Arsip Tag: sejarah

Tujuh Tokoh Tionghoa Pahlawan Kemerdekaan Indonesia

Peran Keturunan Tionghoa dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran berbagai elemen masyarakat, termasuk keturunan Tionghoa. Meski secara etnis dan budaya mereka berbeda, para pejuang ini memperlihatkan semangat yang sama untuk membebaskan tanah air dari cengkeraman penjajah. Mereka bekerja tanpa memandang ras atau suku, dan kontribusi mereka menjadi bagian penting dari kemerdekaan Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa tokoh keturunan Tionghoa yang turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia:

  1. John Lie (Daniel Dharma)

    John Lie lahir di Manado pada tahun 1911. Ia adalah seorang perwira Angkatan Laut RI yang aktif selama masa penjajahan Jepang. Ia menempuh pendidikan di sekolah berbahasa Belanda dan kemudian melanjutkan studi militer di Batavia. Salah satu kontribusi besar John Lie adalah berhasil menembus blokade Belanda di Sumatra untuk menukar komoditas Indonesia dengan senjata. Pada tahun 2009, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

  2. Lie Eng Hok

    Lie Eng Hok lahir di Balaraja, Tangerang, pada tahun 1893. Ia aktif sebagai jurnalis di surat kabar Tionghoa bernama Sin Po pada awal abad ke-20. Ia terlibat dalam pemberontakan di Banten pada tahun 1926 dan memberikan informasi rahasia tentang pasukan Belanda kepada para pejuang. Selama pengasingannya di Boven Digoel, ia tetap menolak bekerja sama dengan pemerintah Belanda. Pada tahun 1959, ia diangkat sebagai Perintis Kemerdekaan RI dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang.

  3. Sho Bun Seng

    Sho Bun Seng adalah seorang penggiat seni yang juga aktif dalam perjuangan anti-Belanda. Ia bergabung dengan kelompok gerilya dan bertugas memata-matai Pao An Tui, yaitu kelompok Tionghoa pro-Belanda. Setelah kemerdekaan, ia terlibat dalam menumpaskan pemberontakan DI/TII. Sho Bun Seng meninggal pada usia 89 tahun dan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

  4. Tjia Giok Thwam (Basuki Hidayat)

    Basuki Hidayat lahir di Surabaya pada tahun 1927. Ia terlibat dalam pertempuran melawan Belanda sejak usia 18 tahun. Setelah pensiun dari dunia militer, ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ia menerima sejumlah tanda kehormatan atas jasa-jasanya sebagai pejuang kemerdekaan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Malang.

  5. Ferry Sie King Lien

    Ferry Sie King Lien lahir pada tahun 1933 dan ikut mengangkat senjata saat usia 16 tahun dalam pertempuran Solo. Ia bersama rekan-rekannya melakukan berbagai aksi untuk memotivasi rakyat dan menentang propaganda Belanda. Sayangnya, ia gugur dalam pertempuran tersebut. Ia menjadi satu-satunya keturunan Tionghoa yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jurug, Solo.

  6. Ong Tjong Bing (Daya Sabdo Kasworo)

    Ong Tjong Bing berjuang sebagai dokter yang merawat korban pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi, ia bergabung dalam militer dan aktif menumpas berbagai pemberontakan. Ia pensiun pada tahun 1976 dengan pangkat Letnan Kolonel.

  7. Soe Hok Gie

    Soe Hok Gie adalah aktivis reformasi yang sangat berpengaruh meskipun tidak terlibat langsung dalam pertempuran kemerdekaan. Ia menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Soekarno melalui tulisan-tulisan di media massa. Ia meninggal pada usia 26 tahun, namun catatan-catatan harian dan pemikirannya terus diingat dan diteladani.

Selain tokoh-tokoh di atas, masih banyak lagi pejuang keturunan Tionghoa yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kegigihan dan dedikasi mereka layak untuk dikenang dan dihargai. Dengan menjaga persatuan dan menghindari sentimen rasial, bangsa Indonesia dapat terus berkembang dan maju.

10 Fakta Unik Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Tersembunyi!

Fakta-Fakta Menarik di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah momen penting dalam sejarah bangsa. Namun, ada banyak fakta yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Berikut beberapa fakta menarik yang terkait dengan peristiwa bersejarah ini.

Menu Sahur Saat Menjelang Proklamasi

Pada malam sebelum proklamasi, Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo sedang berkumpul untuk merancang teks proklamasi di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. Saat itu, mereka sedang menjalani puasa Ramadan. Setelah teks proklamasi selesai disusun, mereka merasa lapar dan membutuhkan makanan untuk sahur. Nyonya Satsuki Mishima, asisten Maeda, membuatkan hidangan seperti nasi goreng, ikan sarden, telur, dan roti. Mereka semua menikmati santapan tersebut sebelum melanjutkan persiapan proklamasi.

Soekarno Sedang Sakit Saat Proklamasi

Ternyata, saat waktu proklamasi tiba, Soekarno sedang mengalami sakit malaria. Ia terbaring di kamarnya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dokter Soeharto memberikan pengobatan dengan chinineurethan intramusculair dan brom chinine. Meski masih meriang, Soekarno bangun pagi hari dan langsung bersiap untuk membacakan proklamasi.

Upacara Proklamasi yang Sederhana

Upacara proklamasi dilakukan secara sederhana tanpa adanya protokol keamanan atau musik. Tiang bendera hanya menggunakan batang bambu kasar, dan katrolnya terbuat dari gelas bekas. Meski sederhana, upacara ini menjadi momen yang sangat penting dalam sejarah bangsa.

Bendera Merah Putih yang Terbuat dari Kain Sprei dan Kain Penjual Soto

Bendera merah putih yang dikibarkan saat proklamasi dibuat oleh ibu Fatmawati. Ia menggunakan kain sprei putih dari lemari dan kain merah yang dibeli dari penjual soto. Ukuran bendera awalnya terlalu kecil, sehingga ia membuat bendera yang lebih besar agar bisa dikibarkan di tiang.

Tokoh Proklamator Bukan Hanya Soekarno dan Hatta

Selain Soekarno dan Hatta, ada beberapa tokoh lain yang ikut serta dalam penyusunan naskah proklamasi, yaitu Achmad Soebardjo, Sajuti Melik, dan Soekarni. Meskipun usulan Hatta untuk menandatangani naskah ditolak oleh Soekarni, akhirnya hanya duo Soekarno-Hatta yang menandatangani naskah proklamasi.

Naskah Proklamasi Asli Ditemukan di Tempat Sampah

Naskah proklamasi asli tidak disimpan oleh Soekarno sendiri. Seorang wartawan bernama BM Diah menemukan naskah tersebut di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda. Naskah itu kemudian disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Diah menyimpan naskah tersebut selama 46 tahun sebelum menyerahkan kepada Presiden Soeharto.

Ada Dua Jenis Naskah Proklamasi

Terdapat dua jenis naskah proklamasi, yaitu naskah klad (ditulis tangan) dan naskah otentik (diketik). Beberapa kata dalam naskah otentik mengalami perubahan, seperti “Proklamasi” diubah menjadi “PROKLAMASI”, “Hal2” menjadi “Hal-hal”, dan sebagainya.

Negatif Foto Proklamasi Disimpan di Bawah Pohon

Fotografer Frans Mendoer merekam detik-detik proklamasi. Ketika tentara Jepang ingin merampas negatif foto, ia berbohong dan menyembunyikannya di bawah pohon. Negatif tersebut kemudian diambil kembali dan dicetak untuk dipublikasikan.

Suara Proklamasi Soekarno Hasil Rekaman Ulang

Rekaman suara Soekarno saat membaca proklamasi bukanlah suara aslinya. Suara tersebut direkam ulang sekitar tahun 1950. Jusuf Ronodipuro meminta Soekarno merekam kembali pembacaan proklamasi, dan hasil rekaman tersebut digunakan hingga sekarang.

Perintah Pertama Soekarno Setelah Jadi Presiden

Setelah ditetapkan sebagai presiden pertama, Soekarno langsung memesan lima puluh tusuk sate ayam. Ia melihat pedagang sate di jalan dan memerintahkan tukang sate untuk membuatkan sate untuknya. Setelah selesai, ia langsung menikmati satenya dengan berjongkok di pinggir parit.

Dari fakta-fakta di atas, kita dapat melihat bagaimana para pahlawan bangsa rela berjuang demi kemerdekaan. Semoga kita dapat belajar dari semangat mereka dan menjaga nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

5 Fakta Menarik Gelatik-Batu Jenggot, Siklus Reproduksi Cepat!

Penampakan dan Ciri Khas Gelatik-Batu Jenggot

Jika ada burung dengan nama yang tidak sesuai dengan taksonomi ilmiahnya, gelatik-batu jenggot (Panurus biarmicus) masuk dalam daftar tersebut. Nama mereka menunjukkan bahwa burung ini termasuk dalam famili Paridae alias burung gelatik. Namun, ternyata mereka justru menjadi satu-satunya anggota famili Panuridae yang berkerabat dengan branjangan (famili Alaudidae). Dari penampilan, gelatik-batu jenggot terbilang cukup menawan.

Bulu burung ini memiliki kombinasi cokelat agak jingga, hitam, abu-abu cerah, dan sedikit putih pada bagian tertentu. Yang menjadi ciri khas bagi burung ini ialah bulu sekitar mata yang memanjang ke bawah dan berwarna hitam sehingga terlihat seperti jenggot. Namun, hanya jantan yang punya ciri khas ini karena betina cenderung berwarna lebih polos.

Soal ukuran, panjang tubuh gelatik-batu jenggot sekitar 12—15 cm, rentang sayap 16—18 cm, dan bobot 11—20 gram. Tentunya, ada berbagai fakta menarik yang akan segera kita ulas dari burung imut yang satu ini. Jadi, kalau penasaran dan ingin kenalan dengan mereka, simak pembahasan berikut ini sampai selesai, ya!

Peta Persebaran, Habitat, dan Makanan Favorit

Soal persebaran, gelatik-batu jenggot bisa dibilang ada di area yang sangat luas. Bayangkan saja, mereka ditemukan mulai dari Eropa Barat (termasuk Britania Raya), Eropa Tengah, Skandinavia, Eropa Timur (sampai Rusia bagian Primorsky Krai), Balkan, Timur Tengah, Asia Barat, Asia Timur (China) dan Asia Selatan (India serta Pakistan). Luas area yang jadi rumah bagi gelatik-batu jenggot itu mencapai 23,7 juta km persegi.

Habitat utama gelatik-batu jenggot berada di sekitar sumber air. Artinya, tempat seperti kolam, danau, aliran sungai, rawa, sampai zona air payau dapat jadi rumah yang sesuai bagi burung ini. Mereka pun punya keterikatan dengan beberapa jenis tanaman air, semisal alang-alang dan rumput gajah, karena menyediakan tempat bertengger yang sesuai saat beristirahat. Gelatik-batu jenggot bukan termasuk burung yang bermigrasi sehingga akan selalu berada di tempat yang sama sepanjang tahun.

Soal urusan makanan, burung ini termasuk omnivor yang rutin mengganti makanan utama, tergantung musim. Saat musim panas, mereka lebih condong mencari berbagai jenis serangga atau invertebrata yang hidup di sekitar sumber air. Akan tetapi, saat musim dingin tiba, makanan utama berubah jadi biji-bijian tanaman air karena jumlah serangga berkurang pada saat tersebut. Gelatik-batu jenggot termasuk hewan diurnal sehingga segala aktivitas, termasuk pencarian makan, berlangsung selama Matahari masih terbit.

Kemampuan Kaki yang Unik

Gelatik-batu jenggot jelas mampu untuk terbang. Namun, mereka cenderung terbang dalam ketinggian rendah, yakni sekitar permukaan sumber air di rumah mereka saja. Kecepatan terbang burung ini tak tercatat dan terbilang tidak terlalu cepat. Namun, soal manuver, mereka terbilang sangat lincah ketika terbang karena padatnya vegetasi tanaman air di sekitar habitat alami.

Selain kelincahan, gelatik-batu jenggot punya kemampuan menarik lain di kedua kaki mereka. Kaki mereka mampu menahan bobot tubuh dengan baik sampai-sampai bisa bertengger dalam posisi vertikal atau kepala terbalik. Posisi bertengger ini umumnya mereka lakukan kalau sedang mencari makan di dekat permukaan air. Ketimbang harus terbang dekat dengan permukaan air, bertengger pada tanaman alang-alang terdekat secara vertikal jelas memberi keuntungan sendiri dalam hal menghemat energi. Malahan, kedua kaki ini dapat diandalkan saat mereka hendak berlari di atas tanah, meraih makanan yang ada di air, sampai mengais-ngais tanah atau rumput.

Kehidupan Sosial

Gelatik-batu jenggot termasuk hewan sosial yang hidup secara berkelompok dalam jumlah kecil. Kelompok tersebut umumnya berisikan pasangan atau beberapa individu berbeda sampai sekitar empat ekor, yang biasanya masih berkerabat alias sekeluarga. Kelompok burung yang satu ini selalu bersama ke mana pun pergi, baik saat mencari makan ataupun beristirahat saat malam. Malahan, pasangan gelatik-batu jenggot akan tidur di atas batang alang-alang yang sama setiap malamnya.

Mereka punya panggilan khas untuk memanggil anggota kelompok saat terpisah, yakni suara yang terdengar seperti ping atau ting yang mirip seperti bel sepeda. Selain untuk memanggil, suara dari burung ini dapat memberi tahu individu lain soal potensi bahaya di sekitar. Tentunya, ada nyanyian khusus yang dapat dilakukan jantan saat musim kawin demi menarik perhatian pasangan.

Sistem Reproduksi

Ternyata, gelatik-batu jenggot termasuk spesies hewan monogami alias setia dengan satu pasangan setelah pertama bertemu. Musim kawin bagi burung ini berlangsung antara Maret—September. Sepanjang waktu tersebut, betina dapat melakukan 4 siklus reproduksi dalam 1 musim kawin. Sebelum mulai bertelur, jantan dan betina sama-sama membangun sarang berbentuk cangkir atau kotak yang terbuat dari sisa bulu dan ujung alang-alang yang sudah tua. Sarang tersebut diletakkan di bagian bawah alang-alang, tetapi masih relatif jauh dari permukaan air.

Betina dapat menghasilkan 4—8 butir telur dalam 1 siklus reproduksi. Telur tersebut akan menjalani masa inkubasi selama 10—14 hari saja. Adapun, induk betina maupun jantan sama-sama mengambil peran mengerami telur secara bergantian. Setelah anak menetas dari telur pun kedua induk burung ini masih kompak untuk memberi makan anak-anak mereka.

Hanya butuh waktu 12—16 hari sebelum anak gelatik-batu jenggot bisa terbang, tetapi butuh tambahan sampai 2 minggu lagi sebelum dapat hidup mandiri. Usia rata-rata yang dapat dicapai spesies burung ini sebenarnya sekitar 3,1 tahun. Namun, beberapa individu diketahui mampu bertahan sampai usia 7 tahun.

Status Konservasi

Mengingat peta persebaran yang sangat luas, wajar kalau status konservasi gelatik-batu jenggot masih ada dalam kategori yang aman. Mereka masuk sebagai hewan dengan risiko rendah (Least Concern) dengan perkiraan populasi sekitar 3—6 juta individu. Selain karena persebaran, faktor siklus reproduksi yang singkat jadi penentu dari begitu besarnya populasi burung yang satu ini. Biarpun begitu, gelatik-batu jenggot bukannya tanpa ancaman.

Di sejumlah negara, populasi gelatik-batu jenggot justru mengalami penurunan seiring dengan kekeringan yang terjadi di danau, kolam air, ataupun rawa. Hancurnya habitat dan menipisnya tanaman alang-alang merupakan ancaman serius bagi spesies ini pada masa mendatang. Ditambah lagi, kondisi perubahan iklim yang membuat musim dingin jadi jauh lebih dingin menyebabkan kematian dini bagi gelatik-batu jenggot karena tidak terbiasa dengan temperatur dingin yang terlampau ekstrem.

Ternyata, gelatik-batu jenggot tak hanya punya penampilan rupawan, tetapi ada pula sederet kemampuan yang menarik. Siapa sangka kalau di alam, ada burung cantik yang dapat bergelantungan secara vertikal atau terbalik ketika beristirahat atau mencari makan, kan? Kalau menurutmu, apa yang paling menarik dari gelatik-batu jenggot?

70 Kata Kata HUT RI 80 Singkat, Lucu, dan Penuh Semangat

Perayaan HUT ke-80 RI dengan Semangat yang Menggebu

Masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-80 pada 17 Agustus 2025. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini menjadi semangat bagi seluruh rakyat untuk bersama-sama membangun bangsa yang lebih baik dan berdaya.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-80 RI. Salah satunya adalah dengan menyebarkan kata-kata singkat yang penuh makna dan semangat kemerdekaan. Kata-kata tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan, tetapi juga sebagai ajakan untuk menjaga semangat persatuan dan kebhinekaan.

Kata-kata HUT RI ke-80 singkat ini sangat cocok digunakan sebagai pesan dalam media sosial, status, atau caption. Mereka mampu menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan yang hangat dan penuh makna. Berikut beberapa contoh kata-kata yang bisa digunakan:

  • Selalu ada rindu dan kasih untuk NKRI. Dirgahayu Republik Indonesia, sekali merdeka tetap merdeka!
  • Indonesia tak muda lagi, namun perjuangan tak berhenti. Tetap majukan negeri dengan putra-putri sendiri!
  • Berdirilah tegak untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang hebat yang mati demi kemerdekaan kita.
  • Selalu jaga semangat patriotisme bersinar dalam dirimu, banggalah menjadi Indonesia.
  • Merdeka bangsaku, maka merdekalah pula pikiran, hati, dan jiwaku. Di mana pun aku berada hati selalu berada di Indonesia!

Tidak hanya serius, ada juga kata-kata lucu yang cocok untuk caption media sosial agar suasana perayaan semakin ceria:

  • Kalau ada lomba memendam rasa suka paling lama tanpa di-notice sama dia, malaikat juga tahu aku yang jadi juaranyaa.
  • Aku pengen ikut lomba 17-an, tapi lomba membawa mantan dalam sendok.
  • Juara 1 lomba lari dari kenangan masa lalu.
  • Di 17 Agustus kali ini lagi musim lomba lari, lari dari kenyataan.
  • Aku yang juara tercepat bales chat darimu aja cuma dianggep temen.

Beberapa kata-kata ini mencerminkan semangat dan rasa cinta terhadap tanah air, sekaligus memberikan sedikit hiburan dalam perayaan. Dengan menggunakan kata-kata seperti ini, masyarakat dapat menunjukkan rasa bangga terhadap Indonesia sambil tetap menjaga suasana yang ceria dan penuh antusiasme.

Selain itu, kata-kata ini juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari sebuah tantangan baru. Setiap generasi harus terus berkarya dan berjuang untuk memajukan bangsa. Dengan semangat yang sama, Indonesia akan terus berkembang dan menjadi negara yang lebih besar dan kuat.

Perayaan HUT ke-80 RI adalah momen penting untuk merenungkan perjalanan panjang bangsa dan memperkuat komitmen untuk terus bergerak maju. Dengan semangat yang tinggi, rasa persatuan, dan kepercayaan diri, Indonesia akan terus berjalan menuju masa depan yang lebih cerah.

6 Karakter Anak Paling Berani dalam Film Horor 10 Tahun Terakhir

Bocah-Bocah Pemberani di Dunia Film Horor

Dalam dunia film horor, anak-anak sering kali digambarkan sebagai tokoh yang lemah dan membutuhkan perlindungan. Namun, tidak sedikit dari mereka yang justru menjadi pahlawan dengan keberanian luar biasa. Keberanian ini muncul dari ketangguhan dan kecerdasan yang melampaui usia mereka, menciptakan kisah-kisah yang menarik dan menginspirasi.

The Losers Club dalam It (2017)

The Losers Club adalah salah satu contoh terbaik dari bocah-bocah pemberani dalam film horor. Tujuh anak ini berani melawan Pennywise, badut iblis yang menyeramkan. Mereka tidak menggunakan senjata canggih, tetapi bergantung pada persahabatan dan keberanian. Aksi mereka membuktikan bahwa kepolosan tidak selalu identik dengan kelemahan.

6 Bocah Pemberani Lainnya dalam Film Horor Terbaru

Selain The Losers Club, ada beberapa bocah lain yang berhasil mencuri perhatian dengan aksi heroik mereka. Berikut ini adalah enam karakter yang layak diperhitungkan:

1. Cole Johnson dalam The Babysitter (2017) dan The Babysitter: Killer Queen (2020)

Cole Johnson, diperankan oleh Judah Lewis, awalnya tampak seperti anak biasa yang sering menjadi korban bullying. Namun, ia memiliki nyali yang luar biasa. Dalam film pertama, ia mengetahui bahwa pengasuhnya ternyata anggota kultus. Dengan kecerdasannya, ia berhasil mengalahkan pemimpin kultus tersebut. Di sekuelnya, ia kembali bertarung demi melindungi seorang gadis.

2. Regan Abbott dalam A Quiet Place (2018) dan A Quiet Place: Part II (2020)

Regan Abbott, diperankan oleh Millicent Simmonds, adalah gadis tuli yang hidup dalam dunia di mana suara bisa berarti kematian. Ia memanfaatkan kondisinya untuk menyelamatkan keluarganya. Dalam film kedua, ia menjadi pemimpin sejati yang nekat meninggalkan keluarganya demi mencari sumber siaran radio misterius.

3. Becky Hopper dalam Becky (2020) dan The Wrath of Becky (2023)

Becky Hopper, diperankan oleh Lulu Wilson, adalah contoh bocah pemberani yang tak kenal takut. Ia menghadapi geng Neo-Nazi dan kelompok ekstremis dengan cara-cara kreatif dan brutal. Dalam film pertama, ia berubah dari anak marah menjadi pejuang tangguh. Senjata sederhananya seperti penggaris atau mesin pemotong rumput berhasil membuat musuhnya kalah.

4. Finney Blake dalam The Black Phone (2021)

Finney Blake, diperankan oleh Mason Thames, adalah bocah yang hidup dalam situasi terdesak. Setelah diculik oleh pembunuh berantai, ia menemukan telepon hitam misterius yang membantu komunikasi dengan korban sebelumnya. Dengan keberaniannya, ia berhasil kabur dan menghadapi sang pembunuh.

5. Kassie dalam Evil Dead Rise (2023)

Kassie, diperankan oleh Nell Fisher, adalah bocah cilik yang harus menyaksikan keluarganya berubah menjadi Deadite. Meski ketakutan jelas terlihat, ia menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia nekat melawan kakaknya yang sudah kerasukan dan membantu menghabisi makhluk menyeramkan.

6. Alex Lilly dalam Weapons (2025)

Alex Lilly, diperankan oleh Cary Christopher, adalah satu-satunya murid yang selamat setelah 17 teman sekelasnya hilang. Ia dipaksa menjadi antek penyihir Gladys demi menyelamatkan keluarganya. Namun, ia tidak hanya patuh, tetapi juga mencari celah untuk menang. Akhirnya, ia berhasil memancing anak-anak yang terhipnotis untuk menyerang Gladys.

Kesimpulan

Bocah-bocah ini membuktikan bahwa keberanian bisa datang dari tubuh kecil dengan tekad besar. Dari Cole hingga Alex, mereka semua menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu terletak pada ukuran, tetapi pada semangat dan keberanian. Jika kamu adalah penonton sekaligus jurinya, bocah mana yang akan kamu beri gelar pahlawan horor terbaik?

Daftar Film Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Rekomendasi Film Sejarah Indonesia yang Bisa Menambah Wawasan

Film sejarah atau film tentang perjuangan bangsa sering kali menyajikan pesan-pesan penting yang bisa dijadikan teladan. Tidak hanya sebagai hiburan, film-film ini juga mampu memberikan wawasan tentang masa lalu yang memengaruhi kehidupan saat ini. Berikut beberapa rekomendasi film sejarah Indonesia yang patut ditonton, terutama saat memperingati hari kemerdekaan.

1. Perburuan (2019)

Film yang mengangkat cerita dari novel karya Pramoedya Ananta Toer ini berlatar belakang perjuangan Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Diperankan oleh Adipati Dolken, film ini menceritakan perjalanan Hardo yang kembali ke kampung halamannya setelah pemberontakan PETA gagal. Ia harus bersembunyi dan menghadapi ancaman dari tentara Jepang. Cerita ini menunjukkan semangat perjuangan yang tidak pernah padam meskipun dalam kondisi sulit.

2. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta (2018)

Dalam film ini, Hanung Bramantyo mengangkat kisah tokoh besar Sultan Agung. Film ini tidak hanya menyajikan perlawanan terhadap VOC Belanda, tetapi juga menyisipkan kisah cinta antara Sultan Agung dengan Lembayung. Kombinasi antara politik dan cinta membuat film ini menjadi lebih menarik dan mendalam.

3. Kartini (2017)

Film ini mengangkat kisah Raden Ajeng Kartini, salah satu pahlawan wanita nasional. Berbeda dengan film-film lainnya, Kartini berjuang melalui pendidikan. Film ini menampilkan alur cerita yang maju-mundur dan menggambarkan perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

4. Rudy Habibie/ Habibie & Ainun (2016)

Film ini mengisahkan kisah hidup Rudy Habibie sebelum ia menjadi presiden. Film ini merupakan sekuel dari film sebelumnya yang lebih fokus pada hubungan romantis. Namun, versi 2016 ini lebih menyoroti kehidupan masa muda Habibie di Jerman dan konflik yang ia hadapi dalam mengambil peran untuk negara.

5. Jenderal Soedirman (2015)

Film ini menceritakan perjuangan Jenderal Soedirman selama masa kolonial Belanda. Meski mengalami sakit parah, ia tetap menjalani misi gerilya yang akhirnya berhasil melemahkan pasukan Belanda. Film ini cocok ditonton saat memperingati hari kemerdekaan.

6. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Film ini mengisahkan perjuangan HOS Tjokroaminoto dalam memperjuangkan martabat masyarakat Indonesia. Disutradarai oleh Garin Nugroho, film ini menampilkan kisah nyata tokoh penting yang memperjuangkan keadilan dan hak rakyat.

7. Soekarno: Indonesia merdeka (2013)

Film ini mengisahkan kisah perjuangan Presiden pertama RI, Soekarno. Diperankan oleh aktor ternama, film ini menyajikan pidato-pidato inspiratif seperti “Indonesia Menggugat”. Film ini juga menggambarkan peran tokoh-tokoh nasional lain dalam proses proklamasi.

8. Bumi Manusia (2019)

Film ini bercerita tentang percintaan antara Minke dan Annelies Mellema. Hubungan mereka banyak mendapat hambatan dari masyarakat Belanda. Meski akhirnya menikah, mereka tetap menghadapi tantangan dari pihak keluarga dan pemerintah kolonial.

9. Sang Pencerah (2010)

Film ini mengangkat kisah Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Islam Muhammadiyah. Film ini mengajarkan nilai-nilai toleransi dan perubahan. Meskipun tidak berlatar belakang kemerdekaan, film ini tetap menyampaikan semangat perjuangan untuk melepaskan bangsa dari penindasan.

10. Kadet 1947 (2021)

Film ini mengisahkan perjuangan para Kadet yang melakukan aksi pengeboman untuk mempertahankan kemerdekaan. Dengan semangat jiwa muda, film ini menjadi daya tarik bagi penonton milenial. Film ini juga menggambarkan perjuangan tujuh orang Kadet dalam menghadapi agresi militer Belanda.

Film-film sejarah Indonesia tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang perjuangan dan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan menonton film-film ini, kita dapat lebih memahami sejarah dan menghargai perjuangan para pahlawan.