acara adalah pemilihan musik yang sesuai dengan tema. Berikut ini adalah rekomendasi kumpulan lagu yang cocok diputar selama lomba 17 Agustus, yang memiliki melodi dan lirik yang sesuai dengan suasana perayaan.

1. Dari Mata Sang Garuda – Pee Wee Gaskins

Lagu yang dirilis pada tahun 2010 ini menjadi penyemangat bagi peserta lomba. Lagu ini mengajak untuk tetap berjuang, terutama dalam berbagai pertandingan.

2. Berkibarlah Bendera Negeriku

Lagu nasional yang diciptakan oleh Ibu Sud ini memiliki lirik dan irama yang menyentuh hati. Lagu ini membawa rasa cinta dan kebanggaan terhadap Indonesia.

3. Bongkar – Iwan Fals

Lagu dengan hentakan musik yang kuat ini bisa membangkitkan semangat peserta lomba. Lagu ini juga berisi kritik pedas terhadap kondisi politik dan sosial Indonesia pada masa lalu.

4. Kuat Kita Bersinar – Superman is Dead

Lagu ini mengajak semua orang untuk menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Meskipun saling bersaing, utamakan persatuan.

5. Manusia Kuat – Tulus

Lagu ini menggambarkan perjuangan para peserta lomba. Mereka saling bekerja sama dan berjuang menjadi juara.

6. Hari Merdeka

Lagu nasional karya H. Mutahar yang pernah dinyanyikan ulang oleh band Cokelat. Lagu ini tentang peringatan 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan Indonesia.

7. Garuda di Dadaku – NTRL

Lagu yang dipopulerkan oleh grup band NTRL ini memiliki lirik yang inspiratif dan penuh semangat nasionalisme.

8. Zamrud Khatulistiwa – Chrisye

Meski lebih syahdu dibanding lagu lain, lagu ini tetap bisa membangkitkan nasionalisme. Lagu ini tentang keindahan alam Indonesia.

9. Satu Indonesia – Kotak

Lagu ini merupakan ajakan untuk semangat menjadi satu Indonesia. Cocok sebagai theme song untuk HUT RI ke-77.

10. Bendera – Cokelat

Lagu ini memiliki irama yang menghentak dan lirik yang tentang nasionalisme. Cocok untuk suasana 17 Agustusan.

11. Berkibarlah Benderaku

Lagu nasional karya Ibu Sud ini sering diputar setiap kali ada acara atau lomba Agustusan. Lagu ini tentang bendera Merah Putih yang jadi bendera pusaka Indonesia.

12. Kebyar Kebyar – Gombloh

Lagu nasional ini memiliki pesan bahwa Indonesia adalah tanah air sekaligus jati diri kita.

13. Ayo! Indonesia Bisa – Sherina feat. Ello

Lagu penyemangat untuk para atlet pada ajang Sea Games 2011. Cocok diputar di momen Agustusan.

14. We Are the Champions – Queen

Selain lagu Indonesia, lagu Barat seperti ini juga cocok diputar saat 17 Agustus. Lagu ikonis yang membangkitkan semangat meraih posisi juara.

15. Super – SEVENTEEN

Lagu KPop yang menggambarkan tentang perjuangan melewati kesulitan. Melodi dan liriknya pasti bikin semangat meningkat.

16. Start – Gaho

OST dari drama hits Itaewon Class ini bisa meningkatkan semangat. Cocok diputar saat merasa lelah setelah berusaha keras.

17. Fighting – BSS SEVENTEEN

Sub unit SEVENTEEN punya lagu penyemangat terbaik. Meski berbahasa Korea, melodi dan liriknya cocok diputar ketika 17 Agustusan.

18. Fight Song – Rachel Platten

Lagu ini tentang seseorang yang menyakinkan dirinya untuk terus berjuang meski dihadapkan dengan banyak rintangan.

19. Jadilah Legenda -Superman Is Dead

Lagu ini simbol nasionalisme dan semangat juang. Cocok dijadikan anthem nasionalisme di perayaan 17 Agustus.

20. Sapphire – Ed Sheeran

Lagu dari Ed Sheeran ini merupakan kombinasi pop penuh energi. Liriknya yang menggambarkan keindahan dan semangat membuat lagu ini cocok untuk membakar tekad para peserta lomba Agustusan.

21. Dreamer – Jungkook BTS

Resmi menjadi bagian soundtrack Piala Dunia FIFA 2022, lagu ini mengajak semua untuk terus bermimpi dan percaya pada diri sendiri.

22. JUMP – BLACKPINK

Lagu energik ini mengajak para pendengar untuk bergerak bebas dan penuh percaya diri. Cocok untuk menambah semangat para peserta lomba balap karung.

23. Glorious – Weird Genius, Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya

Lagu resmi Piala Dunia U-20 2023 ini mengusung tema kemenangan dan kejayaan. Cocok untuk momen puncak perayaan atau penutup acara lomba 17 Agustus.

24. Untuk Indonesia – GAC

Lagu ini menggambarkan rasa cinta tanah air. Seolah mengajak anak bangsa untuk ikut merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

25. Indonesia – SAMSONS

Lagu yang dirilis pada 2013 ini menjadi salah satu karya SAMSONS yang memiliki nuansa nasionalis dan lirik yang bermakna mendalam.

Dengan deretan lagu ini, kamu bisa membuat antusiasme dan semangat setiap orang yang datang ke lomba langsung meningkat. Dijamin acara lomba di daerahmu akan semakin meriah dan seru!

Pertanyaan Umum Mengenai Lagu Saat Lomba 17 Agustus

Apa yang dimaksud lagu saat lomba 17 Agustus?

Lagu yang diputar atau dinyanyikan untuk memeriahkan suasana perlombaan HUT RI.

Kapan lagu biasanya diputar dalam lomba 17 Agustus?

Saat pembukaan, di tengah lomba untuk hiburan, atau saat penyerahan hadiah.

Lagu apa saja yang sering digunakan?

Lagu perjuangan, lagu nasional, dan lagu ceria bertema kemerdekaan.

50 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus 2025, Penuh Makna Perjuangan

Pantun Kemerdekaan 17 Agustus 2025: Cara Unik Merayakan Hari Kemerdekaan

Menjelang perayaan Kemerdekaan 17 Agustus 2025, pantun bisa menjadi cara yang kreatif dan menarik untuk membangkitkan semangat perjuangan. Mulai dari pantun yang penuh makna hingga yang mudah dipahami oleh generasi muda, semua bisa disesuaikan dengan suasana acara. Jika kamu ingin merayakan momen 17-an dengan gaya yang berbeda, kreatif, dan tetap keren, membagikan pantun-pantun di bawah ini bisa menjadi solusi yang tepat. Berikut beberapa contoh pantun yang bisa membuat upacara, lomba, atau acara kemerdekaan makin meriah.

Pantun Kemerdekaan tentang Perjuangan

Perjuangan para pahlawan adalah alasan kita bisa merayakan Kemerdekaan 17 Agustus 2025 dengan bangga. Berikut beberapa pantun yang mengingatkan kita akan semangat para pahlawan:

  • Merah putih berkibar gagah

    Menghias langit di pagi cerah

    Semangat pahlawan tak pernah lelah

    Demi Indonesia kita merdeka

  • Pergi ke pasar membeli selendang

    Warna indah cantik memikat

    Berjuang resiko nyawa melayang

    Agar negeri ini merdeka dan hebat

  • Menanam padi di tengah sawah

    Sambil bersiul riang gembira

    Pahlawan berjuang tanpa menyerah

    Supaya rakyat hidup sejahtera

  • Burung camar terbang tinggi

    Menyapa langit penuh cahaya

    Pejuang rela tinggalkan istri

    Demi nusa bangsa tercinta

  • Menjahit baju di tepi jendela

    Cahaya mentari mulai menyapa

    Perjuangan tak sia-sia terasa

    Indonesia merdeka sepanjang masa

Pantun-pantun ini tidak hanya mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan, tetapi juga memberi semangat untuk menjaga kemerdekaan yang telah diraih.

Pantun Kemerdekaan tentang Persatuan

Kemerdekaan bisa bertahan karena rakyat Indonesia bersatu padu. Berikut beberapa pantun yang mengingatkan pentingnya persatuan:

  • Menyulam kain dengan benang

    Warna-warni indah terjalin

    Persatuan bangsa janganlah hilang

    Warisan pahlawan harus kita sambungkan

  • Makan ketupat bersama rendang

    Berkumpul ramai di hari raya

    Persahabatan yang kian mengembang

    Jadi benteng bangsa sepanjang masa

  • Air mengalir dari pegunungan

    Jernih segar memuaskan dahaga

    Dalam persatuan kita temukan

    Kekuatan yang tak bisa digoyah

  • Duduk santai di tepi pantai

    Menikmati senja yang mempesona

    Persatuan bangsa tak boleh usai

    Agar kemerdekaan tetap terasa

Persatuan adalah pondasi utama dalam menjaga kemerdekaan. Pantun-pantun ini mengajak kita untuk selalu menjaga kesatuan sebagai satu bangsa.

Pantun Kemerdekaan untuk Generasi Muda

Generasi muda memegang kunci keberlanjutan kemerdekaan. Berikut beberapa pantun yang mengingatkan mereka untuk selalu berkontribusi:

  • Menanam pohon di halaman rumah

    Menyiramnya setiap hari

    Generasi muda haruslah ramah

    Menjaga etika bangsa tanpa henti

  • Pergi bersepeda di pagi hari

    Menyusuri jalan penuh bunga

    Jalan panjang tak jadi beban

    Jika dilalui bersama cita-cita

  • Memetik bunga mawar merah

    Harum semerbak di udara

    Generasi muda pantang menyerah

    Demi masa depan yang ceria

  • Makan bubur di tepi taman

    Sambil tertawa bersama kawan

    Generasi muda harus berperan

    Meneruskan perjuangan pahlawan

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan. Pantun-pantun ini mengajak mereka untuk aktif dan berkontribusi dalam membangun bangsa.

Pantun Kemerdekaan tentang Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air adalah pondasi utama yang harus dijaga. Berikut beberapa pantun yang menggambarkan rasa bangga terhadap Tanah Air:

  • Burung kenari berkicau merdu di dahan

    Menyambut pagi menjelang siang

    Rindu pada tanah kelahiran

    Membuat hati selalu ingin pulang

  • Naik sepeda keliling desa treatai

    Menyapa warga dengan senyum dan rangkul

    Setiap jengkal tanah kita cintai

    Seperti keluarga yang selalu dirangkul

  • Menyanyi lagu di panggung besar

    Suara merdu memikat hati

    Cinta Tanah Air takkan pudar

    Terpatri di sanubari

Cinta Tanah Air adalah bagian dari identitas bangsa. Pantun-pantun ini mengingatkan kita untuk selalu mencintai dan menjaga tanah air.

Pantun Kemerdekaan yang Penuh Doa

Selain pesan kebangsaan, pantun juga bisa berisi doa untuk Indonesia yang lebih baik. Berikut contoh pantunnya:

  • Mentari pagi sinarnya terang

    Burung bernyanyi sambut cahaya

    Semoga Indonesia selalu terang

    Hingga hidup rakyat penuh bahagia

  • Hujan rintik membasahi ladang

    Rumput hijau tumbuh merata

    Semoga damai terus berkembang

    Untuk Indonesia tercinta kita

  • Bunga melati mekar berseri

    Harum semerbak sampai ke pintu

    Warga Indonesia selalu rukun berdiri

    Hingga dunia pun mengagumi itu

Doa-doa ini mengandung harapan agar Indonesia menjadi lebih baik dan harmonis.

Kesimpulan

Pantun Kemerdekaan 17 Agustus 2025 bisa menjadi sarana yang efektif untuk merayakan momen penting ini. Dari pantun tentang perjuangan, persatuan, generasi muda, cinta Tanah Air, hingga doa, semua bisa digunakan untuk memeriahkan acara. Gunakan pantun-pantun ini dalam upacara, lomba, atau bahkan sebagai caption di media sosial. Siapkan semangat dan kebersamaan untuk merayakan HUT RI ke-80 tahun ini.

Perjuangan Suku di Hutan Menuju Dunia Global

Perhelatan Bersejarah di Brazzaville dan Peran Masyarakat Adat dalam Menjaga Bumi

Di balik sorotan media, sebuah perhelatan penting berlangsung di Brazzaville, Republik Kongo. Kongres yang diberi judul First Global Congress of Indigenous Peoples and Local Communities for the Forest Basins menjadi momen bersejarah yang memperkuat kerja sama antar negara-negara di kawasan selatan dalam menghadapi krisis planet yang kita hadapi saat ini. Krisis-krisis tersebut mencakup perubahan iklim, kerusakan keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan.

Bagi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), hasil dari forum ini bukan sekadar simbol solidaritas global, tetapi juga memberikan dorongan tambahan untuk memperkuat desakan agar pengakuan penuh atas hak dan wilayah masyarakat adat segera direalisasikan, khususnya di Indonesia.

Spirit dari Brazzaville sangat relevan untuk digaungkan kembali, terlebih saat masyarakat adat dunia memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat (HIMAS) setiap 9 Agustus. Tahun ini, AMAN mengangkat tema “Memperkuat Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan” dengan tagar #TheAnswerIsUs, sebagai penegasan bahwa masyarakat adat adalah penjaga ekosistem terbaik dunia. Dalam konteks aksi iklim, kami bukan hanya korban—tetapi juga penjaga, pelaku, dan pemimpin.

Kongres yang diselenggarakan selama empat hari pada Mei lalu, diorganisir oleh Global Alliance of Territorial Communities dan Rights and Resources Initiative, mempertemukan para penjaga hutan dari empat bentang alam besar: Amazon, Kongo, Borneo-Mekong-Asia Tenggara, dan Mesoamerika. Semua peserta membawa satu pesan yang sama: “Masa depan bumi tidak bisa diselamatkan tanpa pengakuan dan partisipasi nyata masyarakat adat dan komunitas lokal.”

Pesan Utama dari Kongres Global

Pesan yang diharapkan dapat disebarkan melalui penyelenggaraan forum itu adalah tentang tiga pilar pembangunan berkelanjutan: perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi, dan partisipasi masyarakat adat serta komunitas lokal di negara-negara berkembang. Tujuan bersama adalah memastikan bahwa hak, kehidupan, dan sistem pengetahuan masyarakat adat dan komunitas lokal mendapat tempat sentral dalam pengelolaan lingkungan global, pendanaan iklim, dan solusi konservasi.

Ironisnya, ketika dunia mulai mengakui peran masyarakat adat, ancaman terhadap hak dan wilayah adat di Indonesia justru semakin besar. Pemerintah, dalam mengejar target pembangunan ekonomi, masih terlalu bergantung pada pendekatan ekstraktif—mulai dari ekspansi lumbung pangan, produksi biofuel, hingga proyek perdagangan karbon—yang sering kali dibungkus dalam narasi transisi energi atau ekonomi hijau.

Dampaknya nyata: pembalakan hutan ilegal meningkat, eksploitasi mineral kritis makin masif, dan wilayah adat terus terancam digerus investasi. Menurut laporan Tempo (Juni 2025), hingga tahun lalu sudah ada 152 perusahaan yang mengantre konsesi baru di kawasan hutan seluas 4,8 juta hektare. Proses perizinannya tertutup, dan wilayah adat kembali menjadi objek rebutan.

Ironi itu makin telanjang bila dibandingkan dengan janji Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai pidatonya—yakni menolak dominasi kekayaan negara oleh segelintir orang. Namun kenyataan di lapangan justru memperlihatkan sebaliknya.

Rancangan Undang-Undang yang Masih Tertunda

Sementara itu, Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat yang diusulkan sejak 2009 masih belum kunjung disahkan. Justru yang lebih cepat bergerak adalah antrean perizinan baru yang berpotensi merampas hak 37 komunitas masyarakat adat di atas 310 ribu hektare wilayah adat.

Di Brazzaville, para delegasi kongres menyepakati satu hal penting: masyarakat adat dan komunitas lokal bukan sekadar pihak yang terkena dampak perubahan iklim, melainkan pemilik solusi. Kami adalah pemegang hak dan harus diakui sebagai pemimpin dalam pelindungan lingkungan, pendanaan iklim, dan konservasi.

Pesan kuat juga disampaikan kepada pemerintah, donor, dan lembaga global: wujudkan kemitraan sejati—berbasis pada rasa hormat, kesetaraan, dan tanggung jawab bersama untuk meregenerasi planet ini bagi generasi sekarang dan mendatang.

Langkah yang Harus Dilakukan

Kesepakatan yang dihasilkan di Brazzaville akan dibawa ke Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) di Belem, Brasil, November mendatang. Pesan-pesan yang akan dibawa ke COP30 memiliki makna yang jauh lebih besar: ini adalah peta jalan bagi perjuangan ke depan—baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Apa yang bisa dilakukan? Banyak. Dari dokumentasi dan riset, narasi publik dan advokasi, hingga desakan kebijakan. Semua itu telah dilakukan, namun butuh didorong lebih jauh. Strategi yang disepakati di Brazzaville menekankan pentingnya: Pertama, Kolaborasi global yang lebih luas dengan aktor-aktor yang aktif mendukung masyarakat adat. Kedua, Pemanfaatan forum internasional seperti COP sebagai panggung untuk menegaskan posisi masyarakat adat dalam agenda iklim. Ketiga, Mekanisme pendanaan iklim yang adil, tidak berbasis pasar, dan langsung menjangkau masyarakat adat serta komunitas lokal.

Indonesia memiliki potensi besar. Hingga Mei 2025, data menunjukkan bahwa total wilayah ICCAs yang telah terdaftar seluas 647,4 ribu hektar secara nasional. Masih ada potensi hingga 33,6 juta hektare wilayah adat yang sudah dipetakan dan belum sepenuhnya diakui negara.

Namun potensi ini hanya akan menjadi angka di atas kertas jika tidak segera diakui dan dilindungi. Perjuangan ini masih panjang, tetapi dengan tambahan daya dari Brazzaville, arah langkah kita menjadi lebih terang—ibarat terowongan gelap yang mulai menerima cahaya dari ujungnya.

Selamat Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia Tahun 2025!

Jadwal Bus AKAP Bali ke Jawa Jumat (15/8), Harga Tiketnya Menggiurkan!

Pilihan Transportasi Darat untuk Perjalanan dari Bali ke Pulau Jawa

Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan keluar masuk Bali pada hari Jumat (15/8), tidak perlu khawatir. Ada banyak pilihan transportasi yang bisa dipilih, baik melalui udara, laut maupun jalur darat. Salah satu opsi terbaik untuk perjalanan jarak jauh adalah menggunakan bus. Banyak perusahaan otobus (PO) menyediakan layanan antar kota dengan berbagai kelas dan harga yang bervariasi.

Berikut ini adalah rincian jadwal dan harga tiket bus AKAP dari Terminal Mengwi ke sejumlah terminal besar di Pulau Jawa:

1. Rute Bali – Jakarta

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 13.15 WITA

    Harga: Rp 550.000

  • Bus Debe Trans

    Keberangkatan: 11.00 dan 14.20 WITA

    Harga: Rp 551.000

  • Bus Lorena

    Keberangkatan: 07.00 WITA

    Harga: Rp 565.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 07.00 dan 09.00 WITA

    Harga: Rp 600.000 – 620.000

  • Bus Kramat Djati

    Keberangkatan: 07.00 dan 13.00 WITA

    Harga: Rp 585.000

  • Bus Cahaya Kembar Gemilang (CKG)

    Keberangkatan: 12.30 dan 15.00 WITA

    Harga: Rp 550.000 – 700.000

  • Bus Sinar Jaya

    Keberangkatan: 13.40 dan 13.55 WITA

    Harga: Rp 890.000

  • Bus Wafaa Holiday

    Keberangkatan: 20.00 WITA

    Harga: Rp 580.000

2. Rute Bali – Bandung, Jawa Barat

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 dan 13.05 WITA

    Harga: Rp 550.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 06.00 WITA

    Harga: Rp 580.000 – 600.000

  • Bus Kramat Djati

    Keberangkatan: 13.00 WITA

    Harga: Rp 475.000 – 555.000

  • Bus Debe Trans

    Keberangkatan: 11.00 WITA

    Harga: Rp 551.000 – 570.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 08.00 WITA

    Harga: Rp 580.000

3. Rute Bali – DI Yogyakarta

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 14.00 WITA

    Harga: Rp 330.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 380.000

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 385.000

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 12.30 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Mansion

    Keberangkatan: 11.30 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Tami Jaya

    Keberangkatan: 12.45 & 14.45 WITA

    Harga: Rp 450.000 – 600.000

  • Bus Damri

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 435.000

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

4. Rute Bali – Semarang, Jawa Tengah

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 13.05 dan 13.15 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 500.000

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 390.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 09.00 dan 11.00 WITA

    Harga: Rp 380.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bus Mayora – Surya Trans

    Keberangkatan: 13.15 WITA

    Harga: Rp 438.750 – 675.000

  • Bus Sinar Jaya

    Keberangkatan: 13.40 dan 13.55 WITA

    Harga: Rp 630.000

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.15 dan 16.45 WITA

    Harga: Rp 438.750 – 675.000 – 787.500

5. Denpasar – Jepara

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 12.40 dan 13.30 WITA

    Harga: Rp 380.000 – 400.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 09.00 WITA

    Harga: Rp 350.000

6. Rute Bali – Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 415.600

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 WITA

    Harga: Rp 430.000 – 450.000

  • Bus Mansion

    Keberangkatan: 11.00 WITA

    Harga: Rp 600.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 08.00 WITA

    Harga: Rp 530.000

  • Bus Amin Jaya

    Keberangkatan: 10.30 WITA

    Harga: Rp 480.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 06.00 dan 11.20 WITA

    Harga: Rp 470.000

7. Rute Bali – Solo, Jawa Tengah

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 dan 13.10 WITA

    Harga: Rp 400.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 11.30 dan 12.00 WITA

    Harga: Rp 350.000 – 550.000

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 14.00 WITA

    Harga: Rp 360.000

  • Bus Kramat Djati

    Keberangkatan: 07.00 dan 13.00 WITA

    Harga: Rp 315.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 385.000 – 392.000

  • Bus Tami Jaya

    Keberangkatan: 12.40 WITA

    Harga: Rp 450.000

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.15, 13.55 dan 14.15 WITA

    Harga: Rp 438.750 – 675.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 325.000

  • Bus Madu Kismo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 500.000

  • Bus Mansion

    Keberangkatan: 11.00 dan 11.30 WITA

    Harga: Rp 390.000

  • Bus Surya Bali

    Keberangkatan: 13.00 WITA

    Harga: Rp 350.000

  • Bus Damri

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 391.000

  • Bus Sinar Jaya

    Keberangkatan: 13.55 WITA

    Harga: Rp 365.000 – 630.000

8. Rute Bali – Surabaya, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 17.55 dan 19.00 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 483.750

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bus Bali Trans

    Keberangkatan: 17.30 dan 18.30 WITA

    Harga: Rp 230.000

  • Bus Sarwonadhi

    Keberangkatan: 09.00, 16.00 dan 18.00 WITA

    Harga: Rp 269.100

  • Bus Pahala Kencana

    Keberangkatan: 08.24 WITA

    Harga: Rp 430.000

  • Bus Angkasa Trans Jaya

    Keberangkatan: 13.30, 13.35 dan 15.00 WITA

    Harga: Rp 234.000 – 245.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bali Purnama 99

    Keberangkatan: 18.30 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 350.000

  • Harlin Travel

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 300.0000

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 15.30 WITA

    Harga: Rp 275.000

  • Bus Mayora – Surya Trans

    Keberangkatan: 14.15 dan 15.30 WITA

    Harga: Rp 255.000

  • Bus Safari Dharma Raya

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Ladju Transport

    Keberangkatan: 16.00 WITA

    Harga: Rp 285.000

  • Bus Damri

    Keberangkatan: 18.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Penjor Travel

    Keberangkatan: 16.05 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 400.000

  • Bus Juragan 99

    Keberangkatan: 08.30 dan 17.15 WITA

    Harga: Rp 420.000 – 440.000

  • Bus Titian Mas

    Keberangkatan: 21.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Wafaa Holiday

    Keberangkatan: 20.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

9. Rute Bali – Malang, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 09.15, 14.15, 15.05, 15.30, 17.00, 17.30 dan 20.00 WITA

    Harga: Rp 315.000 – 410.625 – 455.625

  • Bus Mayora Surya Trans

    Keberangkatan: 15.30 WITA

    Harga: Rp 250.000 – 255.000

  • Bus Santoso

    Keberangkatan: 17.30 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Malang Indah

    Keberangkatan: 17.30 dan 18.30 WITA

    Harga: Rp 200.000 – 250.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 275.000 – 302.000

  • Bus Purnayasa

    Keberangkatan: 15.30 WITA

    Harga: Rp 260.000 – 280.000

  • Bus Juragan 99

    Keberangkatan: 08.10 dan 17.55 WITA

    Harga: Rp 400.000 – 420.000

  • Ladju Transport

    Keberangkatan: 16.00 WITA

    Harga: Rp 285.000

  • Bus 27 Trans

    Keberangkatan: 18.30, 19.00, 20.30 dan 21.00 WITA

    Harga: Rp 225.000 – 275.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 13.30 dan 17.50 WITA

    Harga: Rp 280.000 – 300.000

  • Bus Bali Purnama 99

    Keberangkatan: 19.40 WITA

    Harga: Rp 295.688

  • Bus Ranajaya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 257.700

  • Penjor Travel

    Keberangkatan: 16.00 WITA

    Harga: Rp 300.000 – 400.000

10. Rute Bali – Madiun, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.45 dan 16.00 WITA

    Harga: Rp 393.750 – 540.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 11.00 dan 13.00 WITA

    Harga: Rp 350.000 – 380.000

  • Bus Mayora Surya Trans

    Keberangkatan: 14.15 dan 15.30 WITA

    Harga: Rp 336.600

  • Bus Wisata Komodo

    Keberangkatan: 12.00 WITA

    Harga: Rp 330.000

11. Rute Bali – Ponorogo, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 13.45 WITA

    Harga: Rp 393.750 – 540.000

  • Bus Surya Trans

    Keberangkatan: 14.15 dan 15.30 WITA

    Harga: Rp 346.800

12. Rute Bali – Kediri, Jawa Timur

  • Bus Mtrans

    Keberangkatan: 15.05, 15.20 dan 17.15 WITA

    Harga: Rp 337.500 – 450.000 – 517.500

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

13. Rute Bali – Bojonegoro, Jawa Timur

  • Bus Angkasa Trans Jaya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 300.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 13.00 WITA

    Harga: Rp 325.000

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 11.00 WITA

    Harga: Rp 350.000

14. Rute Bali – Madura, Jawa Timur

  • Bus Gunung Harta

    Keberangkatan: 13.30 WITA

    Harga: Rp 280.000

  • Bus Restu Mulya

    Keberangkatan: 15.00 WITA

    Harga: Rp 302.000

Semoga perjalanan Anda lancar dan selamat sampai tujuan!

Tujuh Tokoh Tionghoa Pahlawan Kemerdekaan Indonesia

Peran Keturunan Tionghoa dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran berbagai elemen masyarakat, termasuk keturunan Tionghoa. Meski secara etnis dan budaya mereka berbeda, para pejuang ini memperlihatkan semangat yang sama untuk membebaskan tanah air dari cengkeraman penjajah. Mereka bekerja tanpa memandang ras atau suku, dan kontribusi mereka menjadi bagian penting dari kemerdekaan Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa tokoh keturunan Tionghoa yang turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia:

  1. John Lie (Daniel Dharma)

    John Lie lahir di Manado pada tahun 1911. Ia adalah seorang perwira Angkatan Laut RI yang aktif selama masa penjajahan Jepang. Ia menempuh pendidikan di sekolah berbahasa Belanda dan kemudian melanjutkan studi militer di Batavia. Salah satu kontribusi besar John Lie adalah berhasil menembus blokade Belanda di Sumatra untuk menukar komoditas Indonesia dengan senjata. Pada tahun 2009, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

  2. Lie Eng Hok

    Lie Eng Hok lahir di Balaraja, Tangerang, pada tahun 1893. Ia aktif sebagai jurnalis di surat kabar Tionghoa bernama Sin Po pada awal abad ke-20. Ia terlibat dalam pemberontakan di Banten pada tahun 1926 dan memberikan informasi rahasia tentang pasukan Belanda kepada para pejuang. Selama pengasingannya di Boven Digoel, ia tetap menolak bekerja sama dengan pemerintah Belanda. Pada tahun 1959, ia diangkat sebagai Perintis Kemerdekaan RI dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang.

  3. Sho Bun Seng

    Sho Bun Seng adalah seorang penggiat seni yang juga aktif dalam perjuangan anti-Belanda. Ia bergabung dengan kelompok gerilya dan bertugas memata-matai Pao An Tui, yaitu kelompok Tionghoa pro-Belanda. Setelah kemerdekaan, ia terlibat dalam menumpaskan pemberontakan DI/TII. Sho Bun Seng meninggal pada usia 89 tahun dan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

  4. Tjia Giok Thwam (Basuki Hidayat)

    Basuki Hidayat lahir di Surabaya pada tahun 1927. Ia terlibat dalam pertempuran melawan Belanda sejak usia 18 tahun. Setelah pensiun dari dunia militer, ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ia menerima sejumlah tanda kehormatan atas jasa-jasanya sebagai pejuang kemerdekaan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Malang.

  5. Ferry Sie King Lien

    Ferry Sie King Lien lahir pada tahun 1933 dan ikut mengangkat senjata saat usia 16 tahun dalam pertempuran Solo. Ia bersama rekan-rekannya melakukan berbagai aksi untuk memotivasi rakyat dan menentang propaganda Belanda. Sayangnya, ia gugur dalam pertempuran tersebut. Ia menjadi satu-satunya keturunan Tionghoa yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jurug, Solo.

  6. Ong Tjong Bing (Daya Sabdo Kasworo)

    Ong Tjong Bing berjuang sebagai dokter yang merawat korban pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi, ia bergabung dalam militer dan aktif menumpas berbagai pemberontakan. Ia pensiun pada tahun 1976 dengan pangkat Letnan Kolonel.

  7. Soe Hok Gie

    Soe Hok Gie adalah aktivis reformasi yang sangat berpengaruh meskipun tidak terlibat langsung dalam pertempuran kemerdekaan. Ia menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Soekarno melalui tulisan-tulisan di media massa. Ia meninggal pada usia 26 tahun, namun catatan-catatan harian dan pemikirannya terus diingat dan diteladani.

Selain tokoh-tokoh di atas, masih banyak lagi pejuang keturunan Tionghoa yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kegigihan dan dedikasi mereka layak untuk dikenang dan dihargai. Dengan menjaga persatuan dan menghindari sentimen rasial, bangsa Indonesia dapat terus berkembang dan maju.