Arsip Tag: pemerintah

Pemangkasan 145 Aturan Pupuk Dorong Produksi Beras, Deregulasi Jadi Tren?

Deregulasi Aturan Pupuk Berdampak Positif pada Produksi dan Stok Beras

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah melakukan deregulasi terhadap ratusan aturan yang berkaitan dengan penyaluran pupuk. Aturan-aturan tersebut dinilai rumit dan menyulitkan proses distribusi pupuk ke petani. Hasilnya, produksi beras meningkat, stok beras mencapai lebih dari 4 juta ton, harga stabil, serta kesejahteraan petani semakin meningkat.

Dalam pidato kenegaraannya di Jakarta, Jumat (15/8/2025), Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah telah memangkas 145 regulasi penyaluran pupuk yang rumit. Ia menegaskan bahwa dampak positif dari deregulasi ini sudah terasa sejak awal tahun 2025. “Kita akan terus melanjutkan cerita sukses ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pondasi kemandirian bangsa. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mencapai swasembada pangan, terutama untuk beras dan jagung. Menurutnya, harga yang stabil, petani yang makmur, nelayan yang sejahtera, serta konsumen yang aman adalah tujuan utama dari kebijakan pangan nasional.

Namun, berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada hari yang sama, kondisi harga beras nasional masih mengalami kenaikan. Hal ini bertentangan dengan pernyataan Presiden. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata beras premium dan medium di tingkat konsumen melampaui harga eceran tertinggi (HET) di semua zonasi.

Perinciannya, harga beras premium di tingkat konsumen mencapai Rp16.263 per kilogram, naik 9,15% dari HET nasional sebesar Rp14.900 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di semua zonasi, yaitu zona 1 sebesar Rp15.454 per kilogram, zona 2 sebesar Rp16.579 per kilogram, dan zona 3 sebesar Rp19.440 per kilogram.

Sementara itu, harga rata-rata beras medium di tingkat konsumen juga melambung sebesar 16,05% dari HET Rp12.500 per kilogram, atau mencapai Rp14.506 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di semua zonasi, yaitu zona 1 sebesar Rp13.889 per kilogram, zona 2 sebesar Rp14.599 per kilogram, dan zona 3 sebesar Rp17.665 per kilogram.

Menurut laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, distribusi pupuk dari pabrik ke petani membutuhkan tanda tangan dari 15 menteri, 30 gubernur, hingga 500 bupati sebelum akhirnya sampai ke kelompok tani (poktan). Dengan adanya deregulasi, proses distribusi pupuk kini dapat dilakukan langsung tanpa perantara.

“Alhamdulillah, pupuk yang tadinya langka dan sering diselundupkan serta dikorupsi sekarang bisa sampai ke desa-desa,” jelas Presiden. Meski begitu, beberapa daerah seperti Aceh masih mengeluhkan kekurangan pupuk. Namun, ia memastikan masalah tersebut akan segera diselesaikan.

Deregulasi Bakal Diperluas?

Pemangkasan regulasi terkait pupuk subsidi telah memberikan dampak positif pada peningkatan produksi dan stok beras. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pemangkasan regulasi merupakan langkah penting agar pembangunan pertanian dapat berlangsung cepat, efektif, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Selain itu, kebijakan ekspor komoditas seperti kelapa dimudahkan karena harga pasar sedang tinggi, sementara impor bahan baku juga diperlonggar jika dibutuhkan untuk menstabilkan harga dan mendukung kesejahteraan rakyat.

“Yang dimaksud Presiden adalah mana yang menguntungkan rakyat Indonesia? Apapun modelnya, mau impor, mau ekspor, mana yang menguntungkan rakyat titik,” tegas Mentan.

Menurut Amran, seluruh regulasi harus dibangun atas dasar keberpihakan terhadap rakyat, tanpa kepentingan kelompok tertentu, dan fleksibel dalam menghadapi dinamika pangan serta perdagangan global yang terus berubah.

Deregulasi Di Sektor Lain

Deregulasi atau pemangkasan aturan juga dibutuhkan di sektor lainnya, misalnya di komoditas tembakau. Kalangan petani tembakau di Tanah Air mendesak deregulasi kebijakan pembatasan konsumsi rokok yang dinilai telah memicu anjloknya penjualan. Desakan ini muncul lantaran petani mulai mencemaskan serapan hasil panen yang minim dari kalangan industri pengolahan.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang No. 17/2023 tentang Kesehatan. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sahminudin, mengatakan aturan tersebut secara tidak langsung berdampak pada keberlangsungan usaha petani tembakau, meskipun secara formal menyasar industri hasil tembakau (IHT).

“Hampir semua regulasi itu terkesan tidak ada yang mengancam petani, tapi perusahaan yang diancam oleh peraturan itu. Sedangkan kita tahu bahwa 98% tembakau di Indonesia menjadi bahan baku rokok, jadi mau tidak mau kami akan ikut terdampak, walaupun tidak secara langsung,” kata Sahminudin.

Kontraksi Pajak Jadi Tanda Ekonomi Melemah, Pertumbuhan Kuartal Depan Terancam

Indikasi Perlambatan Ekonomi dari Kontraksi Penerimaan Pajak

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menyampaikan bahwa kontraksi tajam dalam penerimaan pajak menjadi indikasi langsung dari perlambatan ekonomi nasional. Menurutnya, pelemahan ini disebabkan oleh penurunan kinerja tiga sumber utama penerimaan negara, yaitu Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Pajak turun karena ekonomi kita melambat. Ada data BPS yang menunjukkan hal tersebut. Penjelasan BPS mungkin masuk akal secara teknis statistik, terutama mengenai PMTB, pembentukan modal tetap bruto, yang sebagian besar digunakan untuk investasi peralatan, mesin, dan alutsista,” jelas Eko.

Ia menjelaskan bahwa PPh, khususnya PPh badan, terpukul akibat penurunan keuntungan industri dan perusahaan. “Banyak perusahaan mengalami penurunan keuntungan dibandingkan tahun lalu. PHK meningkat berarti keuntungan turun juga,” ujarnya.

Untuk PPN, penurunan dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat. “PPN sangat bergantung pada kemampuan orang untuk membeli. Karena banyak orang kesulitan daya belinya, penjualan rata-rata turun, konsumsi juga turun. Akibatnya penerimaan pajak juga turun,” tambah Eko.

Sementara itu, PNBP yang berasal dari ekspor komoditas juga mengalami tekanan akibat penurunan harga komoditas global. “Tiga komponen ini turun bersamaan. Meski PMTB naik, pajak tetap tidak bisa meningkat,” ujarnya.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2024

INDEF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024 tidak akan mencapai 5 persen. “Triwulan III ini akan di bawah 5 persen. Hanya di Triwulan IV ada momentum, tapi harus dimanfaatkan secara strategis. Stimulus sebaiknya dimulai sekarang, bukan nanti menjelang Natal,” kata Eko.

Ia menilai bahwa momentum akhir tahun seperti Natal dan libur tahun baru dapat menjadi pendorong konsumsi jika pemerintah menyiapkan kebijakan sejak dini. “Masyarakat tidak hanya pulang, tapi juga belanja, terutama di daerah, untuk menghidupkan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Eko mengkritik strategi stimulus pemerintah yang terlalu menyebar. “Masalahnya stimulus kita banyak jenisnya, kurang duitnya. Jadi ya Rp20 triliun, ini bukan angka kecil, tapi disebar ke terlalu banyak aspek. Harusnya hanya tiga: perbaiki daya beli, ciptakan lapangan kerja, dan jaga stabilitas harga. Yang lain biarkan mekanisme pasar bekerja,” katanya.

Ia menilai sebagian stimulus diarahkan ke sektor yang tidak berdampak berkelanjutan. “Liburan dikasih stimulus memang bisa meningkatkan ekonomi, tapi enggak sustain. Kalau industri yang dikasih stimulus, beda rasanya. Ekonomi akan beda,” ujarnya.

Stabilitas Harga Pangan dan Cadangan Beras

Eko juga menyoroti lemahnya stabilitas harga pangan, khususnya beras, meski pemerintah mengklaim cadangan besar. “Katanya cadangan beras kita 4 juta ton, tapi kok harga beras naik? Orang yang punya duit aja nyari harga beras premium di minimarket susah sekarang,” katanya.

Menurutnya, harga pangan yang stabil lebih penting daripada sekadar besarnya cadangan. “Buat apa cadangan besar kalau harganya terus-terusan naik? Yang dimakan rakyat itu beras di pasar, bukan yang di cadangan. Jadi harus pastikan harganya stabil,” ujarnya.

Proyeksi Penerimaan Pajak dan PNBP

Penerimaan perpajakan tahun ini diproyeksi bakal terkoreksi dari target awal, yakni menjadi Rp2.387,3 triliun dari Rp2.490,9 triliun. Realisasi penerimaan perpajakan tercatat senilai Rp978,3 triliun pada semester I, turun dari Rp1.028 triliun pada semester I 2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal mengejar penerimaan perpajakan sebesar Rp1.409 triliun pada semester II 2025.

DPR mencatat outlook penerimaan perpajakan pada akhir tahun diproyeksi 95,8 persen terhadap APBN akibat sejumlah faktor, seperti proyeksi ekonomi nasional, fluktuasi harga komoditas utama, implementasi reformasi perpajakan, kebijakan perbaikan administratif, serta upaya pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak.

Sementara itu, outlook penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga mengalami koreksi dari target awal, yakni menjadi Rp477,2 triliun dari Rp513,6 triliun. Dengan realisasi Rp222,9 triliun pada semester I, Kementerian Keuangan perlu mengejar sisa target PNBP sebesar Rp254,4 triliun pada semester II.

Pertumbuhan Penerimaan Pajak

Meski demikian, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan rata-rata penerimaan pajak meningkat menjadi Rp181,3 triliun per bulan pada semester I 2025, dengan total penerimaan pajak bruto mencapai Rp1.087,8 triliun, atau tumbuh 2,3 persen year-on-year (yoy).

“Di 2025 ini sendiri, kami Alhamdulillah bisa mencatat Rp181,3 triliun rata-rata penerimaan per bulan di semester pertama,” lanjutnya.

Kontribusi penerimaan pajak terhadap total penerimaan negara pada semester I tahun ini mencapai 69,23 persen, atau tumbuh sekitar hampir 1,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan penerimaan pajak neto yang hingga Juni 2025 mencapai Rp837,79 triliun.

Kepala BPS Pastikan Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen dari Data Lengkap

Penjelasan BPS Mengenai Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memberikan respons terhadap keraguan publik dan sejumlah ekonom terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 yang mencapai 5,12 persen. Ia menegaskan bahwa data yang digunakan oleh BPS lebih lengkap dan akurat dibandingkan pendekatan yang digunakan oleh analis pasar.

“Data 5,12 persen yang kami umumkan telah melalui proses yang sangat ketat. Kami memiliki data yang jauh lebih lengkap dan terperinci,” ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Injourney Grup di Gedung Sarinah, Jakarta, pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi, BPS menggunakan sebanyak 1.508 variabel. Sementara itu, menurut Amalia, analis pasar hanya mengandalkan sekitar 20 variabel. “Kami telah memverifikasi bahwa analis biasanya hanya menggunakan 20 variabel,” katanya.

Dengan jumlah variabel yang lebih banyak, ia menilai masyarakat dapat membandingkan tingkat akurasi antara pendekatan BPS dan analisis pasar. “Perbedaan antara 20 variabel dan 1.508 variabel yang kami miliki tentu akan membantu menentukan mana yang lebih akurat,” ujarnya.

Sebelumnya, Center of Economic and Law Studies (Celios) meminta lembaga statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan audit terhadap data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 yang dilaporkan oleh BPS. Celios telah mengirimkan surat permohonan penyelidikan kepada United Nations Statistics Division (UNSD) dan United Nations Statistical Commission.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menjaga kredibilitas data BPS. Menurutnya, data tersebut digunakan untuk berbagai penelitian oleh lembaga akademik, analis perbankan, dunia usaha termasuk UMKM, dan masyarakat secara umum.

“Surat yang dikirimkan ke PBB berisi permintaan untuk meninjau ulang data pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2025 yang sebesar 5,12 persen year-on-year,” kata Bhima dalam keterangan resmi.

Bhima menyatakan bahwa Celios telah memeriksa kembali seluruh indikator yang disampaikan oleh BPS, seperti data industri manufaktur. BPS melaporkan bahwa lapangan usaha industri pengolahan tumbuh 5,68 persen pada kuartal II 2025. Namun, menurut Bhima, aktivitas manufaktur yang diukur melalui Purchasing Manager’s Index (PMI) justru mengalami kontraksi pada periode yang sama.

Porsi manufaktur terhadap PDB juga menurun, dari 19,25 persen pada triwulan I 2025 menjadi 18,67 persen pada triwulan II 2025. “Artinya, deindustrialisasi prematur terus terjadi. Data PHK massal terus meningkat, dan industri padat karya terpukul oleh naiknya biaya produksi. Jadi, apa dasarnya industri manufaktur bisa tumbuh 5,68 persen year-on-year?” tanyanya.

Direktur Kebijakan Fiskal Celios Media Wahyudi Askar menambahkan bahwa jika ada tekanan institusional atau intervensi dalam penyusunan data oleh BPS, hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar statistik resmi yang diadopsi oleh Komisi Statistik PBB. Ia menekankan bahwa data BPS tidak hanya soal teknis, tetapi juga berdampak langsung terhadap kredibilitas internasional Indonesia dan kesejahteraan rakyat.

“Data ekonomi yang tidak akurat, khususnya jika pertumbuhan dilebih-lebihkan, dapat menyesatkan pengambilan kebijakan. Bayangkan, dengan data yang tidak akurat, pemerintah bisa keliru menunda stimulus, subsidi, atau perlindungan sosial karena menganggap ekonomi baik-baik saja,” ujarnya.

Celios berharap badan statistik PBB segera melakukan investigasi teknis atas metode penghitungan PDB Indonesia di Triwulan II 2025. Lembaga penelitian ekonomi itu juga berharap UNSD dan UN Statistical Commission mendorong pembentukan mekanisme peer-review yang melibatkan pakar independen, serta dukungan reformasi transparansi di tubuh BPS.

BPS sebelumnya mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia kuartal II 2025 tumbuh 5,12 persen secara tahunan, naik dari 4,04 persen pada kuartal I 2025. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto telah membantah dugaan permainan data dari laporan tersebut. “Mana ada (permainan data),” ucap Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Pihak Istana turut buka suara mengenai angka pertumbuhan ekonomi yang diragukan para ekonom. Kepala Kantor Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menyebut ekonom yang meragukan data pertumbuhan ekonomi yang dirilis pemerintah sebesar 5,12 persen dikarenakan anggapan negatif.

Hasan mengatakan keresahan kemungkinan disebabkan framing atau pembingkaian. Ia menilai ada beberapa ekonom yang mungkin tidak terlalu positif melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif. “Jadi pertumbuhan ekonomi kita positif, tapi ada yang melihatnya dengan cara yang tidak positif,” kata Hasan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Agustus 2025.

Hasan memastikan pemerintah jujur dalam mengeluarkan data ekonomi. Menurut dia, tentu pemerintah akan mengatakan pertumbuhan ekonomi turun apabila memang demikian. Ia mencontohkan Presiden Prabowo Subianto sudah menjabat presiden saat memasuki kuartal IV 2024. Saat itu, BPS di bawah Presiden Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,02 persen.

Kemudian, pada kuartal I 2025 BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi turun menjadi 4,87 persen. “Turun, kan? Penurunan itu dikeluarkan oleh pemerintahan yang sama oleh BPS di bawah pemerintahan yang sama. (Kalau) turun, kita bilang turun,” ujarnya.

Menurut Hasan, banyak orang yang sekarang terpaku dengan konsumsi dan belanja pemerintah tanpa menerima data investasi. Misalnya, katanya, data yang dikeluarkan oleh Menteri Investasi bahwa investasi yang sudah terealisasi nilainya Rp 942,9 triliun atau hampir 50 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 1.900 triliun.

Kemudian, serapan lapangan kerja dari realisasi sampai Agustus ini berjumlah 1,25 juta tenaga kerja. “Jadi ada konsumsi, ada investasi, ada government. Di sektor lapangan usaha misalnya, sektor industri manufaktur kita tumbuh 5,6 persen. Investasi yang tadi ini tumbuh 6,99 persen,” ujarnya.

Ahli Siber Ingatkan Dampak Lobby pada Kebijakan Teknologi di Indonesia, Bagaimana Bisa?

Ancaman dari Aktivitas Lobbyist Asing di Indonesia

Pakar keamanan siber yang juga Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, menyampaikan bahwa era digital yang semakin kompleks membawa ancaman siber yang tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri sendiri. Salah satu bentuk ancaman yang paling berbahaya menurut Ardi adalah aktivitas para lobbyist yang mewakili kepentingan asing. Mereka memiliki potensi untuk menggoyahkan tatanan demokrasi dan keamanan nasional Indonesia.

Menurutnya, penting untuk memahami bagaimana operasi pengaruh (influence operation) yang dilakukan oleh lobbyist ini dapat memengaruhi penyusunan kebijakan strategis di bidang teknologi, serta dampaknya terhadap kedaulatan dan integritas negara. Fenomena ini bukan sekadar isu teoritis, melainkan ancaman nyata yang telah terbukti di berbagai negara dan kini mulai mengintai Indonesia.

Lobbying adalah praktik yang sudah ada sejak lama, di mana individu atau kelompok berusaha memengaruhi keputusan pemerintah demi kepentingan tertentu. Praktik ini sebenarnya merupakan bagian dari sistem demokrasi yang memungkinkan berbagai pihak untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Namun, ketika lobbying dilakukan untuk kepentingan asing dan tidak diatur dengan baik, praktik ini dapat menjadi alat untuk merusak kedaulatan negara.

Di Amerika Serikat, keberadaan lobbyist diatur secara ketat melalui Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing (Foreign Agents Registration Act, FARA) yang disahkan pada tahun 1938. Undang-undang ini mengharuskan individu atau entitas yang beroperasi sebagai agen untuk kepentingan asing untuk mendaftar dan mengungkapkan hubungan mereka dengan pihak asing tersebut. Melalui FARA, pemerintah AS berusaha menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengaruh yang diberikan oleh pihak asing terhadap kebijakan publik.

Sejarah FARA dimulai dari kekhawatiran pemerintah AS terhadap propaganda Nazi pada masa menjelang Perang Dunia II. Undang-undang ini kemudian berkembang menjadi instrumen penting untuk mengawasi aktivitas agen asing di Amerika Serikat. Dalam perkembangannya, FARA telah digunakan untuk mengungkap berbagai kasus pengaruh asing, mulai dari upaya Uni Soviet pada masa Perang Dingin hingga aktivitas negara-negara seperti China, Rusia, dan negara-negara Timur Tengah di era modern.

Pengalaman AS ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya regulasi yang ketat terhadap aktivitas lobbying asing. Ardi menyebutkan bahwa studi kasus penerapan FARA menunjukkan bagaimana lobbyist dapat beroperasi dengan cara yang sangat terorganisir dan sophisticated. Mereka sering kali bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar, lembaga think tank, universitas, dan organisasi non-pemerintah untuk mempromosikan agenda yang sejalan dengan kepentingan negara asal mereka.

Bagaimana Lobbyist di Indonesia?

Ardi menjelaskan bahwa fenomena lobbyist ini mulai terlihat dengan semakin intensifnya persaingan geopolitik global. Dalam upaya untuk memajukan teknologi dan inovasi, banyak perusahaan asing, terutama dari negara-negara dengan kepentingan strategis seperti China, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa, berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia. Mereka menggunakan lobbyist yang memiliki jaringan luas di kalangan pembuat kebijakan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Lobbyist ini tidak hanya membawa agenda perusahaan mereka, tetapi juga sering kali menyisipkan narasi yang mendukung kepentingan strategis negara asal mereka.

Siapa Saja Para Lobbyist?

Menurut Ardi, umumnya para lobbyist adalah mantan pejabat pemerintah, akademisi terkemuka, atau konsultan bahkan para professional yang memiliki akses ke lingkaran kekuasaan. Mereka memanfaatkan hubungan personal dan profesional yang telah dibangun selama bertahun-tahun untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dengan cara ini, mereka berpotensi mengubah arah kebijakan teknologi Indonesia, yang seharusnya berfokus pada kemandirian dan keamanan nasional.

Sektor yang Paling Rentan

Ardi mengungkapkan bahwa sektor teknologi dan komunikasi adalah yang paling rentan terhadap pengaruh lobbyist. Sektor ini sangat strategis karena menyangkut infrastruktur kritis negara, data pribadi warga negara, dan keamanan siber nasional. Ardi mencontohkan upaya berbagai perusahaan teknologi asing untuk mempengaruhi kebijakan terkait perlindungan data pribadi. Dengan memberikan informasi yang tidak lengkap atau menyesatkan, mereka bisa mendorong pemerintah untuk mengadopsi regulasi yang lebih menguntungkan bagi mereka, tetapi merugikan bagi masyarakat Indonesia.

Apa Dampak dari Aktivitas Lobbyist?

Ardi menjelaskan dampak dari aktivitas lobbyist asing juga dapat dirasakan dalam bidang ekonomi. Ketika kebijakan ekonomi dan teknologi dipengaruhi oleh kepentingan asing, hal ini dapat menghambat pengembangan industri domestik dan menciptakan ketergantungan ekonomi yang tidak sehat. Misalnya, jika pemerintah mengadopsi standar teknologi yang menguntungkan perusahaan asing tertentu, hal ini dapat menghambat perkembangan perusahaan teknologi lokal dan menciptakan monopoli atau oligopoli yang merugikan konsumen dan ekonomi nasional.

Untuk mengatasi ancaman ini, Ardi menyarankan Indonesia belajar dari pengalaman negara lain, terutama Amerika Serikat dalam menerapkan FARA. Namun, Indonesia juga perlu menyesuaikan pendekatan ini dengan konteks hukum, politik, dan budaya yang ada. Langkah pertama yang dapat diambil adalah membentuk kerangka hukum yang jelas untuk mengatur aktivitas lobbying, terutama yang melibatkan kepentingan asing. Kerangka hukum ini harus mencakup kewajiban pendaftaran bagi lobbyist yang mewakili kepentingan asing, pengungkapan hubungan dan aktivitas mereka, serta pelaporan berkala tentang kegiatan lobbying yang dilakukan.

Selain itu, pemerintah Indonesia perlu membentuk badan pengawas yang independen dan memiliki kewenangan untuk memantau aktivitas lobbying. Badan ini harus dilengkapi dengan sumber daya yang memadai, baik dari segi personel maupun anggaran, untuk dapat melakukan pengawasan yang efektif. Badan pengawas ini juga harus memiliki kekuatan untuk menegakkan hukum dan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar ketentuan yang ada, termasuk sanksi pidana untuk pelanggaran yang serius.

Apakah Stimulus Menggerakkan Ekonomi?

Pemerintah Terus Gelontorkan Stimulus Ekonomi, Tapi Efektivitasnya Dipertanyakan

Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana stimulus ekonomi sebesar Rp 57,4 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Stimulus ini dibagi dalam dua tahap, yaitu Tahap I yang disalurkan pada Januari-Februari 2025 dengan besaran Rp 33 triliun dan Tahap II pada Juni-Juli 2025 sebesar Rp 24,4 triliun. Namun, anggaran tersebut tidak sepenuhnya berasal dari APBN.

Beberapa jenis stimulus yang diberikan meliputi diskon tiket pesawat, diskon tiket kereta api, diskon tarif tol, diskon tiket angkutan laut, PPN DTP 100 persen untuk pembelian rumah, diskon tarif listrik 50 persen, serta bantuan subsidi upah (BSU). Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10,8 triliun untuk paket stimulus di kuartal III 2025.

Meski demikian, beberapa ahli ekonomi mempertanyakan efektivitas stimulus yang diberikan. Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menyatakan bahwa stimulus hanya mampu menahan laju penurunan konsumsi masyarakat, bukan mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga pada kuartal I sempat melambat ke level 4,95 persen, lalu naik sedikit menjadi 4,97 persen pada kuartal II. Namun, angka ini masih belum mencapai 5 persen sejak kuartal III 2023.

Syafruddin menilai bahwa pelambatan konsumsi menunjukkan daya beli masyarakat belum pulih secara fundamental. Hal ini membuat stimulus yang diberikan hanya berperan sebagai penyangga jangka pendek. Tekanan inflasi, ketidakpastian global, serta masalah struktural seperti penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM juga menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Selain itu, pemberian stimulus secara berulang dapat menambah beban APBN. Realisasi APBN hingga April 2025 menunjukkan pendapatan negara baru mencapai 27 persen dari target, sementara defisit anggaran membengkak tajam dari Rp 31,2 triliun pada Februari menjadi Rp 104 triliun per Maret. Dengan ruang fiskal yang semakin sempit, pemberian stimulus dikhawatirkan menjadi beban tanpa dampak signifikan terhadap pertumbuhan.

Kisruh dalam pelaksanaan stimulus juga menambah kekhawatiran. Contohnya, diskon tarif listrik yang awalnya diumumkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akhirnya dibatalkan karena perbedaan sikap antar kementerian. Menurut Syafruddin, koordinasi yang kuat, transparansi fiskal, dan targeting yang presisi sangat penting agar stimulus bisa efektif.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, juga menyatakan bahwa efektivitas stimulus tidak signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen, angka ini masih memunculkan perdebatan karena tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Stimulus yang langsung menyentuh masyarakat seperti diskon transportasi dan diskon tarif tol hanya berlaku selama liburan. Akibatnya, efeknya bersifat sementara dan lebih menguntungkan masyarakat kelas menengah ke atas. Selain itu, insentif seperti BSU tidak mampu menjangkau pekerja informal yang sebagian besar upahnya di bawah upah minimum.

Bhima juga menyayangkan pemerintah tidak jadi menerapkan diskon tarif listrik pada Juni-Juli 2025. Diskon listrik seharusnya menjadi komplementer atau pelengkap BSU, karena banyak pekerja informal dan UMKM yang terdampak.

Dari sisi pengusaha, Ketua Umum Afiliasi Global Ritel Indonesia, Roy Nicholas Mandey, tidak yakin stimulus mampu mendorong penjualan ritel. Perubahan pola konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi membuat belanja ritel sulit tumbuh. Masyarakat cenderung lebih memilih menabung daripada belanja, meskipun ada stimulus seperti diskon tol mudik dan diskon tiket pesawat. Roy juga mengkritik bahwa stimulus pada Juni-Juli 2025 lalu tidak tepat sasaran dan terkesan sebagai uji coba.

Tujuh Tokoh Tionghoa Pahlawan Kemerdekaan Indonesia

Peran Keturunan Tionghoa dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran berbagai elemen masyarakat, termasuk keturunan Tionghoa. Meski secara etnis dan budaya mereka berbeda, para pejuang ini memperlihatkan semangat yang sama untuk membebaskan tanah air dari cengkeraman penjajah. Mereka bekerja tanpa memandang ras atau suku, dan kontribusi mereka menjadi bagian penting dari kemerdekaan Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa tokoh keturunan Tionghoa yang turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia:

  1. John Lie (Daniel Dharma)

    John Lie lahir di Manado pada tahun 1911. Ia adalah seorang perwira Angkatan Laut RI yang aktif selama masa penjajahan Jepang. Ia menempuh pendidikan di sekolah berbahasa Belanda dan kemudian melanjutkan studi militer di Batavia. Salah satu kontribusi besar John Lie adalah berhasil menembus blokade Belanda di Sumatra untuk menukar komoditas Indonesia dengan senjata. Pada tahun 2009, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

  2. Lie Eng Hok

    Lie Eng Hok lahir di Balaraja, Tangerang, pada tahun 1893. Ia aktif sebagai jurnalis di surat kabar Tionghoa bernama Sin Po pada awal abad ke-20. Ia terlibat dalam pemberontakan di Banten pada tahun 1926 dan memberikan informasi rahasia tentang pasukan Belanda kepada para pejuang. Selama pengasingannya di Boven Digoel, ia tetap menolak bekerja sama dengan pemerintah Belanda. Pada tahun 1959, ia diangkat sebagai Perintis Kemerdekaan RI dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang.

  3. Sho Bun Seng

    Sho Bun Seng adalah seorang penggiat seni yang juga aktif dalam perjuangan anti-Belanda. Ia bergabung dengan kelompok gerilya dan bertugas memata-matai Pao An Tui, yaitu kelompok Tionghoa pro-Belanda. Setelah kemerdekaan, ia terlibat dalam menumpaskan pemberontakan DI/TII. Sho Bun Seng meninggal pada usia 89 tahun dan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

  4. Tjia Giok Thwam (Basuki Hidayat)

    Basuki Hidayat lahir di Surabaya pada tahun 1927. Ia terlibat dalam pertempuran melawan Belanda sejak usia 18 tahun. Setelah pensiun dari dunia militer, ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ia menerima sejumlah tanda kehormatan atas jasa-jasanya sebagai pejuang kemerdekaan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Malang.

  5. Ferry Sie King Lien

    Ferry Sie King Lien lahir pada tahun 1933 dan ikut mengangkat senjata saat usia 16 tahun dalam pertempuran Solo. Ia bersama rekan-rekannya melakukan berbagai aksi untuk memotivasi rakyat dan menentang propaganda Belanda. Sayangnya, ia gugur dalam pertempuran tersebut. Ia menjadi satu-satunya keturunan Tionghoa yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jurug, Solo.

  6. Ong Tjong Bing (Daya Sabdo Kasworo)

    Ong Tjong Bing berjuang sebagai dokter yang merawat korban pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi, ia bergabung dalam militer dan aktif menumpas berbagai pemberontakan. Ia pensiun pada tahun 1976 dengan pangkat Letnan Kolonel.

  7. Soe Hok Gie

    Soe Hok Gie adalah aktivis reformasi yang sangat berpengaruh meskipun tidak terlibat langsung dalam pertempuran kemerdekaan. Ia menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Soekarno melalui tulisan-tulisan di media massa. Ia meninggal pada usia 26 tahun, namun catatan-catatan harian dan pemikirannya terus diingat dan diteladani.

Selain tokoh-tokoh di atas, masih banyak lagi pejuang keturunan Tionghoa yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kegigihan dan dedikasi mereka layak untuk dikenang dan dihargai. Dengan menjaga persatuan dan menghindari sentimen rasial, bangsa Indonesia dapat terus berkembang dan maju.

10 Contoh Sambutan Singkat Ketua RT 17 Agustus dalam Bahasa Jawa untuk Perayaan HUT RI

Perayaan HUT ke-80 RI di Indonesia

Sebentar lagi, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2025. Di momen penting ini, berbagai kegiatan biasanya diselenggarakan untuk merayakan kemerdekaan bangsa. Mulai dari lomba-lomba, acara resmi lembaga hingga malam tirakatan menjadi bagian dari tradisi perayaan.

Di tingkat RT (Rukun Tetangga), biasanya ketua RT memberikan sambutan singkat sebagai pembuka acara. Sambutan ini umumnya menyampaikan semangat kemerdekaan dan rasa nasionalisme. Di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, sambutan ketua RT sering kali menggunakan bahasa Jawa, terutama dalam bentuk krama inggil sebagai wujud penghormatan kepada tamu undangan.

Berikut adalah beberapa contoh sambutan ketua RT dalam Bahasa Jawa yang bisa digunakan sebagai referensi:

Contoh Sambutan Ketua RT 17 Agustus

Sambutan 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama, saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan rahmat, nikmat, dan kesehatan sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini dengan penuh kegembiraan untuk melaksanakan acara lomba peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Saya selaku Ketua RT mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah mendukung, membantu, serta memberikan tenaga dan pikiran agar acara ini dapat berjalan lancar dan meriah.

Lomba ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga bentuk apresiasi kita kepada para pejuang bangsa yang telah berkorban besar demi kemerdekaan tanah air.

Semoga dengan acara ini, rasa persaudaraan, kekompakan, dan semangat gotong royong di antara masyarakat kita tetap terjaga dan langgeng. Saya mohon doa bagi seluruh warga agar dapat ikut serta secara sportif, menghargai setiap peserta, dan menjaga kerukunan.

Akhirnya, saya mohon doa bagi seluruh warga, semoga acara lomba 17 Agustusan di RT kita selalu dilancarkan dan diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan 2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sugeng enjing, para hadirin yang saya hormati.

Yang kedua, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini.

Bapak, ibu, dan para pemuda-pemudi yang saya cintai, hari yang baik ini, kita semua mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk meraih kemerdekaan bangsa. Tanpa perjuangan yang tak kenal lelah, kita tidak akan merasakan kemerdekaan yang baik seperti sekarang ini.

Kemerdekaan ini merupakan amanah yang sangat besar bagi kita semua. Kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan cara melakukan amal kebajikan, tindakan yang baik, dan mengembangkan potensi diri.

Para pemuda sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran yang sangat penting yang harus dipikul. Ayo kita wujudkan semangat gotong royong, persatuan, dan kesatuan. Mari kita bangun daerah kita Yogyakarta dan negara kita Indonesia menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkah dan rahmat kepada kita semua. Amin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan 3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para pejabat yang dihormati, juga para tokoh dan sesepuh yang dihormati.

Lurah [nama wilayah] Bapak/Ibu … yang saya hormati.

Dukuh [nama wilayah] Bapak/Ibu … yang saya hormati.

Bapak-bapak, ibu-ibu warga [nama wilayah] yang mulia, serta sahabat dan rekan-rekan yang saya sayangi.

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, wash-shalatu wassalamu ala Rasulillah wala haula walla quwwata illa billah amma ba’du.

Marilah kita bersama-sama mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang senantiasa memberikan berbagai rahmat dan petunjuk, sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini untuk menghadiri malam tirakatan 17 Agustus di [nama wilayah].

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita semua, Nabi Muhammad SAW yang kita harapkan syafaatnya di hari akhir nanti.

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang mulia, sebagai ketua RT, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada warga [nama wilayah] yang telah memberikan bantuan kepada panitia, sehingga penyelenggaraan acara peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025 dapat berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Para hadirin yang saya hormati, saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak, ibu-ibu, dan adik-adik yang telah ikut serta dan memberikan dukungan dalam lomba 17 Agustus di [nama wilayah]. Semoga lomba-lomba ini dapat membuat warga [nama wilayah] lebih kompak dan guyub.

Bapak-bapak dan ibu-ibu, di akhir, saya juga mohon maaf jika ada kesalahan atau ketidaktahuan dalam penyelenggaraan acara peringatan HUT RI ini.

Sekian sambutan dari saya, dengan segala kerendahan hati, wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan 4

Assalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuh

Sugeng dalu para sahabat yang saya hormati. Pertama-tama marilah kita bersama-sama mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Wijaya, karena hanya berkat rahmat-Nya kita bisa berkumpul di tempat ini.

Kedua, shalawat juga salam tidak pernah terlewat untuk disampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad yang kita harapkan syafaatnya di hari kiamat kelak.

Para sahabat yang saya hormati, saat ini kita berkumpul di balai RT ini untuk mengenang salah satu hari bersejarah bagi negara kita Indonesia yang merayakan hari kemerdekaannya yang ke-80 dengan melakukan malam tirakatan.

Kita perlu menyadari bahwa kemerdekaan yang kita rasakan sekarang ini bukanlah hasil dari bangsa sendiri, tetapi merupakan hasil dari perjuangan para pejuang kita yang telah mengorbankan nyawa untuk merebut kemerdekaan dari penjajah.

Banyak sekali para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran dan tidak sempat menikmati kemerdekaan.

Maka dari itu, dalam acara malam tirakatan ini, kita tidak boleh hanya sekadar merayakan, tetapi juga untuk mengingatkan agar kemerdekaan yang kita rasakan tetap lestari hingga akhir hayat.

Juga untuk mengirim doa kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia, yang kini telah pulang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Wijaya.

Semoga doa yang kita baca dapat membuat arwah para pahlawan diterima segala amal kebaikannya serta memperoleh ampunan atas segala kesalahan mereka.

Untuk Bapak (Sebutkan Nama) silakan Bapak memimpin doa untuk memulai acara malam tirakatan ini.

Sekian sambutan dari saya, jika ada kesalahan dalam ucapan dan kata-kata yang telah saya sampaikan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sambutan 5

Sugeng dalu, salam sejahtera bagi semua hadirin yang saya hormati.

Pada hari yang penuh berkah ini, marilah kita bersama-sama merayakan dan menghormati momen bersejarah bagi bangsa kita, yaitu hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. Acara malam tirakatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah berjuang dengan gigih demi kemerdekaan kita.

Kemerdekaan bukanlah sebuah keuntungan yang mudah didapat, tetapi hasil dari perjuangan, pengorbanan, dan semangat juang yang tidak pernah goyah. Pada hari ini, kita bersama-sama membangkitkan semangat nasionalisme untuk menghargai diri kita sendiri dan nilai-nilai yang mendasari kemerdekaan: persatuan, gotong royong, dan keberagaman.

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda, namun kita bersatu dalam satu semangat kebangsaan. Marilah kita menjaga kebersamaan ini, menjaga kerukunan di antara sesama, dan menjalin harmoni antara perbedaan yang ada.

Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, marilah kita memperkuat semangat gotong royong. Saat ini, kita ambil langkah lebih banyak untuk lingkungan kita, seperti menjaga kebersihan lingkungan, ikut dalam program sosial, atau memberikan usulan kepada sesama yang membutuhkan.

Acara malam tirakatan ini, marilah kita tingkatkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai warga Indonesia. Marilah kita sambut masa depan dengan semangat optimisme, kontribusi aktif dalam kehidupan komunitas yang lebih baik dan tangguh.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir dalam acara ini, serta kepada semua yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga semangat persatuan dan keberagaman ini terus menerangi langkah-langkah kita dan Anda menuju masa depan yang gemilang.

Terima kasih dan selamat merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.

MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sambutan 6

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bapak-bapak, Ibu-ibu, sahabat-sahabat yang saya hormati.

Puji syukur kepada Tuhan Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan petunjuk kepada kita semua. Sehingga dalam kondisi ini, kita bisa berkumpul dengan sehat dan utuh untuk melaksanakan karnaval yang telah kita impikan.

Saya selaku Ketua RT mengucapkan terima kasih yang tulus kepada panitia, para pemuda, dan warga yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyukseskan acara ini.

Karnaval ini sejatinya bukan hanya arak-arakan biasa. Namun, dalam karnaval ini kita bisa menjadi sarana untuk membangkitkan rasa guyub rukun dan gotong royong yang sudah menjadi ciri khas bangsa kita.

Kita semua berkumpul, tidak melihat agama, suku, atau jabatan. Semua sama-sama berusaha membuat acara ini meriah.

Semoga dengan acara karnaval ini, kita bisa menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Kita harus bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan bermanfaat. Seperti mengisi pembangunan, menjaga kerukunan, dan menghargai perbedaan yang ada di masyarakat.

Mari kita wujudkan lingkungan RT yang maju, sejahtera, aman, dan tentram. Semoga Indonesia selalu diberkahi dan kemajuan. Itulah yang bisa saya sampaikan. Jika ada kekurangan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan 7

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sugeng enjang/sonten/dalu bapak-bapak, ibu-ibu, dan seluruh warga RT 0X yang saya cintai. Alhamdulillah, kita semua bisa berkumpul bersama dalam acara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia hari ini.

Pada hari ini, kita melaksanakan acara untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan bangsa kita, Indonesia. Semoga dengan acara ini, rasa cinta dan bangga terhadap negara kita tetap tumbuh dan memperkuat semangat kebersamaan di antara warga.

Saya ucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh warga yang telah membantu menyediakan acara ini. Semoga Tuhan Allah memberikan pahala dan berkah bagi kita semua.

Tidak hanya itu saja, saya mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam acara ini. Mari kita nikmati acara ini dengan penuh rasa syukur dan keguyuban.

Sekian sambutan dari saya, yang terakhir saya ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan 8

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Para sesepuh dari dusun [nama wilayah] yang selalu dihormati, juga para warga [nama wilayah] yang selalu saya cintai.

Pertama, marilah kita bersama-sama mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Wijaya yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan bagi kita semua.

Karena hanya berkat rahmat dan kasih sayang dari Tuhan Allah yang Maha Asih, kita masih memiliki waktu dan kondisi yang baik untuk berkumpul di tempat ini dengan penuh kegembiraan.

Tidak pernah terlewat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita semua, yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita harapkan syafaatnya di hari kiamat kelak.

Para hadirin, kita berkumpul hari ini untuk melaksanakan malam tirakatan 17 Agustus. Tujuan dari acara ini adalah untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengurbankan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan yang kita rasakan sekarang ini dari para penjajah.

Para hadirin, kemerdekaan Indonesia tahun ini telah mencapai 80 tahun bukanlah hadiah dari bangsa sendiri.

Namun, para pahlawan kita yang telah berjuang sendiri. Maka dari itu, sekarang tugas kita bersama untuk menjaga agar kemerdekaan ini tetap lestari.

Proklamasi yang telah diperingati 80 tahun yang lalu sejatinya bukan akhir dari perjuangan.

Karena masih banyak tugas yang harus kita lakukan untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Kita harus terus bekerja sama dengan guyub dan rukun agar kemerdekaan yang telah diraih bisa menjadi kehidupan yang lebih baik.

Selain itu, masih banyak pihak tertentu yang ingin melihat kita gagal sehingga kemerdekaan yang kita rasakan bisa hilang.

Maka dari itu, marilah kita terus menjaga persaudaraan agar tidak mudah terpecah belah dengan sesama.

Tidak pernah terlewat, marilah kita mengirim doa kepada para pahlawan yang telah pulang ke pangkuan Tuhan Allah.

Semoga dengan doa yang kita kirim bisa membuat arwah para pahlawan diterima segala amal kebaikannya serta memperoleh ampunan atas segala kesalahan mereka.

Akhirnya, sekian sambutan dari saya, jika ada kesalahan dalam ucapan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan 9

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih kepada adik pranatacara atas bantuan waktu yang diberikan. Saya ucapkan terima kasih kepada para alim ulama yang dihormati, serta seluruh warga ageng … yang mulia di sini.

Saya berharap para tamu yang telah duduk di sini, khususnya saya berdiri di sini sebagai panitia perayaan hari kemerdekaan RI yang ke-79.

Lebih lanjut saya mengucapkan rasa syukur kepada Allah dan berdoa semoga negara kita diberkahi usia yang panjang dan selalu diberi kebijaksanaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selanjutnya, saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas kehadiran warga … di sini yang telah hadir dalam acara ini dan memberikan bantuan dalam bentuk apa pun yang tidak bisa saya ungkapkan satu per satu, sehingga acara perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus ini dapat berjalan dengan lancar.

Dan jika dalam acara ini panitia tidak dapat menyampaikan sesuatu yang tepat dan sesuai dengan keinginan Anda semua, panitia hanya memohon maaf atas kesalahan tersebut.

Semoga dengan perayaan hari ini, bersama-sama kita berdoa agar negara Indonesia selalu diberkahi keamanan, kesejahteraan, kekayaan yang berlimpah, pertumbuhan yang stabil, pemerintahan yang adil dan benar, tidak terjadi perpecahan, pergulatan politik yang tidak sehat, serta terhindar dari krisis yang mengganggu.

Allahuma amin.

Akhirnya, mohon izinkan saya untuk berterima kasih kepada pranatacara. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb. Semoga sehat dan selalu berbahagia.

Sambutan 10

Asssalamualaikum Wr. Wb. Yang dikasihi Bapak RW ….

Bapak-Bapak, Ibu-ibu yang mulia dan para remaja desa yang saya cintai.

Yang pertama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul dalam acara ini dengan sehat dan utuh.

Selanjutnya, saya mengucapkan selamat datang dalam acara malam tirakatan kemerdekaan Indonesia yang ke-79. Bapak-Ibu dan sahabat-sahabat yang dihormati, seperti yang sudah kita ketahui bersama, pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka.

Para pemimpin bangsa telah berhasil membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dan memiliki cita-cita luhur yaitu sila-sila dalam Pancasila.

Bapak-Ibu yang mulia, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anda dalam acara ini, untuk bersama-sama menyampaikan doa kepada Tuhan Allah, semoga negara Indonesia selalu lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Bapak-Ibu, mari kemerdekaan ini diisi dengan pembangunan serta watak nasionalisme yang tumbuh dalam hati. Akhirnya, sekian sambutan dari saya. Jika ada kesalahan dalam penyampaian saya, saya mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

10 Fakta Unik Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Tersembunyi!

Fakta-Fakta Menarik di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah momen penting dalam sejarah bangsa. Namun, ada banyak fakta yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Berikut beberapa fakta menarik yang terkait dengan peristiwa bersejarah ini.

Menu Sahur Saat Menjelang Proklamasi

Pada malam sebelum proklamasi, Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo sedang berkumpul untuk merancang teks proklamasi di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. Saat itu, mereka sedang menjalani puasa Ramadan. Setelah teks proklamasi selesai disusun, mereka merasa lapar dan membutuhkan makanan untuk sahur. Nyonya Satsuki Mishima, asisten Maeda, membuatkan hidangan seperti nasi goreng, ikan sarden, telur, dan roti. Mereka semua menikmati santapan tersebut sebelum melanjutkan persiapan proklamasi.

Soekarno Sedang Sakit Saat Proklamasi

Ternyata, saat waktu proklamasi tiba, Soekarno sedang mengalami sakit malaria. Ia terbaring di kamarnya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dokter Soeharto memberikan pengobatan dengan chinineurethan intramusculair dan brom chinine. Meski masih meriang, Soekarno bangun pagi hari dan langsung bersiap untuk membacakan proklamasi.

Upacara Proklamasi yang Sederhana

Upacara proklamasi dilakukan secara sederhana tanpa adanya protokol keamanan atau musik. Tiang bendera hanya menggunakan batang bambu kasar, dan katrolnya terbuat dari gelas bekas. Meski sederhana, upacara ini menjadi momen yang sangat penting dalam sejarah bangsa.

Bendera Merah Putih yang Terbuat dari Kain Sprei dan Kain Penjual Soto

Bendera merah putih yang dikibarkan saat proklamasi dibuat oleh ibu Fatmawati. Ia menggunakan kain sprei putih dari lemari dan kain merah yang dibeli dari penjual soto. Ukuran bendera awalnya terlalu kecil, sehingga ia membuat bendera yang lebih besar agar bisa dikibarkan di tiang.

Tokoh Proklamator Bukan Hanya Soekarno dan Hatta

Selain Soekarno dan Hatta, ada beberapa tokoh lain yang ikut serta dalam penyusunan naskah proklamasi, yaitu Achmad Soebardjo, Sajuti Melik, dan Soekarni. Meskipun usulan Hatta untuk menandatangani naskah ditolak oleh Soekarni, akhirnya hanya duo Soekarno-Hatta yang menandatangani naskah proklamasi.

Naskah Proklamasi Asli Ditemukan di Tempat Sampah

Naskah proklamasi asli tidak disimpan oleh Soekarno sendiri. Seorang wartawan bernama BM Diah menemukan naskah tersebut di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda. Naskah itu kemudian disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Diah menyimpan naskah tersebut selama 46 tahun sebelum menyerahkan kepada Presiden Soeharto.

Ada Dua Jenis Naskah Proklamasi

Terdapat dua jenis naskah proklamasi, yaitu naskah klad (ditulis tangan) dan naskah otentik (diketik). Beberapa kata dalam naskah otentik mengalami perubahan, seperti “Proklamasi” diubah menjadi “PROKLAMASI”, “Hal2” menjadi “Hal-hal”, dan sebagainya.

Negatif Foto Proklamasi Disimpan di Bawah Pohon

Fotografer Frans Mendoer merekam detik-detik proklamasi. Ketika tentara Jepang ingin merampas negatif foto, ia berbohong dan menyembunyikannya di bawah pohon. Negatif tersebut kemudian diambil kembali dan dicetak untuk dipublikasikan.

Suara Proklamasi Soekarno Hasil Rekaman Ulang

Rekaman suara Soekarno saat membaca proklamasi bukanlah suara aslinya. Suara tersebut direkam ulang sekitar tahun 1950. Jusuf Ronodipuro meminta Soekarno merekam kembali pembacaan proklamasi, dan hasil rekaman tersebut digunakan hingga sekarang.

Perintah Pertama Soekarno Setelah Jadi Presiden

Setelah ditetapkan sebagai presiden pertama, Soekarno langsung memesan lima puluh tusuk sate ayam. Ia melihat pedagang sate di jalan dan memerintahkan tukang sate untuk membuatkan sate untuknya. Setelah selesai, ia langsung menikmati satenya dengan berjongkok di pinggir parit.

Dari fakta-fakta di atas, kita dapat melihat bagaimana para pahlawan bangsa rela berjuang demi kemerdekaan. Semoga kita dapat belajar dari semangat mereka dan menjaga nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

22 Pasal Aturan KUR Perumahan dalam Permenko Perekonomian

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan Diluncurkan

Pemerintah telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Aturan pelaksanaan dari program ini dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan berupa Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 yang menjabarkan pedoman pelaksanaan Kredit Program Perumahan. Aturan ini ditetapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 7 Agustus 2025.

Definisi dan Pelaksanaan KUR Perumahan

Dalam peraturan tersebut, istilah “Kredit Program Perumahan” digunakan sebagai pengganti istilah “KUR Perumahan”. Pasal 1 menyatakan bahwa Kredit Program Perumahan adalah kredit atau pembiayaan investasi dan/atau kredit modal kerja yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), baik individu maupun badan usaha, dalam rangka mendukung pencapaian program prioritas di bidang perumahan.

Penyaluran KUR Perumahan dilakukan oleh Penyalur Kredit Program Perumahan, yaitu lembaga keuangan atau koperasi yang telah ditetapkan sebagai penyalur kredit usaha rakyat. Penyalur harus memiliki plafon penyaluran KUR dan tidak sedang dalam posisi diberhentikan sementara.

Dana untuk penyaluran Kredit Program Perumahan berasal dari Lembaga Keuangan atau Koperasi sebagai Penyalur Kredit Program Perumahan. Pemeriksaan calon penerima kredit dilakukan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP).

Penyalur Kredit Program Perumahan menyalurkan kredit berdasarkan data yang tercantum dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP). Data tersebut berasal dari Kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, Penyalur Kredit Program Perumahan, dan/atau Penjamin/asuransi Kredit Program Perumahan.

Agunan Kredit Program Perumahan terdiri atas agunan pokok dan agunan tambahan. Agunan pokok merupakan objek yang dibiayai oleh kredit, sedangkan agunan tambahan diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku di Penyalur Kredit Program Perumahan.

Pemerintah memberikan Subsidi Bunga/Subsidi Marjin sebagai pengurang suku bunga/marjin yang dibebankan kepada penerima kredit. Subsidi ini dibayarkan kepada Penyalur Kredit Program Perumahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Skema Penyaluran KUR Perumahan

Kredit Program Perumahan disalurkan oleh Penyalur Kredit Program Perumahan kepada Penerima Kredit Program Perumahan secara langsung. Ada dua skema penyaluran, yaitu:

1. Kredit Program Perumahan Sisi Penyediaan Rumah

Kredit ini diberikan kepada UMKM untuk keperluan:
– Pengadaan tanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna pembangunan rumah atau perumahan;
– Pembelian bahan bangunan guna pembangunan rumah atau perumahan; dan
– Pengadaan barang dan jasa guna pembangunan rumah atau perumahan.

Calon penerima kredit harus memenuhi persyaratan seperti memiliki usaha produktif dan layak, nomor pokok wajib pajak, NIB, menjalankan usaha minimal 6 bulan, serta tidak terdapat informasi negatif.

Plafon pinjaman untuk Kredit Program Perumahan sisi penyediaan rumah berkisar antara Rp 500.000.000 hingga Rp 5.000.000.000. Pencairan dapat dilakukan secara sekaligus, bertahap, atau revolving sesuai kesepakatan. Jangka waktu kredit maksimal 4 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi.

Subsidi bunga diberikan selama jangka waktu kredit, dan besaran subsidi ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan. Penjaminan/pertanggungan bersifat opsional atau wajib tergantung nilai agunan.

2. Kredit Program Perumahan Sisi Permintaan Rumah

Kredit ini diberikan kepada UMKM untuk keperluan:
– Pembelian rumah guna mendukung kegiatan usaha;
– Pembangunan rumah guna mendukung kegiatan usaha; atau
– Renovasi rumah guna mendukung kegiatan usaha.

Plafon pinjaman untuk Kredit Program Perumahan sisi permintaan rumah berkisar antara Rp 10.000.000 hingga Rp 500.000.000. Jangka waktu kredit maksimal 5 tahun, dengan kemungkinan perpanjangan jika disepakati. Suku bunga efektif sebesar 6% per tahun, dengan subsidi bunga selama 5 tahun.

Penjaminan/pertanggungan wajib dilakukan, dan imbal jasa penjaminan menjadi bagian dari subsidi bunga. Penerima kredit yang mengalami masalah dapat direstrukturisasi sesuai ketentuan.

Hatta dan Jalannya Ekonomi Rakyat

Memahami Gagasan Ekonomi Kerakyatan Mohammad Hatta

Saya tidak bisa mengingat secara pasti kapan pertama kali benar-benar memahami gagasan ekonomi Mohammad Hatta. Mungkin saat duduk di bangku kuliah atau sedang mencari bahan untuk diskusi organisasi. Yang jelas, nama Hatta sudah sangat familiar sejak masa sekolah dasar. Ia adalah bapak proklamator, bapak koperasi, dan wajah yang terpampang di uang kertas seratus ribu rupiah. Namun, semua itu hanya sebatas pengetahuan permukaan.

Bertahun-tahun kemudian, saya membaca beberapa tulisan Hatta dan baru menyadari bahwa di balik sosok tenang dan berkacamata itu, tersimpan gagasan besar yang terasa makin relevan, yaitu ekonomi kerakyatan. Baginya, ekonomi bukan sekadar teori dalam buku teks, melainkan filosofi hidup yang menjadi peta jalan pembangunan di tengah pasar bebas.

Hatta memandang ekonomi sebagai alat untuk memastikan setiap orang mendapat bagian yang adil dari kue pembangunan. Ia bukan tipe pemimpin yang bicara dari menara gading. Ia menulis, berdebat, dan mengambil keputusan dengan membayangkan wajah petani di sawah, nelayan di tepi pantai, atau pedagang di pasar. Baginya, rakyat kecil harus menjadi subjek pembangunan, bukan objek yang hanya menunggu belas kasihan.

Koperasi sebagai Inti Pemikiran Hatta

Prinsip ekonomi kerakyatan yang ia pegang menemukan bentuk nyatanya dalam kelembagaan yang ia percayai: koperasi. Bagi Hatta, koperasi adalah jantung dari seluruh sistem ekonomi rakyat. Secara teoritis, koperasi berperan sebagai alat redistribusi kekayaan yang lebih adil dan sebagai penangkal dominasi kapitalisme monopoli.

Dalam idealisme Bung Hatta, koperasi adalah wadah untuk mendidik manusia menjadi mandiri, demokratis, dan saling menolong. Prinsip “satu anggota, satu suara” menegaskan esensi demokrasi ekonomi di dalamnya. Koperasi bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi ruang bagi anggotanya untuk saling menguatkan. Hatta membayangkan rakyat dengan berkelompok dan bergotong royong, mampu menantang dominasi kapitalisme.

Bagi Hatta, koperasi adalah benteng pertahanan ekonomi rakyat yang mandiri dan berdaulat. Gagasan ini seperti peta jalan menuju kemandirian ekonomi rakyat. Desa-desa mandiri, kota-kota yang warganya saling menopang, dan perekonomian yang tidak mudah goyah oleh guncangan pasar global.

Peran Negara dalam Sistem Ekonomi

Tentu Hatta bukan utopis yang berpikir rakyat bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia tahu negara punya peran penting dalam perekonomian. Negara, menurutnya, harus menjadi pengatur dan pelindung: memberi ruang bagi koperasi dan usaha kecil untuk tumbuh, memastikan kekayaan tidak hanya berputar di lingkaran elite, dan mengelola sumber daya alam sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Inilah ruh dari Pasal 33 UUD 1945, sebuah pasal yang hari ini sering kita dengar, tapi entah masih kita hayati atau tidak. Pasal ini adalah perwujudan nyata dari pemikiran Hatta tentang bagaimana ekonomi seharusnya diatur untuk kepentingan rakyat.

Tantangan dan Masa Depan Ekonomi Kerakyatan

Globalisasi datang seperti tamu terhormat, membawa hadiah kemakmuran, tetapi diam-diam menebar benih kesenjangan. Di tengah arus ini, ekonomi kerakyatan melalui koperasi menghadapi tantangan ganda: dari tekanan pasar bebas dan kendala internal yang melemahkan daya saing.

Meskipun kontribusi koperasi terhadap PDB nasional mengalami kenaikan, hambatan struktural membuat perannya belum optimal. Situasi ini justru menegaskan perlunya kembali menengok gagasan awal Hatta, untuk menguji: apakah prinsip-prinsip yang ia rancang puluhan tahun lalu masih menjadi jawaban bagi persoalan ekonomi rakyat hari ini.

Relevansi Pemikiran Hatta di Era Modern

Hatta paham bahwa membangun ekonomi rakyat membutuhkan keuletan dan kesabaran. Ia bukan tipe pemimpin yang terbuai oleh ilusi pertumbuhan ekonomi: megah secara statistik, namun rapuh secara substansi. Kehati-hatian ini lahir dari kesadarannya bahwa angka tak selalu mencerminkan kesejahteraan nyata.

Kehati-hatian itu bukan tanpa alasan. Hatta bicara tentang pondasi ekonomi yang kokoh, tentang sistem yang membuat rakyat punya daya tawar, tentang gotong royong yang menjadi napas ekonomi. Kadang saya bertanya-tanya, jika Hatta masih hidup, apa yang akan ia katakan ketika melihat kebijakan ekonomi Indonesia hari ini?

Mungkin ia akan tersenyum tipis, lalu bertanya dengan nada pelan tapi menusuk: “Apakah ekonomi ini benar-benar untuk rakyat?” Dan pertanyaan itu, saya kira, cukup untuk membuat kita menoleh, memeriksa kembali arah, dan bertanya pada diri sendiri, “apakah kita masih berjalan di jalan yang ia tunjukkan, atau sudah terlalu jauh melangkah ke hutan belantara ekonomi liberal?”

Warisan Hatta sebagai Kompas Moral

Warisan Hatta bukan sekadar teori di perpustakaan. Ia adalah kompas moral. Kompas tidak memaksa orang berjalan, tetapi menunjukkan arah. Tinggal bagaimana kita mau atau tidak mengikuti jalan yang ditunjukkan. Dan seperti kompas, pemikiran Hatta tetap berguna meski peta dunia sudah banyak berubah.

Namun kompas itu tidak kehilangan arah meski zaman telah berubah. Justru, di tengah tantangan ketimpangan yang kian menganga, pemikiran ekonomi kerakyatan Hatta tetap relevan dalam konteks Indonesia modern, terutama dalam menghadapi isu ketimpangan sosial dan ekonomi. Gagasan Hatta, dengan penekanan pada keadilan sosial dan demokrasi ekonomi, dapat menjadi inspirasi dalam mencari solusi terhadap masalah ini.

Kembali ke Jalan yang Benar

Hatta mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi sejati sebuah bangsa terletak pada rakyatnya. Ia ingin pembangunan yang membuat desa-desa hidup, pasar rakyat ramai, dan anak-anak tumbuh tanpa takut masa depannya suram. Bukan pembangunan yang hanya memperindah laporan, tapi menyentuh kehidupan nyata masyarakat.

Untuk sampai ke sana, diperlukan komitmen politik yang kuat. Para pemimpin kita harus berani memilih jalan yang mungkin jauh lebih lambat tapi lebih kokoh. Pendidikan tentang nilai koperasi harus masuk sejak dini, bukan sekadar hafalan, tapi harus dipraktikkan. Anak-anak harus belajar bahwa ekonomi yang sehat bukan tentang siapa yang paling kaya, tetapi siapa yang bisa membuat semua orang hidup layak.

Masa depan ekonomi Indonesia akan sangat ditentukan oleh sejauh mana kita berani kembali ke jalan yang digariskan oleh Hatta. Jalan itu mungkin tidak populer di tengah gegap gempita pasar bebas, tapi ia adalah jalan yang berakar pada keadilan, gotong royong, dan kedaulatan rakyat. Dan seperti perahu kayu yang dibuat dengan telaten, jalannya mungkin tidak melaju sekencang kapal mesin, tapi ia mampu membawa semua penumpangnya sampai tujuan dengan selamat.