Arsip Tag: politik dan pemerintahan

50 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus 2025, Penuh Makna Perjuangan

Pantun Kemerdekaan 17 Agustus 2025: Cara Unik Merayakan Hari Kemerdekaan

Menjelang perayaan Kemerdekaan 17 Agustus 2025, pantun bisa menjadi cara yang kreatif dan menarik untuk membangkitkan semangat perjuangan. Mulai dari pantun yang penuh makna hingga yang mudah dipahami oleh generasi muda, semua bisa disesuaikan dengan suasana acara. Jika kamu ingin merayakan momen 17-an dengan gaya yang berbeda, kreatif, dan tetap keren, membagikan pantun-pantun di bawah ini bisa menjadi solusi yang tepat. Berikut beberapa contoh pantun yang bisa membuat upacara, lomba, atau acara kemerdekaan makin meriah.

Pantun Kemerdekaan tentang Perjuangan

Perjuangan para pahlawan adalah alasan kita bisa merayakan Kemerdekaan 17 Agustus 2025 dengan bangga. Berikut beberapa pantun yang mengingatkan kita akan semangat para pahlawan:

  • Merah putih berkibar gagah

    Menghias langit di pagi cerah

    Semangat pahlawan tak pernah lelah

    Demi Indonesia kita merdeka

  • Pergi ke pasar membeli selendang

    Warna indah cantik memikat

    Berjuang resiko nyawa melayang

    Agar negeri ini merdeka dan hebat

  • Menanam padi di tengah sawah

    Sambil bersiul riang gembira

    Pahlawan berjuang tanpa menyerah

    Supaya rakyat hidup sejahtera

  • Burung camar terbang tinggi

    Menyapa langit penuh cahaya

    Pejuang rela tinggalkan istri

    Demi nusa bangsa tercinta

  • Menjahit baju di tepi jendela

    Cahaya mentari mulai menyapa

    Perjuangan tak sia-sia terasa

    Indonesia merdeka sepanjang masa

Pantun-pantun ini tidak hanya mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan, tetapi juga memberi semangat untuk menjaga kemerdekaan yang telah diraih.

Pantun Kemerdekaan tentang Persatuan

Kemerdekaan bisa bertahan karena rakyat Indonesia bersatu padu. Berikut beberapa pantun yang mengingatkan pentingnya persatuan:

  • Menyulam kain dengan benang

    Warna-warni indah terjalin

    Persatuan bangsa janganlah hilang

    Warisan pahlawan harus kita sambungkan

  • Makan ketupat bersama rendang

    Berkumpul ramai di hari raya

    Persahabatan yang kian mengembang

    Jadi benteng bangsa sepanjang masa

  • Air mengalir dari pegunungan

    Jernih segar memuaskan dahaga

    Dalam persatuan kita temukan

    Kekuatan yang tak bisa digoyah

  • Duduk santai di tepi pantai

    Menikmati senja yang mempesona

    Persatuan bangsa tak boleh usai

    Agar kemerdekaan tetap terasa

Persatuan adalah pondasi utama dalam menjaga kemerdekaan. Pantun-pantun ini mengajak kita untuk selalu menjaga kesatuan sebagai satu bangsa.

Pantun Kemerdekaan untuk Generasi Muda

Generasi muda memegang kunci keberlanjutan kemerdekaan. Berikut beberapa pantun yang mengingatkan mereka untuk selalu berkontribusi:

  • Menanam pohon di halaman rumah

    Menyiramnya setiap hari

    Generasi muda haruslah ramah

    Menjaga etika bangsa tanpa henti

  • Pergi bersepeda di pagi hari

    Menyusuri jalan penuh bunga

    Jalan panjang tak jadi beban

    Jika dilalui bersama cita-cita

  • Memetik bunga mawar merah

    Harum semerbak di udara

    Generasi muda pantang menyerah

    Demi masa depan yang ceria

  • Makan bubur di tepi taman

    Sambil tertawa bersama kawan

    Generasi muda harus berperan

    Meneruskan perjuangan pahlawan

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan. Pantun-pantun ini mengajak mereka untuk aktif dan berkontribusi dalam membangun bangsa.

Pantun Kemerdekaan tentang Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air adalah pondasi utama yang harus dijaga. Berikut beberapa pantun yang menggambarkan rasa bangga terhadap Tanah Air:

  • Burung kenari berkicau merdu di dahan

    Menyambut pagi menjelang siang

    Rindu pada tanah kelahiran

    Membuat hati selalu ingin pulang

  • Naik sepeda keliling desa treatai

    Menyapa warga dengan senyum dan rangkul

    Setiap jengkal tanah kita cintai

    Seperti keluarga yang selalu dirangkul

  • Menyanyi lagu di panggung besar

    Suara merdu memikat hati

    Cinta Tanah Air takkan pudar

    Terpatri di sanubari

Cinta Tanah Air adalah bagian dari identitas bangsa. Pantun-pantun ini mengingatkan kita untuk selalu mencintai dan menjaga tanah air.

Pantun Kemerdekaan yang Penuh Doa

Selain pesan kebangsaan, pantun juga bisa berisi doa untuk Indonesia yang lebih baik. Berikut contoh pantunnya:

  • Mentari pagi sinarnya terang

    Burung bernyanyi sambut cahaya

    Semoga Indonesia selalu terang

    Hingga hidup rakyat penuh bahagia

  • Hujan rintik membasahi ladang

    Rumput hijau tumbuh merata

    Semoga damai terus berkembang

    Untuk Indonesia tercinta kita

  • Bunga melati mekar berseri

    Harum semerbak sampai ke pintu

    Warga Indonesia selalu rukun berdiri

    Hingga dunia pun mengagumi itu

Doa-doa ini mengandung harapan agar Indonesia menjadi lebih baik dan harmonis.

Kesimpulan

Pantun Kemerdekaan 17 Agustus 2025 bisa menjadi sarana yang efektif untuk merayakan momen penting ini. Dari pantun tentang perjuangan, persatuan, generasi muda, cinta Tanah Air, hingga doa, semua bisa digunakan untuk memeriahkan acara. Gunakan pantun-pantun ini dalam upacara, lomba, atau bahkan sebagai caption di media sosial. Siapkan semangat dan kebersamaan untuk merayakan HUT RI ke-80 tahun ini.

Kepala BPS Pastikan Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen dari Data Lengkap

Penjelasan BPS Mengenai Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memberikan respons terhadap keraguan publik dan sejumlah ekonom terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 yang mencapai 5,12 persen. Ia menegaskan bahwa data yang digunakan oleh BPS lebih lengkap dan akurat dibandingkan pendekatan yang digunakan oleh analis pasar.

“Data 5,12 persen yang kami umumkan telah melalui proses yang sangat ketat. Kami memiliki data yang jauh lebih lengkap dan terperinci,” ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Injourney Grup di Gedung Sarinah, Jakarta, pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi, BPS menggunakan sebanyak 1.508 variabel. Sementara itu, menurut Amalia, analis pasar hanya mengandalkan sekitar 20 variabel. “Kami telah memverifikasi bahwa analis biasanya hanya menggunakan 20 variabel,” katanya.

Dengan jumlah variabel yang lebih banyak, ia menilai masyarakat dapat membandingkan tingkat akurasi antara pendekatan BPS dan analisis pasar. “Perbedaan antara 20 variabel dan 1.508 variabel yang kami miliki tentu akan membantu menentukan mana yang lebih akurat,” ujarnya.

Sebelumnya, Center of Economic and Law Studies (Celios) meminta lembaga statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan audit terhadap data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 yang dilaporkan oleh BPS. Celios telah mengirimkan surat permohonan penyelidikan kepada United Nations Statistics Division (UNSD) dan United Nations Statistical Commission.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menjaga kredibilitas data BPS. Menurutnya, data tersebut digunakan untuk berbagai penelitian oleh lembaga akademik, analis perbankan, dunia usaha termasuk UMKM, dan masyarakat secara umum.

“Surat yang dikirimkan ke PBB berisi permintaan untuk meninjau ulang data pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2025 yang sebesar 5,12 persen year-on-year,” kata Bhima dalam keterangan resmi.

Bhima menyatakan bahwa Celios telah memeriksa kembali seluruh indikator yang disampaikan oleh BPS, seperti data industri manufaktur. BPS melaporkan bahwa lapangan usaha industri pengolahan tumbuh 5,68 persen pada kuartal II 2025. Namun, menurut Bhima, aktivitas manufaktur yang diukur melalui Purchasing Manager’s Index (PMI) justru mengalami kontraksi pada periode yang sama.

Porsi manufaktur terhadap PDB juga menurun, dari 19,25 persen pada triwulan I 2025 menjadi 18,67 persen pada triwulan II 2025. “Artinya, deindustrialisasi prematur terus terjadi. Data PHK massal terus meningkat, dan industri padat karya terpukul oleh naiknya biaya produksi. Jadi, apa dasarnya industri manufaktur bisa tumbuh 5,68 persen year-on-year?” tanyanya.

Direktur Kebijakan Fiskal Celios Media Wahyudi Askar menambahkan bahwa jika ada tekanan institusional atau intervensi dalam penyusunan data oleh BPS, hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar statistik resmi yang diadopsi oleh Komisi Statistik PBB. Ia menekankan bahwa data BPS tidak hanya soal teknis, tetapi juga berdampak langsung terhadap kredibilitas internasional Indonesia dan kesejahteraan rakyat.

“Data ekonomi yang tidak akurat, khususnya jika pertumbuhan dilebih-lebihkan, dapat menyesatkan pengambilan kebijakan. Bayangkan, dengan data yang tidak akurat, pemerintah bisa keliru menunda stimulus, subsidi, atau perlindungan sosial karena menganggap ekonomi baik-baik saja,” ujarnya.

Celios berharap badan statistik PBB segera melakukan investigasi teknis atas metode penghitungan PDB Indonesia di Triwulan II 2025. Lembaga penelitian ekonomi itu juga berharap UNSD dan UN Statistical Commission mendorong pembentukan mekanisme peer-review yang melibatkan pakar independen, serta dukungan reformasi transparansi di tubuh BPS.

BPS sebelumnya mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia kuartal II 2025 tumbuh 5,12 persen secara tahunan, naik dari 4,04 persen pada kuartal I 2025. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto telah membantah dugaan permainan data dari laporan tersebut. “Mana ada (permainan data),” ucap Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Pihak Istana turut buka suara mengenai angka pertumbuhan ekonomi yang diragukan para ekonom. Kepala Kantor Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menyebut ekonom yang meragukan data pertumbuhan ekonomi yang dirilis pemerintah sebesar 5,12 persen dikarenakan anggapan negatif.

Hasan mengatakan keresahan kemungkinan disebabkan framing atau pembingkaian. Ia menilai ada beberapa ekonom yang mungkin tidak terlalu positif melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif. “Jadi pertumbuhan ekonomi kita positif, tapi ada yang melihatnya dengan cara yang tidak positif,” kata Hasan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Agustus 2025.

Hasan memastikan pemerintah jujur dalam mengeluarkan data ekonomi. Menurut dia, tentu pemerintah akan mengatakan pertumbuhan ekonomi turun apabila memang demikian. Ia mencontohkan Presiden Prabowo Subianto sudah menjabat presiden saat memasuki kuartal IV 2024. Saat itu, BPS di bawah Presiden Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,02 persen.

Kemudian, pada kuartal I 2025 BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi turun menjadi 4,87 persen. “Turun, kan? Penurunan itu dikeluarkan oleh pemerintahan yang sama oleh BPS di bawah pemerintahan yang sama. (Kalau) turun, kita bilang turun,” ujarnya.

Menurut Hasan, banyak orang yang sekarang terpaku dengan konsumsi dan belanja pemerintah tanpa menerima data investasi. Misalnya, katanya, data yang dikeluarkan oleh Menteri Investasi bahwa investasi yang sudah terealisasi nilainya Rp 942,9 triliun atau hampir 50 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 1.900 triliun.

Kemudian, serapan lapangan kerja dari realisasi sampai Agustus ini berjumlah 1,25 juta tenaga kerja. “Jadi ada konsumsi, ada investasi, ada government. Di sektor lapangan usaha misalnya, sektor industri manufaktur kita tumbuh 5,6 persen. Investasi yang tadi ini tumbuh 6,99 persen,” ujarnya.

Ahli Siber Ingatkan Dampak Lobby pada Kebijakan Teknologi di Indonesia, Bagaimana Bisa?

Ancaman dari Aktivitas Lobbyist Asing di Indonesia

Pakar keamanan siber yang juga Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, menyampaikan bahwa era digital yang semakin kompleks membawa ancaman siber yang tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri sendiri. Salah satu bentuk ancaman yang paling berbahaya menurut Ardi adalah aktivitas para lobbyist yang mewakili kepentingan asing. Mereka memiliki potensi untuk menggoyahkan tatanan demokrasi dan keamanan nasional Indonesia.

Menurutnya, penting untuk memahami bagaimana operasi pengaruh (influence operation) yang dilakukan oleh lobbyist ini dapat memengaruhi penyusunan kebijakan strategis di bidang teknologi, serta dampaknya terhadap kedaulatan dan integritas negara. Fenomena ini bukan sekadar isu teoritis, melainkan ancaman nyata yang telah terbukti di berbagai negara dan kini mulai mengintai Indonesia.

Lobbying adalah praktik yang sudah ada sejak lama, di mana individu atau kelompok berusaha memengaruhi keputusan pemerintah demi kepentingan tertentu. Praktik ini sebenarnya merupakan bagian dari sistem demokrasi yang memungkinkan berbagai pihak untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Namun, ketika lobbying dilakukan untuk kepentingan asing dan tidak diatur dengan baik, praktik ini dapat menjadi alat untuk merusak kedaulatan negara.

Di Amerika Serikat, keberadaan lobbyist diatur secara ketat melalui Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing (Foreign Agents Registration Act, FARA) yang disahkan pada tahun 1938. Undang-undang ini mengharuskan individu atau entitas yang beroperasi sebagai agen untuk kepentingan asing untuk mendaftar dan mengungkapkan hubungan mereka dengan pihak asing tersebut. Melalui FARA, pemerintah AS berusaha menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengaruh yang diberikan oleh pihak asing terhadap kebijakan publik.

Sejarah FARA dimulai dari kekhawatiran pemerintah AS terhadap propaganda Nazi pada masa menjelang Perang Dunia II. Undang-undang ini kemudian berkembang menjadi instrumen penting untuk mengawasi aktivitas agen asing di Amerika Serikat. Dalam perkembangannya, FARA telah digunakan untuk mengungkap berbagai kasus pengaruh asing, mulai dari upaya Uni Soviet pada masa Perang Dingin hingga aktivitas negara-negara seperti China, Rusia, dan negara-negara Timur Tengah di era modern.

Pengalaman AS ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya regulasi yang ketat terhadap aktivitas lobbying asing. Ardi menyebutkan bahwa studi kasus penerapan FARA menunjukkan bagaimana lobbyist dapat beroperasi dengan cara yang sangat terorganisir dan sophisticated. Mereka sering kali bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar, lembaga think tank, universitas, dan organisasi non-pemerintah untuk mempromosikan agenda yang sejalan dengan kepentingan negara asal mereka.

Bagaimana Lobbyist di Indonesia?

Ardi menjelaskan bahwa fenomena lobbyist ini mulai terlihat dengan semakin intensifnya persaingan geopolitik global. Dalam upaya untuk memajukan teknologi dan inovasi, banyak perusahaan asing, terutama dari negara-negara dengan kepentingan strategis seperti China, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa, berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia. Mereka menggunakan lobbyist yang memiliki jaringan luas di kalangan pembuat kebijakan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Lobbyist ini tidak hanya membawa agenda perusahaan mereka, tetapi juga sering kali menyisipkan narasi yang mendukung kepentingan strategis negara asal mereka.

Siapa Saja Para Lobbyist?

Menurut Ardi, umumnya para lobbyist adalah mantan pejabat pemerintah, akademisi terkemuka, atau konsultan bahkan para professional yang memiliki akses ke lingkaran kekuasaan. Mereka memanfaatkan hubungan personal dan profesional yang telah dibangun selama bertahun-tahun untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dengan cara ini, mereka berpotensi mengubah arah kebijakan teknologi Indonesia, yang seharusnya berfokus pada kemandirian dan keamanan nasional.

Sektor yang Paling Rentan

Ardi mengungkapkan bahwa sektor teknologi dan komunikasi adalah yang paling rentan terhadap pengaruh lobbyist. Sektor ini sangat strategis karena menyangkut infrastruktur kritis negara, data pribadi warga negara, dan keamanan siber nasional. Ardi mencontohkan upaya berbagai perusahaan teknologi asing untuk mempengaruhi kebijakan terkait perlindungan data pribadi. Dengan memberikan informasi yang tidak lengkap atau menyesatkan, mereka bisa mendorong pemerintah untuk mengadopsi regulasi yang lebih menguntungkan bagi mereka, tetapi merugikan bagi masyarakat Indonesia.

Apa Dampak dari Aktivitas Lobbyist?

Ardi menjelaskan dampak dari aktivitas lobbyist asing juga dapat dirasakan dalam bidang ekonomi. Ketika kebijakan ekonomi dan teknologi dipengaruhi oleh kepentingan asing, hal ini dapat menghambat pengembangan industri domestik dan menciptakan ketergantungan ekonomi yang tidak sehat. Misalnya, jika pemerintah mengadopsi standar teknologi yang menguntungkan perusahaan asing tertentu, hal ini dapat menghambat perkembangan perusahaan teknologi lokal dan menciptakan monopoli atau oligopoli yang merugikan konsumen dan ekonomi nasional.

Untuk mengatasi ancaman ini, Ardi menyarankan Indonesia belajar dari pengalaman negara lain, terutama Amerika Serikat dalam menerapkan FARA. Namun, Indonesia juga perlu menyesuaikan pendekatan ini dengan konteks hukum, politik, dan budaya yang ada. Langkah pertama yang dapat diambil adalah membentuk kerangka hukum yang jelas untuk mengatur aktivitas lobbying, terutama yang melibatkan kepentingan asing. Kerangka hukum ini harus mencakup kewajiban pendaftaran bagi lobbyist yang mewakili kepentingan asing, pengungkapan hubungan dan aktivitas mereka, serta pelaporan berkala tentang kegiatan lobbying yang dilakukan.

Selain itu, pemerintah Indonesia perlu membentuk badan pengawas yang independen dan memiliki kewenangan untuk memantau aktivitas lobbying. Badan ini harus dilengkapi dengan sumber daya yang memadai, baik dari segi personel maupun anggaran, untuk dapat melakukan pengawasan yang efektif. Badan pengawas ini juga harus memiliki kekuatan untuk menegakkan hukum dan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar ketentuan yang ada, termasuk sanksi pidana untuk pelanggaran yang serius.

Apakah Stimulus Menggerakkan Ekonomi?

Pemerintah Terus Gelontorkan Stimulus Ekonomi, Tapi Efektivitasnya Dipertanyakan

Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana stimulus ekonomi sebesar Rp 57,4 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Stimulus ini dibagi dalam dua tahap, yaitu Tahap I yang disalurkan pada Januari-Februari 2025 dengan besaran Rp 33 triliun dan Tahap II pada Juni-Juli 2025 sebesar Rp 24,4 triliun. Namun, anggaran tersebut tidak sepenuhnya berasal dari APBN.

Beberapa jenis stimulus yang diberikan meliputi diskon tiket pesawat, diskon tiket kereta api, diskon tarif tol, diskon tiket angkutan laut, PPN DTP 100 persen untuk pembelian rumah, diskon tarif listrik 50 persen, serta bantuan subsidi upah (BSU). Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10,8 triliun untuk paket stimulus di kuartal III 2025.

Meski demikian, beberapa ahli ekonomi mempertanyakan efektivitas stimulus yang diberikan. Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menyatakan bahwa stimulus hanya mampu menahan laju penurunan konsumsi masyarakat, bukan mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga pada kuartal I sempat melambat ke level 4,95 persen, lalu naik sedikit menjadi 4,97 persen pada kuartal II. Namun, angka ini masih belum mencapai 5 persen sejak kuartal III 2023.

Syafruddin menilai bahwa pelambatan konsumsi menunjukkan daya beli masyarakat belum pulih secara fundamental. Hal ini membuat stimulus yang diberikan hanya berperan sebagai penyangga jangka pendek. Tekanan inflasi, ketidakpastian global, serta masalah struktural seperti penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM juga menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Selain itu, pemberian stimulus secara berulang dapat menambah beban APBN. Realisasi APBN hingga April 2025 menunjukkan pendapatan negara baru mencapai 27 persen dari target, sementara defisit anggaran membengkak tajam dari Rp 31,2 triliun pada Februari menjadi Rp 104 triliun per Maret. Dengan ruang fiskal yang semakin sempit, pemberian stimulus dikhawatirkan menjadi beban tanpa dampak signifikan terhadap pertumbuhan.

Kisruh dalam pelaksanaan stimulus juga menambah kekhawatiran. Contohnya, diskon tarif listrik yang awalnya diumumkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akhirnya dibatalkan karena perbedaan sikap antar kementerian. Menurut Syafruddin, koordinasi yang kuat, transparansi fiskal, dan targeting yang presisi sangat penting agar stimulus bisa efektif.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, juga menyatakan bahwa efektivitas stimulus tidak signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen, angka ini masih memunculkan perdebatan karena tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Stimulus yang langsung menyentuh masyarakat seperti diskon transportasi dan diskon tarif tol hanya berlaku selama liburan. Akibatnya, efeknya bersifat sementara dan lebih menguntungkan masyarakat kelas menengah ke atas. Selain itu, insentif seperti BSU tidak mampu menjangkau pekerja informal yang sebagian besar upahnya di bawah upah minimum.

Bhima juga menyayangkan pemerintah tidak jadi menerapkan diskon tarif listrik pada Juni-Juli 2025. Diskon listrik seharusnya menjadi komplementer atau pelengkap BSU, karena banyak pekerja informal dan UMKM yang terdampak.

Dari sisi pengusaha, Ketua Umum Afiliasi Global Ritel Indonesia, Roy Nicholas Mandey, tidak yakin stimulus mampu mendorong penjualan ritel. Perubahan pola konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi membuat belanja ritel sulit tumbuh. Masyarakat cenderung lebih memilih menabung daripada belanja, meskipun ada stimulus seperti diskon tol mudik dan diskon tiket pesawat. Roy juga mengkritik bahwa stimulus pada Juni-Juli 2025 lalu tidak tepat sasaran dan terkesan sebagai uji coba.

Tujuh Tokoh Tionghoa Pahlawan Kemerdekaan Indonesia

Peran Keturunan Tionghoa dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran berbagai elemen masyarakat, termasuk keturunan Tionghoa. Meski secara etnis dan budaya mereka berbeda, para pejuang ini memperlihatkan semangat yang sama untuk membebaskan tanah air dari cengkeraman penjajah. Mereka bekerja tanpa memandang ras atau suku, dan kontribusi mereka menjadi bagian penting dari kemerdekaan Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa tokoh keturunan Tionghoa yang turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia:

  1. John Lie (Daniel Dharma)

    John Lie lahir di Manado pada tahun 1911. Ia adalah seorang perwira Angkatan Laut RI yang aktif selama masa penjajahan Jepang. Ia menempuh pendidikan di sekolah berbahasa Belanda dan kemudian melanjutkan studi militer di Batavia. Salah satu kontribusi besar John Lie adalah berhasil menembus blokade Belanda di Sumatra untuk menukar komoditas Indonesia dengan senjata. Pada tahun 2009, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

  2. Lie Eng Hok

    Lie Eng Hok lahir di Balaraja, Tangerang, pada tahun 1893. Ia aktif sebagai jurnalis di surat kabar Tionghoa bernama Sin Po pada awal abad ke-20. Ia terlibat dalam pemberontakan di Banten pada tahun 1926 dan memberikan informasi rahasia tentang pasukan Belanda kepada para pejuang. Selama pengasingannya di Boven Digoel, ia tetap menolak bekerja sama dengan pemerintah Belanda. Pada tahun 1959, ia diangkat sebagai Perintis Kemerdekaan RI dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang.

  3. Sho Bun Seng

    Sho Bun Seng adalah seorang penggiat seni yang juga aktif dalam perjuangan anti-Belanda. Ia bergabung dengan kelompok gerilya dan bertugas memata-matai Pao An Tui, yaitu kelompok Tionghoa pro-Belanda. Setelah kemerdekaan, ia terlibat dalam menumpaskan pemberontakan DI/TII. Sho Bun Seng meninggal pada usia 89 tahun dan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

  4. Tjia Giok Thwam (Basuki Hidayat)

    Basuki Hidayat lahir di Surabaya pada tahun 1927. Ia terlibat dalam pertempuran melawan Belanda sejak usia 18 tahun. Setelah pensiun dari dunia militer, ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ia menerima sejumlah tanda kehormatan atas jasa-jasanya sebagai pejuang kemerdekaan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Malang.

  5. Ferry Sie King Lien

    Ferry Sie King Lien lahir pada tahun 1933 dan ikut mengangkat senjata saat usia 16 tahun dalam pertempuran Solo. Ia bersama rekan-rekannya melakukan berbagai aksi untuk memotivasi rakyat dan menentang propaganda Belanda. Sayangnya, ia gugur dalam pertempuran tersebut. Ia menjadi satu-satunya keturunan Tionghoa yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jurug, Solo.

  6. Ong Tjong Bing (Daya Sabdo Kasworo)

    Ong Tjong Bing berjuang sebagai dokter yang merawat korban pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi, ia bergabung dalam militer dan aktif menumpas berbagai pemberontakan. Ia pensiun pada tahun 1976 dengan pangkat Letnan Kolonel.

  7. Soe Hok Gie

    Soe Hok Gie adalah aktivis reformasi yang sangat berpengaruh meskipun tidak terlibat langsung dalam pertempuran kemerdekaan. Ia menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Soekarno melalui tulisan-tulisan di media massa. Ia meninggal pada usia 26 tahun, namun catatan-catatan harian dan pemikirannya terus diingat dan diteladani.

Selain tokoh-tokoh di atas, masih banyak lagi pejuang keturunan Tionghoa yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kegigihan dan dedikasi mereka layak untuk dikenang dan dihargai. Dengan menjaga persatuan dan menghindari sentimen rasial, bangsa Indonesia dapat terus berkembang dan maju.

50 Kata-Kata Semangat Kemerdekaan 17 Agustus 2025 untuk HUT ke-80 RI

Perayaan HUT ke-80 RI dengan Semangat Kemerdekaan

Pada tahun 2025, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-80 akan jatuh pada hari Minggu, 17 Agustus. Tema yang diusung dalam perayaan kali ini adalah “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Momen ini menjadi saat yang tepat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Ada banyak cara untuk ikut merayakan HUT ke-80 RI. Salah satunya adalah dengan berbagi kata-kata yang mampu membangkitkan semangat kemerdekaan melalui media sosial. Berikut ini beberapa kata-kata inspiratif yang bisa dibagikan untuk memeriahkan perayaan tersebut:

Kata-Kata Kemerdekaan 17 Agustus 2025

Berikut ini 50 kata-kata kemerdekaan yang dapat menjadi referensi untuk dibagikan di media sosial dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI:

  • “Semangat kemerdekaan ada di hatimu. Jagalah agar tetap menyala selamanya.”
  • “Para pahlawan gugur agar kita hidup merdeka. Jangan sia-siakan pengorbanan itu.”
  • “Pahlawan tak pernah menyerah demi merah putih. Kita pun harus setia menjaganya.”
  • “Selalu jaga semangat patriotisme bersinar dalam dirimu, banggalah menjadi Indonesia.”
  • “Kemerdekaan adalah hasil perjuangan, bukan pemberian. Hargai dengan kerja kerasmu.”
  • “Bendera berkibar adalah tanda kebebasan. Pastikan ia berkibar dengan penuh harga diri.”
  • “Mereka berkorban untuk masa depan kita. Saatnya kita berjuang untuk masa depan bangsa.”
  • “Indonesia merdeka karena tekad yang tak tergoyahkan. Mari kita warisi tekad itu setiap hari.”
  • “Pahlawan berjuang tanpa pamrih. Kita membalasnya dengan menjaga Indonesia tetap berdiri.”
  • “Mari bersatu untuk menjaga, merawat, dan membangun negeri tercinta. Dirgahayu Indonesiaku!”
  • “Selalu ada rindu dan kasih untuk NKRI. Dirgahayu Republik Indonesia, sekali merdeka tetap merdeka!”
  • “Mari buktikan bahwa kita bisa membangun Indonesia yang lebih baik dengan semangat dan kerja keras.”
  • “Kita adalah generasi yang bergerak! Jadikan semangat kemerdekaan sebagai pendorong untuk berkarya!”
  • “Kemerdekaan adalah hadiah dari perjuangan, tugas kita sekarang adalah menjaganya dengan kerja nyata!”
  • “Indonesia telah bertambah usia, mari rayakan dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. Indonesia Jaya!”
  • “Merdeka adalah saat kita tidak takut untuk bermimpi dan berani mewujudkannya demi kebaikan bersama!”
  • “Merdeka adalah saat kita tidak takut untuk bermimpi dan berani mewujudkannya demi kebaikan bersama!”
  • “Indonesia tak muda lagi, namun perjuangan tak berhenti. Tetap majukan negeri dengan putra-putri sendiri!”
  • “17 Agustus bukan hanya perayaan, tapi pengingat untuk terus berjuang. Jangan biarkan semangatmu padam.”
  • “Berdirilah tegak untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang hebat yang mati demi kemerdekaan kita.”
  • “Kemerdekaan merupakan anugerah dari perjuangan, dan kini tugas kita adalah menjaganya dengan tindakan nyata!”
  • “Merdeka bukan berarti kita bisa hidup tanpa aturan, tetapi berarti kita hidup dalam aturan yang kita buat sendiri.”
  • “Mari menunjukkan aksi nyata untuk mengharumkan nama bangsa. Kami bangga menjadi anak Indonesia. Merdeka!”
  • “17 Agustus bukan sekadar tanggal, tapi pengingat bahwa kita adalah bangsa yang kuat, tangguh, dan penuh harapan!”
  • “Dirgahayu Indonesiaku! Mari kita kobarkan semangat persatuan dan terus melaju menuju masa depan yang gemilang!”
  • “Indonesia adalah satu. Rayakan kemerdekaan dengan perjuangan yang lebih keras untuk masa depan cemerlang.”
  • “Kemerdekaan nasional adalah bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya.”
  • “Tepat di momen saat merah putih dikibarkan, mari mengingatnya sebagai bentuk komitmen untuk merawat Tanah Air kita.”
  • “Rasa sakit akan perjuangan hanyalah sementara. Kobarkan semangat persatuan dan kesatuan untuk menjaga Ibu Pertiwi kita.”
  • “Mari gaungkan semangat kemerdekaan untuk mewujudkan kedamaian dan keharmonisan bagi negeri tercinta. Merdeka!”
  • “Jadilah generasi yang inovatif—yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan solusi serta kontribusi nyata untuk bangsa!”
  • “Merdeka bangsaku, maka merdekalah pula pikiran, hati, dan jiwaku. Di mana pun aku berada hati selalu berada di Indonesia!”
  • “Kobarkan semangat, lumpuhkan rasa takut, dan mulailah bergerak menuju sebuah tujuan untuk terciptanya sebuah kemerdekaan.”
  • “Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk terus melakukan perubahan!”
  • “Kobarkan semangat kemerdekaan di setiap langkah. Indonesia memerlukan pemuda yang aktif bergerak, bukan hanya bersuara!”
  • “Mari tinggikan posisi Sang Dwiwarna sebagai pengingat perjuangan para pahlawan hingga titik darah penghabisan. Merdeka!”
  • “Kemerdekaan adalah hadiah terbesar dari perjuangan, jaga agar tak pernah hilang. Teruslah melangkah dengan penuh semangat.”
  • “Tanggal 17 Agustus bukan hanya sekadar angka, melainkan pengingat bahwa kita adalah bangsa yang kuat, tangguh, dan penuh harapan!”
  • “Satukan tangan dari Sabang sampai Merauke untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan makmur. Dirgahayu Indonesia tercinta!”
  • “Jangan membuat perbedaan menjadi alasan untuk bertengkar dan melemahkan rasa kasih sayang kita. Jadikanlah itu sebagai kekuatan.”
  • “Hari ini kita tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga melangkah dengan tekad untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik!”
  • “Sekali lagi bendera merah putih dikibarkan. Semoga momen ini menginspirasi rakyat Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur bangsa.”
  • “Setiap langkah yang kita ambil hari ini akan menentukan masa depan Indonesia. Merdeka bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga tentang tanggung jawab!”
  • “Merdeka bukan berarti berhenti, tetapi momen untuk terus berjuang. Ayo rawat rasa persatuan dan kesatuan demi Indonesia yang lebih baik. NKRI Harga Mati.”
  • “Nasib bangsa tidak akan berubah jika kita tak mengubahnya. Mari sama-sama berjuang. Memperbaiki diri agar bermanfaat untuk negeri. Sekali merdeka tetap merdeka!”
  • “Sakit dalam memperjuangkan kemerdekaan itu hanya sementara. Namun menyerah dalam mempertahankan kemerdekaan rasa sakitnya akan terasa selamanya. Merdeka!”
  • “Memperjuangkan kemerdekaan adalah sesuatu yang sulit, namun mempertahankannya lebih sulit lagi. Jadi, mari bergandengan tangan untuk terus melindungi Ibu Pertiwi.”
  • “Merah artinya berani dan putih berarti suci. Seperti halnya makna bendera kita, semoga Indonesia selalu berani dan jujur dalam membangun negeri ke arah yang lebih baik.”
  • “Kemerdekaan adalah anugerah, bukan hanya tentang fisik tetapi juga sikap dan cara berpikir. Ayo, isi kemerdekaan dengan momen berharga dan upaya untuk meraih kesejahteraan!”
  • “Sang Dwiwarna adalah lambang semangat juang, identitas bangsa, persatuan, dan kesatuan. Di momen kemerdekaan ini, mari merangkul rasa persatuan dan kesatuan tersebut untuk menjaga negeri Indonesia tercinta.”

Dengan berbagi kata-kata seperti di atas, masyarakat dapat turut serta dalam merayakan HUT ke-80 RI dengan penuh makna dan semangat.

10 Fakta Unik Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Tersembunyi!

Fakta-Fakta Menarik di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah momen penting dalam sejarah bangsa. Namun, ada banyak fakta yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Berikut beberapa fakta menarik yang terkait dengan peristiwa bersejarah ini.

Menu Sahur Saat Menjelang Proklamasi

Pada malam sebelum proklamasi, Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo sedang berkumpul untuk merancang teks proklamasi di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. Saat itu, mereka sedang menjalani puasa Ramadan. Setelah teks proklamasi selesai disusun, mereka merasa lapar dan membutuhkan makanan untuk sahur. Nyonya Satsuki Mishima, asisten Maeda, membuatkan hidangan seperti nasi goreng, ikan sarden, telur, dan roti. Mereka semua menikmati santapan tersebut sebelum melanjutkan persiapan proklamasi.

Soekarno Sedang Sakit Saat Proklamasi

Ternyata, saat waktu proklamasi tiba, Soekarno sedang mengalami sakit malaria. Ia terbaring di kamarnya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dokter Soeharto memberikan pengobatan dengan chinineurethan intramusculair dan brom chinine. Meski masih meriang, Soekarno bangun pagi hari dan langsung bersiap untuk membacakan proklamasi.

Upacara Proklamasi yang Sederhana

Upacara proklamasi dilakukan secara sederhana tanpa adanya protokol keamanan atau musik. Tiang bendera hanya menggunakan batang bambu kasar, dan katrolnya terbuat dari gelas bekas. Meski sederhana, upacara ini menjadi momen yang sangat penting dalam sejarah bangsa.

Bendera Merah Putih yang Terbuat dari Kain Sprei dan Kain Penjual Soto

Bendera merah putih yang dikibarkan saat proklamasi dibuat oleh ibu Fatmawati. Ia menggunakan kain sprei putih dari lemari dan kain merah yang dibeli dari penjual soto. Ukuran bendera awalnya terlalu kecil, sehingga ia membuat bendera yang lebih besar agar bisa dikibarkan di tiang.

Tokoh Proklamator Bukan Hanya Soekarno dan Hatta

Selain Soekarno dan Hatta, ada beberapa tokoh lain yang ikut serta dalam penyusunan naskah proklamasi, yaitu Achmad Soebardjo, Sajuti Melik, dan Soekarni. Meskipun usulan Hatta untuk menandatangani naskah ditolak oleh Soekarni, akhirnya hanya duo Soekarno-Hatta yang menandatangani naskah proklamasi.

Naskah Proklamasi Asli Ditemukan di Tempat Sampah

Naskah proklamasi asli tidak disimpan oleh Soekarno sendiri. Seorang wartawan bernama BM Diah menemukan naskah tersebut di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda. Naskah itu kemudian disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Diah menyimpan naskah tersebut selama 46 tahun sebelum menyerahkan kepada Presiden Soeharto.

Ada Dua Jenis Naskah Proklamasi

Terdapat dua jenis naskah proklamasi, yaitu naskah klad (ditulis tangan) dan naskah otentik (diketik). Beberapa kata dalam naskah otentik mengalami perubahan, seperti “Proklamasi” diubah menjadi “PROKLAMASI”, “Hal2” menjadi “Hal-hal”, dan sebagainya.

Negatif Foto Proklamasi Disimpan di Bawah Pohon

Fotografer Frans Mendoer merekam detik-detik proklamasi. Ketika tentara Jepang ingin merampas negatif foto, ia berbohong dan menyembunyikannya di bawah pohon. Negatif tersebut kemudian diambil kembali dan dicetak untuk dipublikasikan.

Suara Proklamasi Soekarno Hasil Rekaman Ulang

Rekaman suara Soekarno saat membaca proklamasi bukanlah suara aslinya. Suara tersebut direkam ulang sekitar tahun 1950. Jusuf Ronodipuro meminta Soekarno merekam kembali pembacaan proklamasi, dan hasil rekaman tersebut digunakan hingga sekarang.

Perintah Pertama Soekarno Setelah Jadi Presiden

Setelah ditetapkan sebagai presiden pertama, Soekarno langsung memesan lima puluh tusuk sate ayam. Ia melihat pedagang sate di jalan dan memerintahkan tukang sate untuk membuatkan sate untuknya. Setelah selesai, ia langsung menikmati satenya dengan berjongkok di pinggir parit.

Dari fakta-fakta di atas, kita dapat melihat bagaimana para pahlawan bangsa rela berjuang demi kemerdekaan. Semoga kita dapat belajar dari semangat mereka dan menjaga nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Hatta dan Jalannya Ekonomi Rakyat

Memahami Gagasan Ekonomi Kerakyatan Mohammad Hatta

Saya tidak bisa mengingat secara pasti kapan pertama kali benar-benar memahami gagasan ekonomi Mohammad Hatta. Mungkin saat duduk di bangku kuliah atau sedang mencari bahan untuk diskusi organisasi. Yang jelas, nama Hatta sudah sangat familiar sejak masa sekolah dasar. Ia adalah bapak proklamator, bapak koperasi, dan wajah yang terpampang di uang kertas seratus ribu rupiah. Namun, semua itu hanya sebatas pengetahuan permukaan.

Bertahun-tahun kemudian, saya membaca beberapa tulisan Hatta dan baru menyadari bahwa di balik sosok tenang dan berkacamata itu, tersimpan gagasan besar yang terasa makin relevan, yaitu ekonomi kerakyatan. Baginya, ekonomi bukan sekadar teori dalam buku teks, melainkan filosofi hidup yang menjadi peta jalan pembangunan di tengah pasar bebas.

Hatta memandang ekonomi sebagai alat untuk memastikan setiap orang mendapat bagian yang adil dari kue pembangunan. Ia bukan tipe pemimpin yang bicara dari menara gading. Ia menulis, berdebat, dan mengambil keputusan dengan membayangkan wajah petani di sawah, nelayan di tepi pantai, atau pedagang di pasar. Baginya, rakyat kecil harus menjadi subjek pembangunan, bukan objek yang hanya menunggu belas kasihan.

Koperasi sebagai Inti Pemikiran Hatta

Prinsip ekonomi kerakyatan yang ia pegang menemukan bentuk nyatanya dalam kelembagaan yang ia percayai: koperasi. Bagi Hatta, koperasi adalah jantung dari seluruh sistem ekonomi rakyat. Secara teoritis, koperasi berperan sebagai alat redistribusi kekayaan yang lebih adil dan sebagai penangkal dominasi kapitalisme monopoli.

Dalam idealisme Bung Hatta, koperasi adalah wadah untuk mendidik manusia menjadi mandiri, demokratis, dan saling menolong. Prinsip “satu anggota, satu suara” menegaskan esensi demokrasi ekonomi di dalamnya. Koperasi bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi ruang bagi anggotanya untuk saling menguatkan. Hatta membayangkan rakyat dengan berkelompok dan bergotong royong, mampu menantang dominasi kapitalisme.

Bagi Hatta, koperasi adalah benteng pertahanan ekonomi rakyat yang mandiri dan berdaulat. Gagasan ini seperti peta jalan menuju kemandirian ekonomi rakyat. Desa-desa mandiri, kota-kota yang warganya saling menopang, dan perekonomian yang tidak mudah goyah oleh guncangan pasar global.

Peran Negara dalam Sistem Ekonomi

Tentu Hatta bukan utopis yang berpikir rakyat bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia tahu negara punya peran penting dalam perekonomian. Negara, menurutnya, harus menjadi pengatur dan pelindung: memberi ruang bagi koperasi dan usaha kecil untuk tumbuh, memastikan kekayaan tidak hanya berputar di lingkaran elite, dan mengelola sumber daya alam sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Inilah ruh dari Pasal 33 UUD 1945, sebuah pasal yang hari ini sering kita dengar, tapi entah masih kita hayati atau tidak. Pasal ini adalah perwujudan nyata dari pemikiran Hatta tentang bagaimana ekonomi seharusnya diatur untuk kepentingan rakyat.

Tantangan dan Masa Depan Ekonomi Kerakyatan

Globalisasi datang seperti tamu terhormat, membawa hadiah kemakmuran, tetapi diam-diam menebar benih kesenjangan. Di tengah arus ini, ekonomi kerakyatan melalui koperasi menghadapi tantangan ganda: dari tekanan pasar bebas dan kendala internal yang melemahkan daya saing.

Meskipun kontribusi koperasi terhadap PDB nasional mengalami kenaikan, hambatan struktural membuat perannya belum optimal. Situasi ini justru menegaskan perlunya kembali menengok gagasan awal Hatta, untuk menguji: apakah prinsip-prinsip yang ia rancang puluhan tahun lalu masih menjadi jawaban bagi persoalan ekonomi rakyat hari ini.

Relevansi Pemikiran Hatta di Era Modern

Hatta paham bahwa membangun ekonomi rakyat membutuhkan keuletan dan kesabaran. Ia bukan tipe pemimpin yang terbuai oleh ilusi pertumbuhan ekonomi: megah secara statistik, namun rapuh secara substansi. Kehati-hatian ini lahir dari kesadarannya bahwa angka tak selalu mencerminkan kesejahteraan nyata.

Kehati-hatian itu bukan tanpa alasan. Hatta bicara tentang pondasi ekonomi yang kokoh, tentang sistem yang membuat rakyat punya daya tawar, tentang gotong royong yang menjadi napas ekonomi. Kadang saya bertanya-tanya, jika Hatta masih hidup, apa yang akan ia katakan ketika melihat kebijakan ekonomi Indonesia hari ini?

Mungkin ia akan tersenyum tipis, lalu bertanya dengan nada pelan tapi menusuk: “Apakah ekonomi ini benar-benar untuk rakyat?” Dan pertanyaan itu, saya kira, cukup untuk membuat kita menoleh, memeriksa kembali arah, dan bertanya pada diri sendiri, “apakah kita masih berjalan di jalan yang ia tunjukkan, atau sudah terlalu jauh melangkah ke hutan belantara ekonomi liberal?”

Warisan Hatta sebagai Kompas Moral

Warisan Hatta bukan sekadar teori di perpustakaan. Ia adalah kompas moral. Kompas tidak memaksa orang berjalan, tetapi menunjukkan arah. Tinggal bagaimana kita mau atau tidak mengikuti jalan yang ditunjukkan. Dan seperti kompas, pemikiran Hatta tetap berguna meski peta dunia sudah banyak berubah.

Namun kompas itu tidak kehilangan arah meski zaman telah berubah. Justru, di tengah tantangan ketimpangan yang kian menganga, pemikiran ekonomi kerakyatan Hatta tetap relevan dalam konteks Indonesia modern, terutama dalam menghadapi isu ketimpangan sosial dan ekonomi. Gagasan Hatta, dengan penekanan pada keadilan sosial dan demokrasi ekonomi, dapat menjadi inspirasi dalam mencari solusi terhadap masalah ini.

Kembali ke Jalan yang Benar

Hatta mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi sejati sebuah bangsa terletak pada rakyatnya. Ia ingin pembangunan yang membuat desa-desa hidup, pasar rakyat ramai, dan anak-anak tumbuh tanpa takut masa depannya suram. Bukan pembangunan yang hanya memperindah laporan, tapi menyentuh kehidupan nyata masyarakat.

Untuk sampai ke sana, diperlukan komitmen politik yang kuat. Para pemimpin kita harus berani memilih jalan yang mungkin jauh lebih lambat tapi lebih kokoh. Pendidikan tentang nilai koperasi harus masuk sejak dini, bukan sekadar hafalan, tapi harus dipraktikkan. Anak-anak harus belajar bahwa ekonomi yang sehat bukan tentang siapa yang paling kaya, tetapi siapa yang bisa membuat semua orang hidup layak.

Masa depan ekonomi Indonesia akan sangat ditentukan oleh sejauh mana kita berani kembali ke jalan yang digariskan oleh Hatta. Jalan itu mungkin tidak populer di tengah gegap gempita pasar bebas, tapi ia adalah jalan yang berakar pada keadilan, gotong royong, dan kedaulatan rakyat. Dan seperti perahu kayu yang dibuat dengan telaten, jalannya mungkin tidak melaju sekencang kapal mesin, tapi ia mampu membawa semua penumpangnya sampai tujuan dengan selamat.

5 Contoh Amanat Upacara 17 Agustus 2025 yang Singkat dan Menginspirasi

Perayaan HUT ke-80 RI dengan Semangat Nasionalisme

Pada 17 Agustus 2025, seluruh rakyat Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen untuk memperingati sejarah bangsa, tetapi juga sebagai ajang untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

Upacara bendera menjadi bagian penting dari perayaan tersebut. Di sekolah, kantor, maupun instansi pemerintahan, upacara ini biasanya diisi dengan amanat oleh pembina upacara. Melalui amanat ini, pesan-pesan inspiratif dapat disampaikan kepada peserta upacara, terutama tentang pentingnya menghargai jasa para pahlawan serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah diperjuangkan.

Berikut adalah beberapa contoh amanat pembina upacara yang bisa digunakan sebagai referensi dalam menyampaikan pesan pada perayaan HUT ke-80 RI:

Contoh Amanat Pembina Upacara 1

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Selamat pagi, hadirin yang saya hormati. Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sepatah dua patah kata sambutan.

Peringatan hari kemerdekaan merupakan momen penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah saat kita mengenang jasa pahlawan dan pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah. Sebagai bangsa yang berdaulat, kita harus menghargai dan mengenang jasa mereka serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang telah diperjuangkan.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara 17 Agustusan ini. Mari kita rayakan kemerdekaan ini dengan semangat dan kebersamaan, serta terus memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia.

Akhir kata, selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Semoga semangat dan tekad para pahlawan selalu membara dalam diri kita. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama yang telah diberikan.

Contoh Amanat Pembina Upacara 2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua.

Hari Kemerdekaan ini adalah warisan tak ternilai dari para pahlawan bangsa. Mereka adalah individu-individu luar biasa yang rela mengorbankan segalanya demi satu tujuan yaitu Indonesia merdeka. Di Hari Ulang Tahun ke-80 ini, penghormatan terbaik kita bukanlah sekadar mengheningkan cipta, melainkan dengan melanjutkan perjuangan mereka.

Perjuangan kita hari ini mungkin tidak lagi mengangkat senjata, melainkan berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan kerusakan lingkungan. Mari kita tanamkan nilai-nilai kepahlawanan seperti keberanian, integritas, dan pengorbanan dalam setiap tindakan kita.

Marilah berjuang bersama-sama untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Contoh Amanat Pembina Upacara 3

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua.

Semoga hari ini kita semua bisa mendapatkan rahmat dan rida-Nya. Kepada yang terhormat Bapak/Ibu (nama jabatan), kepada yang saya sanjungi Bapak/Ibu (nama jabatan), dan yang saya cintai anak-anak murid sekalian.

Merdeka, merdeka, merdeka. Pada hari yang sangat bahagia ini, mari bersama-sama kita ucapkan kalimat syukur kepada Allah SWT. Semoga kegiatan upacara Hari Kemerdekaan Indonesia hari ini dapat berjalan lancar. Amin.

Hadirin peserta upacara sekalian, Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 jatuh pada hari ini, Minggu, 17 Agustus 2025. Seluruh masyarakat Indonesia tentunya mengetahui bahwa hari ini merupakan momen penting bagi negara kita.

Sebagai masyarakat, kita sudah sepatutnya ikut memeriahkan acara tersebut melalui berbagai macam acara. Salah satunya dengan cara mengikuti upacara HUT RI ke-80 di lapangan ini.

Saya berharap Bapak/Ibu dan siswa/siswi dapat menunjukkan semangat hari kemerdekaan. Kemerdekaan yang telah diraih oleh para pejuang dahulu kala sudah sepatutnya kita abadikan. Bukan hanya sebagai pengingat, namun juga sebagai pelajaran berharga bagi kita semua.

Contoh Amanat Pembina Upacara 4

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera untuk anak-anakku tercinta, Bapak dan Ibu Guru, serta Bapak dan Ibu Tenaga Pendidik semuanya. Alhamdulillah, kita diberkahi kesehatan untuk hadir dalam upacara di awal Agustus 2025 ini.

Bulan Agustus merupakan bulan yang sangat penting. Di bulan ini, kita disatukan dalam sebuah negara. Karena itu, sudah selayaknya kita merayakan kemerdekaan ini. Berdasarkan rapat pengurus sekolah minggu lalu, kami memutuskan bahwa kepanitiaan Hari Kemerdekaan akan diserahkan kepada OSIS SMA Bukit Kencana untuk melatih kemandirian dan kepemimpinan.

Para guru dan tenaga pendidik tentu akan membimbing dan mendukung panitia. Bapak berharap, semua siswa juga mendukung. Demikian, semoga Allah melindungi kita semua dan bangsa Indonesia.

Contoh Amanat Pembina Upacara 5

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Anak-anakku yang saya cintai, Alhamdulillah, pagi ini kita bisa berkumpul dalam suasana yang khidmat untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80.

Delapan puluh tahun yang lalu, para pejuang bangsa kita dengan gagah berani memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka rela berkorban, meninggalkan keluarga, bahkan mengorbankan nyawa demi satu tujuan: Indonesia merdeka.

Kini, kita hidup di zaman yang jauh lebih nyaman. Kita bisa belajar, bermain, dan berkarya dengan bebas. Namun ingat, kemerdekaan bukan berarti perjuangan telah selesai. Justru, kita semua punya tugas besar: mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat.

Anak-anakku, sebagai pelajar, tugas kalian adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Jadilah anak yang rajin, jujur, dan berprestasi. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan.

Jangan pernah berpikir bahwa kalian terlalu muda untuk membuat perubahan. Justru di tangan kalianlah masa depan Indonesia berada. Indonesia yang kuat dan maju, dimulai dari sekolah-sekolah seperti ini. Dari ruang kelas, dari semangat kalian dalam meraih cita-cita.

Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah generasi yang cinta Indonesia, bukan hanya lewat kata-kata, tapi juga lewat tindakan. Taat aturan, saling menghormati, dan terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari.

Akhir kata, mari kita rayakan Hari Kemerdekaan ini dengan penuh semangat, penuh rasa syukur, dan tekad yang kuat untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Merdeka!

Lobi Agen Travel ke Kemenag Berujung Korupsi Kuota Haji

Penyidikan KPK Terkait Dugaan Korupsi dalam Pembagian Kuota Haji

Pada 9 Agustus 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan dimulainya penyidikan terkait dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) pada tahun 2023-2024. Salah satu yang menjadi fokus penyidikan adalah pembagian kuota tambahan haji dari Arab Saudi sebanyak 20 ribu jamaah untuk Indonesia yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa agensi perjalanan haji melakukan lobi ke Kemenag setelah Indonesia dipastikan mendapatkan kuota tambahan tersebut. Tujuan dari lobi ini adalah agar proporsi kuota tambahan untuk haji khusus dapat diperbesar.

Menurut Asep, para agensi perjalanan haji tidak melobi secara langsung ke Kemenag, tetapi melalui asosiasi-asosiasi. Asosiasi ini kemudian menghubungi dan melobi Kemenag untuk membicarakan tindak lanjut terhadap 20 ribu kuota tambahan haji. Menurutnya, asosiasi tersebut memiliki pertimbangan ekonomis, yaitu bagaimana mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Asep menjelaskan bahwa jika 20 ribu kuota tambahan dibagikan sesuai ketentuan perundang-undangan, maka hanya akan mendapatkan alokasi delapan persen. Artinya, hanya 1.600 kuota yang akan diterima. Namun, dengan adanya lobi, asosiasi berharap kuota tambahan tersebut dapat dibagi lebih besar.

Sebagai respons atas lobi tersebut, KPK mengungkap adanya rapat antara asosiasi agensi perjalanan haji dengan pejabat di Kemenag. Hasil rapat tersebut menyepakati pembagian 20 ribu kuota tambahan haji menjadi 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus.

Meski demikian, Asep menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum sampai melibatkan penentu kebijakan atau Menteri Agama (Menag). Kesepakatan ini terjadi pada level bawah, sebelum mencapai pihak-pihak yang lebih tinggi.

Menurut Asep, asosiasi agensi perjalanan haji memandang alokasi 50 persen kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi untuk kuota haji khusus sudah mencapai angka paling tinggi yang dapat diusahakan. Pembagian kuota tersebut tidak mungkin melebihi angka 50 persen karena kuota tambahan tersebut diperoleh dengan niat memangkas waktu tunggu jamaah haji reguler.

Pengusutan kasus kuota haji oleh KPK ini sejalan dengan temuan Pansus Angket Haji DPR RI yang menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024. Titik poin utama yang disoroti pansus adalah perihal pembagian kuota 50:50 dari alokasi 20 ribu kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Saat itu, Kemenag membagi kuota tambahan 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus. Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar 8 persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah mencegah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bepergian ke luar negeri. Selain Yaqut, KPK turut mencegah ke luar negeri pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur (FHM) dan mantan staf khusus Yaqut, Ishfah Abidal Aziz (IAA).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ishfah juga merupakan anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2022-2027. Sementara Fuad merupakan mertua dari Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Pada Kamis pekan lalu, Yaqut Cholil Qoumas telah memenuhi panggilan KPK. Usai diperiksa sekitar empat jam, Yaqut mengaku pemeriksaan ini menjadi momentumnya untuk melakukan klarifikasi. Meskipun demikian, Yaqut enggan menyebutkan berapa pertanyaan yang ditujukan penyidik KPK kepadanya. Ia hanya mengingat jumlah pertanyaannya begitu banyak.

Selain itu, Yaqut juga menolak menanggapi pertanyaan wartawan perihal materi pemeriksaan. Ia memilih menghindar saat ditanya lebih rinci soal masalah kuota haji tambahan.

Surat Keputusan Menteri Agama sebagai Bukti Baru

Pada Senin (11/8/2025), Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) mengklaim mempunyai salinan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024 Tentang Kuota Haji Tambahan. Surat itu disebut MAKI penting sebagai dasar pembagian kuota tambahan haji khusus.

Boyamin Saiman, Koordinator MAKI, menjelaskan bahwa surat tersebut sulit dilacak keberadaannya, bahkan Pansus Haji DPR 2024 gagal mendapatkannya. Boyamin menyebut surat itu salinannya diserahkan kepada KPK. Menurutnya, SK Menag itu bisa menjadi bukti baru bagi KPK dan memudahkan pengusutan perkara korupsi kuota haji khusus.

Surat Keputusan tersebut diduga melanggar Undang-Undang Penyelenggaraan Haji yang mengatur kuota haji khusus/plus hanya 8 persen, bukan 50 persen (Pasal 64 UU No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah).

MAKI juga mengendus pengaturan kuota haji harus berbentuk Peraturan Menteri Agama yang ditayangkan dalam lembaran negara setelah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM saat itu. Jika pengaturan kuota hanya berbentuk Surat Keputusan Menteri Agama yang tidak perlu ditayang dalam lembaran negara dan tidak perlu persetujuan MenkumHam, maka hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran.