Arsip Tag: menginvestasikan berita bisnis

Laba 24,12% Tahun Ini, Harga Emas Antam Anjlok (15 Agustus 2025)

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Perhitungan Investasi Jangka Panjang

Pada hari Jumat (15 Agustus 2025), harga emas batangan bersertifikat di laman resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang mengalami penurunan sebesar Rp 24.000 per gram. Sebelumnya, harga emas berada di kisaran Rp 1.933.000 per gram, namun kini turun menjadi Rp 1.909.000 per gram. Hal yang sama juga terjadi pada harga buyback oleh Logam Mulia, yang turun sebesar Rp 24.000 per gram dari sebelumnya Rp 1.779.000 per gram menjadi Rp 1.755.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah sebesar Rp 154.000 per gram. Antam menetapkan dua jenis harga untuk emas batangan produksinya, yaitu harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Berikut ringkasan penting mengenai harga emas Antam hari ini:

  • Harga emas Antam 24 karat logam mulia hari ini adalah Rp 1.909.000 per gram.
  • Harga emas Antam buyback hari ini adalah Rp 1.755.000 per gram.
  • Selisih antara harga emas Antam hari ini dan harga buyback adalah Rp 154.000 per gram.
  • Harga emas Antam yang tercantum adalah harga yang berlaku ketika membeli emas Antam dari gerai Logam Mulia.
  • Harga emas Antam buyback adalah harga yang berlaku ketika menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Dalam jangka panjang, kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sebagai contoh, pembeli emas Antam setahun lalu (15 Agustus 2024) jika menjual emasnya dengan harga buyback saat ini akan mendapatkan keuntungan sebesar 24,12%. Pada waktu itu, harga emas dibeli sebesar Rp 1.414.000 per gram, tetapi bisa dijual dengan harga buyback saat ini.

Jika Anda membeli emas pada pagi hari, maka Anda harus membayar Rp 1.909.000 per gram. Namun, jika suatu saat Anda terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, Anda hanya akan mendapatkan harga sebesar Rp 1.755.000 per gram. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat investasi emas dalam jangka panjang.

Berikut beberapa ilustrasi potensi untung/rugi jika para investor emas membeli pada beberapa kurun waktu:

  • Membeli emas pada 08 Agustus 2025 (Rp 1.959.000 per gram) = -10.41% (rugi)
  • Membeli emas pada 15 Juli 2025 (Rp 1.914.000 per gram) = -8.31% (rugi)
  • Membeli emas pada 15 Mei 2025 (Rp 1.866.000 per gram) = -5.95% (rugi)
  • Membeli emas pada 15 Februari 2025 (Rp 1.678.000 per gram) = 4.59% (untung)
  • Membeli emas pada 15 November 2024 (Rp 1.470.000 per gram) = 19.39% (untung)
  • Membeli emas pada 15 Agustus 2024 (Rp 1.414.000 per gram) = 24.12% (untung)
  • Membeli emas pada 15 Mei 2024 (Rp 1.332.000 per gram) = 31.76% (untung)
  • Membeli emas pada 15 Februari 2024 (Rp 1.115.000 per gram) = 57.40% (untung)
  • Membeli emas pada 15 November 2023 (Rp 1.097.000 per gram) = 59.98% (untung)

Alamat Butik Emas Logam Mulia Antam di Berbagai Kota

Berikut alamat butik emas Logam Mulia Antam di berbagai kota:

Jakarta:
– Butik Emas Logam Mulia Pulogadung: Gedung Graha Dipta Antam, Jl. Pemuda No.1 Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur 13250
– Butik Emas Logam Mulia Jakarta 01 (Gd. ANTAM): Gedung Aneka Tambang, Lantai 1 Jl. Let.Jen. T.B. Simatupang No.1 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530
– Butik Emas Logam Mulia Jakarta 02 (Ravindo): Menara Ravindo, Lantai Dasar, Jalan Kebon Sirih Raya, No. 75, Menteng, Jakarta Pusat 10340
– Butik Emas Logam Mulia Jakarta 03 (Ambassador): Mall Ambassador Lt. Dasar No.57, Jl. Prof. DR. Satrio, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940

Bandung:
– Butik Emas Logam Mulia Bandung: Jalan Ir. H. Djuanda, No.151 Dago, Lebak Siliwangi, Coblong, Bandung, Jawa Barat 40132

Yogyakarta:
– Butik Emas Logam Mulia Yogyakarta: Jl. Laksda Adisucipto 26 Gondokusuman, Demangan, Yogyakarta 55221

Semarang:
– Butik Emas Logam Mulia Semarang: Ruko DP Mall Blok A Kav.A/7, Jl. Pemuda No.150, Sekayu, Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah 50132

Surabaya:
– Butik Emas Logam Mulia Surabaya 01 (Pemuda): Gedung Medan Pemuda Lt. 2, Jl. Pemuda No.27-31 Genteng, Surabaya
– Butik Emas Logam Mulia Surabaya 02 (Mall CITO): Mall City of Tomorrow (CITO) Lt. GE 23 & GS 06/16, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 288 Surabaya

Balikpapan:
– Butik Emas Logam Mulia Balikpapan: Jl. Jenderal Sudirman No.328 Markoni, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur 76114

Banjarmasin:
– Butik Emas Logam Mulia Banjarmasin: Jl. A. Yani Km.2 Sungai Baru, Banjar Tengah, Banjarmasin – Kalimantan Selatan 70233

Medan:
– Butik Emas Logam Mulia Medan: Komplek Centre Point Jl. Timor, Blok M No.04, Medan – Sumatera Utara 20231

Palembang:
– Butik Emas Logam Mulia Palembang: Gedung Samudra Indonesia, Jl. Jenderal Sudirman No.3528/2083 Km.3.5, Palembang, Sumatera Selatan 30126

Makassar:
– Butik Emas Logam Mulia Makassar: Kantor Perwakilan Antam Makassar, Jl.Ratulangi No.60 Makassar

Denpasar:
– Butik Emas Logam Mulia Bali: Jl. Teuku Umar 2-4 Blok 7 Dauh Puri Klod, Denpasar, Bali 80113

Berita Utama: IHSG Mendekati Level 8.000 dan COIN 43% Setelah IPO

Perkembangan Pasar Saham dan Kinerja Perusahaan Terkini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,3% pada penutupan perdagangan Rabu (13/8), dengan posisi indeks mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 7.892. Kenaikan ini didorong oleh nilai transaksi saham yang mencapai Rp 21,07 triliun dan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 14.233 triliun. Sebanyak 346 saham menguat, sementara sembilan dari sebelas sektor terpantau naik, dipimpin oleh sektor teknologi.

Di tengah lonjakan IHSG, beberapa saham juga mencatat kenaikan signifikan, seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), meskipun ada juga saham yang terkoreksi, seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Selain itu, terjadi sejumlah transaksi crossing besar, termasuk pada saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Free Float Saham COIN Melonjak Jadi 43% Usai IPO

Saham PT Indo Kripto Semesta Tbk (COIN) mencatat lonjakan drastis dalam porsi free float, meningkat dari 15% saat penawaran umum perdana (IPO) menjadi 43,05%. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor terkait penyebabnya, karena free float biasanya merujuk pada saham yang dimiliki publik kurang dari 5% per individu, tidak termasuk pemegang saham pengendali atau direksi.

Direktur Keuangan COIN, Abraham Nawawi, menjelaskan bahwa kenaikan free float ini bukan karena penjualan saham, melainkan hasil rekategorisasi sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A. Aturan tersebut mengklasifikasikan seluruh pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5% sebagai saham masyarakat, asalkan bukan pengendali, afiliasi, komisaris, direksi, atau saham treasury.

Kinerja Emiten Kawasan Industri Konglomerasi

Perusahaan pengembang kawasan industri menunjukkan kinerja yang beragam selama semester pertama tahun 2025. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 523,54% menjadi Rp 310,65 miliar, didorong oleh lonjakan penjualan dan pendapatan jasa. Penjualan tanah matang menjadi kontributor utama pendapatan KIJA pada periode ini.

Sebaliknya, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat penyusutan laba bersih sebesar 46,09% menjadi Rp 433,01 miliar, meskipun segmen industri masih mendominasi pendapatannya. Sementara itu, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan rugi Rp 32,34 miliar, berbalik dari laba tahun sebelumnya, akibat penurunan pendapatan dan peningkatan beban dari entitas ventura bersama.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (13/8) setelah mencetak kenaikan harian tertinggi sepanjang tahun ini. Proyeksi ini didukung sinyal teknikal bullish seperti golden cross pada indikator MACD dan potensi pengujian level resistance berikutnya.

Analisis dari BinaArtha Sekuritas memprediksi IHSG dapat mencapai 8.025, sementara Phintraco Sekuritas menargetkan 7.910. Beberapa sekuritas terkemuka telah mengeluarkan daftar saham pilihan mereka untuk perdagangan hari ini, lengkap dengan rekomendasi level support dan resistance. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain BBRI, RATU, WIFI, dan GOTO.

Telkom Indonesia Akan Gelar RUPSLB

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 September 2025 dengan agenda utama perubahan jajaran pengurus perseroan. Agenda ini menjadi perhatian lantaran pada tahun yang sama, manajemen telah melakukan pergantian direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Maret 2025 lalu.

Dalam RUPST tersebut, Dian Siswarini resmi diangkat sebagai Direktur Utama Telkom, menggantikan Ririek Adriansyah, dan Muhammad Awaluddin ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama. Selain itu, RUPST juga mengukuhkan Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama Telkom, menggantikan Bambang Brodjonegoro yang mengundurkan diri untuk fokus pada jabatan barunya di Asian Development Bank Institute (ADBI).

Perubahan kepemimpinan ini menunjukkan dinamika signifikan dalam struktur korporasi Telkom Indonesia yang merupakan salah satu BUMN strategis.

Mengapa BUMS Penting untuk Ekonomi Negara, Ini Soal dan Jawaban Ekonomi Kelas 11 Halaman 18

Pentingnya Pemahaman Siswa tentang BUMS dalam Pembelajaran Ekonomi

Di dalam buku ekonomi kelas 11, halaman 18 kurikulum merdeka, siswa diajak untuk memahami konsep Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) secara mendalam. Pemahaman ini menjadi penting karena terkait dengan Lembar Aktivitas 4, di mana siswa diminta memberikan pendapat tentang jenis BUMS yang paling sesuai berdasarkan ilustrasi kasus. Dengan memahami BUMS, siswa dapat mengembangkan pemikiran kritis dan kemampuan analisis dalam menghadapi situasi bisnis nyata.

BUMS adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki pihak swasta, dengan tujuan utama meraih keuntungan bagi pemiliknya. Meskipun berorientasi pada profit, keberadaan BUMS tetap memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional melalui pajak yang disetorkan ke negara. Semakin tinggi keuntungan BUMS, semakin besar pula pajak yang diterima pemerintah, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan negara. Dengan demikian, pemahaman tentang BUMS tidak hanya berguna dalam konteks pembelajaran, tetapi juga dalam memahami dinamika perekonomian.

Setelah memahami peran dan fungsi BUMS, siswa dapat melanjutkan untuk mengerjakan Lembar Aktivitas 4 secara lebih tepat. Buku ekonomi ini disusun oleh Yeni Fitriani dan Aisyah Nurjanah, serta diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek pada tahun 2021.

Berikut beberapa contoh kasus yang terdapat dalam Lembar Aktivitas 4 beserta penjelasan jawaban yang bisa digunakan sebagai panduan:

Ilustrasi Kasus 1: Talitha yang Ingin Membuka Bisnis Desain Furniture

Talitha adalah seorang lulusan desain interior yang ingin membuka bisnis sendiri di bidang desain furniture. Namun, ia kurang pandai dalam urusan bisnis dan membutuhkan modal yang cukup besar. Beruntungnya, ia memiliki dua orang teman yang memiliki modal cukup dan kemampuan bisnis yang baik.

Jenis usaha yang disarankan: Persekutuan Komanditer (CV).

Alasan:

1. Kombinasi Keahlian dan Modal: CV memungkinkan adanya dua jenis sekutu, yaitu sekutu komplementer (aktif) dan sekutu komanditer (pasif).

2. Pembagian Tanggung Jawab yang Jelas: Talitha dapat fokus pada aspek desain dan produksi, sementara temannya menangani aspek bisnis dan keuangan.

3. Modal Lebih Mudah Terkumpul: Dengan adanya dua teman yang memiliki modal cukup, masalah modal awal Talitha dapat teratasi.

4. Fleksibilitas dalam Pengelolaan: Struktur CV lebih fleksibel dibandingkan PT.

5. Perlindungan Bagi Penyedia Modal: Sekutu komanditer memiliki perlindungan dalam hal tanggung jawab.

Ilustrasi Kasus 2: Alan dan David yang Ingin Mendirikan Startup

Alan dan David ingin mendirikan startup bersama dan tidak berminat bekerja di perusahaan besar. Mereka berniat menjalankan usaha tersebut secara bersama-sama.

Jenis usaha yang disarankan: Perseroan Terbatas (PT).

Alasan:

1. Perlindungan Hukum (Tanggung Jawab Terbatas): Tanggung jawab pemegang saham terbatas hanya pada modal yang disetorkan.

2. Kredibilitas dan Profesionalisme: PT dianggap lebih profesional dan memiliki kredibilitas tinggi.

3. Akses Permodalan Lebih Luas: PT memungkinkan pengumpulan modal melalui penerbitan saham.

4. Kontinuitas Usaha: PT memiliki keberlanjutan yang lebih baik.

5. Struktur Organisasi Jelas: PT memiliki struktur organisasi yang lebih formal.

Ilustrasi Kasus 3: Ratih yang Ingin Membuka Usaha Kue

Ratih merupakan mantan pegawai swasta yang PHK akibat pandemi. Dengan uang pesangon sebesar Rp10 juta, ia ingin membuka usaha kue.

Jenis usaha yang disarankan: Perusahaan Perseorangan.

Alasan:

1. Modal Terbatas: Proses pendiriannya sangat sederhana dan minim biaya.

2. Kontrol Penuh: Ratih memiliki kendali penuh atas semua aspek bisnis.

3. Fleksibilitas Tinggi: Sangat fleksibel dalam operasionalnya.

4. Laba Sepenuhnya Milik Pemilik: Semua keuntungan menjadi milik Ratih.

5. Cocok untuk Bisnis Skala Kecil: Usaha kue rumahan atau katering kue cocok dimulai sebagai perusahaan perseorangan.

Dengan memahami BUMS, siswa tidak hanya memperluas wawasan mereka tentang bentuk-bentuk usaha, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan analitis dan kreativitas dalam menghadapi tantangan bisnis. Pemahaman ini menjadi dasar penting dalam membangun kesadaran ekonomi yang sehat dan mandiri.

Analisis BUMS, Kunci Jawaban Ekonomi Kelas 11 Halaman 18

Panduan Belajar Ekonomi untuk Siswa Kelas 11

Banyak siswa yang membutuhkan panduan belajar ekonomi, terutama dalam menghadapi Kurikulum Merdeka. Salah satu hal yang sering dicari adalah kunci jawaban dari berbagai soal yang diberikan oleh guru. Artikel ini akan membahas kunci jawaban untuk halaman 18 mata pelajaran Ekonomi kelas 11, yang dapat menjadi bantuan bagi siswa maupun orang tua dalam memahami materi.

LEMBAR AKTIVITAS 4: ANALISIS BUMS

Ilustrasi Kasus 1

Talitha, seorang lulusan desain interior yang berusia 22 tahun, ingin memulai bisnis sendiri di bidang desain furniture. Namun, ia tidak memiliki pengalaman dalam bisnis dan butuh modal yang cukup besar. Ia memiliki dua teman yang memiliki modal dan kemampuan bisnis yang baik. Pertanyaannya adalah, bentuk usaha apa yang paling cocok untuk situasi Talitha?

Ilustrasi Kasus 2

Alan dan David, dua sahabat yang sama-sama lulus dari fakultas manajemen bisnis, ingin mendirikan startup bersama. Mereka tidak tertarik bekerja di perusahaan besar. Pertanyaannya adalah, jenis usaha apa yang cocok untuk mereka? Dan bagaimana pengelolaan keuangannya?

Ilustrasi Kasus 3

Ratih, mantan pegawai swasta yang terkena PHK akibat pandemi, memiliki uang pesangon sebesar Rp10 juta. Ia memiliki kemampuan membuat kue dengan variasi yang menarik. Pertanyaannya adalah, jenis usaha apa yang cocok untuk Ratih? Dan bagaimana pengelolaan keuangannya?

Pembahasan Jawaban

Kasus 1

Jenis usaha yang disarankan: Persekutuan Komanditer (CV)

Alasan:

Kombinasi Keahlian dan Modal: Talitha memiliki keahlian teknis, sedangkan teman-temannya memiliki modal dan kemampuan bisnis. CV memungkinkan adanya dua jenis sekutu: sekutu komplementer (aktif) dan sekutu komanditer (pasif).

Pembagian Tanggung Jawab yang Jelas: Talitha bisa fokus pada desain dan produksi, sementara teman-temannya mengelola aspek bisnis dan keuangan.

Modal Lebih Mudah Terkumpul: Dengan bantuan teman-temannya, masalah modal awal Talitha dapat teratasi.

Fleksibilitas dalam Pengelolaan: Struktur CV lebih fleksibel dibandingkan PT, sehingga mudah dalam pengambilan keputusan.

Perlindungan Bagi Penyedia Modal: Sekutu komanditer hanya bertanggung jawab pada modal yang disetorkan, bukan harta pribadi.

Meskipun PT juga mungkin, CV lebih cocok untuk tahap awal karena biaya pembentukan yang lebih rendah dan fleksibilitas dalam pembagian keuntungan.

Kasus 2

Jenis usaha yang disarankan: Perseroan Terbatas (PT)

Alasan:

Perlindungan Hukum: Tanggung jawab pemegang saham terbatas hanya pada modal yang disetorkan.

Kredibilitas dan Profesionalisme: PT lebih profesional dan mudah menarik investor atau mitra bisnis.

Akses Permodalan Lebih Luas: PT memungkinkan pengumpulan modal melalui penerbitan saham.

Kontinuitas Usaha: Jika salah satu pemilik tidak bisa menjalankan bisnis, perusahaan tetap berjalan.

Struktur Organisasi Jelas: PT memiliki struktur formal yang memudahkan pembagian tugas dan tanggung jawab.

Kasus 3

Jenis usaha yang disarankan: Perusahaan Perseorangan

Alasan:

Modal Terbatas: Pendirian perusahaan perseorangan sangat sederhana dan tidak memerlukan banyak biaya.

Kontrol Penuh: Ratih memiliki kendali penuh atas semua aspek bisnis.

Fleksibilitas Tinggi: Mudah menyesuaikan menu, jam operasional, atau strategi pemasaran.

Laba Sepenuhnya Milik Pemilik: Semua keuntungan sepenuhnya menjadi milik Ratih.

Cocok untuk Bisnis Skala Kecil: Cocok untuk usaha kue rumahan atau katering kue.

Namun, kelemahan utamanya adalah tanggung jawab tidak terbatas, yang berarti aset pribadi Ratih bisa ikut terpengaruh jika ada masalah finansial. Namun, dengan skala usaha awal yang kecil, risiko ini dapat dikelola. Jika usaha berkembang pesat, Ratih bisa mempertimbangkan untuk mengubah bentuk usaha menjadi CV atau PT di masa depan.

Kinerja 12 Bisnis Grup Bakrie: Siapa yang Untung dan Rugi?

Kinerja Keuangan Grup Bakrie di Semester Pertama Tahun 2025

Grup Bakrie, yang didirikan oleh Achmad Bakrie pada tahun 1942 sebagai perusahaan perdagangan umum, telah mengalami berbagai perubahan kepemimpinan sepanjang sejarahnya. Pada masa lalu, kepemimpinan dilanjutkan oleh Aburizal Bakrie, yang kemudian memilih untuk pensiun dari bisnis dan beralih ke dunia politik. Saat ini, Grup Bakrie dipimpin oleh Anindya Novyan Bakrie, putra Achmad Bakrie, yang menjadi generasi ketiga dalam keluarga tersebut.

Sebagai CEO dan Presiden Direktur Bakrie & Brothers, Anindya mendorong pengembangan bisnis ke sektor energi terbarukan, termasuk kendaraan listrik melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Selain itu, Grup Bakrie juga memiliki bisnis di berbagai sektor seperti infrastruktur, energi, media, dan pertambangan. Meski begitu, grup ini dikenal jarang membagikan dividen kepada pemegang saham karena kerugian yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga saat ini, ada 12 perusahaan dalam konglomerasi Grup Bakrie yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Beberapa di antaranya telah melaporkan kinerja keuangan selama semester pertama tahun 2025. Berikut adalah ringkasan kinerja dari 12 emiten tersebut:

1. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

Dulunya menjadi induk utama perusahaan-perusahaan Grup Bakrie, BNBR sempat mengalami penurunan harga saham antara 2019–2021. Dalam laporan keuangan semester pertama 2025, BNBR mencatatkan laba bersih sebesar Rp 55,87 miliar, turun 60,04% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan juga turun sedikit menjadi Rp 1,77 triliun dari Rp 1,79 triliun secara year on year (yoy).

2. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)

Perseroan fokus pada perdagangan mobil dan sepeda motor baru berbasis listrik. VKTR mencatatkan penyusutan laba bersih sebesar 68,69%, yaitu menjadi Rp 4,73 miliar dari Rp 15,11 miliar. Namun, pendapatan naik menjadi Rp 414,03 miliar dari Rp 408,99 miliar secara yoy.

3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

BUMI bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi batu bara serta minyak. Laba bersih perseroan turun 75,97% menjadi US$ 20,40 juta dari US$ 84,91 juta. Pendapatan naik menjadi US$ 677,93 juta dari US$ 595,84 juta secara yoy.

4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

BRMS mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 156,46% menjadi US$ 22,97 juta dari US$ 8,95 juta. Pendapatan juga meningkat menjadi US$ 120,84 juta dari US$ 61,26 juta secara yoy.

5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Belum melaporkan kinerja keuangan semester pertama tahun 2025.

6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)

Laba bersih DEWA meningkat 1.080% menjadi Rp 167,99 miliar dari Rp 14,23 miliar.

7. PT Visi Media Asia (VIVA)

Laba bersih VIVA meningkat 271,16% menjadi Rp 1,19 triliun dari Rp 697,51 miliar.

8. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

Laba bersih MDIA juga meningkat 271,16% menjadi Rp 1,19 triliun dari Rp 697,51 miliar.

9. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

Laba bersih UNSP turun 102,82% menjadi Rp 16,18 miliar dari Rp 573,12 miliar.

10. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

Laba bersih ELTY turun 145,81% menjadi (Rp 7,88 miliar) dari Rp 17,20 miliar.

11. PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)

Laba bersih JGLE turun 3,46% menjadi (Rp 20,92 miliar) dari (Rp 21,67 miliar).

12. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

Belum melaporkan kinerja keuangan semester pertama tahun 2025.

Ringkasan Kinerja Keuangan 12 Emiten Grup Bakrie

Berikut adalah tabel ringkasan kinerja keuangan 12 emiten Grup Bakrie selama semester pertama tahun 2025:

| No | Emiten | Laba/Rugi Semester I-2025 | Laba/Rugi Semester I-2024 | Naik/Turun (%) |
|—-|————————————-|———————————-|———————————-|—————-|
| 1. | PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) | Rp 55,87 miliar | Rp 139,83 miliar | -60,04% |
| 2. | PT Bumi Resources Tbk (BUMI) | US$ 20,40 juta | US$ 84,91 juta | -75,97% |
| 3. | PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)| US$ 22,97 juta | US$ 8,95 juta | 156,46% |
| 4. | PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) | Belum melaporkan kinerja keuangan| | |
| 5. | PT Darma Henwa Tbk (DEWA) | Rp 167,99 miliar | Rp 14,23 miliar | 1.080% |
| 6. | PT Visi Media Asia (VIVA) | Rp 1,19 triliun | (Rp 697,51 miliar) | 271,16% |
| 7. | PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) | Rp 1,19 triliun | (Rp 697,51 miliar) | 271,16% |
| 8. | PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) | Rp 16,18 miliar | (Rp 573,12 miliar) | 102,82% |
| 9. | PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) | (Rp 7,88 miliar) | Rp 17,20 miliar | -145,81% |
| 10.| PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) | (Rp 20,92 miliar) | (Rp 21,67 miliar) | 3,46% |
| 11.| PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) | Belum melaporkan kinerja keuangan| | |
| 12.| PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) | Rp 4,73 miliar | Rp 15,11 miliar | -68,69% |

Kinerja keuangan Grup Bakrie menunjukkan variasi yang signifikan antar perusahaan. Beberapa emiten mengalami penurunan laba, sementara yang lain berhasil meningkatkan kinerja. Meskipun demikian, sebagian besar perusahaan masih belum membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Apa Itu Saham Blue Chip? Pengertian dan Ciri-ciri

Apa Itu Saham Blue Chip dan Mengapa Banyak Investor Memilihnya?

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang populer di Indonesia karena bisa dimulai dengan modal relatif kecil dan menawarkan potensi imbal hasil yang cukup besar. Di antara berbagai jenis saham, istilah “saham blue chip” sering muncul sebagai rekomendasi karena dianggap sebagai pilihan yang aman dan menguntungkan bagi banyak investor.

Pengertian Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah kategori saham yang terdiri dari emiten-emiten dengan kondisi keuangan prima dan memiliki pendapatan yang stabil. Istilah ini juga dikenal sebagai saham lapis satu karena memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Perusahaan yang masuk dalam daftar saham blue chip banyak diburu oleh investor karena reputasinya yang tinggi dan potensinya untuk memberikan imbal hasil yang stabil dalam jangka panjang.

Sejarah istilah “blue chip” bermula dari Oliver Gingold pada tahun 1923 atau 1924 saat ia berada di bursa saham Amerika Serikat. Ia melihat tren saham-saham seharga USD 200-USD 250 (sekitar Rp3,3 juta hingga Rp4,1 juta) yang harganya sangat tinggi dan menarik minat investor. Setelah itu, ia menyampaikan ide ini kepada temannya dan menyarankan untuk menulis “blue chip stocks” atau saham-saham kepingan biru. Dari sana, istilah ini mulai dikenal dan digunakan hingga saat ini.

Ciri-Ciri Saham Blue Chip

Perusahaan yang masuk dalam kategori saham blue chip biasanya memiliki beberapa ciri-ciri yang mirip, yaitu:

  1. Memiliki Nilai Kapitalisasi Pasar yang Besar

    Perusahaan dengan kategori saham blue chip umumnya memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp40 triliun.

  2. Market Leader di Sektor Industrinya

    Perusahaan blue chip biasanya telah beroperasi selama puluhan tahun dan memiliki produk yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

  3. Kondisi Fundamental Perusahaan yang Baik

    Perusahaan ini memiliki laporan keuangan yang sehat dan struktur manajemen yang profesional. Mereka juga sering mencatatkan laba yang konsisten dan pertumbuhan yang stabil.

  4. Konsisten Membagikan Dividen

    Banyak perusahaan blue chip membagikan dividen secara konsisten, biasanya selama minimal 10 tahun terakhir.

  5. Memiliki Reputasi Tinggi

    Saham blue chip seringkali ramai diperdagangkan baik oleh individu maupun lembaga. Mereka juga umumnya masuk dalam indeks seperti LQ45 dan IDX30.

Keuntungan Berinvestasi di Saham Blue Chip

Berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika memilih saham blue chip:

  1. Potensi Keuntungan Jangka Panjang

    Meskipun harga sahamnya tidak mengalami lonjakan tajam dalam waktu singkat, perusahaan blue chip cenderung tumbuh secara stabil dan memberikan hasil yang baik dalam jangka panjang.

  2. Risiko Relatif Lebih Rendah

    Saham blue chip dianggap lebih aman dibandingkan saham perusahaan kecil atau baru. Perusahaan ini telah terbukti bertahan dan berkembang dalam jangka waktu yang lama, sehingga risikonya lebih terukur.

  3. Pendapatan Dividen yang Stabil

    Saham blue chip sering memberikan dividen yang stabil, yang bisa menjadi sumber pendapatan pasif bagi investor.

  4. Likuiditas yang Tinggi

    Saham blue chip memiliki likuiditas tinggi, artinya mudah untuk dibeli dan dijual di pasar, memberikan fleksibilitas bagi investor.

Contoh Saham Blue Chip di Bursa Efek Indonesia

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 45 perusahaan yang masuk dalam kategori saham blue chip. Beberapa contohnya antara lain:

  • Saham ADRO (Adaro Energy)
  • Saham AMRT (Sumber Alfaria Trijaya)
  • Saham ANTM (Aneka Tambang)
  • Saham ASII (Astra International)
  • Saham BBCA (Bank Central Asia)
  • Saham BBNI (Bank Negara Indonesia)
  • Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
  • Saham BBTN (Bank Tabungan Negara)
  • Saham BFIN (BFI Finance Indonesia)
  • Saham BMRI (Bank Mandiri)
  • Saham BRPT (Barito Pacific)
  • Saham BUKA (Bukalapak.com)
  • Saham CPIN (Charoen Pokphand Indonesia)
  • Saham EMTK (Elang Mahkota Teknologi)
  • Saham ERAA (Erajaya Swasembada)

Namun, perlu dicatat bahwa daftar ini hanya sebagian contoh dan tidak bersifat tetap. Selama saham tersebut memenuhi kriteria tertentu, maka mereka bisa digolongkan sebagai saham blue chip.