Arsip Tag: Selebriti

Lihat Upacara Pemakaman Mpok Alpa, Kiky Saputri Menangis, Billy Syahputra Turun ke Liang Lahat

Prosesi Pemakaman yang Penuh Haru

Suasana haru mengisi prosesi pemakaman komedian Nina Carolina, yang lebih dikenal dengan nama Mpok Alpa, di Kompleks Pemakaman Wakaf Kujaran, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/8/2025). Acara tersebut berlangsung dengan penuh kehormatan dan disaksikan oleh keluarga, sahabat, serta para penggemar almarhumah.

Banyak rekan sesama artis hadir dalam acara tersebut, termasuk Billy Syahputra yang terlihat berada di barisan depan saat memikul keranda jenazah. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal dengan logat Betawi dan selalu membawa tawa bagi banyak orang.

Beberapa artis lain seperti Anwar BAB, Rina Nose, Kiky Saputri, Marshel Widianto, Bedu, Irma Darmawangsa, Elly Sugigi, Jirayut, Jhon LBF, hingga Celine Evangelista juga turut hadir. Tangisan mereka pecah saat melepas kepergian Mpok Alpa yang meninggal dunia di usia 38 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara.

Rina Nose memberikan dukungan untuk suami Mpok Alpa yang masih terisak saat mengumandangkan adzan. Sementara itu, Kiky Saputri dan Anwar menangis terseduh-seduh saling menguatkan satu sama lain atas kepergian rekan seprofesinya. Billy Syahputra juga turun ke liang lahat, membantu proses pemakaman.

Doa-doa pun mengalir, menyelimuti kepergian Mpok Alpa yang dikenal penuh tawa semasa hidupnya. Penyebab meninggal dunianya diketahui dari Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, yang menyampaikannya secara live di program FYP Trans 7.

Perjuangan Mpok Alpa Melawan Kanker

Kanker yang diderita Mpok Alpa berhasil disembunyikan selama tiga tahun terakhir dari dirinya maupun sahabatnya. Menurut Raffi Ahmad, almarhumah tidak ingin merepotkan orang lain sehingga memilih untuk menyembunyikan kondisinya. Beberapa orang sempat curiga karena Mpok Alpa sering tampil dengan wig atau rambut palsu. Namun, ia menjelaskan bahwa rambutnya rontok setelah melahirkan anak kembar pada 7 Oktober 2024 silam.

Menurut Irfan Hakim, Mpok Alpa sudah melakukan pengobatan rutin ke Malaysia semenjak ia hamil anak kembar. Setelah melahirkan, ia mulai menjalani pengobatan dengan dosis yang cukup keras untuk penyakit ini. Irfan juga menceritakan salah satu momen ketika mereka syuting di luar ruangan dengan tema pantai. Saat itu, Mpok Alpa mengatakan “aw A sakit banget” namun tetap tidak mau terlihat sakit di depan kamera.

Mpok Alpa juga diketahui sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Raffi Ahmad dan Irfan Hakim bersama Mpok Alpa memandu For Your Pagi (FYP), salah satu program televisi di Trans7. Namun, belakangan ini Mpok Alpa mulai jarang memandu FYP bersama Raffi dan Irfan.

Kehilangan yang Mendalam

Kepergian Mpok Alpa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Salah satu yang paling merasakan kehilangan adalah Ajie Darmaji, suami Mpok Alpa. Narji, seorang komedian, mengungkapkan bahwa kehilangan istri secara tiba-tiba membuat Ajie mengalami syok. Ia harus menghadapi masalah anak-anaknya sendiri sambil mencoba tegar.

Narji juga mendoakan agar Mpok Alpa mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia berharap anak-anak Mpok Alpa dapat meneruskan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan oleh ibunya.

Mpok Alpa meninggalkan empat anak dari pernikahannya dengan Ajie Darmaji. Anak pertamanya Sherly sudah beranjak remaja, sedangkan anak keduanya Alfatih berusia 9 tahun. Mpok Alpa juga baru melahirkan anak kembar bernama Raffi Ahmad Darmadina dan Raffa Ahmad Darmadina pada 7 Oktober 2024.

Kepergian yang Tidak Terduga

Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) pukul 09.30 WIB setelah berjuang melawan penyakit kanker. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti jenis kanker yang dideritanya. Rekan-rekan artis datang melayat ke rumah duka, termasuk Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.

Mereka terlihat sangat sedih dan kehilangan. Mata mereka sembab saat ditemui di rumah duka kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Sebagai sahabat, Raffi dan Irfan selama ini menjaga amanah menyimpan rahasia penyakit ibu empat anak itu selama dua tahun terakhir. Meskipun begitu, akhirnya Mpok Alpa harus mengakhiri perjuangannya melawan kanker dan mengembuskan napas terakhir saat usia 38 tahun.

“Almarhumah semasa hidupnya sudah kira-kira dua atau tiga tahun melawan kanker,” ujar Raffi. “Kita selama dua tahun ini menyimpan rahasia ini,” tambahnya. Irfan juga mengungkapkan perjuangan Mpok Alpa untuk sembuh dari sakit. “Kita support Mpok Alpa sudah melakukan perawatan bolak-balik di Malaysia serta Jakarta juga,” kata Irfan.

Vino G. Bastian dan Cinta pada Film Keluarga, Peran Anak-Istri

Vino G. Bastian Bicara tentang Film Barunya dan Alasan Ia Tertarik pada Film Keluarga

Pada hari Jumat (8/8/2025), suasana kantor IDN terasa lebih ceria karena kedatangan aktor ternama, Vino G. Bastian. Dalam wawancara yang berlangsung di kantor tersebut, Vino memperkenalkan film terbarunya yang dibintanginya bersama Nirina Zubir berjudul Hanya Namamu Dalam Doaku. Film ini menceritakan kisah keluarga yang menyentuh hati, dan Vino mengungkapkan antusiasme yang besar terhadap tema film seperti ini.

1. Kecintaan terhadap Film Keluarga

Menurut Vino, film-film bertema keluarga memiliki kisah yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia tidak hanya senang sebagai aktor, tetapi juga sebagai penonton. Dalam wawancara tersebut, ia menjelaskan bahwa film keluarga bisa membuat penonton merasa terhubung dengan karakter-karakternya. “Film keluarga itu selalu menarik karena kisahnya dekat dengan kehidupan kita,” ujarnya.

Vino juga mengatakan bahwa ia tidak pernah ragu untuk menerima tawaran film yang berkaitan dengan hubungan antarkeluarga, baik itu komedi, aksi, atau drama. Menurutnya, hal ini membuatnya lebih mudah dalam memerankan karakter yang sesuai dengan tema tersebut.

2. Bukan Tipe Orang yang Mudah Sedih

Meski film Hanya Namamu Dalam Doaku membutuhkan emosi yang dalam, Vino mengakui bahwa ia bukan tipe orang yang mudah sedih. Ia justru lebih mudah kepikiran dengan karakternya. Salah satu momen yang ia ingat adalah saat membaca naskah film tersebut, tangannya mendadak cedera dan tidak bisa digerakkan. Hal ini sempat membuatnya cemas, namun ia berusaha tetap optimis.

“Saya melihat ini sebagai pertolongan Tuhan agar film ini bisa dilanjutkan dengan lancar,” kata Vino sambil menggerakkan tangannya. Ia juga berharap bahwa pengalaman ini bisa menjadi bagian dari doa semua pihak agar film ini bisa sukses.

3. Pentingnya Improvisasi dalam Peran

Dalam sesi wawancara ini, Vino juga membahas pentingnya improvisasi dalam proses syuting. Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin menjadi aktor yang hanya mengikuti template. Meskipun tim produksi sudah melakukan riset yang mendalam, Vino tetap ingin memberikan sesuatu yang berbeda agar adegannya tidak terkesan monoton.

“Saya tidak ingin jadi aktor yang terlalu kaku. Saya ingin punya sesuatu yang unik dan bisa diterima oleh penonton,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa setiap improvisasi yang ia lakukan selalu disetujui oleh sutradara agar pesan film tetap tersampaikan dengan baik.

4. Pertimbangan Saat Menerima Tawaran Film

Vino juga berbagi tentang hal-hal yang ia pertimbangkan saat menerima tawaran film. Menurutnya, pertama-tama ia akan membaca naskah dan mengevaluasi karakter yang akan ia mainkan. Setelah itu, ia baru melihat siapa sutradara yang akan menggarapnya.

Selain itu, Vino juga sering melibatkan istri dan anaknya dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, pendapat dari istri dan anaknya lebih objektif karena mereka memiliki perspektif yang berbeda. “Anak saya lebih pintar karena tumbuh di era media sosial. Mereka memiliki pengalaman yang lebih luas,” tambahnya.

5. Film Hanya Namamu Dalam Doaku Akan Tayang di Bioskop

Bagi para penggemar Vino G. Bastian, film Hanya Namamu Dalam Doaku merupakan comeback yang sangat dinantikan. Film ini akan tayang di bioskop mulai tanggal 21 Agustus 2025. Dengan kisah yang menyentuh dan pembintangan yang kuat, film ini dipastikan akan menguras air mata penonton.

[WANSUS] Timo Tjahjanto: Debut Hollywood yang Menyentak dalam Nobody 2

Pengalaman Membuat Film Nobody 2 dengan Timo Tjahjanto

Timo Tjahjanto, sutradara Indonesia yang kini berada di tengah-tengah proyek film Hollywood, Nobody 2, mengungkapkan pengalamannya dalam membuat film tersebut. Dalam wawancara virtual, ia menjelaskan bagaimana proses kreatif dan produksi film ini berlangsung, serta peran penting dari para aktor seperti Bob Odenkirk dan Sharon Stone.

Awal Keterlibatan dalam Proyek Nobody 2

Timo menceritakan bahwa ia pertama kali ditawari untuk bergabung dalam proyek Nobody 2 saat sedang menyelesaikan film Shadow Strays. Agent-nya memberi tahu bahwa Universal Pictures sedang mempersiapkan sekuel dari film Nobody dan ingin menawarkan skrip kepada dirinya. Ia langsung tertarik karena merupakan penggemar film pertama yang dibuat oleh Ilya Naishuller. Meski awalnya terkejut dengan gaya skrip yang lebih berwarna dan positif, ia merasa tantangan itu cocok dengan keinginannya untuk menciptakan sesuatu yang lebih optimis dan berkaitan dengan keluarga.

Proses Membuat Film yang Berbeda

Dalam wawancara ini, Timo menyebutkan bahwa ia tidak hanya menyetujui proyek ini, tetapi juga harus melakukan pitching ide dan visi ke Universal Studios dan Bob Odenkirk. Diskusi tentang menjadi seorang ayah dengan dua anak membantu mereka saling memahami dan akhirnya Timo mendapatkan pekerjaan sebagai sutradara.

Menyeimbangkan Adegan Aksi yang Brutal dan Menyenangkan

Timo menjelaskan bahwa meskipun film-filmnya sebelumnya memiliki adegan aksi yang brutal, ia ingin Nobody 2 memiliki keseimbangan antara kekerasan dan kesenangan. Ia ingin penonton tidak merasa bersedih atau marah setelah menonton film ini. Proses pembuatan adegan aksi ini melibatkan banyak diskusi dengan tim dan aktor, termasuk Connie Nielsen, yang berperan sebagai istri Hutch Mansell.

Pengaruh Budaya Lokal dalam Pembuatan Film

Meskipun Nobody 2 adalah film Hollywood, Timo menyatakan bahwa ia membawa identitasnya sebagai filmmaker Asia. Ia tidak secara sengaja memasukkan elemen lokal, tetapi hal itu terjadi secara alami karena pengalamannya sebagai sutradara di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman dan menghargai pendapat orang lain dalam proses kreatif.

Adegan Aksi yang Ikonomik

Salah satu adegan yang paling dikenang oleh Timo adalah adegan akhir yang menggabungkan strategi aksi seperti Home Alone dengan nuansa dewasa. Ia bersama tim aksi, Greg Rementer, mencoba memikirkan cara-cara unik untuk membuat adegan tersebut menarik. Misalnya, menggunakan kolam bola dan slide air yang dipenuhi bahaya. Proses ini sangat dinikmati oleh Timo, meskipun ia sendiri tidak terlalu suka naik wahana seperti itu.

Hubungan dengan Aktor Senior

Timo mengakui bahwa bekerja sama dengan Sharon Stone adalah pengalaman luar biasa. Ia mengagumi sikap Sharon yang tegas namun ramah. Selain itu, ia juga menghargai latar belakang kerja kelas bawah Sharon, yang membuatnya merasa dekat dengannya. Pengalaman syuting yang paling menarik bagi Timo adalah ketika Sharon membantunya meregangkan ototnya saat sedang sakit punggung.

Pelajaran untuk Industri Film Indonesia

Setelah menyelesaikan film besar seperti Nobody 2, Timo berharap bisa membawa pelajaran ke industri film Indonesia. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki banyak talenta, tetapi masih perlu meningkatkan profesionalisme dan pengeditan hasil. Ia juga mengkritik sistem kerja yang terlalu ekstrem, yang sering menyebabkan kelelahan dan bahaya bagi kru. Timo berharap sistem kerja yang lebih realistis dapat diterapkan di masa depan.

Kesimpulan

Film Nobody 2 telah dirilis di bioskop sejak 13 Agustus 2025. Dengan campuran aksi, humor, dan pesan tentang keluarga, film ini menjadi bukti bahwa Timo Tjahjanto mampu menciptakan karya yang menarik di kancah internasional. Bagi pecinta film aksi, Nobody 2 layak ditonton sebagai sekuel yang lebih seru dari film pertamanya.

Kronologi Perselingkuhan Suami Norma Risma Jadi Film

Kronologi Kasus Perselingkuhan yang Viral dan Difilmkan

Kisah perselingkuhan yang melibatkan suami Norma Risma dan mertuanya sendiri sempat menjadi sorotan publik pada akhir tahun 2022. Cerita ini awalnya diunggah oleh Norma Risma melalui akun TikTok @norma_risma. Dalam unggahan tersebut, ia bercerita tentang pengalaman pribadinya yang sangat menyedihkan.

Awal Mula Perselingkuhan

Dari video YouTube Denny Sumargo, diketahui bahwa Norma Risma pertama kali mengenal mantan suaminya, Rozy, pada tahun 2017. Keduanya memulai hubungan pacaran saat sama-sama duduk di bangku SMA. Hubungan mereka berkembang hingga keluarga keduanya memiliki hubungan dekat. Perselingkuhan antara Rozy dan ibu kandung Norma Risma mulai tercium sejak tahun 2020. Norma Risma secara tidak sengaja membaca pesan chat antara Rozy dengan ibunya.

Penemuan Bukti Perselingkuhan

Dari pesan chat tersebut, Norma Risma menemukan banyak percakapan tidak senonoh antara Rozy dan ibunya. Setelah mengetahui hal itu, Norma Risma dan orang tuanya berdiskusi secara tertutup. Ia juga berhasil mendapatkan screenshot dari pesan chat tersebut sebagai bukti. Dalam diskusi tersebut, baik Rozy maupun ibu kandung Norma Risma berusaha membela diri dengan alasan salah paham. Meski Rozy ketakutan setelah diancam oleh ayah Norma Risma, ibu kandungnya tetap menolak mengakuinya.

Pernikahan yang Tetap Berlangsung

Meskipun ada bukti perselingkuhan, Norma Risma tetap memilih untuk menerima Rozy dan memberikan kesempatan kedua. Keputusan ini sempat dihalangi oleh ayahnya, namun Norma Risma tetap bersikeras karena cinta. Mereka akhirnya menikah pada tahun 2021.

Penggerebekan yang Menyedihkan

Setelah menikah, Norma Risma dan Rozy tinggal di rumah orang tua Norma Risma. Pada bulan September 2021, mereka memutuskan untuk pindah ke kontrakan secara diam-diam. Puncaknya terjadi pada 16 November 2022, ketika warga sekitar menemukan Rozy sedang berhubungan badan dengan ibu mertuanya. Saat itu, Norma Risma sedang bekerja, sementara Rozy berada di rumah.

Hubungan Terlarang yang Sudah Lama Berlangsung

Dalam video YouTube Denny Sumargo, Norma Risma menyebutkan bahwa hubungan antara Rozy dan ibu kandungnya sudah berlangsung sejak tahun 2020. Bahkan, mereka pernah melakukan hubungan badan di tahun tersebut. Norma Risma merasa tidak nyaman ketika menemukan pesan chat yang mengarah ke hubungan seksual.

Perceraian dan Pelaporan

Kasus ini akhirnya membuat geger di kalangan masyarakat. Norma Risma akhirnya resmi bercerai dari Rozy melalui pengadilan. Ia awalnya ingin menjaga hubungan, namun perlakuan KDRT yang dialaminya memantapkan hatinya untuk bercerai. Selain itu, ayah Norma Risma juga telah menuntut cerai dari istrinya, meskipun hanya dalam tahap agama.

Pelaporan ke Pihak Berwajib

Karena kasus ini viral, Norma Risma sempat melaporkan ibu kandungnya dan mantan suaminya ke Polda Banten. Laporan ini dilakukan atas dugaan perzinaan sesuai Pasal 284 KUHP. Salah satu kuasa hukum Norma Risma, Zahra Amelia, menjelaskan bahwa laporan ini dilakukan karena adanya dugaan tindakan tidak pantas antara Rihanah dan Rozy.

Film yang Mengangkat Kisah Nyata

Kisah perselingkuhan ini kemudian difilmkan oleh Dee Company. Film yang diberi judul “Norma: Antara Mertua dan Menantu” dibintangi oleh Tissa Biani sebagai karakter Norma Risma dan Wulan Guritno sebagai Rihanah. Film ini resmi tayang di bioskop pada momen Lebaran 2025.

5 Film Thailand yang Menarik Dibintangi Kao Supassara

Kao Supassara Thanachart, Aktris yang Membawa Pesona dalam Berbagai Peran

Kao Supassara Thanachart telah lama menjadi sorotan publik berkat pesonanya dan kemampuan aktingnya yang luar biasa. Sejak awal kiprahnya di industri hiburan Thailand, ia berhasil membangun reputasi sebagai salah satu aktris paling menjanjikan. Kemampuannya dalam memerankan berbagai karakter membuatnya mudah disukai oleh penonton dari berbagai kalangan.

Tidak hanya aktif dalam drama televisi, Kao juga tampil memukau dalam beberapa film layar lebar. Jika kamu sedang mencari referensi tontonan untuk mengisi waktu luang, berikut ini adalah lima rekomendasi film Thailand yang dibintangi oleh Kao Supassara.

1. The Swimmers (2014)

Film pertama Kao Supassara yang terkenal adalah The Swimmers. Film yang dirilis pada tahun 2014 ini dibintangi oleh Tor Thanapob, March Chutavuth, Violette Wautier, dan lainnya. Sutradara film ini adalah Jim Sophon Sakdaphisit.

Cerita film ini mengisahkan Perth (March Chutavuth) dan Tan (Tor Thanapob), dua sahabat dekat sekaligus perenang profesional yang selalu bersaing. Meski tampak kompak, Perth merasa iri dengan kemampuan atletik Tan yang lebih unggul. Ia juga cemburu karena Tan berpacaran dengan Ice (Kao Supassara). Persaingan antara mereka berubah menjadi tragedi setelah Ice meninggal dunia. Hal ini membuat Tan terpuruk dalam kesedihan dan memutuskan untuk mundur dari dunia renang karena depresi.

Setelah kehilangan Ice, Tan terobsesi untuk mengungkap misteri di balik kematian Ice dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab. Di sisi lain, Perth mulai meraih kemenangan demi kemenangan di berbagai kompetisi. Popularitasnya melonjak drastis. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Perth mulai dihantui oleh arwah Ice. Bayangan Ice yang terus muncul perlahan mengganggu ketenangan hidup Perth, membuka kebenaran yang tak bisa ia hindari lagi.

2. About Us (2014)

Film pendek berjudul About Us dirilis pada tahun yang sama dengan The Swimmers. Dalam film ini, Kao Supassara beradu akting dengan JJ Krissanapoom dan Jack Kittisak. Faktanya, film ini merupakan proyek ke-22 dari 33 karya Bang Channel Thailand yang sedang mengembangkan industri film pendek.

Ceritanya tentang Teh (JJ Krissanapoom) yang harus berhadapan dengan perasaan terlarang. Ia menyukai Rin (Kao Supassara), pacar dari Boom (Jack Kittisak), sahabatnya sendiri. Teh terjebak di antara hubungan persahabatan dan cinta yang telah ia pendam selama bertahun-tahun. Lalu, apa yang akan Teh pilih?

3. Buppha Ratree: A Haunting in Japan (2016)

Satu lagi film dengan cerita horor yang dibintangi Kao Supassara adalah Buppha Ratree: A Haunting in Japan. Film ini juga dibintangi oleh Nack Charlie dan Jack Chaleumpol. Film bergenre horor komedi ini sempat booming saat tayang pada 2016 lalu.

Ceritanya mengisahkan sebuah rock band Thailand yang melakukan perjalanan ke Jepang untuk syuting video musik berlatar salju. Mereka menginap di sebuah pondok sewaan resor ski Jepang yang indah. Tanpa mereka sadari, pondok tersebut ternyata berhantu dan dihuni oleh sejumlah arwah. Ada arwah seorang gadis Thailand bernama Ros (Kao Supassara) yang datang ke resor tersebut untuk menyembuhkan patah hatinya. Arwah Ros kemudian jatuh hati kepada vokalis band yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya. Apakah arwah Ros akan membiarkan para anggota band tenang atau justru mengganggu mereka?

4. The Moment (2017)

Jika kamu penikmat film romantis seperti Love Actually (2003), cobalah menonton The Moment. Film yang booming pada 2017 ini dibintangi oleh Kao Supassara, Tony Rakkaen, Toey Jarinporn, Yoo Teo, Kan Kantathavorn, Peach Pachara, dan lainnya. Film romantis nan hangat ini diarahkan oleh sutradara Peed Panchapong Kongkanoi.

Film ini berisi kisah cinta dari tiga pasangan di tiga negara berbeda. Praew (Toey Jarinporn) baru saja pindah ke New York untuk melanjutkan studinya. Di sana, ia bertemu dengan Jim (Toni Rakkaen), cowok Thailand yang mencuri hati Praew. Ada juga cerita Ton (Peach Pachara) yang rela terbang ke London demi mencari kekasihnya. Siapa sangka ia bertemu orang baru, seperti Jeab (Kao Supassara) yang membantunya menikmati hidup setelah putus cinta.

Kisah terakhir datang dari kota Seoul. Karn (Kan Kantathavorn) kesulitan dengan dunia korporat di Korea. Sebagai orang asing, ia merasa sulit beradaptasi di negeri orang. Untungnya, ia bertemu Kim (Yoo Teo) yang menghadirkan kehangatan hidup Karn di tengah dinginnya perlakukan orang Korea terhadapnya.

5. Love and Run (2019)

Terakhir, ada film Love and Run yang rilis pada 2019 lalu. Dalam film ini, Kao Supassara beradu akting dengan Chanon Santinatornkul, Joke Gornpop, Blue Pongtiwat, dan masih banyak lagi. Drama komedi romantis ini diarahkan oleh K Chainarong Tampong.

Love and Run bercerita tentang Lin (Kao Supassara), seorang perawat yang kesulitan mencari pacar. Ternyata, Lin susah mendapatkan pacar karena ponakannya, Due (Chanon Santinatornkul), yang sangat protektif dan tak ingin Lin dekat dengan cowok lain. Setiap ada cowok yang mendekati Lin, mereka akan berhadapan dengan Due sehingga berpikir dua kali untuk berhubungan dengan Lin.

Dari kisah cinta yang manis hingga cerita horor, deretan film yang dibintangi Kao Supassara menunjukkan betapa tingginya kemampuan aktingnya. Setiap peran yang ia mainkan membawa warna tersendiri. Ini membuat penonton betah mengikuti alur cerita sekaligus jatuh hati pada karakternya. Jika kamu ingin menyelami dunia perfilman Thailand, film-film Kao ini bisa jadi pilihan tepat untuk ditonton!