Arsip Tag: kesehatan

Pria Wajib Coba! Manfaat Toge untuk Kesehatan dan Kesuburan

Manfaat Toge untuk Kesehatan Pria

Toge, yang berasal dari kacang hijau atau kacang kedelai, mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Nutrisi tersebut meliputi antioksidan, serat, protein, karbohidrat, magnesium, kalsium, fosfor, zat besi, seng, folat, dan kalium. Selain itu, toge juga kaya akan vitamin seperti vitamin B, vitamin C, dan vitamin K. Kandungan nutrisi ini tidak hanya baik untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan kulit serta memperbaiki kesuburan pria.

Berikut beberapa manfaat toge yang sangat berguna bagi kesehatan pria:

1. Mencegah Penyakit Kardiovaskuler

Pria lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskuler seperti stroke dan penyakit jantung dibandingkan wanita. Faktor-faktor seperti kebiasaan merokok, pola makan buruk, stres, dan kurang tidur bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Namun, dengan konsumsi makanan bergizi seperti toge, risiko ini dapat diminimalkan. Toge tinggi antioksidan, serat, dan kalium yang membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan kolesterol jahat (LDL), serta mengontrol tekanan darah, sehingga baik untuk kesehatan jantung dan otak.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan protein, antioksidan, zat besi, dan vitamin C dalam toge membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan sistem imunitas yang kuat, pria akan lebih jarang sakit. Selain toge, konsumsi makanan sehat lainnya seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, serta buah dan sayuran juga sangat disarankan.

3. Menjaga Kualitas dan Jumlah Sperma

Toge kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel sperma dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, kandungan selenium dan seng dalam toge juga berkontribusi pada peningkatan kesuburan dan kesehatan sperma. Sperma yang sehat meningkatkan peluang pasangan untuk hamil.

4. Mendukung Pembentukan Otot

Toge mengandung protein nabati yang baik untuk pembentukan otot. Konsumsi toge bersama lauk tinggi protein seperti ikan, daging rendah lemak, telur, dan kacang-kacangan bisa memberikan asupan nutrisi yang optimal. Untuk hasil maksimal, olahraga rutin seperti latihan angkat beban juga dianjurkan.

5. Memperkuat Tulang

Kandungan kalsium, kalium, fosfor, dan magnesium dalam toge membantu menjaga kesehatan tulang. Dengan tulang yang kuat, pria dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman.

6. Mencegah dan Mengatasi Sembelit

Serat dalam toge baik untuk kesehatan saluran cerna. Asupan serat yang cukup membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus dan mempermudah proses pencernaan, sehingga mencegah sembelit.

7. Mengontrol Berat Badan

Toge kaya akan serat dan protein yang memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil makanan tidak sehat. Untuk menurunkan berat badan, batasi asupan kalori dan lakukan olahraga rutin.

8. Membuat Kulit Lebih Sehat

Vitamin C dalam toge merangsang produksi kolagen yang membuat kulit lebih sehat, kenyal, dan cerah. Ini sangat bermanfaat bagi pria yang memiliki kulit berminyak dan rentan jerawat.

9. Menjaga Tekanan Darah Tetap Normal

Kalium dalam toge membantu mengontrol tekanan darah dengan menjaga detak jantung dan kelenturan pembuluh darah. Selain itu, hindari konsumsi garam berlebihan dan lakukan olahraga rutin agar tekanan darah tetap stabil.

10. Menjaga Kesehatan Mata

Antioksidan dalam toge membantu melindungi indra penglihatan dari kerusakan, termasuk degenerasi makula yang sering dialami lansia. Konsumsi rutin toge dapat menjaga kesehatan mata secara alami.

11. Memberikan Pasokan Nutrisi

Toge menyediakan nutrisi makro dan mikro yang lengkap. Dengan dikonsumsi bersama lauk tinggi protein, toge bisa menjadi sumber nutrisi yang sempurna untuk tubuh.

12. Menurunkan Risiko Kanker

Pola makan rendah serat dan antioksidan meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, konsumsi makanan tinggi serat dan antioksidan seperti toge dapat membantu menurunkan risiko kanker, mulai dari kanker paru-paru hingga kanker prostat.

Dengan berbagai manfaat tersebut, toge merupakan makanan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan pria. Mulailah memasukkan toge ke dalam menu harian untuk mendapatkan manfaat optimal.

7 Dampak Negatif Marah Terhadap Anak, Ganggu Otak dan Kesehatan!

Dampak Buruk yang Perlu Diperhatikan Saat Sering Memarahi Anak

Mendidik anak merupakan tugas yang tidak mudah, terutama ketika menghadapi perilaku yang tidak sesuai harapan. Terkadang, orang tua merasa harus memarahi atau berteriak agar anak lebih patuh. Namun, perlu diketahui bahwa cara pengasuhan seperti ini bisa memiliki dampak negatif yang cukup serius.

Memarahi anak dengan nada keras atau kritikan yang merendahkan bukan hanya membuat mereka merasa tidak nyaman pada saat itu, tetapi juga bisa membahayakan perkembangan mental dan fisik jangka panjang. Berikut adalah beberapa dampak buruk yang perlu diperhatikan jika sering memarahi anak:

1. Gangguan Perkembangan Otak dalam Jangka Panjang

Stres yang terus-menerus akibat marah dan teriakan dapat memengaruhi perkembangan otak anak. Hormon kortisol yang meningkat akan memengaruhi area otak seperti amigdala (pengatur emosi) dan prefrontal cortex (pengatur keputusan dan konsentrasi). Penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami pelecehan verbal memiliki risiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental di masa depan, termasuk depresi dan gangguan cemas.

2. Menurunnya Rasa Percaya Diri dan Harga Diri

Anak yang sering dimarahi dengan kata-kata kasar cenderung merasa dirinya tidak cukup baik. Hal ini akan mengikis rasa percaya diri dan harga diri mereka. Mereka akan takut mencoba hal baru karena khawatir disalahkan. Akibatnya, anak lebih memilih diam daripada berinteraksi dengan orang lain, sehingga menghambat pertumbuhan sosialnya.

3. Kecemasan, Ketakutan, dan Gangguan Emosi

Kemarahan berlebihan dari orang tua dapat menciptakan rasa takut yang berkepanjangan. Anak akan merasa selalu dalam ancaman bahkan di rumah sendiri. Hal ini menyebabkan kecemasan berlebihan, sulit berkonsentrasi, serta respons emosional yang tidak stabil. Jika terus berlangsung, anak berisiko mengalami gangguan kecemasan, depresi, atau stres pasca trauma.

4. Terhambatnya Hubungan Emosional dengan Orang Tua

Hubungan antara anak dan orang tua dibangun dari kepercayaan dan komunikasi positif. Jika interaksi terlalu didominasi oleh kemarahan dan omelan, anak akan sulit merasa nyaman. Mereka mungkin menyembunyikan perasaan atau masalah agar tidak dimarahi. Akibatnya, jarak emosional semakin lebar dan hubungan menjadi rusak.

5. Munculnya Perilaku Agresif atau Pemberontak

Anak belajar dari contoh orang tua. Jika yang sering mereka lihat adalah kemarahan dan teriakan, maka pola tersebut bisa diadopsi dalam perilaku mereka. Anak mungkin menjadi agresif, mudah tersinggung, atau pemberontak sebagai bentuk protes terhadap kontrol berlebihan dari orang tua.

6. Menarik Diri dan Kesulitan Sosial

Bukan semua anak merespons kemarahan dengan perlawanan. Banyak yang justru memilih untuk menarik diri, menjadi pendiam, dan menghindari interaksi sosial. Anak yang tumbuh di lingkungan penuh kritik akan kesulitan membangun pertemanan dan merasa kesepian. Dalam beberapa kasus, mereka bisa mengalami social anxiety yang menghambat prestasi sekolah dan perkembangan pribadi.

7. Gangguan Fisik dan Masalah Kesehatan

Stres akibat sering dimarahi tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga tubuh anak. Kortisol yang berlebihan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, membuat anak rentan terhadap infeksi dan gangguan pencernaan. Tekanan berkepanjangan juga bisa menyebabkan gangguan tidur, kelelahan kronis, hingga nyeri otot. Di masa depan, stres jangka panjang bisa meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung atau masalah metabolisme.

Dengan memahami dampak-dampak ini, penting bagi orang tua untuk lebih bijak dalam merespons perilaku anak. Mengganti marah dengan komunikasi yang tenang dan penuh dukungan akan membantu anak tumbuh secara optimal, baik secara mental maupun fisik.

Sehari Bersama Ibu: Kesehatan Gratis dan Gado-Gado Lezat

Pengalaman Menemani Ibu Check-Up Kesehatan

Pekan lalu, ibu mengajak saya untuk menemani kegiatannya pada hari Senin, 11 Agustus, yaitu cek kesehatan. Ibu hanya ingin ditemani oleh anak perempuannya satu-satunya. Dari pengalaman masa kecil, saya ingat bahwa setiap kali ibu mengajak beraktivitas, ia selalu memberi iming-iming atau bujukan agar kami semangat. Misalnya, “nanti kita beli jajan, ya.”

Kini, kebiasaan itu masih terasa. Ibu berkata, “nanti selesai check-up kita makan gado-gado, ya. Ada juga mie ayam, atau bubur dan gorengan. Sampingnya juga ada minuman, tinggal pilih. Nanti kita makan di sana, ya,” rayuan yang penuh semangat.

Sepanjang hari setelah ibu mengajak, saya senyum-senyum terus. Pikiran saya terus-menerus mengingat bahwa dari kecil, ibu selalu menemani kegiatan kami tanpa diminta. Tapi, sekarang sudah dewasa, kenapa harus diminta jauh-jauh hari?

Ibu adalah orang yang pengertian, terutama tentang kegiatan anak-anaknya. Permintaan ini terdengar sederhana, tapi justru membuat hati merasa malu karena belum bisa menjadi pengertian seperti dirinya.

Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas

Tujuan kami pagi itu adalah Puskesmas Kebayoran Baru. Seperti biasa, kawasan Jakarta Selatan ramai dengan pengendara yang sedang berangkat kerja. Kami tiba pukul 7.30, pikir saya masih pagi banget, tapi rupanya itu jam kesiangan bagi ibu-ibu. “Yah dapet nomer antrian 27, datengnya udah siang sih,” gumam ibu.

Setelah verifikasi data lengkap, termasuk daftar akun satu sehat dan skrining identitas, semua dibantu oleh petugas sampai beres. Semua sangat ramah.

Begitu nama ibu dipanggil, langsung cek berat badan dan tensi. “Seratus tiga puluh delapan tensinya. Cukup tinggi ya bu,” kata suster. Itu hanya cek permulaan, lalu ibu diarahkan masuk ruang dokter.

Dokter memperhatikan tekanan darah sebagai masalah utama. Meski tidak memiliki riwayat darah tinggi atau keturunan, tensi ibu selalu turun-naik. Dokter bertanya mengenai rutinitas, salah satunya jam tidur. Rupanya, jam tidur ibu tidak teratur, sehingga menjadi penyebab tekanan darah naik. Anjuran dokter adalah tidur cukup dan teratur, serta obat tensi untuk beberapa waktu ke depan.

Pemeriksaan Lainnya

Tidak hanya tensi, ada pengecekan lain seperti gula darah dan kolesterol. Hasilnya normal. PR ibu adalah menurunkan tensi dan kadar kolesterol. Kolesterol kembali normal, jadi PR-nya tinggal satu saja, yaitu tensi. Gula darah ibu rendah namun dalam batas normal, jadi dokter menyarankan stabilisasi.

Dokter detail sekali, bertanya keluhan apa saja. Ibu mengeluh nyeri pada tangan kanan. Setelah anjuran diberikan, kami bergegas ke ruang obat. Ada dua jenis obat, yakni obat tensi 5mg dan suplemen kalsium 500mg.

Kebersihan dan Rasa Makanan

Setelah cek kesehatan, kami melipir ke belakang puskesmas. Di sana ada penjual makanan. Kami pesan gado-gado + nasi. Toping gado-gado berisi kangkung, bayam, labu siam, toge, kol, jagung, goreng tempe dan tahu, plus pare yang baru saya temui.

Bumbu kacangnya kental dengan perpaduan rasa manis gula merah dan gurih yang pas. Level pedas sedang, rasanya enak banget! Penyajian higienis, dan ibu sepakat soal rasa dan kebersihannya. Tempat ini menjadi favorit ibu, yang selalu dikunjungi setiap check-up.

Lokasi dan Rekomendasi

Meski jualannya di dalam komplek sepi, lokasi dagang ini terhimpit rumah gedong yang dijadikan kantor, serta bank di ujung komplek. Pembeli pasti ramai saat jam masuk kantor dan jam makan siang.

Jika ingin mencoba gado-gado dan aneka makanan sederhana, bisa langsung ke Jl. Iskandarsyah II Melawai, atau lihat Google Maps dengan patokan Bank BNI KCU Melawai.

Kesadaran akan Kehadiran Ibu

Menemani ibu berkegiatan di luar rumah mengingatkan saya pada masa kecil, yang tak pernah lepas dari genggaman ibu. Dahulu, pergi kemana pun selalu ditemani ibu dan saya selalu memperkenalkan kegiatan baru agar ibu tahu.

Kini, masa berganti. Ibu ingin ditemani beraktivitas dan memperkenalkan rutinitasnya. Sederhana, tapi seringkali kita sebagai anak cuek atau hanya menikmati lewat cerita ibu.

Beruntungnya ketika ibu tak malu-malu mengajak beraktivitas. Tak berat meluangkan waktu untuk diri ibu. Ini momen sederhana yang selalu saya kumpulkan dan peluk, selagi ibu masih ada dan sehat.

Salam sehat dan hormat untuk seluruh ibu di dunia, kalian hebat! Terima kasih banyak yaa, sudah mau mampir membaca aktivitas saya bersama ibu. Salam sehat dan bahagia selalu untuk dirimu yang lagi membaca.

Pemeriksaan kesehatan gratis tak cukup atasi masalah kesehatan di pesantren

Program Cek Kesehatan Gratis di Pesantren: Diperlukan Pendekatan Komprehensif

Program cek kesehatan gratis yang diberlakukan pemerintah untuk pelajar di Indonesia, termasuk para santri di pesantren, bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses layanan kesehatan. Namun, meskipun langkah ini penting, program tersebut tidak cukup untuk menangani masalah kesehatan secara menyeluruh tanpa adanya upaya pencegahan dan intervensi lainnya.

Pondok pesantren adalah lingkungan yang padat dan rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Infeksi saluran pernapasan, kudis, tuberkulosis, gizi buruk, hingga gangguan mental sering kali muncul di sana. Oleh karena itu, cek kesehatan menjadi salah satu cara untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan para santri sejak dini. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek seperti perilaku merokok, status gizi, tingkat aktivitas fisik, serta kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, terdapat pemeriksaan darah, skrining penyakit menular, talasemia, kesehatan reproduksi, dan kesehatan jiwa.

Namun, cek kesehatan tidak bisa bekerja sendirian. Berdasarkan Pedoman Pesantren Sehat 2019, tindakan pencegahan penyakit harus disertai dengan upaya lain. Salah satunya adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS melibatkan kebiasaan seperti mencuci tangan pakai sabun, mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan jamban bersih, berolahraga, serta menjaga kebersihan lingkungan. Studi tahun 2016 menunjukkan bahwa PHBS efektif dalam meningkatkan kesadaran santri tentang kebersihan pribadi dan mencegah penyebaran penyakit.

Sayangnya, penerapan PHBS masih menjadi tantangan di pesantren. Banyak santri yang tidak konsisten dalam menerapkannya, meskipun mereka telah menerima sosialisasi. Hal ini terjadi karena kurangnya partisipasi aktif dari santri husada, yaitu kader kesehatan di pesantren. Penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari kader tersebut yang mempromosikan PHBS secara baik. Untuk meningkatkan partisipasi, tenaga kesehatan dari puskesmas perlu melakukan pendampingan dan pemantauan berkelanjutan. Selain itu, pengasuh dan orang tua juga perlu terlibat aktif dalam memotivasi santri.

Selain PHBS, jenis pemeriksaan kesehatan perlu diperluas agar lebih sesuai dengan kondisi nyata di pesantren. Misalnya, pemeriksaan kulit untuk mendeteksi kudis belum termasuk dalam cek kesehatan gratis yang tersedia. Kudis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau dan dapat menyebar cepat di lingkungan yang padat. Pada 2023, sekitar 84,8% penghuni sekolah asrama mengalami kudis, sehingga pemeriksaan kulit sangat penting untuk dimasukkan ke dalam program kesehatan.

Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah keterbatasan tenaga kesehatan. Jumlah santri di Indonesia mencapai 3,2 juta orang, namun jumlah tenaga kesehatan yang tersedia tidak cukup untuk menangani semua kebutuhan. Masalah ini bisa memengaruhi kualitas layanan dan meningkatkan beban kerja tenaga kesehatan. Selain itu, keterbatasan anggaran dan sarana prasarana juga menjadi hambatan dalam penerapan program promosi kesehatan.

Untuk memaksimalkan efektivitas program, peran santri husada perlu ditingkatkan. Mereka perlu dilatih dalam berbagai bidang seperti bantuan hidup dasar, antropometri, pengukuran tanda-tanda vital, dan manajemen pos kesehatan. Selain itu, alokasi anggaran sebaiknya tidak hanya berfokus pada cek kesehatan gratis, tetapi juga mencakup pemantauan PHBS, imunisasi, dan pengobatan bagi santri.

Integrasi sistem informasi kesehatan seperti Aplikasi SATUSEHAT milik Kemenkes juga bisa membantu dalam mempercepat data dan tindak lanjut penanganan kasus. Dengan begitu, hasil pemeriksaan tidak hanya berupa angka, tetapi bisa digunakan sebagai dasar untuk memberantas masalah kesehatan secara menyeluruh di pesantren.

Secara keseluruhan, cek kesehatan gratis adalah langkah penting, tetapi tidak cukup jika tidak diiringi dengan upaya pencegahan, pendidikan, dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Dengan pendekatan komprehensif, lingkungan pesantren dapat menjadi lebih sehat dan aman bagi para santri.

Ikuti Tips Kesehatan ChatGPT, Pria Ini Dirawat 3 Minggu di IGD

Pengalaman Pria Berusia 60 Tahun yang Mengikuti Saran ChatGPT dan Akhirnya Dirawat di Rumah Sakit

Seorang pria berusia 60 tahun di Amerika Serikat (AS) harus menjalani perawatan selama tiga minggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah mengikuti saran dari chatbot AI milik OpenAI, ChatGPT. Peristiwa ini terjadi setelah ia meminta bantuan dari AI untuk mengubah gaya hidupnya, termasuk mengganti asupan garam dapur yang biasanya mengandung natrium klorida (NaCl).

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu risiko penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke. Hal ini mungkin menjadi alasan pria tersebut ingin mengganti natrium klorida dengan bahan lain. Setelah berkonsultasi dengan ChatGPT, ia menemukan bahwa natrium klorida bisa diganti dengan natrium bromida.

Ia pun langsung membeli produk yang mengandung natrium bromida secara online dan mengonsumsinya selama tiga bulan tanpa rekomendasi medis. Sayangnya, natrium bromida tidak direkomendasikan untuk konsumsi manusia. Dulu, senyawa ini digunakan sebagai obat penenang dan penghilang gejala kejang pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Namun, saat ini, senyawa tersebut hanya digunakan dalam obat anti kejang untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Selain itu, natrium bromida juga sering ditemukan dalam berbagai produk kebersihan, termasuk produk perawatan kolam renang. Menurut National Library of Medicine (NLM), senyawa ini berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Efek yang muncul bisa berupa gangguan sistem saraf dan kulit.

Kondisi Memburuk dan Diagnosa Bromisme

Setelah tiga bulan mengonsumsi natrium bromida, kondisi pria tersebut semakin memburuk. Ia kemudian dilarikan ke IGD rumah sakit. Keluhan awal yang dialami adalah rasa haus ekstrem, kelelahan, halusinasi, serta ruam di kulit. Meski merasa haus, ia menolak air yang diberikan karena takut airnya tidak bersih.

Ia juga menyampaikan kepada dokter bahwa sedang menjalani pola makan ketat, tetapi tidak menyebutkan bahwa ia mengikuti saran dari ChatGPT. Di hari pertama di IGD, pria ini mengalami halusinasi berat dan perilaku aneh, termasuk mencoba kabur karena ketakutan berlebih. Dokter akhirnya memberikan obat penenang dan melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pria ini mengalami defisiensi vitamin penting dan kadar bromida di tubuhnya mencapai 1.700 mg/L, jauh di atas angka normal yang sekitar 0,9–7,3 mg/L. Untuk mengurangi kadar bromida, dokter memberikan cairan dan elektrolit agar senyawa berbahaya ini keluar melalui urin.

Pria ini dirawat selama tiga minggu dan akhirnya didiagnosis mengidap Bromisme, sebuah penyakit langka akibat paparan bromida dalam jangka waktu lama.

ChatGPT dan Kesalahan Saran

Selama masa perawatannya, pria tersebut akhirnya jujur kepada dokter bahwa ia menggunakan ChatGPT dan mengikuti saran mengganti natrium klorida dengan natrium bromida. Para dokter tidak tahu persis apa isi percakapan antara pasien dan ChatGPT, karena mereka tidak memiliki akses ke percakapan tersebut.

Namun, studi dari “Annals of Internal Medicine: Clinical Cases” menunjukkan bahwa ChatGPT memang menyarankan penggunaan natrium bromida. Meskipun demikian, AI ini tidak memberikan peringatan kesehatan yang jelas tentang bahaya senyawa tersebut.

Perkembangan Terbaru pada ChatGPT

Model AI terbaru, seperti GPT-5, tampaknya telah belajar dari kesalahan sebelumnya. Ketika ditanya apakah natrium bromida bisa digunakan sebagai pengganti garam, ChatGPT memberikan respons yang jelas bahwa senyawa ini tidak aman untuk dikonsumsi harian dan bisa menyebabkan komplikasi kesehatan.

ChatGPT juga menyarankan pengguna untuk menggunakan garam rendah natrium atau bumbu non-garam sebagai alternatif. OpenAI menegaskan bahwa model terbaru ini lebih spesifik dan penuh dengan peringatan kesehatan.

Pentingnya Konsultasi Medis

Meskipun ChatGPT semakin pintar, OpenAI menekankan bahwa AI tidak boleh digunakan sebagai pengganti tenaga medis profesional. Chatbot hanya bisa menjadi mitra dalam membantu pemahaman atau mengajukan pertanyaan yang tepat, namun keputusan akhir tetap ada pada dokter.

OpenAI juga menegaskan bahwa ChatGPT tidak ditujukan untuk diagnosis atau perawatan kondisi kesehatan tertentu. Mereka menyarankan pengguna untuk tetap mempertimbangkan saran dari penyedia layanan kesehatan sebelum membuat keputusan medis.

Kesimpulan

Peristiwa yang dialami pria berusia 60 tahun ini menjadi contoh penting bahwa saran dari AI, meskipun terlihat masuk akal, belum tentu aman atau teruji klinis. Penggunaan AI dalam bidang kesehatan harus dilakukan dengan hati-hati dan selalu didampingi oleh ahli medis.

Hentikan! Minum Kopi dengan Suplemen Ini Berbahaya bagi Kesehatan

Kebiasaan Minum Kopi dan Pengaruhnya terhadap Penyerapan Suplemen

Secangkir kopi panas sering menjadi bagian dari rutinitas pagi banyak orang. Rasanya belum lengkap jika belum ada aroma kopi yang menyebar atau teh hangat yang menghibur. Namun, sering kali, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengonsumsi suplemen harian. Ternyata, minuman yang kamu pilih untuk menelan suplemen bisa memengaruhi seberapa besar manfaat yang benar-benar diserap oleh tubuh.

Kopi, misalnya, tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk dikonsumsi bersama suplemen. Kandungan di dalamnya dapat mengganggu penyerapan beberapa vitamin dan mineral penting, sehingga tubuh tidak mendapatkan manfaat optimal dari suplemen yang dikonsumsi. Berikut ini adalah beberapa jenis suplemen yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan kopi.

1. Suplemen Zat Besi

Zat besi merupakan mineral penting yang diperlukan tubuh untuk mendukung pertumbuhan, produksi hormon, dan fungsi sel. Karena kekurangan zat besi cukup umum, dokter sering merekomendasikan suplemen zat besi sebagai tambahan.

Namun, minum kopi bersamaan dengan suplemen zat besi atau makanan yang kaya akan zat besi seperti sereal bisa mengurangi penyerapan zat besi. Dalam jangka panjang, konsumsi kafein berlebihan juga bisa memengaruhi kesehatan tulang dan keseimbangan mineral tubuh.

Studi menunjukkan bahwa minum kopi bersamaan dengan zat besi bisa menurunkan penyerapan hingga 54 persen. Gangguan ini bukan disebabkan oleh kafein, melainkan oleh asam klorogenat, senyawa polifenol yang terdapat dalam kopi dan teh. Untuk memastikan penyerapan zat besi tetap optimal, sebaiknya memberi jeda setidaknya satu jam antara konsumsi kopi dan suplemen zat besi. Selain itu, konsumsi zat besi sebaiknya dipadukan dengan makanan tinggi vitamin C seperti jeruk atau lemon, karena vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

2. Suplemen Vitamin D

Vitamin D termasuk nutrisi yang sulit dipenuhi hanya dari makanan. Tubuh bisa memproduksi vitamin D sendiri dengan bantuan sinar matahari. Namun, kafein bisa memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kafein bisa mengurangi ekspresi reseptor vitamin D, yang berpotensi menurunkan kadar vitamin D dalam darah.

Untuk memaksimalkan manfaat dari suplemen vitamin D, sebaiknya memberi jeda setidaknya satu jam antara minum kopi dan konsumsi suplemen. Karena vitamin D larut dalam lemak, kamu juga bisa mengonsumsinya bersama makanan yang mengandung lemak sehat seperti alpukat, telur, atau ikan berlemak agar penyerapannya lebih optimal.

3. Suplemen Magnesium

Magnesium memiliki peran penting dalam tubuh, mulai dari sintesis protein hingga pengaturan kadar gula darah dan tekanan darah. Meski bisa ditemukan dalam makanan seperti kacang-kacangan dan yoghurt, banyak orang tetap tidak cukup mendapatkan magnesium hanya dari makanan.

Kafein dapat meningkatkan pembuangan magnesium dan kalsium lewat urine. Jadi, jika kamu minum kopi atau teh berkafein terlalu dekat dengan waktu konsumsi suplemen, khasiat magnesium bisa berkurang. Terlebih jika kamu mengonsumsinya pada malam hari untuk membantu tidur, kafein justru bisa mengganggu tidurmu dan menghambat efek relaksasi dari magnesium itu sendiri. Oleh karena itu, hindari minuman berkafein menjelang malam jika ingin mendapatkan manfaat optimal dari suplemen ini.

4. Suplemen Vitamin B Kompleks

Kelompok vitamin B seperti B1, B2, B7, B9, dan B12 larut dalam air dan berperan penting dalam produksi energi, fungsi saraf, dan pembentukan sel darah merah. Karena sifatnya yang larut dalam air, tubuh tidak bisa menyimpan dalam jumlah besar, sehingga asupan rutin sangat dibutuhkan.

Kopi mengandung kafein yang memiliki efek diuretik ringan, yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Makin banyak kamu mengonsumsi kafein, makin besar kemungkinan tubuh membuang vitamin B lewat urine. Sebaiknya hindari minum kopi atau teh saat mengonsumsi suplemen vitamin B. Beri jeda minimal satu jam. Vitamin yang larut dalam air (C, B) tidak apa-apa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, tetapi mungkin lebih mudah dicerna setelah makan.

5. Suplemen Kalsium

Kalsium juga bisa terdampak oleh efek diuretik dari kafein. Kafein mungkin mengurangi penyerapan kalsium, meskipun dampaknya secara klinis masih belum sepenuhnya jelas. Studi menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi kafein mengeluarkan 77 persen lebih banyak kalsium lewat urine dibandingkan kelompok yang diberi plasebo.

Untuk mengurangi efek ini, menambahkan susu ke dalam kopi bisa membantu mengganti kalsium yang hilang. Selain itu, beri jeda minimal satu jam setelah minum kopi sebelum mengonsumsi suplemen kalsium, atau ambil suplemen dua jam sebelum ngopi agar penyerapannya lebih optimal.

6. Suplemen Seng

Seng adalah mineral penting yang berperan dalam mendukung sistem imun, penyembuhan luka, dan pertumbuhan sel. Minum kopi bisa mengganggu penyerapan seng dalam tubuh, meskipun pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan zat besi.

Hal ini disebabkan oleh tanin dan kafein dalam kopi yang bisa berikatan dengan seng, sehingga tubuh kesulitan menyerap mineral ini secara maksimal. Jika kamu rutin mengonsumsi suplemen seng, sebaiknya hindari langsung meminumnya bersamaan dengan kopi. Memberi jeda waktu bisa membantu tubuh menyerap manfaat seng dengan lebih baik.

Tips Umum untuk Mengoptimalkan Penyerapan Suplemen

Kopi bisa memengaruhi seberapa baik tubuh menyerap beberapa jenis nutrisi dari suplemen. Namun, ini bisa dengan mudah diatasi dengan memberi jeda sekitar satu jam antara minum kopi dan konsumsi suplemen. Dengan begitu, tubuh bisa menyerap kandungan nutrisi dengan lebih optimal.

Jika kamu sesekali lupa dan tetap minum suplemen bersama kopi, bukan berarti semua nutrisinya hilang. Tubuhmu kemungkinan tetap menyerap sebagian, hanya tidak sebanyak jika kamu memberinya jeda waktu.

Di sisi lain, penting juga untuk tahu bahwa tidak semua orang butuh suplemen. Suplemen sejatinya adalah pelengkap. Jika kamu dalam kondisi sehat dan pola makanmu sudah seimbang, suplemen mungkin tidak begitu dibutuhkan, kecuali kamu memang kekurangan zat tertentu. Sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter jika ingin mengonsumsi suplemen tertentu.

Pusar Berbau? Ini 5 Penyebab Umum yang Perlu Diketahui

Penyebab Pusar Berbau dan Cara Mengatasinya

Pusar berbau bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Kondisi ini sering kali terjadi karena kurangnya kebersihan atau infeksi. Pusar atau umbilikus adalah bekas luka kecil yang terbentuk setelah tali pusar dipotong saat bayi lahir. Lingkungan yang gelap dan lembab di sekitar pusar sangat cocok untuk pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga dapat menyebabkan bau tidak sedap.

Jika pusar berbau seperti bau badan dan tidak hilang meski sudah dibersihkan secara rutin, maka kemungkinan besar ada penyebab lain yang lebih serius. Jika pusar juga mengalami pembengkakan, gatal, atau merah, hal ini bisa menjadi tanda infeksi atau kondisi medis tertentu. Berikut lima penyebab umum pusar berbau:

1. Kurangnya Kebersihan

Pusar adalah area kulit yang kecil dan sering kali terlewat saat mandi. Jika tidak dibersihkan secara teratur, lipatan kecil pada pusar bisa menumpuk bakteri, sel kulit mati, keringat, dan kotoran. Hal ini bisa menyebabkan bau tidak sedap.

Penelitian menunjukkan bahwa hampir 300 jenis bakteri berbeda bisa ditemukan di dalam pusar. Bercak cokelat di dalam pusar bisa muncul akibat penumpukan kotoran dan keringat yang tidak dibersihkan. Kondisi ini disebut dermatitis neglecta dan bisa dihilangkan dengan membersihkan pusar menggunakan waslap dan air sabun.

2. Infeksi Bakteri

Bau seperti keju atau asam belerang bisa menjadi tanda infeksi bakteri. Tidak mencuci pusar dengan benar memungkinkan bakteri berkembang di lingkungan yang lembab. Robekan atau luka pada pusar, termasuk akibat tindik, juga meningkatkan risiko infeksi.

Infeksi bakteri bisa menyebabkan gejala seperti rasa gatal, nyeri, nanah, ruam, kemerahan, dan pembengkakan. Jika pusar terinfeksi oleh bakteri staph atau selulitis, kondisi ini bisa memicu komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

3. Infeksi Jamur

Pertumbuhan berlebih ragi (Candida) bisa menyebabkan infeksi jamur di pusar. Lingkungan yang lembab dan gelap di sekitar pusar sangat cocok untuk pertumbuhan jamur. Tidak mencuci pusar, mengenakan pakaian dalam ketat, atau berkeringat berlebihan bisa meningkatkan risiko infeksi jamur.

Orang dengan psoriasis atau diabetes juga lebih rentan terkena infeksi jamur. Gejala infeksi jamur meliputi kulit pecah-pecah, gatal, nyeri, ruam merah, dan benjolan bengkak berisi nanah.

4. Kista Urakal

Kista urakal bisa menjadi penyebab pusar berbau jika terinfeksi. Kista ini terbentuk dari jaringan dan cairan yang tersisa setelah tali pusar dipotong. Jika kista terinfeksi, urine bisa mengalir ke pusar, menyebabkan bau busuk dan keluarnya cairan.

Gejala lain dari kista urakal yang terinfeksi meliputi nyeri perut, demam, rasa terbakar saat buang air kecil, kencing berdarah, dan infeksi saluran kemih.

5. Batu Pusar

Batu pusar adalah massa langka yang terbentuk dari sebum dan keratin. Orang dengan pusar dalam atau kesulitan menjaga kebersihan pusar lebih rentan mengalami kondisi ini. Batu pusar biasanya tidak berbau, tetapi bisa mengeluarkan bau busuk jika terinfeksi.

Gejala batu pusar yang terinfeksi meliputi pendarahan, keluarnya cairan, gatal, nyeri, kulit kemerahan, dan pembengkakan.

Cara Mengatasi Pusar Berbau

Jika pusar berbau disebabkan oleh kebersihan yang buruk, membersihkan pusar dengan benar akan membantu menghilangkan kotoran dan bakteri. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Basahi jari atau waslap dengan air dan tuangkan sabun lembut bebas pewangi.
  2. Pijat pusar dengan lembut menggunakan jari atau waslap yang telah dibasahi sabun untuk melonggarkan kotoran.
  3. Bilas pusar dengan air hangat hingga bersih. Ulangi jika masih ada bercak hitam.
  4. Setelah mandi, keringkan pusar dengan handuk agar tidak lembab.
  5. Hindari mengoleskan losion ke bagian dalam pusar, karena bisa menciptakan lingkungan yang gelap dan lembab bagi bakteri dan jamur.
  6. Jika bau tidak hilang setelah kebersihan yang baik, mungkin diperlukan perawatan medis untuk mengatasi penyebabnya.

Olahraga di Cuaca Panas: Dampak pada Tubuhmu

Berolahraga dalam cuaca yang panas menawarkan tantangan berbeda bagi tubuh dibandingkan saat berolahraga di lingkungan yang lebih dingin. Tubuh memerlukan usaha tambahan untuk beradaptasi, hal ini dapat memengaruhi cara jantung, kulit, otot, serta sistem pendingin alami tubuh bekerja.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami bagaimana cuaca panas berdampak pada kondisi tubuh Anda. Mulai dari risiko kekurangan cairan, penurunan kekebalan tubuh, hingga kemungkinan gangguan akibat panas yang lebih parah sepertiheat stroke,semua hal tersebut harus dipersiapkan dengan tindakan pencegahan yang sesuai.

Bagi kamu yang suka berlatih di luar ruangan, pahamilah tips keselamatan dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berolahraga di bawah sinar matahari. Dengan demikian, kamu tetap bisa menjaga kebugaran tanpa mengorbankan kesehatan tubuhmu.

1. Kamu akan mengeluarkan banyak keringat

Tubuh seperti mesin yang selalu berupaya mempertahankan suhu yang ideal. Ketika panas, tubuh mengalirkan lebih banyak darah ke permukaan kulit agar panas dapat dilepaskan. Untuk menurunkan suhu lebih efektif, kelenjar keringat bekerja, mengeluarkan cairan yang kemudian mendinginkan kulit saat menguap.

Dalam jumlah yang wajar, berkeringat adalah hal yang alami dan tidak membahayakan. Namun, jikakeringat keluar terlalu banyak, tubuh dapat kehilangan cairan lebih cepat daripada yang kamu konsumsi, sehingga berisiko mengalami dehidrasi. Bahkan, keringat berlebihan terkadang menjadi tanda bahwa kamu mulai menghadapi risiko penyakit akibat panas.

Itulah sebabnya, saat berolahraga di bawah sinar matahari, mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup sangat penting agar tubuh tidak kekurangan cairan. Karena keringat juga mengeluarkan garam dari tubuh, sesekali meminum minuman elektrolit dapat membantu memulihkan keseimbangan cairan dan garam yang hilang.

2. Performa kamu menurun

Saat kamu berlari atau mengayuh sepeda di bawah cuaca yang panas, tubuhmu sebenarnya berusaha keras untuk tetap menjaga keseimbangan dan kenyamanan.suhu tubuhtetap stabil. Pada saat itu, tenaga yang biasanya kamu gunakan untuk berlari kencang atau bersepeda jauh, justru digunakan terlebih dahulu untuk menenangkan diri.

Akibatnya, kecepatan berkurang, napas terasa lebih berat, dan jarak yang bisa ditempuh menjadi lebih pendek dari biasanya. Tubuh secara alami membatasi kemampuannya agar tidak terlalu lelah karena panas yang berlebihan.

Menariknya, penelitian mengungkapkan bahwa seseorang cenderung merasa telah menghabiskan lebih banyak energi dan waktu daripada yang sebenarnya. Hal ini menyebabkan sesi latihan menjadi lebih pendek dan intensitasnya berkurang, padahal sebenarnya kamu masih mampu bergerak lebih lama.

3. Mungkin kamu tidak membakar kalori sebanyak saat berolahraga ketika suhu lebih rendah

Mungkin kamu mengira bahwa berlari di bawah cuaca panas akan membuatmu berkeringat lebih banyak, sehingga akan membantu.menurunkan berat badan. Saat berlari dalam cuaca yang sangat panas, tubuh bekerja lebih keras untuk mencegah kelebihan panas. Padahal, ketika berolahraga di tempat dengan suhu udara yang lebih dingin, tubuh dapat berkonsentrasi lebih baik.membakar lebih banyak kaloriBeberapa penelitian justru menunjukkan bahwa berolahraga di cuaca dingin terkadang lebih efektif dalam menurunkan berat badan, meskipun tidak semua studi menyepakati hal tersebut.

Karena panas membuatmu mudah lelah, kamu mungkin berhenti lebih cepat atau mengurangi intensitas latihan lebih awal dibandingkan saat cuaca dingin. Akibatnya, jumlah kalori yang terbakar menjadi lebih sedikit dari yang kamu bayangkan.

Banyak orang setelah berlatih langsung melihat timbangan dan melihat angka berkurang, lalu mengira itu adalah lemak yang hilang. Faktanya, penurunan tersebut biasanya hanya berat air yang keluar melalui keringat. Ketika kamu minum air lagi dan tubuh kembali terhidrasi, angka pada timbangan akan kembali seperti semula.

4. Ada risiko dehidrasi

Ketika tubuh kekurangan cairan, terjadi dehidrasi. Keringat berlebihan, kurangnya asupan cairan, serta aktivitas fisik yang terlalu intensif dapat memicu kondisi ini.

Beberapa tanda dehidrasiyang semakin memburuk secara cepat mencakup:

  • Pusing.

  • Sakit kepala.

  • Kram otot.

  • Mual.

  • Kelelahan, kurang energi.

  • Detak jantung cepat.

  • Pernapasan cepat.

  • Pingsan.

Jika mengalami salah satu gejala berikut, penting untuk:

  • Berhenti berolahraga.

  • Beristirahat di bawah naungan atau area yang lebih dingin.

  • Minum cairan.

  • Minta bantuan medis jika gejala tidak segera membaik.

5. Mungkin bisa membantu dalam mengurangi ketegangan

Melakukan aktivitas fisik di lingkungan yang hangat sebenarnya bisa memberikan manfaat. Suhu yang hangat saat kamu bergerak, melakukan peregangan, bermeditasi, atau berlatih pernapasan dapat mengurangi ketegangan dan membantu melembutkan otot-ototmu.

Terkadang, suhu yang hangat bisa membantu meredakan kecemasan, memberikan perasaan tenang dan nyaman sebelum tidur atau ketika kamu ingin beristirahat.

Tips berolahraga dengan aman di bawah cuaca panas

Jika kamu memang ingin tetapberolahraga saat cuaca panas, ikuti panduan keamanan berolahraga di cuaca panas berikut ini:

  • Pakailah pakaian yang terbuat dari bahan ringan dan nyaman.

  • Gunakan pelembab matahari untuk melindungi kulit yang terpapar sinar matahari dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

  • Mengonsumsi air, minuman elektrolit, minuman olahraga, atau jus untuk menjaga kelembapan tubuh.

  • Makan camilan yang mengandung banyak air, misalnya buah-buahan.

  • Beristirahatlah di dalam ruangan atau temukan tempat yang teduh setiap 15–30 menit, atau kapan saja kamu mulai merasa terlalu panas.

  • Coba lakukan pendinginan awal sebelum beraktivitas fisik, seperti mengonsumsi minuman dingin atau memakai rompi penyejuk.

  • Hindari mengonsumsi minuman panas atau kafein sebelum melakukan aktivitas olahraga ketika cuaca sedang terik.

Referensi

Lindsay B. Baker, “Fisiologi Fungsi Kelenjar Keringat: Peran Berkeringat dan Komposisi Keringat dalam Kesehatan Manusia,”Temperature6, no. 3 (15 Juni 2019): 211–59,https://doi.org/10.1080/23328940.2019.1632145.

Julien D. Périard, Thijs M. H. Eijsvogels, dan Hein a. M. Daanen, “Olahraga di Bawah Stres Panas: Termoregulasi, Hidrasi, Implikasi Kinerja, dan Strategi Mitigasi,”Physiological Reviews101, nomor 4 (8 April 2021): 1873–1979,https://doi.org/10.1152/physrev.00038.2020.

Luke N. Belval dkk., “Solusi Hidrasi Praktis untuk Olahraga,”Nutrients11, nomor 7 (9 Juli 2019): 1550,https://doi.org/10.3390/nu11071550.

“Heat and athletes.” Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Diakses Agustus 2025.

S Racinais dkk., “Rekomendasi Konsensus Mengenai Pelatihan dan Kompetisi di Cuaca Panas,”Jurnal Medis Olahraga Inggris49, nomor 18 (11 Juni 2015): 1164–73,https://doi.org/10.1136/bjsports-2015-094915.

Gilles Roussey dan rekan-rekannya, “Interaksi Antara Persepsi Usaha dan Persepsi Panas di Lingkungan Panas pada Atlet Daya Tahan,”Journal of Thermal Biology76 (11 Juli 2018): 68–76,https://doi.org/10.1016/j.jtherbio.2018.07.006.

Hillary A. Yoder dkk., “Penyesuaian Tingkat Kerja yang Diperlukan untuk Mempertahankan Detak Jantung dan RPE Selama Latihan Interval Intensitas Tinggi di Lingkungan Panas,”Frontiers in Physiology 16 (February 6, 2025), https://doi.org/10.3389/fphys.2025.1506325.

Yan Meng dkk., “Olahraga Memperbaiki Perubahan Mikrobioma Usus Akibat Paparan Dingin dan Meningkatkan Kehilangan Berat Badan yang Dipicu oleh Dingin,”Frontiers in Physiology 11 (May 4, 2020), https://doi.org/10.3389/fphys.2020.00311.

Hillary A. Yoder dkk., “Penyesuaian Tingkat Kerja yang Diperlukan untuk Mempertahankan Detak Jantung dan RPE Selama Latihan Interval Intensitas Tinggi di Lingkungan Panas,”Frontiers in Physiology 16 (February 6, 2025), https://doi.org/10.3389/fphys.2025.1506325.

Seputar Panas dan Kesehatan Anda.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Diakses Agustus 2025.

“Dehydration.” MedlinePlus. Diakses Agustus 2025.

Nicolas Bouscaren dan rekan-rekannya, “Aklimatisasi Panas, Strategi Pendinginan, dan Hidrasi Selama Ultra-Trail di Kondisi Hangat dan Lembap,”Nutrients13, nomor 4 (26 Maret 2021): 1085,https://doi.org/10.3390/nu13041085.

Bryant P. H. Hui dan rekan-rekannya, “Yoga Panas Meningkatkan Kesejahteraan yang Lebih Baik: Sebuah Studi RCT Pengalaman Enam Minggu pada Orang Dewasa Sehat,”Psychosocial Intervention31, nomor 2 (17 Februari 2022): 67–82,https://doi.org/10.5093/pi2022a4.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Anda Saat Berolahraga di Cuaca Panas.Verywell Health. Diakses Agustus 2025.

Klinik Mayo Q dan A: Tips keselamatan untuk berolahraga di cuaca panas.Mayo Clinic. Diakses Agustus 2025.

7 Cara Mengamankan Jantung Saat Cuaca Panas 7 Cara Menghindari Sengatan Panas Saat Mendaki Di Cuaca Terik 7 Bahaya Mengonsumsi Minuman Berkafein Saat Cuaca Panas